
Limario dengan sigap mengobati luka pada telapak kaki Jennie akibat pecahan kaca yang dia injak begitu saja,sehingga menciptakan luka di berbagai titik telapak kakinya,setelah cukup mengoleskan betadine pada lukanya,Limario langsung menempelkan beberapa plester pada masing-masing titik lukanya.
"Shhh,perih" Jennie sedikit meringis perih,merasakan lukanya yang sudah tertutup plester.
"Jangan banyak bergerak,diam disini Nini,biar aku membereskan semuanya,setelah itu aku akan mengambilkan makanan untukmu dan aku akan menyuapimu" Setelah mengusap lembut pipi Jennie,Limario langsung membawa kotak P3K nya,dia kembali menyimpannya,selain itu Limario juga membereskan semua yang berserakan di kamar Jennie,dia juga mengambil pecahan kaca di lantai yang langsung dia buang di tong sampah,agar tidak melukai Jennie lagi.
Setelah beberapa menit dia membereskan semuanya,kamar Jennie sekarang tampak kembali rapih,Jennie yang melihat Limario dengan cekatan merapihkan kamarnya,dia hanya tersenyum melihat pria yang selama ini dia rindukan kehadirannya.
Limario kembali menghampiri Jennie setelah membereskan semuanya.
"Aku akan mengambilkan makanan untukmu,kamu harus makan Nini,tidak ada penolakan,aku akan menyuapimu" Jennie hanya tersenyum patuh,Limario yang mengerti jawaban darinya itu,dia kemudian beranjak mengambilkan makanan untuk Jennie.
Sesampainya di dapur,Rose,Irene dan nyonya Min_young,melihat Limario yang tampak tenang mendekat kearah mereka.
"Aku akan mengambilkan makanan untuk Jennie,aunty" Nyonya Min_young,segera menyiapkan makanan diatas nampan saat Limario mengatakan itu,dia merasa cukup senang dengan apa yang baru saja dia dengar.
"Entah apa yang harus aku katakan lagi Limario,aku sangat senang kau bisa membuat Jennie tenang,aku hanya bisa mengucapkan rasa terimakasihku terhadapmu" Nyonya Min_young mulai berkaca kaca di kedua bola matanya,sebelumnya Rose dan Irene sudah memberitahunya bahwa Jennie mulai luluh saat Limario membujuknya.
"Tidak apa aunty,aku juga hanya tak ingin melihat Jennie bersedih dan merasa hancur,mulai sekarang aku akan terus berada disisinya,aku juga akan membuatnya kembali seperti dulu lagi" Limario berkata dengan penuh ketulusan,dia tidak akan meninggalkan Jennie setelah ini,apalagi orang-orang yang membuat Jennie hancur seperti ini,masih berkeliaran diluar sana.
"Aku permisi aunty,mungkin Jennie sudah menunggu" Pungkas Limario sedikit membungkukkan badannya,lalu kembali menuju kamar Jennie yang berada di lantai atas.
Ceklek...
Limario kembali masuk kedalam kamar Jennie,dengan membawa nampan makanan untuknya. Dia kembali mendekati Jennie yang tengah duduk di kursi kamarnya.
Dengan senyuman yang masih bertahan di wajahnya,Limario mendudukan dirinya di sebelah kursi Jennie,wanita itu masih memperhatikan nya seolah takut ditinggalkan olehnya.
"Kenapa menatapku seperti itu nini" Tanya Limario yang menjadi gugup dengan tatapan intens Jennie namun terlihat penuh kehangatan di sorot matanya.
"Aku senang kamu kembali Limario,dan aku bahagia melihatmu lagi,maaf karna aku membuatmu terluka" Jennie merasa sendu dengan kalimat akhirnya,karna dia merasa kepergian Limario,itu semua sebab dirinya.
__ADS_1
"Lupakan,lagi pula aku sudah kembali" Tukas Limario yang mulai menyuapi Jennie.
"Buka mulutmu Nini" Jennie menuruti perintah Limario,dengan perlahan dia membuka mulutnya untuk menerima suapan Limario.
"Anak pintar" Limario mengusap lembut rambut Jennie yang sedikit berantakan,karna semenjak kejadian itu,Jennie tidak memperhatikan penampilannya lagi.
Setelah selesai menyuapi Jennie,Limario membawa lagi piring kosong itu ke dapur,lalu dia meminta irene dan Rose untuk mengikutinya masuk kedalam,walaupun irene dan Rose sempat menolak tidak mau karna mereka khawatir Jennie akan mengusirnya lagi,namun Limario meyakinkan mereka.
"Nini" Jennie kembali menoleh kearah Limario yang sudah kembali di kamarnya,namun dia sedikit mengrenyitkan matanya saat melihat Rose dan Irene yang ikut masuk kedalam kamarnya,Limario yang mengerti tatapan Jennie pun dia perlahan mendekatinya.
