Love My Best Friend ( Mencintai Sahabatku )

Love My Best Friend ( Mencintai Sahabatku )
Chapter 47


__ADS_3

Gemericik air semakin deras membasahi bumi di malam hari,sebuah mobil bmw i8 melaju dengan kecepatan sedang karena jarak pandang di depan cukup buram akibat hujan yang deras membasahi kaca depan mobilnya meskipun Limario sudah mengaktifkan Wipper kaca mobilnya,tetapi tetap saja hujan yang sangat deras di barengi dengan angin tetap saja mengganggu pandangannya sehingga dia memutuskan untuk menepikan mobilnya di pinggiran jalan yang cukup sepi.


"Haish!! Yang benar saja aku harus menunggu sampai hujan tidak terlalu deras"  Dengus Limario yang terpaksa menghentikan mobilnya,sebenarnya dia bisa saja menerobos,tetapi tentu saja dia masih sayang dengan nyawa nya karena hujan kali ini benar-benar deras.


Drrt...


Getar ponsel Limario dia segera mengambilnya yang ternyata Jennie yang tengah menelfonnya,dia pun segera mengangkat telefonnya.


"*Hon!! Apa kamu sudah sampai dirumah*? Suara Jennie terdengar khawatir menanyakan Limario.


"Belum Nini,aku masih di jalan dan terpaksa berhenti karena hujan begitu deras"  Balas Limario memberitahukan keberadaan dirinya,Jennie terdengar menghela nafas lemahnya saat Limario mengatakan itu.


"Kalau begitu,kembali saja ke apartementku hon? Limario berfikir sejenak,menimang lagi apakah dia harus kembali ke apartement Jennie,yang tadinya dia memilih untuk pulang kerumahnya setelah mengantarkan Jennie,gadis itu sempat menahannya tetapi Limario yang masih merasa kecewa padanya dia pun beralasan memiliki urusan lain dirumahnya.


"Hon !! Jennie memanggilnya lagi karena Limario masih terdiam belum menjawabnya.


"Nde..baiklah aku akan kembali ke apartement mu,lagi pula jarak kesana masih dekat"  Limario akhirnya memutuskan untuk kembali ke apartement Jennie.


"Hati-hati ne,aku menunggumu Hon"  Ucap Jennie di sebrang sana,Limario hanya membalasnya dengan berdehem,setelah itu dia mematikan ponselnya karena sesaat dia mendengar suara gemuruh petir,Limario pun segera kembali menyalakan mesin mobilnya berputar balik menuju apartement Jennie lagi.


Jennie terlihat mondar-mandir dengan perasaan gelisah,dia tengah menunggu kedatangan Limario yang akan kembali ke apartementnya.


"Ck,lama sekali,katanya masih dekat,kenapa lama sampai nya" Gumam Jennie sedikit kesal karena Limario belum juga sampai.


Tit...tit.. Suara tekanan tombol pasword di balik pintu apartement Jennie,dan tidak lama kemudian sosok yang sejak tadi Jennie tunggu pun akhirnya datang juga,Jennie segera mendekati Limario yang baru saja masuk kedalam apartementnya.

__ADS_1


"Honey!! Panggil Jennie dengan nada manjanya.


"Jangan mendekat Nini? Bajuku sedikit basah" Limario menghentikan Jennie saat wanita itu akan memeluknya karena bajunya sedikit basah karena saat keluar dari mobilnya Limario sempat terkena hujan sesaat.


"Aigoo! Kenapa bisa hon,yasudah lepaskan saja bajumu,nanti aku akan mengambilkan gantinya,aku tidak ingin kamu sakit jika memakai baju basah ini" Jennie mengingatkan Limario,setelah itu dia akan mengambilkan baju Limario yang juga ada di lemarinya yang sengaja Limario tinggal dan juga beberapa diantaranya Jennie beli untuknya.


Grep...


Setelah melepaskan bajunya Limario menarik tangan Jennie saat wanita itu hendak beranjak menuju kamarnya mengambil baju ganti untuknya,dia menarik Jennie kedalam pelukannya,Jennie yang di peluk tiba-tiba pun sedikit terkejut.


"Tetap disini,aku kedinginan Nini dan aku memerlukan kehangatan pelukanmu" Lirih Limario sambil mengeratkan pelukannya.


