
KIM'S Agensi.
Hari ini tak seperti biasanya Limario dan Seulgi mendapatkan panggilan mendadak oleh tuan Lee,keduanya langsung di suruh menghadap diruangannya,dan di dalam ruangan itu saat keduanya masuk,ternyata juga ada Taehyung,Suho dan kedua wanita kekasih mereka sendiri yaitu Jennie dan Irene,keduanya pun tampak terkejut saat melihat kedatangan Limario dan Seulgi yang sama sekali tidak memandang mereka berdua,sepertinya penjelasan kemarin membuat Limario dan Seulgi semakin kecewa karena alasan keduanya yang mengatakan demi pekerjaan hingga membuat Jennie dan Irene melakukan media play itu.
"Selamat pagi Sajangnim" Sapa Limario dan Seulgi sambil membungkuk hormat. Tuan Lee yang mendapatkan sapaan itupun hanya memasang wajah datarnya karena dia merasa marah dengan perilaku keduanya yang membuat kekacauan di pestanya.
"Duduklah kalian berdua,ada yang ingin aku sampaikan" Perintah Tuan Lee menyuruh mereka duduk di kursi yang berhadapan dengan Suho dan Taehyung,dengan wajah yang masih terlihat memar dan lebam akibat ulah pukulan mereka berdua yang menghajarnya sewaktu di Club.
"Aku rasa tidak perlu berbasa-basi lagi untuk pembahasan kali ini,dan tentunya kalian berdua sudah mengetahui maksudku ? Atas kejadian di pesta kemarin,membuat citra agensiku tercemar karena keributan yang kalian lakukan,dan untuk itu aku memecat kalian berdua Limario,Seulgi,mulai hari ini kalian bukan lagi dari bagian kami" Tegas tuan Lee tanpa panjang lebar memecat keduanya,Limario dan Seulgi hanya bisa menerima keputusan itu.
"Maafkan saya Sajangnim,atas kekacauan yang saya buat,kami berdua akan menerima keputusan yang anda layangkan pada kami berdua"
"Tidak hanya Limario yang meminta maaf,akupun juga meminta maaf Sajangnim,dan kami menerima pemecatan darimu" Limario dan Seulgi mereka berdua meminta maaf,Jennie dan Irene yang mendengar pemecatan keduanya pun merasa sedih akan hal itu,tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong mereka berdua.
"Jangan hanya meminta maaf padaku ? Tetapi kalian juga harus meminta maaf pada Taehyung dan Suho yang sudah kalian buat memar wajah keduanya,asal kalian tau,mereka berdua sangat berharga bagiku" Limario mencoba menahan kekesalannya saat tuan Lee memerintahkannya untuk meminta maaf pada Taehyung yang jelas-jelas dia dalang awal kekacauan itu.
"Sepertinya kami tidak perlu meminta maaf pada mereka Sajangnim,dan kau bukan bos kami lagi yang bisa memerintah kami dengan seenaknya,ayo Lim kita pergi" Tentang Seulgi yang merasa tak perlu meminta maaf pada kedua pria itu,lagi pula semua itu memang rencana mereka membuat media play hanya untuk kepentingan perusahaan mereka sehingga meminta kekasih mereka untuk ikut andil dalam media play yang membuat hubungan mereka berantakan.
Berfikirlah sebelum melakukan sesuatu...
Seulgi dan Limario meninggalkan ruangan itu tanpa berpamitan,sementara tuan Lee mengusap wajahnya kasar menahan kekesalannya pada kedua mantan fotografernya yang berbicara tidak sopan padanya.
Jennie Pov.
Setelah peninggalan Limario dan Seulgi dari ruangan ini,aku langsung berniat ingin menyusulnya berharap Limario belum jauh dari sini.
"Kau mau kemana Jenn? Tanya Taehyung saat aku hendak beranjak dari kursiku.
__ADS_1
"Sepertinya aku harus pergi ? Ada yang perlu aku selesaikan" Jawabku tanpa memberitahu tujuanku sebenarnya.
Akupun segera pergi keluar dari ruangan itu sebelum Taehyung kembali berucap dan secepatnya mengejar Limario.
Jennie pov end.
"Lim!! Jennie memanggil Limario saat dia melihat Limario yang hendak masuk kedalam mobilnya,dia pun dengan langkah cepatnya menghampirinya.
"Bisakah aku ikut denganmu" Harap Jennie kepada Limario yang saat ini menatapnya dingin.
"Aku hanya ingin berbicara denganmu mengenai hubungan kita? Aku harap kau memberikanku kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya" Jennie kembali melanjutkan tujuannya menemui Limario.
