Love My Best Friend ( Mencintai Sahabatku )

Love My Best Friend ( Mencintai Sahabatku )
Chapter 21


__ADS_3

Limario kembali menyalakan ponselnya, setelah beberapa hari dia sengaja mematikan benda pipihnya itu,Limario yang sudah menyalakan ponselnya,dia cukup terkejut saat melihat beberapa panggilan dari Jennie yang menghubunginya ratusan kali,serta terdapat pesan yang sangat banyak dari orang yang sama.


^^^Nini ✉^^^


^^^"Apa kamu masih marah padaku Lim,kenapa kau pindah tidak memberitahuku.^^^


^^^"Lim,kemana kau pergi.^^^


^^^"Apa kamu sudah tidak menganggapku lagi"    Limario tersenyum miring,sambil terus membuka pesan dari Jennie.^^^


^^^"Aku benar-benar merasakan kehilanganmu,saat ini hanya Lili yang bisa mengobati rasa rinduku ^^^


^^^.terhadapmu.^^^


Limario kembali mematikan ponselnya,setelah membuka beberapa pesan dari Jennie dan juga teman-temannya,yang sama sekali dia tidak membalas pesan mereka ataupun menelfonnya.


"Nini..."    Lirih Limario yang juga sangat merindukan sosok wanita mungil itu,entah apa yang saat ini Limario rasakan,dia seperti ingin rasanya menemui Jennie.


"Cucuku"   Nyonya Lilia memanggil Limario yang sedikit termenung.


Sementara Limario yang mendengar panggilan itu,dia langsung memutar tubuhnya menghadap neneknya,yang sudah berada di depannya.


"Apa kamu memikirkan kekasihmu cucuku"  Ucap asal nyonya Lilia yang sedari tadi memperhatikan Limario menatap ponselnya sambil tersenyum namun berikutnya wajahnya berubah menjadi sendu.


"Tidak Oma,bahkan aku belum memiliki kekasih"   Sanggah Limario dengan senyuman getirnya.


"Benarkah,Oma fikir cucu tampan Oma sudah memiliki kekasih"  Limario sekali lagi menggeleng.


Nyonya Lilia yang sudah mengerti,dia hanya tersenyum kearah cucunya sambil merapikan poni Limario yang sedikit menutupi matanya.


"Oma yakin,suatu hari nanti kau akan mendapatkan wanita yang baik serta menyayangimu sepenuhnya dan juga mencintaimu seperti ibumu mencintai dirimu cucuku" 


"Aku harap seperti itu Oma,kami saling mencintai bukan hanya cinta sepihak"  Tambah Limario yang langsung memeluk neneknya.


Nanji Hangang.

__ADS_1


Semua murid di perkemahan sudah mendirikan tenda masing-masing dengan kelompok yang sudah di bagikan berpencar,masing-masing kelompok terdiri dari 4 orang,2 laki-laki dan 2 perempuan,Jennie bersama ketiga orang yang satu kelompok bersamanya yaitu,irene,jaesuk dan Kim jisoo. Sementara Rose bersama eunha,Seulgi dan boby. Begitupun dengan murid yang lainnya yang sudah terbagi dengan kelompok yang sudah di tentukan.


"Aku bersyukur bisa satu kelompok denganmu eonni dan juga Kim jisoo"  Jennie menyenderkan kepalanya di bahu irene,mereka tengah beristirahat setelah lelah menata kebutuhan selama berkemah.


"Kau benar Jen,tapi humm aku jauh dari bear ku"  Irene memayunkan bibirnya melihat tenda pria dari kejauhan sebrang tenda wanita,meskipun mereka satu kelompok dengan pria,namun tenda mereka tentu berbeda. Jennie terkekeh mendengar keluhan irene,namun dia kembali menegakkan posisi duduknya sambil ikut menatap kearah tenda pria.


"Seandainya Limario berada disini,aku merindukannya eonni"  Sendu Jennie dengan mata yang sedikit berkaca-kaca,sampai saat ini dia sama sekali tidak mengetahui keberadaan Limario.  Irene yang berada disebelahnya hanya mampuh menghela nafasnya saja,melihat Jennie  dengan wajah yang sendu.


"Aku sudah bertanya pada bear,tapi dia juga tidak mengetahuinya" 


"Tidak eonni,aku yakin mereka mengetahuinya,hanya saja mungkin mereka tidak mau memberitahuku karna sudah membuat Limario terluka karenaku"  nada suara Jennie berubah melemah.


"Dia mencintaiku sejak kami masih kecil,sementara aku mematahkan cintanya karna bersama orang lain,dan sekarang setelah kepergiannya,aku merasa begitu kehilangan"   mata yang tadinya berkaca-kaca,sekarang mulai luruh membasahi pipi mandu nya.


"Hiks...aku merindukannya eonni"  Irene yang melihat Jennie terisak,dia langsung mendekap Jennie membawanya kedalam pelukannya,Irene juga merasa sedih,karna semenjak kepergian Limario,Jennie terus saja menangisi mengingat Limario.


"Cup...cup sudahlah Jen,kita akan terus mencaritahu keberadaannya,aku dan Rose akan berusaha membujuk Seulgi dan Jisoo,agar mereka mau memberitahu keberadaannya"  Tukas Irene mencoba menenangkan Jennie.


