Love My Best Friend ( Mencintai Sahabatku )

Love My Best Friend ( Mencintai Sahabatku )
Chapter 23


__ADS_3

3 Bulan berlalu.


Masih dengan keadaan yang sama dan sikap yang sama,semenjak kejadian itu,Jennie terus mengurung dirinya di dalam kamarnya,selama itu juga dia meninggalkan statusnya sebagai pelajar,dia enggan pergi kemanapun dan bertemu siapapun selain kedua orang tuanya yang mengurusnya dan berusaha membujuk putri satu-satunya itu,namun Jennie tetap berada di posisinya tanpa peduli lagi dengan keindahan diluar rumahnya atau menghabiskan waktu bersama teman-temannya,karna dia hanya tetap berada di dalam kamar tanpa keluar sedikitpun. Rose,irene,Seulgi dan Jisoo mereka sering mengunjunginya namun Jennie bahkan juga tidak mau bertemu dengan mereka,seperti saat ini Irene dan yang lainnya kembali mengunjunginya.


"Apa Jennie masih belum mau keluar aunty"  Tanya Rose,nyonya Min_young hanya tersenyum lemah,semenjak kejadian yang menimpa putrinya sehingga anaknya menjadi tertutup seperti sekarang,membuatnya juga merasakan sakit,begitupun ayah Jennie tuan Seo joon yang selalu berusaha mencari keberadaan keempat pria brengsek yang sudah menghancurkan putri mereka.


"Entah sampai kapan dia terus seperti itu,kami sangat khawatir dengan masa depannya jika dia terus saja menutup diri,dan mengurung dirinya sendiri"  Nyonya Min_young menghembuskan nafasnya lemah,Rose yang mendengar itupun ikut terenyuh bersama ketiga temannya,bahkan Seulgi dan Jisoo sebagai pria mereka juga merasa sangat sedih.


"Bisakah aku menemuinya aunty"  Irene ingin menemui Jennie,dia ingin melihat secara langsung sahabatnya itu yang sama sekali tidak mau bertemu dengannya bahkan Jennie akan mengamuk jika mereka mendekatinya.


"Apa kau tidak apa rene,jika Jennie mengamuk lagi,lebih baik jangan,aunty tidak ingin melihat Jennie mengamuk lagi melihat kalian dan melakukan kekerasan terhadapmu"   Benar saja waktu itu Irene dan Rose pernah mendekati Jennie,namun dia mengamuk dan mengusir Rose dan irene serta melempar mereka berdua dengan vas bunga yang berada di kamarnya,maka dari itu nyonya Min_young melarang mereka untuk menemuinya,dia hanya tak ingin teman-teman Jennie terluka.


"Benar kata aunty,sebaiknya kita tidak menemuinya sampai dia kembali seperti dulu"


"Tapi kapan bear,kapan itu terjadi,aku sangat merindukan tawanya dan aku tidak bisa melihat sahabatku terluka dan menderita sendirian seperti sekarang"  Irene menyela ucapan Seulgi,yang membuatnya menitikan air matanya,dia sangat merindukan sahabanya itu. Rose perlahan mengusap lembut bahu Irene yang naik turun sedang terisak dengan kesedihannya memikirkan sahabatnya Jennie.


Jisoo memilih untuk keluar dari rumah Jennie,dia tak kuasa melihat teman-temannya yang tengah bersedih,apalagi dia sendiri yang menyelamatkan Jennie dan mendengar semua dari Somi tentang apa yang sudah terjadi pada Jennie,meskipun mereka belum sempat berbuat lebih jauh,namun itu tetap saja menyakiti Jennie dan membekas diingatannya,sehingga membuat Jennie menjadi seperti itu,dia bahkan dan teman-temannya merasa tidak mengenal lagi sosok Jennie yang sangat hancur saat ini.


"Apa mungkin hanya dia yang bisa membuat Jennie kembali"  Jisoo memikirkan seseorang yang mungkin saja bisa membuat Jennie kembali seperti dulu,dia Limario yang selalu dekat dengan Jennie sejak kecil.


Jisoo tidak membuang waktu lagi,dia langsung mengambil ponsel di sakunya dan menghubungi nomer ponsel Limario.


Tuutt...


Tuutt...


"Jisoo ya,ada apa menghubungiku,apa kau merindukanku sobat"


Jisoo memejamkan matanya lega akhirnya Limario menerima panggilannya.


Jisoo menghela nafasnya sesaat,lalu dia memberitahukan semuanya kepada Limario yang sudah terdengar suara menahan emosinya,mendengar apa yang sudah menimpa Jennie.


"Aku akan datang,dan membuatnya kembali seperti dulu" 


Kata-kata itu membuat Jisoo senang dan bersemangat,dia sangat yakin bahwa Limario pasti bisa membuat Jennie kembali seperti dulu lagi.


