Love My Best Friend ( Mencintai Sahabatku )

Love My Best Friend ( Mencintai Sahabatku )
Chapter 25


__ADS_3

Jennie sudah terlihat sangat cantik saat ini,setelah di dandani oleh kedua sahabatnya yang membantunya karna dirinya masih belum sanggup melihat wajahnya kearah cermin.


Saat ini dirinya terlihat gelisah dengan beberapa kali terus menelfon Limario yang sudah berjanji padanya,bahwa dirinya akan kembali lagi menemuinya,namun masih juga belum ada jawaban dari Limario.


"Sayang"  Nyonya Min_young mendekati putrinya yang terlihat gelisah sembari menggenggam erat ponselnya.


"Eomma,Limario"  Ucap Jennie bertanya sambil memeluk ibunya.


"Dia akan segera datang sayang"  Balas nyonya Min_young,sembari merapikan anak rambut Jennie yang menutupi keningnya.


Ceklek...


Pintu terbuka,Jennie yang langsung melihat kearah pintu kamarnya yang terbuka,dia tersenyum bahagia saat melihat sosok pria yang sejak tadi ia menunggunya,dan begitu saja dia langsung melepaskan pelukannya,segera melangkah sedikit cepat menghampiri Limario yang sudah setengah masuk kedalam kamarnya.


Grep...


Tubuh mungil Jennie langsung menabrakan dirinya dan memeluk erat Limario yang dibuat sedikit terhuyung kebelakang, karena pelukan Jennie yang tiba-tiba saja.


"Kenapa lama,aku menunggumu Lim"  Ucap Jennie seraya mengeratkan pelukannya seolah dia enggan melepaskan Limario yang saat ini mulai membalas pelukannya.


"Dia terus merengek menanyakanmu Limario,yasudah karna kau sudah datang aku akan menyiapkan makan malam"   Ujar nyonya Min_young menepuk sekilas bahu Limario dan berlalu meninggalkan mereka berdua di dalam kamar.


"Maaf aku ketiduran tadi nini,maaf sudah membuatmu menungguku"   Kata Limario merasa bersalah saat ini karna telah membuat Jennie menunggunya.


"Jangan meminta maaf Lim,sekarang kamu sudah berada disini dan itu sudah cukup bagiku" 


Jennie Pov.


Limario,pria yang selalu menemani masa kecilku hingga saat ini,dia yang selalu mengerti tentangku dan aku menyesal karna telah membuatnya terluka karenaku,bagaimana tidak,dia yang mengungkapkan perasaannya terhadapku bahwa dia sudah menyukaiku sejak lama dan aku tidak membalasnya malah aku bersama pria lain,pria yang aku anggap baik namun malah dia yang sudah membuatku hancur sampai saat ini.

__ADS_1


Benar-benar brengsek,aku tidak akan pernah melupakan kejadian buruk itu yang hampir saja aku kehilangan semuanya.


Aku mencoba melupakan semuanya,namun tetap saja itu selalu membekas dalam memori ingatanku,wajah-wajah brengsek itu selalu menghantuiku,sehingga aku sedikit kehilangan kesadaranku,memilih mengurung diri di kamarku sendiri dan tidak ingin seorangpun menggangguku meskipun itu teman dekatku,Rose,Irene,Seulgi dan Jisoo mereka semua aku usir saat ingin menemuiku,bukannya aku benci pada mereka,justru aku benci terhadap diriku sendiri karna merasa malu menjadi korban pelecehan para manusia brengsek itu,yah aku tidak akan pernah memaafkan mereka semua hingga aku mati sekalipun.


Seolah kegelapanku mulai di terangi lagi oleh cahaya yang selama ini menghilang dariku,dan dia kembali saat aku membutuhkannya dan aku mulai menyadari semuanya bahwa perasaanku yang sebenarnya hanya untuknya Limario,pria yang menghilang entah kemana semenjak dia mengungkapkan perasaannya terhadapku.


Dia kembali untukku dan dia berjanji tidak akan pernah pergi lagi dariku,dan juga aku akan membuat janji untuknya janji yang tidak akan pernah aku ingkari,aku akan mencoba meyakinkan cintanya kembali dan semua itu akan terbalaskan karna aku juga akan mencintainya.


"Apa kamu tidak lelah memelukku seperti ini Nini"  Aku mulai merenggangkan pelukanku saat dia mengatakan itu dan benar saja aku lelah namun aku takut dia pergi lagi dariku.


Kembali menarik tangannya menuju kursi,dia mengikutiku dengan setia bahkan ikut menggenggam tanganku.


Jennie Pov End.


Jennie menarik Limario menuju kursi yang ada di kamarnya,dia begitu erat menggenggam jemari Limario,seolah tidak akan melepaskan,bahkan saat sudah duduk pun,Jennie tidak melepaskan genggamannya.


Limario yang merasakan genggaman itupun hanya tersenyum,sambil mengusap pucuk tangan Jennie yang menggenggam tangannya.


"Jangan takut,aku akan selalu bersamamu, Jisoo dan yang lainnya akan ikut bersama kita,anggap saja ini reuni persahabatan kita yang kembali utuh"  Jennie menatap dalam sorot mata Limario yang meyakinkannya,dia ingin hanya saja dia masih merasa takut,namun dia mencoba menepisnya karna dia tidak ingin menolak ajakan Limario,di tambah lagi dia ingin kembali berkumpul bersama sahabatnya yang lain yang sempat dia acuhkan saat mereka ingin menemuinya.


