Love My Best Friend ( Mencintai Sahabatku )

Love My Best Friend ( Mencintai Sahabatku )
Chapter 17


__ADS_3

Dengan penuh semangat dan senyuman yang selalu merekah di bibirnya,Jennie begitu ceria saat ini,dia yang baru saja keluar dari mobilnya,dengan segera melangkah menuju kelas,tapi bukan di kelasnya melainkan kelas Limario,hari ini dia berencana mengajak Limario untuk sarapan bersama dengan membawa bekal yang ia masak sendiri yaitu nasi goreng kimchi favorit Limario.


Limario baru saja melangkahkan kakinya menuju kelasnya,walaupun keadaannya masih demam dan sedikit pucat di wajahnya,Limario tetap memaksakkan dirinya sekolah,meskipun kedua orang tuanya sempat melarangnya. Sementara itu Jennie yang melihat perawakan Limario,dia semakin melebarkan gummy smile nya,dan melangkahkan kakinya mendekati Limario yang juga semakin mendekat menuju kelasnya sambil menundukkan kepalanya.


"Limm"  Suara lembut Jennie membuat Limario mendongakkan wajahnya,dan berhenti tepat di hadapan Jennie yang hanya berjarak beberapa centi.


"Nini,sedang apa kau disini"  Tukas Limario berbasa basi.


"Aku menunggumu dan ini untukmu,aku membuatkan nasi goreng kimchi kesukaanmu"  Jennie begitu semangat mengatakannya,sambil menyodorkan kotak bekal yang dia bawa untuk Limario,namun Limario yang sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk berjarak dengan Jennie,dia perlahan menelan salivanya kasar.


"Mianhe nini,aku sudah kenyang,ah maaf sepertinya aku harus keruang pelatih,dia sudah menungguku"


Limario yang beralasan seperti itu pun langsung meninggalkan Jennie begitu saja yang masih terdiam di depan kelas Limario.


"Sial kenapa sulit sekali menghindarinya"   Umpat Limario yang tak tega dengan Jennie karena menolak ajakannya.


Padahal aku sangat menyukai masakannya..


"Aku rasa dia masih marah denganku"  Lirih Jennie sembari melihat kotak bekal yang ia bawa,senyuman yang mengembang sedari tadi,seketika berubah menjadi sendu.


"Beb"  Hyunsik menghampiri kekasihnya yang tengah terdiam di depan kelas yang bukan kelasnya melainkan kelas Limario.


"Ah,oppa ada apa"   Balas Jennie memaksakan senyumannya.


"Seharusnya aku yang menanyakan itu beby,dan apa yang kau bawa ? Sepertinya enak"   Hyunsik yang mencium aroma makanan di kotak bekal yang Jennie bawa,dia merasa tergiur.


Jennie kemudian melihat kotak bekalnya,karna Limario menolak pemberiannya,jadi ia akan memberikannya pada Hyunsik,namun saat Jennie hendak memberikannya,tiba-tiba Rose langsung menyambar kotak bekalnya itu.


"Ah eonni,kau sangat baik sekali membawakan sarapan untukku gomawo"  Rose berjalan begitu saja setelah mengambil kotak makanan Jennie dan meninggalkan mereka berdua yang melongo keheranan dengan Rose yang tiba-tiba saja langsung menyambar kotak bekalnya.

__ADS_1


"Aish untung saja aku cepat mengambilnya,ini kan untuk Limario,bukan untuk pria sok keren itu,ciih apa Jennie eonni tak menyadari apa,jika Limario lebih baik dari pria itu"  Rose bukan tanpa sengaja mengambil kotak bekal Jennie begitu saja,hanya saja dia sedari tadi sudah memperhatikan Jennie dan Limario,sejak dia hendak menuju kelasnya namun melihat Jennie yang menunggu Limario dan kemudian Limario yang datang lalu menolak makanan yang Jennie bawa untuknya.