"Tapi hon? Kamu nanti kedinginan jika tidak memakai baju" Sahut Jennie yang ikut membalas pelukan Limario.


Limario menggeleng pelan,dengan kedua mata terpejam meresapi kehangatan dan wangi parfum di tubuh Jennie yang selalu membuatnya candu.


...****...


Sepasang sejoli yang tinggal menghitung hari akan melaksanakan pernikahannya,pasangan itu tak lain ialah Jisoo dan Rose,keduanya tengah berunding untuk mempersiapkan pernikahan mereka nantinya yang akan di lakukan di sebuah gedung yang sudah mereka Reservasi jauh-jauh hari.


"Sepertinya aku sudah tidak sabar menantikan hari itu tiba sayang" Ucap Rose sambil menyandarkan kepalanya di bahu Jisoo calon suaminya nanti sekaligus ayah dari bayi yang dia kandung saat ini,yang menjadi alasan keduanya mempercepat pernikahannya.


"Akupun tidak sabar untuk itu Baby,aku juga sangat bahagia karena sebentar lagi aku akan menjadi seorang ayah" Jisoo berkata sambil mengusap lembut perut Rose yang masih rata.


Rose mengulum senyumannya saat Jisoo mengatakan dirinya sangat bahagia sebentar lagi akan menjadi seorang ayah,dia pun larut membayangkan semuanya yang akan menjadi nyata sebentar lagi,membangun sebuah keluarga bersama orang yang sangat dia cintai dan membesarkan buah cinta mereka yang saat ini tuhan sudah titipkan untuknya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Jisoo_ya"  Jisoo melirik sebentar melihat Rose yang baru saja mengucapkan kata cinta untuknya dengan senyuman manisnya.


"Aku juga sangat mencintaimu baby" Sahut Jisoo membalas ungkapan Rose.


Mereka berdua pun larut dalam kebahagiaan yang mereka rasakan.


Skip...


Kembali lagi pada pasangan Jenlim,keduanya sekarang sudah berada diatas ranjang saling menghadap dan memeluk tanpa jarak sekalipun,Limario sesekali mengecupi kening Jennie,sementara Jennie mengendusi ceruk leher Limario dan semakin menenggelamkam kepalanya,Limario yang merasakan nafas hangat Jennie menerpa lehernya pun dia merasakan gejolak panas di tubuhnya,seketika keinginan untuk menyentuh Jennie terlintas di pikirannya saat ini.


Limario mengalihkan posisinya berada diatas Jennie,kedua mata hazelnya menatap sayu seperti mengutarakan keinginannya.


"Apa yang ingin kamu lakukan hon" Suara Jennie yang mengalun indah di telinganya,ssmakin membuatnya merasa terangsang,apalagi hasrat keinginan itu semakin menggebu di tambah dengan cuaca yang masih hujan,seakan mendukungnya untuk menciptakan kehangatan.


"Aku menginginkanmu malam ini Nini" Jennie mengerjapkan kedua matanya,tiba-tiba saja dia merasa gugup sekarang,apalagi mendengar suara berat Limario yang mengatakan dirinya menginginkannya malam ini.


Jennie hanya menganggukkan kepalanya menuruti keinginan Limario,dia siap menerima perlakuan Limario padanya,meskipun dia sangat gugup sekarang. Limario yang merasa mendapatkan persetujuan Jennie pun dia perlahan mencondongkan wajahnya sangat pelan kearah Bibir Jennie yang sedikit terbuka.


Cup...


Bibir tebal Limario mendarat di bibir Jennie kemudian Limario dengan gerakan lembut mulai **********,Jennie yang merasakan ******* Limario di bibirnya pun dia dengan reflek ikut membalas ******* Limario sambil memejamkan matanya dan kedua tangannya mengalung indah di leher Limario yang tengah mengungkungnya saat ini.


Bulu kuduk keduanya seketika berdiri,kecupan yang tadinya pelan sekarang menjadi agresif dan semakin menuntut menginginkan lebih.


"Emmhh"  erang Jennie saat Limario beralih mengecupi lehernya hingga di telinganya,membuatnya terangsang dan menginginkan Limario berbuat lebih pada tubuhnya.

__ADS_1


Bersambung...


🤭🤭🤭 jangan lupa like dan komen.


__ADS_2