Jisoo kembali memasukkan ponselnya di dalam saku celananya,dia kembali kedalam rumah Jennie,dan melihat kedua teman wanitanya tengah berpelukan dengan ibu Jennie yang saat ini saling menumpahkan kesedihan mereka.


"Seseorang akan datang,dan dia akan memastikan Jennie kembali seperti dulu lagi"   Ujar Jisoo dengan yakin,Seulgi dan ketiga wanita yang tadinya berpelukan,sekarang menatap tanda tanya kearah Jisoo.


"Limario akan datang besok dan menemui Jennie segera mungkin,aku percaya jika dia bisa membuat Jennie kembali seperti dulu lagi"  Nyonya Min_young menatap lekat kearah Jisoo.


"Jadi selama ini kau mengetahui keberadaan Limario Jisoo ya"  Jisoo tersenyum kikuk,selain nyonya Min_young menyelidikinya,Rose dan Irene juga sudah menatap tajam kearahnya.


"Maaf aunty,itu semua permintaan Limario agar kami merahasiakannya"  Tukas Jisoo melemah,dengan tatapan Rose yang semakin tajam kearahnya membuatnya takut karna sudah berbohong padanya.


"Yaak bear,kau juga membohongiku"  Seulgi menelan ludahnya kasar,saat irene meneriakinya.

__ADS_1


"Mianhe...Baechuu"  Tanpa aba-aba Seulgi dan Jisoo segera menghindari amukan ketiga wanita yang segera mendekati mereka.


Wushhh...


Begitu cepat,Jisoo dan Seulgi berlari tanpa memakai alas kaki mereka,lebih baik mereka merasakan sakit di kaki mereka dari pada keduanya harus mendapatkan cubitan dari kedua wanita yang mereka sukai.





Pagi hari dirumah keluarga Kim,yang sebelumnya tampak hangat,kini hanya nuansa dingin dan sendu yang menyelimuti keluarga mereka,putri satu-satunya mereka harus mendapatkan cobaan yang begitu menyakitinya dan juga kedua orang tuanya,tuan Seo joon yang selalu sibuk bekerja,saat ini dia memilih untuk menyibukkan diri dengan mencari keberadaan orang-orang yang telah membuat putrinya merasa hancur. Semenjak kejadian itu, Hyunsik dan ketiga temannya menjadi buronan karna mereka berhasil kabur saat dilakukan penggeledahan.


"Aku akan menemukan mereka dan menghancurkan mereka semua,tidak akan aku biarkan mereka menghirup udara lagi"  Tuan Seo Joon mencengkram kepalanya yang terasa sangat pusing,memikirkan orang-orang yang membuat putrinya menderita masih berkeliaran bebas,sementara putrinya masih mengurungkan dirinya.


"Yeobo,tenangkan dirimu"  Nyonya Min_young mendekati suaminya dan menyentuh tangan suaminya yang masih mencengkram kuat kepalanya.


"Bagaimana aku bisa tenang sementara putri kita"  Tuan Seo Joon menggelengkan kepalanya frustasi.


"Aku juga merasakannnya sayang,namun kita sebagai orang tuanya harus tetap tenang dan merawat Jennie dengan baik"  Suara lembut nyonya Min_young membuat tuan Seo Joon melepaskan cengkramannya dan memeluk tubuh istrinya itu. Nyonya Min_young membalas pelukan suaminya,mereka berdua saling berbagi kesedihan.


Incheon Airport.


Seorang pria muda dengan langkah cepatnya segera masuk kedalam mobil yang sudah menjemputnya di bandara.


Limario kembali menutup mobil Jisoo saat dirinya sudah masuk kedalam,duduk di sebelah Jisoo yang tengah mengemudi,hanya ada mereka berdua di dalam mobil,karna Seulgi tengah menemani Irene dan Rose yang sudah berada di rumah Jennie.


"Apa kau siap menemuinya Lim"  Kata Jisoo memastikan,Limario yang mendengar itu hanya tersenyum manis kearahnya.


"Aku jauh-jauh kesini hanya untuknya Jisoo ya"  Jawab Limario tanpa ada keraguan sedikitpun.


"Baiklah kita akan langsung kerumahnya"  Jisoo langsung menancapkan pedal gas nya menuju Rumah Jennie,sementara itu Limario yang berada di sebelahnya,dia kembali melihat keindahan kota Seoul dan menghirup udara di tempat yang sama seperti dulu saat pertama kali dia menginjakkan kaki di tempat ini.


Kim House.


Ceklek


Irene dan Rose memberanikan diri untuk masuk kedalam kamar Jennie dengan membawa makanan yang sudah di siapkan oleh nyonya Min_young,mereka berdua datang kerumah Jennie untuk membujuknya makan,karna dari pagi Jennie sangat susah disuruh makan dan Nyonya Min_young juga sudah membujuknya namun dia malah di usir olehnya.


