
Limario Pov.
Aku menghela nafas kasarku setelah mendapatkan pesan singkat dari Kim jisoo,dia mengatakan bahwa hari ini team kami akan bertanding basket dan Seulgi yang menggantikanku sebagai kapten basket karna kondisiku yang tak membiarkan aku untuk mengikuti pertandingan yang seharusnya aku yang memimpin.
"Sayang,ada apa denganmu" Mommy bertanya padaku sembari menaruh secangkir susu coklat diatas meja,yang baru saja ia buat untukku. Aku menengoknya sesaat dan berusaha tersenyum walaupun mood ku sedang tidak baik hari ini,namun aku akan berusaha merayu nya agar bisa datang menyaksikan pertandingan team ku.
"Mommy,bisakah aku melihat pertandingan basket team ku,percayalah aku hanya sekedar menonton,lagi pula aku sudah merasa baikan,lihatlah ini sudah mengering" aku memohon dan memperlihatkan luka bekas jahitan yang sudah mengering,dan menurutku ini sudah jauh lebih baik,aku melihat raut wajah Mommy yang tadinya tersenyum,sekarang memasang wajah datarnya seolah memberi jawaban bahwa ia tak menyetujui permohonanku.
"Please... Mom,aku janji hanya sekedar menonton tidak lebih" Sekali lagi aku berusaha meyakinkan Mommy ku,dia kembali mendekatiku dan menangkup kedua pipiku,aku yang merasakan kelembutan tangannya saat ini mencoba merayunya lagi dengan memasang puppy eyes yang aku rasa akan berhasil membujuknya kali ini.
"Pergilah,tapi kau sudah janji sama Mommy hanya sekedar menonton dan setelah itu Mommy harap kau segera kembali sayang" aku mengangguk semangat,akhirnya Mommy mengizinkanku,dengan cepat aku mencium kedua pipi Mommy ku dan segera berganti pakaian di kamarku,aku mengambil hoodie bewarna hitam, yang langsung aku kenakan dan memakai celana training adidas bewarna senada dengan hoodie ku,di tambah lagi aku memakai topi celine bewarna merah dan terakhir aku menutupi wajahku dengan mengaitkan masker yang menutupi mulut serta hidung mancungku yang hanya memperlihatkan mata hazelku,setelah dirasa beres semua aku mengambil tas ranselku yang hanya berisikan kamera dan kotak susu coklat yang selalu menjadi bekal keseharianku,aku cukup lega,selain bisa menyaksikan teamku bertanding,aku juga bisa menghirup udara luar karna berhari-hari aku hanya berdiam di rumah saat dokter yang menyarankanku untuk beristirahat.
Yeah asal kalian tau aku sangat bosan namun aku juga bahagia karna sahabatku Jisoo dan Seulgi selalu menyempatkan waktu untuk menginap dirumahku,hanya saja aku merindukan seseorang yang hanya melihatku sekali pada saat aku baru saja tertimpa musibah dan beberapa hari ini kami hanya bertukar pesan melalui pesan singkat,entahlah,aku rasa dia sibuk akhir-akhir ini karna dia wakil osis yang membuatnya menjalani beberapa kegiatan yang menguras waktunya.
Limario Pov end.
Limario baru saja turun dari taksi,hari ini dia tidak membawa kendaraan pribadinya karna motor kesayangannya harus menginap di bengkel yang membuatnya mau tak mau menggunakan kendaraan umum,walaupun sebenarnya ibunya menawarkan untuk membawa mobilnya namun Limario menolaknya.
Limario berjalan dengan santai dengan kedua tangan yang ia masukan kedalam saku celana nya,beberapa siswa yang juga akan menyaksikan pertandingan,melewatinya yang tidak mengenali Limario karna dirinya menggunakan masker serta topi yang menutupi kepalanya.
Limario sudah berada di kursi penonton yang dimana sudah terlihat ramai yang dimana banyak pendukung dari team lawannya dan juga dari team sekolahnya sendiri.
Dari kejauhan Limario sedikit menyipitkan matanya saat melihat irene,Rose ,Jennie serta Hyunsik yang berada diantara mereka yang juga ikut menyaksikan pertandingan basket sekolahnya,mereka berempat mengambil kursi penonton tepat di tingkat bawah Limario yang berada di kursi tingkat atas jadi Limario bisa melihat mereka yang sudah duduk di kursi masing-masing. Limario dengan jelas melihat Jennie hari ini dengan gaya casualnya yang tetap saja membuatnya selalu terlihat cantik,namun Limario sedikit merasa panas melihat interaksi keduanya antara Jennie dan Hyunsik yang sangat terlihat akrab dan begitu dekat,sesekali mereka terkikik dengan obrolan entah apa yang mereka bicarakan.
