Love My Best Friend ( Mencintai Sahabatku )

Love My Best Friend ( Mencintai Sahabatku )
Chapter 16


__ADS_3

Limario Pov.


Sesampainya dirumah aku segera masuk kedalam kamarku yang berada di lantai atas,aku cukup sumringah saat mengetahui keadaan rumah yang tampak sepi karna kedua orang tuaku belum pulang bekerja,jika salah satu mereka berada disini mungkin sudah menanyakan berbagai macam pertanyaan,melihat kondisi wajahku yang memar di area bibirku yang mungkin sedikit sobek akibat pukulan mentah Hyunsik yang tiba-tiba saja menyerangku,beruntung aku masih bisa menahan diriku,jika tidak,mungkin aku akan membalasnya berkali lipat karna dia telah menciptakan tanda di wajah tampanku.


Perlahan aku mulai membuka kancing seragamku yang menampilkan kaos dalam Celine putih kesukaanku,aku membuangnya asal yang langsung tercecer di lantai kamarku bersama celana panjang yang baru saja aku lepas dan hanya menyisakan boxer hitam bergambar karakter bajak laut film kesukaanku.


Aku lelah,dan ingin segera memejamkan mata karna hari ini menurutku terasa panjang dan menyakitkan,aku harap semua perasaan sakitku menghilang saat aku sudah puas berada di alam mimpiku.


Tidak berlangsung lama..


Kelopak mataku hampir saja terpejam,namun semua terpecah saat seorang Maid mengetuk pintu kamarku.


"Tuan,teman anda ingin bertemu denganmu"   Begitulah yang dia katakan,aku menyikapinya dengan santai mungkin saja yang ia maksud Seulgi atau Jisoo yang selalu mengunjungi rumahku untuk bermain PS atau hanya mengerjakan tugas sekolah bersama karna kepintaranku tidak pernah mereka ragukan.


"Suruh saja masuk ke kamarku"  Pintaku sedikit berteriak agar dia mendengarku,dan benar saja,aku mendengar langkah kakinya yang sudah menjauh.


Limario Pov end.


Jennie yang masih terdiam duduk di kursi sofa ruang tamu Limario,dia kembali menegakkan tubuhnya saat seorang Maid kembali menghampirinya dengan membungkuk sopan kearahnya.


"Tuan Limario meminta anda langsung masuk saja ke kamarnya nona"   Tanpa berfikir panjang Jennie langsung melangkah menaiki tangga menuju kamar Limario yang berada di lantai atas,dengan membawa paperbag berisikan makanan Western, yang Limario sukai.


Sesampainya di ambang pintu kamar Limario,Jennie sedikit merasa gugup,dia hanya berharap bisa secepatnya meminta maaf pada Limario dan Limario segera memaafkannya.


Tok...Tok...


Ceklek...


"Shittt...." umpat Limario mengetahui sosok seorang yang berada di balik pintu,dengan terkejutnya Limario mengambil selimut tebalnya dan menutupi bagian bawahnya yang hanya memakai boxer ketat. Jennie yang melihat sekilas tampilan Limario yang belum pernah dia tunjukkan padanya,dia merasa sedikit malu dan mencoba menundukkan wajahnya.


"Maaf,sebaiknya aku menunggu di bawah saja"  Tukas Jennie yang masih menundukkan wajahnya tanpa melihat kearah Limario.


Limario masih dengan perasaan terkejutnya dengan kedatangan Jennie yang langsung menuju kamarnya,namun itu juga salahnya karna dia tidak menanyakan terlebih dahulu pada Maid nya,siapa yang mengunjungi dirinya.


Point penting untuk selalu bertanya dan menyiapkan penampilanmu.


"Katakan saja apa yang ingin kamu katakan nini"  Limario berusaha menyikapinya setenang mungkin,walaupun dia masih merasa sakit ketika melihat gadis yang sekarang berada di depannya.

__ADS_1


Jennie yang sudah mengumpulkan keberaniannya kembali untuk meminta maaf,dia mencoba menatap mata Limario yang selalu saja teduh saat melihatnya,meskipun dia tau mungkin saat ini dia masih marah padanya.


