Love My Best Friend ( Mencintai Sahabatku )

Love My Best Friend ( Mencintai Sahabatku )
Chapter 7


__ADS_3

Dokter mengobati luka Limario dan memberikan perban pada lukanya yang robek setelah di jahit 5 jahitan.


"Sudah saya obati luka anda tuan,dan tulang betis anda sedikit keseleo mungkin butuh beberapa hari agar sembuh total,dan saya harap anda menghindari aktivitas yang memberatkan sebelum luka anda sembuh tuan"   Limario tersenyum getir,bagaimana tidak,sebentar lagi pertandingan basket di mulai dan dia sebagai kapten seharusnya lebih unjuk gigi untuk membawa team nya menuju kemenangan,apalagi coach menaruh harapan besar terhadapnya.


"Apa termasuk bermain basket dokter"  Tanya Limario yang membuat kedua orang tuanya juga memperhatikannya.


"Tentu tuan,saya harap anda tidak bermain basket dulu sebelum kaki anda benar-benar sembuh"  Dokter memberikan penjelasannya lagi yang membuat Limario sama sekali tak mendapatkan jawaban mengenakan baginya.


"Sabar sayang,kau harus sembuh dulu oke,Mommy akan menyampaikan pada gurumu untuk beristirahat sementara waktu dirumah sampai kau pulih"   Nyonya Tiffanny menepuk singkat pundak Limario dan langsung berjalan keluar dari kamar Limario untuk mengambil ponselnya.


Tuan Daniel sangat mengerti dengan perasaan Limario,karna putranya itu selalu bercerita tentang dirinya yang sebentar lagi akan bertanding basket melawan rivalnya,namun sekarang harapan Limario sepertinya pupus karna ia harus sembuh total mengingat kakinya yang terluka.


"Aku kuat Dad,aku harap bisa mengikuti pertandinganku"   Ujar Limario saat dokter sudah meninggalkan kamarnya,tuan Daniel mendekati putranya,sedikit menyunggingkan senyumannya.


"Untuk saat ini,Dady mendengarkan dokter dan Mommy mu,kau harus sembuh dulu jagoan,biar seseorang menggantikan posisimu dulu sampai kau sembuh total"


"Tapi Dad"   Tuan Daniel menggeleng tanda tak menerima penolakan.


Limario menghembuskan nafasnya pasrah,dia memilih untuk membaringkan tubuhnya miring memunggungi ayahnya yang masih memperhatikannya.


"Istirahatlah,Dady akan mengantarkan dokter terlebih dahulu"  Tuan Daniel memasangkan selimut tebal Limario menutupi tubuh anaknya,setelah itu dia berjalan keluar dari kamar Limario yang sepertinya sudah tertidur.


Skip...


Jennie baru saja tiba di sekolahnya diantar oleh seorang supir pribadinya,hari ini dia terlihat sangat cantik meskipun make up yang ia poles di wajahnya tidak terlalu mencolok yang membuatnya terlihat natural.


Jennie berjalan menuju kelasnya,namun ia menghentikkan langkahnya sesaat setelah melihat Seulgi dan Jisoo yang berjalan tanpa Limario yang biasanya bersama mereka,dengan cepat Jennie menyusul keduanya untuk menanyakan Limario.


"Bear,Jisoo_ya..."   Jennie memanggil mereka berdua,Jisoo dan Seulgi yang mendapatkan panggilan itu langsung berbalik kearahnya yang dimana Jennie sudah berada di belakang mereka berdua.

__ADS_1


"Kamjagiya... Aku fikir siluman kucing mengikutiku"  Cletuk Jisoo begitu saja sambil mengusap dada nya yang masih terkejut dengan keberadaan Jennie yang tiba-tiba,Sementara Seulgi hanya terkekeh dengan ucapan Jisoo barusan.


"Menyebalkan,apa ada siluman cantik sepertiku"  Jennie mendelik kearah Jisoo,Jisoo yang mendapatkan tatapan maut Jennie hanya menelan salivanya kasar.


"Sudahlah aku tidak mau berdebat,itu bukan tujuanku,hum dimana Limario ? Bukankah seharusnya dia bersama kalian"   Tanya Jennie begitu saja,Seulgi dan Jisoo saling melirik satu sama lain sebelum menjawabnya,Jisoo memberikan kode pada Seulgi agar dirinya yang memberitahu Jennie.


"Limario izin untuk beberapa hari,dia baru saja tertindih motornya sendiri kemarin,hingga kaki kanan nya terluka"   Ucap Seulgi melemah karna ia juga khawatir dengan apa yang menimpa temannya sekaligus kapten basketnya itu.


"Itu benar,dan kami akan menjenguknya nanti selepas pulang sekolah bersama Rose dan irene"  Tambah Jisoo yang sudah berencana akan menjenguk Limario dirumahnya.