"Apa dia benar-benar menolak ini,jika iya maka aku yang akan menghabiskannya nanti"  Monolog Rose yang juga mulai tergoda dengan aroma masakan Jennie.


Limario baru saja keluar dari Toilet,dia merasa cukup sumringah saat Seulgi memberitahunya melalui pesan singkat bahwa Jennie sudah pergi dari kelasnya.


"Sepertinya seseorang tengah menghindar" Suara memekikan itu membuat Limario sedikit terperanjat.


"Aigoo Rosie,kau mengejutkanku"  Limario mengusap dadanya yang sedikit berdetak begitu cepat akibat Rose yang sedikit berteriak dari belakangnya. Namun dia sedikit menyipitkan matanya saat melihat kotak bekal yang Rose bawa.


"Ambilah,bukankah ini seharusnya untukmu,jika kau tidak mau tidak apa,biar aku yang menghab"


Limario langsung mengambil kotak bekal itu sebelum Rose melanjutkan perkataannya. Rose yang melihat itu hanya tersenyum miring,dia sangat mengetahui bahwa Limario tidak akan pernah menolak masakan Jennie.


"Kenapa kau menolaknya"   Tanya Rose sedikit menyelidik kearah Limario.


"Aku hanya menghindarinya,mungkin sedikit berjarak dengannya mulai sekarang,you know ? Aku hanya tidak ingin bermasalah dengan kekasih posesif nya itu"   Limario menghembuskan nafasnya lemah,Rose yang mengerti keputusan Limario,dia hanya bisa mengangguk pasrah,lagi pula jika dia berada di posisi Limario,mungkin dia tidak akan sekuat sepertinya,harus bisa menahan semua rasa sakitnya dan menahan rasa cintanya yang tak terbalaskan.


Triiing..... Suara alrm sekolah menggema,semua murid mulai keluar dari kelasnya termasuk Limario yang begitu antusias ingin segera menyantap makanan yang berada di dalam kotak bekal itu,yang selalu menggoda perutnya yang ingin segera di isi oleh makanan lezat buatan Jennie.


Setelah mencari tempat yang cukup sepi dan jauh dari keramaian,Limario mendudukkan dirinya di kursi panjang yang berada di taman belakang sekolahnya.


"Ummh sangat enak"  Limario memuji nasi goreng Kimchi buatan Jennie yang tadinya ia tolak karna ia berusaha menghindari gadis itu yang sudah bersama orang lain. Sambil memejamkan mata Limario begitu meresapi makanan yang ia kunyah di dalam mulutnya,rasanya tidak pernah berubah dan selalu enak.


"Apa rasanya seenak itu sehingga kamu menikmatinya Lim"  Suara familiar itu membuat Limario sedikit tersedak.


"Uhukk, Nini"  Limario dengan cepat langsung menyembunyikan kotak bekal itu dengan cara membelakangi Jennie yang saat ini tengah mengintrupsinya sambil tersenyum melihat Limario yang baru saja memakan bekal yang ia bawa.


Jennie mendekati kursi yang Limario duduki,dengan perlahan dia mendudukkan dirinya di sebelah Limario yang masih membelakanginya.

__ADS_1


"Tidak perlu di sembunyikan,aku sudah melihatnya"  Limario dengan pasrah membalikkan tubuhnya dan memangku kotak bekal yang sudah terbuka tutupnya.


"Kenapa berhenti,makanlah aku suka melihatmu makan masakanku,lagi pula aku membawanya untukmu tapi kamu malah menolaknya"  Jennie menatap tajam kearah Limario sehingga membuat Limario sedikit merasa ngeri dengan tatapan itu.


"Kenapa kamu tidak menerima saat aku yang memberikannya Lim,tapi karna Rose yang memberikannya kau langsung menerimanya"  bertubi-tubi Jennie melayangkan pertanyannya,wajah yang tadinya sangat cute dan melepaskan senyuman,sekarang berubah seperti kucing yang hendak menerkam mangsa nya.