"Aku meminta maaf padamu Lim,maafkan atas tuduhanku terhadapmu dan tamparan yang menyakiti pipimu,sungguh aku merasa sangat bersalah padamu,aku disini juga membawa permintaan maaf atas apa yang sudah Hyunsik Oppa lakukan terhadapmu"  Jennie mengucapkannya dengan bersungguh sungguh,dia berharap Limario memaafkan dirinya dan juga kekasihnya itu yang sudah menciptakan memar di wajah Limario,sehingga dia bisa melihat dengan jelas luka itu.


"Biarkan aku mengobati lukamu"  Jennie menawarkan dirinya,dia tak bisa menahan rasa khawatirnya terhadap Limario yang mungkin saja masih merasakan perih di ujung bibirnya. Limario masih terdiam membeku mencoba mencerna semuanya,namun dia kembali merasa bahwa Jennie mungkin begitu menyayangi kekasihnya itu,sehingga dia dengan suka rela juga melontarkan kata maaf sebagai perwakilan Hyunsik.


"Aku memaafkanmu dan aku tidak mempermasalahkan itu semua,hanya saja aku butuh waktu,sekarang kau bisa pergi dari kamarku nini,aku lelah"  Limario mengatakannya dengan tenang namun tidak dengan Jennie yang menganggap bahwa Limario mungkin masih marah padanya sehingga dia mencoba menyuruhnya segera pergi.


"Baiklah aku akan pergi Lim,dan ini aku membawakan makanan kesukaanmu,aku harap kamu masih menyukainya"  Jennie memberikan paperbag yang berisikan makanan itu,namun lagi-lagi tanpa menghampirinya,Limario hanya menunjuk meja yang berada di dekat pintu kamarnya.


"Simpan saja disitu,aku akan memakannya nanti"   Jennie sedikit tersenyum getir dengan balasan Limario yang begitu singkat,dengan wajah datarnya yang tanpa ekspresi ceria yang biasa Limario tunjukkan padanya saat mereka bersama.


"Aku permisi pulang Lim"  Jennie langsung saja melengos pergi dari kamar Limario tanpa menunggu jawaban pemilik kamar tersebut,dia hanya tak ingin Limario kembali menjawabnya datar seperti sesudahnya.


Apa sikapku berlebihan.


Limario merenungi kepergian Jennie,yang sepertinya mengerti bahwa dirinya mencoba membuat jarak padanya mulai saat ini,Limario hanya tak ingin selalu berada di dalam situasi yang rumit,lagi pula sudah seharusnya dia melupakan Jennie, dan mengubur semua rasa sukanya terhadap sahabat gadisnya itu yang sudah berstatus pacar orang lain.





Mereka baru saja sampai dirumah Limario,Jisoo dan Seulgi yang sengaja datang untuk menghibur sahabatnya itu yang mungkin sedikit kacau.


"Apa kau yakin Limario tidak akan terganggu dengan kehadiran kita"   Tanya Seulgi yang merasa tak enak jika mengganggu Limario yang mungkin butuh waktu sendiri.


"Kurasa tidak,lihatlah dia sudah menyambut kedatangan kita"  Jisoo menunjuk kearah Limario yang saat ini berada di depan pintu rumahnya yang sudah memakai hoodie hitam nya dan celana training kuningnya.


"Masuklah kalian berdua"  Limario yang tadinya ingin melihat Jennie yang mungkin baru saja pergi dari rumahnya itu pun hanya menghembuskan nafas kasarnya,lalu mempersilahkan kedua temannya Jisoo dan Seulgi untuk masuk kedalam rumahnya.


Jisoo dan Seulgi masuk kedalam rumah Limario,sementara Limario kembali masuk ke kamarnya untuk mengambil paperbag makanan yang Jennie berikan padanya.


"Nini baru saja mengunjungiku dan membawakan ini,apa kalian mau makan bersamaku"   Ucap Limario yang sudah menyiapkan makanan yang Jennie bawakan untuknya.


"Kau saja yang makan,kami sudah makan tadi sebelum menuju rumahmu"  Seulgi merasa masih kenyang karna dirinya dan Jisoo sebelum kerumah Limario,keduanya ke kafe sebentar hanya sekedar mengisi perut yang sudah terasa lapar.