"Jangan mengusir mereka Nini,lagi pula mereka berdua juga sahabatmu,apa kau tidak merindukan mereka berdua ? Mereka bahkan selalu merindukanmu dan berusaha untuk menemuimu" Limario berkata dengan penuh kelembutan,Jennie yang mendengar itupun hanya menunduk,dia juga sedikit merasa bersalah karena terus menolak kehadiran kedua sahabatnya itu,karna dia sendiri merasa malu setelah kejadian itu semua sahabatnya mengetahuinya.
Jennie perlahan bangkit dari kursinya,lalu dia melangkah mendekati Irene dan Rose.
"Apa kau akan mengusir kami eonni" Ucap Rose sambil menitikan air matanya.
"Kami selalu merindukanmu Jendeuk,aku sangat merindukan adik manjaku yang sudah lama aku tidak melihat gummy smile miliknya yang begitu manis,percayalah apapun masalahmu,kami akan selalu bersamamu dan mendukungmu" Irene ikut meneteskan air matanya setelah mengucapkan kalimat yang cukup panjang. Jennie yang semakin mendekati mereka,dia tidak berucap apapun dan langsung merentangkan tangannya dan memeluk kedua sahabat wanitanya itu. Rose dan Irene yang mersakan pelukan dari Jennie,mereka merasa bahagia sehingga ketiganya sama-sama terisak dalam dekapan.
Limario yang melihat ketiga gadis yang saling menumpahkan perasaan mereka,dia merasa bahagia akhirnya Jennie kembali mau berbaur dengan kedua sahabat wanitanya.
"Ehem..Nini,sepertinya aku harus pulang dulu,karna aku belum menemui Mommy dan Dady saat tiba disini,lagi pula Irene dan Rose ada disini" Tukas Limario saat mereka bertiga selelai berpelukan. Jennie sesaat menatap Limario,dia seperti tidak ingin Limario pergi darinya karna dia tidak mau jika Limario pergi lagi seperti saat itu dan lama tidak kembali.
"Aku akan kesini lagi nanti malam" Limario menambahkan,saat dia melihat tatapan Jennie yang tidak menginginkannya pergi.
"Janji"
Limario mengangguk dengan pasti.
Cupp... 💋💋
Limario mendaratkan kecupannya di kening Jennie sebentar,Jennie yang mendapatkan kecupan itu hanya tersenyum tanpa penolakan sedikitpun.
__ADS_1
●
●
●
Manoban House🏠
Limario baru saja sampai di depan gerbang rumahnya setelah keluar dari Taksi yang dia tumpangi,dia kembali melangkahkan kakinya masuk kedalam rumahnya dan sebelumnya Limario sudah memberitahukan kepada kedua orang tuanya bahwa dia kembali ke Seoul.
"Aku pulang...." Suara Limario cukup menggema saat sudah masuk kedalam rumahnya.
"Sayang,putraku" Nyonya Tiffannya memeluk Limario,dia begitu merindukan sosok putranya itu,dan dia juga begitu bahagia saat Limario memberitahunya bahwa dia akan kembali ke korea.
"Jagoan Daddy,kau kah itu" Limario merentangkan satu tangannya agar Dadynya juga memeluknya yang baru saja keluar dari ruang kerjanya.
"Aku sangat merindukan kalian berdua Mommy,Dady" Ungkap Limario sambil mengecup kedua pipi orang tuanya.
"Apa kau pikir kami tidak merindukanmu juga sayang,kami bahkan selalu menatapi fotomu di galeri,kau anak tunggal kami,dan kami akan selalu merindukanmu putraku" Ujar nyonya Tiffanny yang merasakan tangis bahagianya.
"Sangat manis,teruslah seperti ini mulai sekarang aku tidak akan pergi lagi" Setelah lama saling melepaskan rasa rindunya,Limario masuk kedalam kamarnya,dia sangat begitu merasa lelah karna setelah penerbangan panjangnya dia belum beristirahat sama sekali.
"Ahh,melelahkan dan aku merindukanmu kamarku" Limario bernafas lega saat dirinya baru saja merebahkan tubuhnya di ranjang kamarnya.
Di tempat lain,Jennie baru saja mengganti bajunya setelah membersihkan tubuhnya,dia mencoba untuk melihat wajahnya di cermin yang ada di meja riasnya.
Melihat bayangan wajahnya di cermin,Jennie kembali menundukkan wajahnya,saat bayangan kejadian itu mulai terlintas lagi,dia merasa malu untuk melihat dirinya sendiri,dan dia memutuskan untuk beranjak dari meja riasnya.
"Biar aku membantumu" Irene mendekat kearahnya dan mengambil sisir yang berada di meja rias Jennie.
"Duduklah Jen,aku akan mendandanimu tanpa perlu kau melihat cermin itu" Kata Irene yang langsung dituruti Jennie,dia kembali duduk di kursinya membelakangi cerminnya.
__ADS_1
Bersambung...