"Apa aku boleh duduk di sebelahmu" Seorang gadis membuat Limario membuyarkan tatapannya yang terus memperhatikan Jennie dan Hyunsik.
"Silahkan,ini tempat umum tentu saja boleh" Jawab Limario dengan ramah dan menengok kearah gadis tersebut yang sudah mendudukkan dirinya di samping Limario.
"Terimakasih" Limario hanya membalasnya dengan anggukkan dan kembali melihat kedepan kearah lapangan yang sudah terlihat team nya dan team lawan sudah bersiap pertandingan akan segera di mulai.
"Baik para hadirin sekalian serta kedua team yang akan sebentar lagi bertanding,hari ini di hari yang sangat menegangkan kedua team yang akan memperebutkan piala bergengsi apakah team handsome trigers akan memenangkan pertandingan ini,mengingat kapten kebanggaan mereka absen pada pertandingan hari ini,atau team dari Lion boys yang akan menang hari ini,kita saksikan sesaat lagi,bravo untuk kedua team"
Komentator mulai menginformasikan perjalanan pertandingan yang segera di mulai.
Pertandingan basket di mulai kedua team sudah memposisikan diri masing-masing untuk saling menjaga pertahanan dan menyerang.
__ADS_1
Dari kejauhan Team handsome trigers menguasai bola Seulgi begitu gesit dia menggiring bola melewati beberapa pemain lawan yang berusaha merebut bola darinya.
"Jisoo_ya,tangkap ini" Seulgi mengoper bola pada Jisoo yang berada di depannya dan Jisoo langsung menangkap bola pemberian Seulgi,Jisoo kembali mendribbling bola sambil berlari berliuk liuk setelah ia merasa pertahanan team lawan longgar,Jisoo mencoba Shooting dengan lompatan tinggi yang mencapai ring lawan dan akhirnya Shoot.. Jisoo berhasil memasukan bola dan mencetak poin untuk team nya.
"Yeah,kau hebat kawan" Limario ikut memberikan tepukan tangannya setelah melihat Jisoo berhasil mencetak poin.
"My,Baby..Chuu kau sangat hebat sayang" Rose juga tak kalah bersorak gembira melihat kekasihnya dengan hebat mencetak poin.
"Haishh pasangan bucin ini,bisakah kau mengurangi volume suaramu Rose" Dengus irene sambil menutup kedua telinganya karna suara Rose begitu terdengar nyaring,sementara Jennie dan hyunsik hanya menggelengkan kepala melihat keduanya.
"Aku harap mereka menang walaupun tanpa Limario" Celetuk Hyunsik begitu saja yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Jennie.
"Wae.. " Tanya Hyunsik yang heran dengan tatapan tajam Jennie yang ia layangkan padanya.
"Jangan berbicara seperti itu aku tidak suka" Balas Jennie sedikit menghembuskan nafas kasarnya ia jadi teringat Limario dan bertanya-tanya di dalam hatinya sedang apa saat ini sahabatnya itu.
"Iya baiklah" Tukas Hyunsik yang kembali fokus melihat pertandingan.
Kembali pada pertandingan,saat ini team lawan menguasai bola namun itu hanya bersifat sementara karna Seulgi berhasil merebut bolanya kembali dan langsung menggiring bolanya dia mencoba menambah peluang setelah Jisoo berhasil mencetak poin pertama dan sekarang Seulgi tengah mencoba menembakkan bola dari arah samping dia melompat dengan kedua tangan di depan dada yang memegang bola bersiap melakukan Shoot namun tiba-tiba saja team lawan ikut melompat dan mencoba menjatuhkannya dengan menyikut dagunya sehingga Seulgi kehilangan keseimbangan dan terjatuh begitu saja.
"Hey apa yang kau lakukan" Jaesuk yang merupakan salah satu Team Seulgi langsung mendorong salah satu team lawan yang menyerang kasar Seulgi.
"Bear... " Jisoo mendekati Seulgi yang meringis kesakitan dan mulutnya mengeluarkan darah akibat sikutan yang cukup keras menghantam dagunya,serta punggungnya yang terasa sangat sakit karna membentur lapangan.
Break...
Wasit berteriak memberi jeda untuk melihat kondisi Seulgi. Diatas kursi penonton semuanya terkejut atas apa yang menimpa Seulgi begitupun dengan irene,dia menggigit kukunya sendiri ingin rasanya dia berlari menghampiri Seulgi yang sedang kesakitan di lapangan.