Di tenda lain,Hyunsik dan Mark,mereka berdua sudah menyiapkan sebuah rencana untuk menyetubuhi kekasihnya bersama kedua temannya yang lain yang sudah berada di tempat yang mereka tentukan,Hyunsik dan Mark mereka berdua bertugas untuk membawa Jennie ke tempat itu untuk melancarkan aksinya seprti sebelum-sebelumnya.


"Untuk satu ini sedikit sulit,aku saja sebagai kekasihnya belum pernah menyentuhnya bahkan mencium bibirnya saja dia terus menolak"  Kesal Hyunsik,sementara Mark dia tersenyum mengejek.


"Kau juga brengsek"  Sarkas Hyunsik,keduanya langsung tertawa bersamaan.


"Aku sudah tidak sabar ingin segera mencicipi tubuh seksi pacarmu itu"  Mark menelan air liurnya sendiri,dia sudah melayang tinggi membayangkan tubuh gadis kekasih temannya itu.


Ctakk...


"Yaaak"  Mark meringis kesakitan saat Hyunsik menyentil keningnya itu.


"Pabboya,tentu aku dan Kai duluan yang akan menikmati tubuh kekasihku itu,setelah kami puas membasahinya,baru kalian bisa merasakannya juga"  Cletuk Hyunsik dengan nada sombongnya.


"Aku akan menemui kekasihku,kita mulai sekarang sebelum malam kita harus sudah sampai di tempat,karna dua manusia itu juga sudah tidak sabar"  Perintah Hyunsik yang sudah siap menjalankan aksinya,karna Kai dan Lucas juga sedari tadi terus menghubunginya. Mark hanya menangguk patuh,sementara Hyunsik,dia langsung segera menghampiri Jennie yang berada di tenda wanita.


Jennie dan irene,mereka berdua masih berada di dalam tenda,sedikit merapikan tempat tidur yang akan mereka gunakan nanti malam.

__ADS_1


"Beby... apa kau di dalam"   Suara hyunsik memanggilnya dari luar tenda,Jennie yang mendengar itupun memberhentikan aktifitasnya.


"Nde oppa,sebentar lagi aku akan segera keluar"  Jennie mengerti dengan kedatangan Hyunsik yang akan mengajaknya entah kemana,karna Hyunsik hanya mengatakan membawanya berjalan disekitaran lingkungan perkemahan.


Setelah membereskan semuanya Jennie keluar dari tenda nya menemui Hyunsik yang sudah menunggunya.


"Sudah selesai beby"  Tanya Hyunsik memastikan.


"Sudah Oppa"  Balas Jennie dengan singkat dan senyuman sekilasnya.


"Kajja, kita pergi,aku pastikan kau akan bahagia nanti"  Ucap Hyunsik sedikit bersmirk,dia sudah membayangkan kesenangannya sebentar lagi.


Seorang wanita misterius menggunakan masker dan topi,dia melihat Hyunsik dan seorang wanita sedang menuju mobil yang sangat dia kenal.


Somi mencengkram kuat ranting pohon yang saat ini menjadi tempat persembunyiannya,sambil memperhatikan Hyunsik yang sudah masuk kedalam mobilnya.


"Aku tidak mungkin menghadapinya sendirian,aku harus memberitahu temannya,agar mereka bisa membantuku sebelum Hyunsik menjadikan korban lagi pada gadis itu"


Somi yang pernah memata-matai Jennie dan teman dekatnya,dia langsung berniat menghampiri Pria berbibir hati itu yang pernah ia lihat bersama Jennie,dia harus memberitahu temannya,sebelum terjadi sesuatu pada Jennie.


Jisoo dan Jaesuk,baru saja beristirahat,setelah mencari kayu bakar untuk nanti malam mereka akan membuat api unggun,mereka terlihat lelah,peluh keringat membasahi pakaian yang mereka gunakan.


"Permisi,bisakah aku bicara denganmu,ini penting"  Jisoo melirik wanita itu sekilas,yang menggunakan topi dan masker.


"Apa aku mengenalmu"  Sahut Jisoo yang mengrenyitkan dahinya melihat wanita misterius itu.


Somi mendengus kesal karna Jisoo terus saja bertanya.


"Kita tidak punya waktu banyak,sebelum Jennie menjadi korban Hyunsik"   Jisoo terbelalak mendengar nama Jennie begitupun Jaesuk yang berada disebelahnya,dia ikut serius mendengarkan penuturan gadis misterius itu.


Setelah sedikit menjelaskan tentang bagaimana Hyunsik dan teman-temannya,serta dirinya yang menjadi korban,Jisoo mengepal kedua tangannya sehingga sedikit menancap di telapak tangannya,dia begitu emosi dan segera meminta Jaesuk untuk memberitahu Seulgi,mereka akan mencari Jennie secepatnya.


"Secepatnya kita pergi,ayo kita ke mobilku"  Somi mengangguk,dia dan Jisoo menuju mobil Jisoo yang terparkir tak cukup jauh.


"Aku tau mereka dimana,karna aku selalu melacak keberadaannya,dan dia begitu bodoh tidak pernah mengganti nomer ponselnya"   Somi memberitahu Jisoo,setelah sampai di parkiran,Jisoo segera membuka pintu mobilnya sambil menunggu Seulgi dan Jaesuk,mereka akan pergi bersama untuk mencari Jennie.

__ADS_1


Bye...Bye...


Bersambung...


__ADS_2