Limario meneguk salivanya kasar,entah mengapa dia merasa bersalah saat ini,pertahanan yang tadinya dia ingin berjarak dengan Jennie,namun sekarang sepertinya jarak itu mulai meregang.


"Mianhe,bukan itu maksudku nini,aku hanya tidak ingin terjadi permasalahan lagi antara hubunganmu dan Hyunsik sunbaenim,apa kamu ingat waktu Hyunsik memukulku"  Jennie merasa gugup saat Limario mengatakan itu dengan sorot mata hazelnya yang menatap dirinya begitu dalam.


"Seharusnya aku yang meminta maaf,bukan dirimu Lim"  Jennie mengarahkan jemarinya menggenggam jemari Limario dengan tatapan sendu nya.


"Hari itu juga aku hanya ingin membuatmu selalu bahagia bersama dengannya,mungkin mulai saat ini aku mencoba berjarak denganmu Jen"  Limario melepaskan genggaman Jemari Jennie,lidahnya sudah terasa keluh untuk melanjutkan lagi ungkapannya.


"Berjarak,apa maksudmu Lim,apa kamu ingin menjauhiku Lim"  Limario mengangguk seraya membenarkan rambut Jennie yang sedikit menutupi matanya.


"Bukankah itu lebih baik untuk hubungan kalian,aku hanya tidak ingin Hyunsik mencurigaiku berhubungan denganmu,yeah walaupun memang aku pernah menyukaimu dan aku akan berusaha melupakan perasaan itu karna aku sadar,cinta sepihak tidak akan terjalin suatu hubungan"   Jennie berkaca-kaca di pelupuk matanya saat Limario mengatakan dirinya menyukainya,entah perasaan apa yang saat ini tengah dia rasakan,di satu sisi dia tidak keberatan dengan ungkapan Limario,namun di sisi lainnya Hyunsik sekarang bersamanya.


"Apa kau ingin mendengarnya lagi,pria yang bersahabat denganmu selama belasan tahun menyukaimu sejak kecil dan cinta itu tumbuh seperti tubuh ini yang semakin berkembang,hanya itu yang ingin aku katakan sejak saat itu,namun semuanya mungkin saat ini harus kupendam"  Jennie terisak mendengar pengakuan Limario yang membuat perasaannya bergetar,mata yang tadinya berkaca-kaca seolah melebur begitu saja sehingga menetes di kedua pipinya.


"Maafkan aku yang tidak mengerti perasaanmu Lim,aku juga masih bingung dengan perasaanku sendiri,aku memang bersama Hyunsik,namun aku juga membutuhkanmu dan aku juga tidak suka jika kau dekat dengan wanita lain,aku tidak mengerti dengan perasaan ini hiks..."   Limario yang mendengar itu,dia hanya tersenyum dan membawa Jennie kedalam pelukannya saat wanita itu semakin terisak.


Sambil mendekap tubuh mungil Jennie,Limario menepuk lembut bahu belakang Jennie,agar gadis itu menjadi tenang.


"Aku lega sudah mengatakan perasaanku kepadamu,aku tidak meminta balasan darimu karna itu tak mungkin,kau sudah bersamanya dan sekarang buatlah dirimu bahagia,karna dia pilihanmu,aku harap kamu mengerti keputusanku nini,aku menjauhimu selain menghindari kesalah pahaman lagi terhadap Hyunsik,aku juga berusaha melupakanmu dan mengubur perasaan ini sebisaku"   Limario melepaskan pelukannya dan menangkup kedua pipi Jennie yang sudah basah akibat air matanya yang menetes deras,hingga mata gadis itu sedikit terlihat bengkak.


Limario menggerakkan jemarinya menghapus air mata Jennie,dia juga merasa sedih melihat gadis yang ia cintai mengeluarkan air mata yang seharusnya ia takkan pernah membuat gadis itu menangis.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2