"Iya aku mau,selagi itu denganmu Lim"  Balas Jennie dengan senyuman gummy smile nya. Limario sangat bahagia akhirnya Jennie mau menerima ajakannya.


Senyuman itu yang selalu aku rindukan darimu Jennie kim.


Di sisi lain Hyunsik,Kai,Mark dan Lucas mereka berempat tengah berada di dalam sebuah apartement sederhana tempat persembunyian mereka selama polisi masih memburu mencari keberadaan mereka.


"Aku bosan dengan semua ini dan aku juga ingin kembali melihat Jennie kembali,selama aku keluar dari persembunyian,aku tidak pernah melihatnya di tempat biasa kami bertemu"  Kata Hyunsik frustasi,semenjak dia melihat tubuh polos Jennie,dia merasa belum puas karena dia dan ketiga temannya belum menyentuh tubuh gadis itu.


"Bahkan aku sulit melupakan tubuhnya yang begitu menggoda,ahh... kita terlalu banyak bermain-main pada saat itu,coba saja kita langsung menikmatinya,setidaknya tidak akan ada penyesalan karena sudah merasakan tubuh kekasihmu itu"  Timpal Kai yang juga merasa terobsesi dengan Jennie.

__ADS_1


"Bagaimana jika besok kita keluar,setidaknya sejauh ini penyamaran kita tidak pernah di ketahui siapapun dan kita selalu menyiapkan senjata" Ujar Mark sambil menunjukkan belati tajamnya yang selalu menjadi senjata mereka saat berpergian,Lucas yang mendengar ajakan Mark itupun dia tersenyum senang,pasalnya dia juga merasa bosan karena beberapa hari ini mereka belum keluar dari tempat persembunyian.


"Baiklah,bersiap besok kita akan kembali menghirup udara bebas"  Sorak Mark yang di angguki ketiganya setuju.


Keesokan harinya,tepat hari mulai menjelang malam hari,suasana di pasar malam Myeondong, begitu ramai di padati banyak orang dan pedagang yang menjual berbagai makanan ringan maupun berat. Limario,Kim Jisoo,Rose,Seulgi,Irene dan Jennie yang terus memeluk lengan Limario dengan erat,dia tampak sedikit merasa cemas walaupun sedari tadi mereka terus berjalan berpindah tempat menikmati udara bebas di luar rumah selama dia mengalami depresi,Limario yang melihat raut kecemasan Jennie pun dia hanya berusaha tersenyum meyakinkannya dan kadang dia mengusap lembut tangan Jennie yang melingkar indah di lengannya.


"Bagaimana jika kita menikmati jagung bakar itu,aku mau"  Tunjuk Rose yang melihat kedai Jagung bakar yang kembali membuatnya tergoda ingin segera menyantapnya.


"Apa perutmu masih bisa menampung baby ? Aku hanya khawatir,sejak tadi kau terus mengunyah"  Sanggah Jisoo dengan kata selembut mungkin tidak ingin membuat Rose marah padanya,padahal dia hanya mencoba menegur karna dia tidak ingin kekasihnya sakit perut.


"Kajja, sepertinya enak,bagaimana Jendeuk"  Jennie hanya mengangguk sambil tersenyum kearah Irene yang menariknya menuju kedai Jagung bakar bersama Rose yang sudah lebih dulu memesan jagung bakarnya,dia tidak menghiraukan Jisoo yang mencoba menahannya.


"Sepertinya kau harus lebih bekerja keras lagi saat kau menjadi suaminya Jisoo_ya, aku hanya tidak ingin Rose menceraikanmu karna kau tidak memberinya makan"   Limario terkekeh dengan ucapan Seulgi yang mendramatisi Jisoo.


"Demi cinta,apapun aku lakukan"  Balas Jisoo sambil mengangkat sebelah tangannya. Mereka bertiga sama-sama tertawa,namun Limario perlahan memudarkan tawanya saat dia melihat sosok pria misterius tengah memperhatikan Jennie yang tengah duduk di tempat kedai jagung bakar.


Hyunsik terus memperhatikan Jennie yang hanya berjarak beberapa meter saja,dia tersenyum di balik masker yang menutupi wajahnya,perasaan yang membuncah membuatnya perlahan segera melangkah menghampiri Jennie,tetapi saat dia sudah sangat dekat,seseorang menahan tangannya dan langsung menarik kasar tangannya menuju gang yang cukup sepi.


Brakk..


Hyunsik di dorong kasar hingga menghimpit tembok jalan,dia cukup meringis kesakitan saat tubuhnya membentur tembok.


"Sialan... siapa yang mela.."   Belum sempat Hyunsik melanjutkan umpatannya,dia melihat seseorang yang sudah lama menghilang namun saat ini berada di depannya dengan sorot mata tajam yang menatapnya dengan penuh kemarahan.


"Limario.."  Hyunsik merasa tercekat menyebut nama Limario,karna saat ini Limario terlihat begitu menyeramkan.


Sreet...


Limario melepas kasar masker Hyunsik,hingga terlihat jelas wajahnya walaupun dia masih memakai topinya.

__ADS_1


Aku akan membalasnya karna kau telah menyakitinya...


Bersambung...


__ADS_2