
"Nini !!! Jennie langsung menengok kearah sumber suara yang sangat dia kenal.
Degh...
Dia melihat Limario yang juga melihatnya saat ini.
"Lim!!
Jennie segera menghampiri Limario yang memperhatikannya tadi,dia akan menjelaskan semua tentang kejadian barusan yang tiba-tiba saja,dia berharap Limario memahami penjelasannya.
"Aku akan menjelaskan semuanya Lim,Baekhyun hanya membersihkan saus di bibirku dan aku tidak sempat menolaknya karena itu tiba-tiba" Dengan menggenggam jemari Limario yang lebih besar darinya,Jennie mencoba menjelaskan kejadian tadi sementara,Limario yang mendengar penjelasan Jennie barusan,dia hanya terlihat tenang dengan sedikit menyunggingkan senyuman manisnya,menandakan dia baik-baik saja.
"Apa yang Jennie katakan benar,aku hanya membantunya membersihkan saus di bibirnya" Taehyung menimpali penjelasan Jennie,dia hanya tak ingin terjadi kesalahpahaman walaupun itu sedikit menguntungkannya membuat keributan kecil diantara hubungan keduanya.
"Lupakan saja,lagi pula aku tidak mempermasalahkan itu,hanya saja,aku tidak ingin jika anda menyentuh kekasih saya lagi secara tidak sengaja maupun di sengaja,mungkin aku bisa menghargaimu di tempat kerja,tapi tidak di luar itu kita hanya sebatas orang asing yang di pertemukan dalam pekerjaan,maaf jika aku lancang memperingatimu" Ucapan menusuk Limario itu membuat Taehyung terdiam seketika,dan Jennie menatap Limario tersenyum,dia sangat menyukainya karena Limario mencoba bersikap tegas pada pria itu.
Di dalam mobil,suasana tampak canggung,Jennie yang sejak tadi mengajak Limario mengobrol kekasihnya itu hanya menjawab singkat tanpa melihat kearahnya,sehingga dia kembali berfikir bahwa mungkin Limario masih marah padanya dengan persoalan tadi.
"Apa kamu masih marah padaku hon" Jennie berkata sambil menyandarkan dagunya di bahu Limario yang sedang menyetir.
"Tidak,untuk apa aku marah" Balas Limario dengan singkat,Jennie yang mendapatkan jawaban singkat itupun hanya menghela nafas lemahnya.
Setelah beberapa menit berkendara,mobil Limario berhenti di Basement apartement Jennie,dia langsung segera membuka pintu otomatis mobilnya.
Tiit...
__ADS_1
Pintu mobil terbuka dan keduanya segera turun,Limario dengan sigap langsung mengambil barang-barang belanjaan Jennie dari bagasinya,kemudian dia menentengnya untuk membawakannya menuju Unit Jennie yang berada di lantai 20.
Perhatian kecil Limario selalu membuat Jennie bersyukur karena dia memiliki pria itu yang tadinya hanya seorang teman kecil,berubah menjadi sahabat dan sekarang menjadi sepasang kekasih,Limario tidak pernah berubah sikap manisnya dia selalu memperhatikannya.
Ting...
Pintu lift terbuka,mereka sudah sampai di unit milik Jennie. Setelah menekan pasword pintu unit kekasihnya,Limario segera masuk dengan Jennie yang masih bergelayut manja di pinggangnya.
"Nini sepertinya aku harus pulang" Tukas Limario sambil melepaskan dekapan tangan Jennie yang berada di pinggangnya.
"Hmm,apa kamu tidak mampir hon,tidak biasanya kamu seperti ini" Jennie yang merasa Limario bersikap berbeda pun segera menangkup wajah Limario di kedua tangannya,karena Limario mencoba mengalihkan tatapannya dari dirinya seolah enggan menatapnya.
"Jujur saja aku cemburu saat kamu dekat dengan pria itu,dan saat ini perasaanku sedang tak baik-baik saja,biarkan aku pulang Nini" Limario menjawab dengan jujur karena dia masih memikirkan kejadian tadi,dimana Jennie sedang bersama Baekhyun. Mendengar Jawaban Limario yang mengatakan rasa cemburunya,Jennie tersenyum penuh arti di sudut bibirnya yang merekah.