Limario mengepalkan kedua tangannya dia sangat khawatir dengan keadaan Seulgi sahabatnya sekaligus penggantinya,tanpa memikirkan apa-apa Limario beranjak dari kursinya dan berusaha masuk kedalam lapangan,Jennie bahkan tidak menyadari sosok Limario yang berjalan melewati kursinya hanya saja Jennie sedikit mencium aroma parfum yang biasa Limario gunakan,namun ia menepisnya,mungkin saja orang lain juga memakai parfum itu.
"Kemana pria itu" Gadis yang duduk di sebelah Limario baru tersadar bahwa Limario sudah meninggalkan kursinya.
Di dalam ruang ganti semua berkumpul team handsome trigers,mereka berusaha mengubah posisi team dan mencari pengganti kapten team karna Seulgi harus di rawat akibat cidera nya.
"Hanya Limario dan Seulgi yang aku posisikan dan aku latih bersifat privat dan siapa lagi yang akan berada di posisi kapten,sementara kalian mungkin tidak bisa menggantikan,terpaksa aku akan mengatakan bahwa pertandingan hari ini harus di undur karna tiadanya kapten" Coach menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil mengusap rahang tegasnya,dia merasa frustasi kehilangan sosok penting di team nya.
__ADS_1
"Tapi Coach bukankah kita sudah mencetak skor,bukankah sayang jika harus di tunda" Jisoo mencoba berbicara kali ini.
"Bukan begitu Kim jisoo,meskipun kita mencetak skor duluan hanya saja pertandingan tidak akan berlangsung tanpa adanya kapten team dan?
"Coach,bisakah aku bergabung kembali dan mengisi posisiku"
Belum selesai Coach meneruskan bicaranya,seseorang menghampiri mereka dan langsung melepas masker serta topi yang menutupi jati dirinya.
"Limario" Coach terbelalak melihat kehadiran Limario dia sedikit sumringah melihat kehadiran Limario yang berarti pertandingan tidak akan di hentikan.
"Apa kau sudah baik-baik saja Lim" Jisoo menepuk singkat bahu Limario memastikan kondisi sahabatnya itu.
"Bukankah kehadiranku cukup membuktikkan bahwa aku benar-benar sudah kembali pulih" Limario menyeringai menunjukkan rahang tegasnya.
"Oke cukup dan sekarang bersiaplah kapten" Ujar Coach yang merangkul Limario dan memberikan senyuman terbaiknya.
"Yes Coach,aku akan segera menyusul kalian" Semuanya tersenyum kearah Limario dan kembali menuju lapangan sementara Limario berganti Jersey kebanggaannya dengan melekatkan simbol kapten di lengannya.
"Baiklah aku siap,Mianhe Mommy aku melanggar janjiku dan aku membuat keputusan benar di saat team ku membutuhkan sosok kapten" Limario berbicara sendiri sambil melihat kearah cermin dan sudah menggunakan Jersey nya.
Di lapangan semua kembali terfokus untuk melanjutkan pertandingan yang break sebentar,Komentator kembali mengambil alih saat Coach dari Team handsome trigers membisikkan sesuatu yang penting.
"Baiklah kita akan melanjutkan pertandingan dan untuk team handsome trigers kapten mereka yang baru saja datang akan menggantikan kang Seulgi akibat cidera nya,semoga tidak ada kejadian seperti tadi kami harap pertandingan berjalan sportif,baiklah kita sambut kapten handsome trigers Limario bruscler Manoban"
Limario memasuki lapangan dengan Jersey yang melekat di tubuhnya,di kursi penonton semua menyambut Limario dengan sorakan yang terdengar memanggil manggil namanya dengan keras.
Limario kami berharap padamu. Begitulah sorak yang terdengar tidak hanya mereka yang bahagia melihat Limario,Jennie yang cukup terkejut saat awal komentator menyebut nama Limario dan saat ini dia melihat sosok pria itu yang sudah berada di tengah lapangan bersama team nya.
"Limario,apa dia sudah pulih" Ucap Jennie lirih sambil terus melihat kearah depan yang tertuju pada Limario saat ini,Hyunsik merasa gusar dan tidak begitu menyukai keberadaan Limario yang tiba-tiba saja.
Sial tamat riwayatku kenapa dia bisa disini dan Kai,apa yang harus aku bicarakan nanti padanya. Batin Hyunsik yang berusaha menetralkan perasaan gusarnya,ia takut Limario memenangkan pertandingan dan Kai akan membencinya.
"Aku senang melihatmu kembali Limario" Jennie berbinar dan bertepuk tangan mengikuti sorak penonton yang menyukai kehadiran Limario.
Bersambung...
__ADS_1