Rose dan Irene melihat Jennie yang tengah duduk sambil memeluk kedua lututnya,keadaannya sungguh berantakkan bukan hanya Jennie yang terlihat berantakkan,tetapi pecahan kaca terlihat tersebar dimana mana di lantai kamarnya.


"Eonni"  Rose memanggil Jennie dengan nada lirihnya,namun berhasil membuat Jennie mendongak kearahnya dengan tatapan datarnya.


"Pergilah,aku tidak butuh siapapun disini,apa kalian tidak merasa jijik dekat denganku"  dengan nada keras Jennie mengatakannya dan itu membuat Rose dan irene merasa sakit.


"Makanlah dulu Jen,kau belum makan kan sejak pagi,biar eonni menyuapimu"  Kali ini Irene mencoba membujuknya.

__ADS_1


Jennie menghampiri mereka dengan tatapan kosong tanpa peduli dia menginjak pecahan kaca yang menusuk telapak kakinya,sehingga membuatnya terluka.


"Astaga Jennie"  Irene begitu terkejut melihat darah yang menodai lantai kamar Jennie,dia berusaha menghentikan Jennie agar dia tetap berada di tempatnya,namun Jennie tidak mendengarnya.


Prang....


Jennie melemparkan makanan yang Irene dan Rose bawa untuknya,Semua jadi tercecer di lantai kamar Jennie yang semakin berantakan.


"Sekarang keluar dari kamarku,aku tidak akan menemui siapapun"  Jennie membentak mereka berdua dengan keras,kemudian dia kembali melangkah menjauhi mereka,dengan kaki yang terseok-seok,Jennie berusaha menahan rasa sakitnya,namun dia tidak mampuh menahan efeknya yang membuat langkah kakinya tak sempurna.


"Berhenti sekarang dan tatap aku Nini" 


Degh...


Suara itu,suara yang sangat Jennie kenal dan dia merindukan sosoknya,Jennie menuruti perintah suara yang berada di belakangnya,dan benar saja,dia langsung melebarkan matanya saat melihat Limario yang saat ini tengah tersenyum manis kearahnya.


Melipat kedua tangan di depan dadanya,Limario yang baru saja datang tampak terkejut dengan pemandangan yang menyayatkan hatinya,wanita yang sebelumnya selalu ceria,sekarang yang terlihat hanya wajah sedih dan muram.


"Nini"  Limario berjalan mendekati Jennie,dengan terus menatapnya dengan penuh kehangatan.


Jennie memundurkan langkahnya,dia semakin merasa malu dengan kehadiran Limario,dan dia yakin bahwa Limario sudah mengetahui semuanya tentang keadaannya.


"Jangan mendekat dan menjauhlah Lim"  Jennie berteriak histeris dengan isakan tangisnya.


Jennie benar-benar membenci dirinya yang sekarang,di tambah lagi dengan kehadiran Limario yang semakin membuatnya merutuki dirinya sendiri yang merasa kotor.


Grap...


Limario memeluk Jennie begitu saja tanpa peduli berkali-kali Jennie berusaha memberontak dari pelukannya.


Bugh..


Bugh..


Jennie terus saja memukuli dada bidang Limario,dia merasa tak pantas di peluk olehnya yang sudah di lecehkan pria lain.


"Lepaskan aku,aku kotor dan kamu tidak pantas menyentuh gadis sepertiku"  Bukannya merenggangkan pelukannya,justru Limario semakin mengeratkan pelukannya,Limario merasa tersayat saat Jennie mengatakan hal itu.


"Nini,jangan bicara seperti itu,aku tidak peduli  dan aku akan terus memelukmu seperti ini,tenanglah aku disini dan tidak akan meninggalkanmu"  Limario mengecup lama pucuk kepala Jennie,dia ikut menumpahkan air matanya merasakan kesedihan gadis yang belum bisa dia lupakan.


"Apa kamu tidak ingin membalas pelukanku? Jika ia,maka aku akan pergi,karna kamu tidak membutuhkanku mungkin"  Limario mencoba memancing  Jennie,dan benar saja saat dia hendak merenggangkan pelukannya,Jennie dengan cepat membalas pelukan Limario bahkan dia menenggelamkan wajahnya di dada Limario.


"Jangan pergi"  Limario hanya mengangguk mendengar suara Jennie yang sedikit bergumam karna gadis itu tengah menyembunyikan wajahnya di dada Limario.


"Baiklah aku tidak akan pergi,asalkan kamu berjanji padaku"  Jennie langsung mengangguki apa yang Limario katakan dengan pelukan yang semakin dia eratkan. Limario tersenyum lega sambil memberikan kode jempol kearah Irene dan Rose yang sedari tadi masih memperhatikan mereka.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2