"Lim !! Aku duluan ne.." Teriak Seulgi dari jendela mobilnya,Limario hanya mengacungkan jempolnya,kemudian dia beralih atensi melihat Jennie yang masih menunggu jawabannya.
"Masuklah" Singkat Limario yang mempersilahkan Jennie untuk masuk kedalam mobilnya,itu berarti Limario menuruti permintaannya.
Di sisi lain,Seulgi baru saja sampai di apartement Irene,hari ini dia akan mengemasi semua pakaiannya ke dalam koper,karena dia memutuskan untuk tinggal di apartement nya sendiri.
Kreat...
Seulgi menutup kancing koper miliknya setelah dia selesai memasukan semua pakaiannya,dan dia akan segera pergi meskipun masih terasa berat untuknya tinggal terpisah bersama Irene,karena mereka sudah cukup lama tinggal berdua di apartement ini.
"Aku harap kau bahagia tanpaku Bae" Gumam Seulgi dengan nada sendunya,kemudian dia berbalik untuk keluar dari kamar yang menjadi kenangannya bersama Irene.
"Mau kemana kau bear" Irene yang baru saja memasuki apartementnya pun terkejut saat melihat Seulgi yang baru saja keluar dari kamar sambil menarik koper besar miliknya. Seulgi tak menyahuti ucapan Irene barusan,dia justru memutuskan kontak mata dengannya dan kembali menarik kopernya. Irene tak tinggal diam,dia justru mencoba menghalangi Seulgi yang akan keluar dari apartementnya.
"Minggir!!
__ADS_1
"Tidak akan,sebelum kau memaafkanku dan tidak meninggalkanku" Seulgi membuang nafas kasarnya karena Irene kembali menahannya.
"Aku mohon jangan pergi bear,dan aku meminta maaf padamu atas kesalahanku yang mengabaikanmu dan tidak memberitahumu soal pesta itu" Irene berucap dengan penuh penyesalan,dia tidak menginginkan masalah ini berlarut larut yang membuat hubungan keduanya semakin hancur.
"Jangan tinggalkan aku hiks...hiks..." Isakan tangis Irene terdengar pilu di telinga Seulgi,wanita itu benar-benar terlihat sedih,hingga membuat Seulgi beralih menyentuh kedua bahu Irene yang bergetar,karena wanita itu tengah menangis dan Seulgi tidak tega melihat wanitanya menangis,meskipun dia telah di buat kecewa olehnya.
Grepp...
Seulgi menarik tubuh Irene di pelukannya,sambil mengusap lembut bahu Irene agar wanita itu kembali tenang.
"Kau tau ? Tangisanmu itu selalu membuatku lemah,jangan menangis lagi,aku tidak akan meninggalkanmu" Kata-kata Seulgi yang menenangkannya membuat Irene semakin mengeratkan pelukannya.
"Hiks...hiks....Maafkan aku yang sudah membuatmu kecewa,aku benar-benar tak menyangka jika akan berakhir seperti ini" Irene kembali mengucapkan kata maafnya karena dia belum mendengar Seulgi memaafkannya,meskipun perlakuan Seulgi saat ini sudah jelas jika dia memaafkannya tetapi Irene ingin mendengarnya secara langsung.
Seulgi melonggarkan pelukannya,kemudian dia menghapus air mata Irene yang berlinang dikedua mata bulan sabit milik wanita itu,Seulgi kembali menatapnya penuh kehangatan,tidak seperti sebelumnya dia menatapnya dingin.
"Aku memaafkanmu Bae,tetapi aku ingin kau menyetujui persyaratanku jika kau ingin di maafkan" Irene mengrenyitkan alisnya saat Seulgi memberinya persyaratan yang harus dia penuhi.
"Apa itu Bear ? Aku pasti akan memenuhi persyaratan itu agar kau memaafkanku" Ucap Irene dengan sungguh-sungguh.
"Jika aku meminta kau berhenti bekerja di agensi itu apa kau akan menurutinya Bae" Seulgi mengangkat sebelah alisnya,menunggu keputusan Irene apakah dia mau memenuhi persyaratannya itu.
Irene masih terdiam saat mendengar persyaratan yang harus dia setujui,dia masih merasa bimbang dalam membuat keputusannya sekarang,apalagi menjadi model adalah impian terbesarnya,tetapi di satu sisi Cintanya terhadap Seulgi jauh lebih besar dari apapun.
Bersambung....
Like,komen dan bantu promosikan oke guys....
__ADS_1