Love My Best Friend ( Mencintai Sahabatku )

Love My Best Friend ( Mencintai Sahabatku )
Chapter 46


__ADS_3

Han River.


Limario menepikan mobilnya di parkiran sungai Han, karena permintaan Jennie yang ingin mengobrol dengannya sambil menikmati suasana di tempat itu yang selalu mereka datangi saat masih SMA.


Tit...


Limario menekan remot kunci otomatisnya untuk membuka pintu mobilnya,setelah pintu mobil terbuka keduanya pun segera turun.


"Sekarang kita sudah sampai di tempat yang kamu inginkan,jadi berbicaralah apa yang ingin kamu katakan Nini" Ucap Limario dengan nada rendahnya,Jennie yang mendengar Limario menyebut nama sayangnya pun dia mengulum senyumannya,sepertinya Limario tidak lagi marah dengannya.


"Bisakah tidak terburu-buru? Aku hanya ingin kita menikmati pemandangan ini"  Jennie mengerucutkan bibirnya seperti bayi,Limario yang melihatnya hanya menahan rasa gemasnya,dia ingin sekali mengecup bibir Jennie yang selalu membuatnya candu.


"Terserah kau saja"  Singkat Limario yang langsung berjalan menuju kursi yang berada di pinggiran sungai han,Jennie pun lantas ikut mengekor di belakang tubuh tinggi Limario yang masih mempertahankan sikap cueknya.


"Aku ingin es krim? Limario menghentikan langkahnya saat Jennie berteriak di belakangnya meminta es krim,dia langsung membalikan tubuhnya melihat Jennie yang tengah  menunjukkan tangannya kearah mobil es krim keliling yang diatasnya terdapat boneka bentuk es krim yang terlihat menggiurkan.


"Tunggu disana aku akan membelikan es krim untukmu"  Jennie mengangguk lucu,dia pun segera duduk di kursi yang Limario arahkan,sementara Pria itu langsung menuju mobil es krim tersebut,meskipun cuek,Limario masih menuruti kemauannya.


Jennie memainkan jemarinya sendiri sembari memperhatikan Limario dari kejauhan yang masih mengantri membeli es krim,dia sesekali tersenyum melihat Limario dari kejauhan yang tetap terlihat tampan,Jennie sangat beruntung memiliki Limario yang lebih dulu mencintainya,tetapi saat ini dia telah membuatnya kecewa dan dia akan memperbaikinya agar hubungannya bersama Limario tetap utuh tidak ada kata perpisahan lagi,dia sangat merindukan senyuman Limario yang selalu dia tunjukkan untuknya.


Asyik sedang memperhatikan Limario,Jennie tidak menyadari bahwa 2 orang pria remaja tengah mendekatinya dengan tatapan nakalnya,keduanya sudah memperhatikan Jennie sejak tadi,yang mengira mungkin Jennie tengah sendirian.


"Bisakah kami bergabung denganmu Nona? Kata salah satunya,Jennie yang mendengar suara asing itupun lantas melihat keberadaan mereka yang dari tadi memperhatikannya.

__ADS_1


"Woah,bukankah dia Jennie Kim"  Kejut teman sebelahnya yang pernah melihat poster Jennie di sebuah majalah.


"Apa urusan kalian menghampiriku"  Tanya Jennie menyelidiki keduanya.


"Kami hanya ingin menemanimu Nona,sepertinya kau sedang kesepian sekarang" Ujar pria pertama tadi yang tanpa permisi langsung duduk di tempat kosong sebelah kiri Jennie,dia terlihat begitu berani tanpa perduli siapa Jennie sebenarnya.


"Benar yang dia katakan Nona,biarkan kami menemanimu" Pria satunya lagi ikut duduk di sebelah kanan Jennie,hingga saat ini terlihat Jennie berada di tengah keduanya,tentunya dia sangat risih sekali dengan situasi saat ini,Jennie berharap Limario segera datang dan mengusir mereka berdua.


Dari kejauhan di mobil es krim,Limario baru saja selesai membeli 2 es krim rasa coklat dan rasa susu strawberry,setelah membayarnya Limario pun segera menghampiri Jennie yang mungkin sudah cukup lama menunggu dirinya,tetapi pada saat dia melihat kearah kursi yang di duduki Jennie,dia melihat Jennie bersama kedua pria yang sepertinya tengah mengganggunya,Limario bisa melihatnya karena Jennie memberikan tatapan mata melototnya seperti memberikan kode untuknya bahwa dia berada di situasi tidak nyaman,Limario pun segera mempercepatkan langkahnya menghampirinya.