"Jadi kamu cemburu hon" Limario mengangguk seperti anak kecil sambil memayunkan bibirnya yang terlihat lucu sehingga membuat Jennie merasa gemas dengan kekasihnya itu yang mengadu tengah cemburu.
"Tapi Nini !!!
"Shuut,tidak ada tapi-tapian,dan aku akan memberikan hadiah untukmu nanti,jadi tunggu disini dan jadilah pria penurut" Sela Jennie yang memotong ucapan Limario dengan menempelkan jari telunjuknya di bibir penuh Limario.
"Aku mandi dulu sayang tunggu disini Arraso" Sebelum meninggalkan Limario Jennie mencium bibir kekasihnya sebentar,kemudian Jennie beralih membisikkan sesuatu di telinga Limario.
"Jangan cemburu lagi oke,aku hanya mencintaimu dan seterusnya tetap sama,aku tidak akan berpaling pada siapapun karena kamu satu-satunya yang selalu membuatku bahagia,aku akan memberikan semuanya untukmu sayang agar kamu percaya hanya kamu yang aku inginkan selamanya" Bisikan Jennie seketika membuat Limario luluh,dia langsung terlihat sumringah dengan ucapan Jennie yang begitu tulus untuknya.
Skip....
__ADS_1
Jisoo,Rose,Seulgi dan Irene,mereka berempat tengah berkumpul di taman keempat orang itu sudah membuat rencana akan mengadakan pesta keberhasilan Seulgi dan Limario yang terpilih bekerja di Agensi terbesar di Seoul,sehingga Seulgi memutuskan untuk membuat pesta itu setelah memberitahu Irene kekasihnya kemudian dia juga memberitahu Jisoo dan Rose,hanya saja dia belum memberitahukan soal itu pada Limario yang sama sekali belum membalas pesannya.
"Apa mungkin dia di apartemen Jennie" Ucap Jisoo yang menebak keberadaan Limario sekarang.
"Kau benar,karena sepulang bertemu dengan Mr.Park,Limario mengatakan akan menyusul Jennie di supermarket" Ucapan Jisoo di benarkan Seulgi,dia sedikit mengingat saat Limario pulang tadi sempat mengatakan akan menemui Jennie.
"Tunggu apalagi sebaiknya kita kesana dan merayakannya di apartement Jennie"
"Aku setuju dengan idemu itu Unnie,kita rayakan saja disana" Rose menyetujui saran Irene barusan,Jisoo dan Seulgi hanya mengikuti kedua wanita itu.
Mereka berempat langsung menuju mobil masing-masing untuk menemui Limario yang berada di apartemen Jennie,Seulgi bersama Irene,sementara Jisoo bersama Rose.
Limario yang sedari tadi menunggu Jennie yang belum juga selesai dengan aktivitasnya pun dia merasa sedikit kantuk hingga membuatnya beberapa kali menjatuhkan kepalanya.
"Lama sekali dia,lagi pula dia sedang menyiapkan hadiah apa untukku" Gumam Limario sambil beranjak dari duduknya,dan berjalan kearah Jendela kaca yang tertutup gorden putih,kemudian Limario menyingkap gorden itu untuk melihat pemandangan kota seoul dari atas apartement Jennie,dan benar saja suasana di bawah tampak ramai di sore hari,melihat orang-orang yang tengah berlalulalang dengan aktivitas mereka masing-masing.
"Kira-kira jika aku terjatuh dari ketinggian ini,apa aku masih hidup atau Dead" entah pemikiran apa yang membuat Limario membayangkan jika dia terjatuh dari bangunan setinggi ini.
"Mengerikan aku tidak mau membayangkan" Limario kembali menutup gorden jendela itu,tetapi pada saat dia berbalik,Limario terdiam dan membeku melihat sosok wanita di depannya saat ini tampak berbeda dengan penampilannya.
"Honey,apa aku membuatmu menunggu lama" Suara lembut Jennie mengalun indah di telinga Limario yang masih menatapnya tanpa berkedip.
Apa kau akan terus melihatku seperti itu,tanpa menyentuhku...
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen jika kalian suka follow ya...