__ADS_1


"Jika kau memaksa maka aku akan menemanimu makan"  Balas Jisoo yang merasa tergiur dengan makanan yang Limario siapkan mulai tercium aroma makanan Western.


"Apa jennie sudah meminta maaf padamu Lim"  Tanya Jisoo yang memastikan ucapan Jennie saat di sekolah yang ingin langsung mengunjungi Limario untuk meminta maaf padanya.


"Tentu saja,dan aku sudah memaafkannya,lagi pula bukan masalah yang besar"   Jawab Limario yang masih dengan nada yang tenang,walaupun sebenarnya mulai saat ini mungkin Limario akan membuat tembok yang tinggi antara dirinya dan Jennie.


"Dan mungkin mulai sekarang,aku mungkin akan membuat jarak antara aku dengannya,aku hanya tak ingin berada dalam situasi seperti ini lagi"   Tambah Limario lagi yang membuat Jisoo dan Seulgi hanya mendengarkannya.


"Apa kau tidak merasakan bahwa mungkin saja Jennie juga menyukaimu Lim,kau tau kenapa bisa dia menamparmu saat dia menuduh kau mencium Nancy,bukankah mungkin dia merasa cemburu padanya,karna kau dekat dengan wanita lain"  Limario hanya tersenyum simpul mendengar uacapan Jisoo itu yang menurutnya tidak mungkin Jennie menyukainya.


"Jika dia menyukaiku mana mungkin dia dengan mudah menerima pria lain,yang baru beberapa bulan dia kenal ? Sementara aku sudah cukup lama bersamanya,namun aku rasa itu semua belum cukup dan aku menerima kenyataan ini,bahwa Nini sudah menjadi kekasih orang lain,dan seharusnya aku sudah menjauhinya saat itu juga,namun aku begitu lemah saat dia menatapku,yang membuatku sulit untuk menjauhinya"  


"Apa kau yakin akan menjauhinya Lim" 


Limario mengusap wajahnya sesaat dan menyandarkan punggungnya di kursinya.


"Yeah,mungkin itu lebih baik"  Singkat Limario,yang membuat Jisoo dan Seulgi hanya bisa menghela nafasnya,mereka hanya berharap yang terbaik untuk sahabatnya itu tanpa ikut campur dalam keputusannya sendiri.


Menjauh dan melupakan perasaan ini.


Di tempat lain,Hyunsik dan kedua temannya tengah berada di dalam sebuah bar,Hyunsik yang tengah merasa frustasi akibat Jennie yang saat ini juga sama sekali tidak mengangkat telfonnya maupun pesan nya.


"Kenapa kau menekuk wajahmu Hyun"  Tanya Kai yang menepuk pundaknya lalu memberikan segelas beer padanya.


"Jennie,dia mengabaikanku"  Kata Hyunsik dengan nada sendu nya.


Kai yang mendengar keluhan temannya itu pun lantas menjentikkan jari kearah wanita yang tengah menari erotis,untuk meminta wanita itu menghampirinya.


"Bukankah masih ada eunha disisimu Hyun ? Dan ini hadiahku untukmu,dia akan memuaskanmu malam ini dan menghilangkan keluhanmu itu"   Hyunsik tersenyum puas saat Kai membuatnya kembali bergairah dengan wanita seksi yang begitu menggiurkan,yang saat ini sudah bergelayut manja padanya.


"Kau memang yang terbaik Kai"  Hyunsik mengacungkan jempol kepadanya menandakan dirinya begitu puas dengan hadiah yang Kai berikan malam ini.


"Yah,tapi kau juga harus ingat atas janjimu yang akan berbagi tubuh kekasihmu itu,aku juga ingin segera merasakan tubuhnya"  Hyunsik dan Kai mereka memang telah membuat kesepakatan untuk melecehkan Jennie.


"Secepatnya,dan kita akan bersenang-senang dengan wanita polos itu"   Mereka berdua ber tos ria dan saling melemparkan senyuman bengisnya.


Bagaimana bisa menyentuh tubuhnya,sementara untuk mencium bibirnya dia terus mencoba menghindarinya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2