"Syukurlah Limario datang"  Gumam Jennie di dalam hatinya,dia merasa lega karena Limario sudah kembali dengan membawa 2 es krim.


"Sayang! Apa aku membuatmu menunggu istriku" Cletukan Limario berhasil membuat kedua pria remaja itu langsung berdiri dari kursi itu,mereka merasa ketakutan saat melihat seorang pria dengan tatapan membunuhnya yang ternyata suami dari Jennie pikir mereka,keduanya pun langsung membungkuk meminta maaf pada Jennie yang juga di buat menganga tak percaya jika Limario menyebutnya sebagai istrinya.


"Ck,kencing saja belum lurus sudah berani mengganggu" Umpat Limario yang sedikit kesal dengan keduanya,dia pun segera duduk di samping Jennie yang saat ini wanita itu tengah memperhatikannya dengan senyuman penuh arti.


"Apa kamu baru saja memanggilku istrimu hon? Tanya Jennie yang ingin lagi mendengar panggilan itu yang menurutnya sangat merdu saat Limario memanggilnya dengan sebutan sakral itu. Limario bersmirk saat Jennie mengatakan itu,kemudian dia mencondongkan kepalanya berbisik di telinga Jennie.


"Menikahlah denganku jika kamu ingin aku memanggilmu dengan sebutan itu" Bisik Limario,setelah itu dia kembali sedikit berjarak dengan Jennie,sementara Jennie yang mendengar bisikan Limario dia hanya tersenyum dan kembali memepetkan tubuhnya di sebelah Limario sambil menyandarkan kepalanya di bahu tegap Limario.


"Aku ingin? Bahkan sangat menantikan hari bahagia itu hon,tetapi untuk saat ini.."


"Kau masih belum siap kan" Limario melanjutkan ucapan Jennie yang belum terselesaikan olehnya,Jennie pun kembali menegakkan duduknya dan menatap Limario dari samping.

__ADS_1


"Bukan seperti itu maksudku hon" Lirih Jennie.


"Tetap saja itu menjadi alasanmu kan,dan tenang saja aku tidak akan memaksamu lagi untuk menikah"


"Maksudmu apa hon? Tanya Jennie yang tak mengerti dengan arah pembicaraan Limario.


"Yaa,aku membebaskanmu,aku tidak akan menuntut untuk itu,mungkin kamu masih belum yakin padaku Nini" Limario menatap lekat Jennie yang juga memperhatikannya.


"Jangan berbicara seperti itu hon,aku selalu yakin padamu bahwa kamu yang terbaik untukku,aku hanya perlu waktu untuk memikirkan hal itu" Limario tersenyum samar,dia yakin jawaban Jennie tetap sama.


"Waktu ? Apa kamu tidak takut jika waktu merubah segalanya" Jelas Limario ,Jennie hanya terdiam mendengarkan ucapan Limario yang semakin membuatnya merasa bersalah.


Di tempat lain,Taehyung dan Suho keduanya merasa bahagia,akhirnya Limario dan Seulgi di pecat dari agensi,mereka senang karena akan leluasa berdekatan dengan Jennie dan Irene tanpa gangguan keduanya.


"Jennie akan segera menjadi milikku setelah ini,dan aku yakin hubungan keduanya tidak berjalan baik ? Aku bisa melihatnya saat Limario menatap dingin Jennie" Tukas Taehyung,yang tadi memperhatikan interaksi keduanya.


"kau benar tae! Aku juga melihat Seulgi memalingkan wajahnya saat Irene meliriknya,ternyata kekacauan di Club cukup menguntungkan kita,membuat hubungan mereka kacau dan kita dengan mudah bisa mendapatkan mereka" Tambah Suho yang sudah merasa percaya diri.


"yeah! Meskipun wajah tampan kita di buat babak belur oleh mereka berdua,sepertinya aku harus membalas ini agar dia merasakannya juga" Taehyung bersmirk di bagian akhirnya,dia sepertinya merencanakan sesuatu untuk membalas Limario.


"Mungkin aku juga perlu membalas Seulgi,bagaimana jika kita bekerjasama" Suho mengedipkam matanya,Taehyung yang mengerti pun dia menganggukkan kepalanya.


Bersambung...

__ADS_1


kira-kira apa yang akan mereka rencanakan,dan bagaimana dengan hubungan jenlim dan Seulrene???


__ADS_2