Jennie tercengang sekaligus khawatir tentang apa yang menimpa Limario,dengan langkah terburu-buru Jennie langsung meninggalkan halaman sekolah dan memesan taksi menuju Rumah Limario.


"Jennie hanya belum menyadari perasaannya"  Jisoo bergumam yang masih bisa di dengar oleh Seulgi.


"Yeah seperti yang kau lihat,dia begitu khawatir setelah kita memberitahu keadaan Limario"   Seulgi dan Jisoo saling merangkul menuju kelas masing-masing.


...♡♡♡♡♡...


"Sayang,ayo di minum susu coklatnya"   Nyonya tiff baru saja masuk kedalam kamar Limario dengan membawa nampan yang berisikan makanan dan susu coklat kesukaan Limario. Limario tak menggubris ucapan ibunya,dia malah mencabikkan bibirnya seperti bocah berusia 5 tahun.


"Aku tidak nafsu makan dan minum susu Mommy,aku hanya ingin sekolah dan bermain basket"   Nyonya tiffanny menghela nafasnya saat Limario menolak makanan yang ia bawa.


"Sayang,kau harus makan dan minum obat agar cepat sembuh oke"   Limario tak bergeming dia malah menoleh kearah lain tanpa melihat ibunya.


"Apa harus aku yang memaksamu makan bayiku"   Limario menoleh keasal suara itu,dia cukup terkejut melihat kedatangan Jennie yang langsung masuk ke dalam kamarnya yang memang pintunya terbuka sejak tadi. Nyonya Tiffanny merasa senang dengan kehadiran Jennie dia cukup sumringah karna gadis itu yang selalu membuat Limario tunduk.  Jennie langsung memposisikan dirinya duduk di kursi dekat ranjang Limario,tanpa basa-basi Jennie mengambil makanan Limario dan mencoba menyuapi Limario yang tidak mau makan.


"Ayo buka mulutmu,bayiku"  Limario masih merapatkan mulutnya, tanpa melihat kearah Jennie.


"Hmm baiklah jika kau tidak mau makan,maka aku juga tidak akan pernah lagi menemuimu"  Ancam Jennie yang sedikit gemas dengan tingkah kekanakan Limario.

__ADS_1


"Jangan,iya aku makan"   Jennie tersenyum menang,akhirnya Limario mendengarkannya,Jennie kembali menyuapi Limario yang sudah mulai lahap dengan suapannya.


"Selesai,dan sekarang kau harus minum obat"   Limario menuruti semua perintah Jennie dengan baik,dia hanya tak ingin membuat gadis kucing itu marah padanya.


Setelah meminum obatnya,Limario baru saja menyadari bahwa Jennie memakai seragam sekolah dan ini sudah hampir siang Jennie berada dirumahnya.


"Nini,bukankah kau harus Sekolah"  Jennie yang mendapatkan pertanyaan itu hanya mengangkat kedua bahunya acuh.


"Memang,tapi mendengarmu kecelakaan,aku langsung kesini"  Jawab Jennie dengan entengnya,dia tak peduli harus absen sehari hanya untuk menemui Limario. Limario yang mendengar itu hanya tersenyum lemah sembari mendekatkan dirinya lebih dekat dengan Jennie.


"Kau khawatir denganku"  Jennie merasakan hembusan Limario yang sangat dekat dengannya.


"Pabbo... aku selalu khawatir padamu jika terjadi sesuatu pada dirimu"  Tegas Jennie karna memang kenyataannya seperti itu,dan Limario selalu merasakannya,setiap dia sakit ataupun terluka Jennie maupun Limario dengan cepat menghampirinya.


"Beristirahatlah aku akan menemanimu sampai kau tertidur,setelah itu aku akan pulang"   Limario mengangguk dan kembali membaringkan tubuhnya,Jennie yang mengerti itu langsung menyelimuti tubuh Limario hingga sebatas dada nya.


Hyunsik begitu bahagia dengan langkah setengah berlari dia menghampiri kelas Jennie dengan membawa makanan kesukaan Jennie yang akan ia berikan padanya.


Setibanya di kelas Jennie,Hyunsik melirik ceiling kelasnya dia mencari cari wanita itu namun dia tidak menemukan sosok Jennie,hanya ada irene dan Jisoo yang memperhatikannya.


"Apa kau melihat Jennie"  Tanya Hyunsik pada irene,karna wanita itu selalu bersama Jennie.


"Dia pergi menemui Limario,kau tak perlu mencarinya"   Tukas Jisoo yang langsung menjawab begitu saja karna irene pun tak mengetahui keberadaan Jennie.


Hyunsik mencoba menetralkan suasana hatinya yang merasa panas dengan jawaban Jisoo yang juga ketus padanya.


"Ah begitu yah,baiklah jika seperti itu,aku permisi"   Hyunsik keluar dari kelas Jennie dengan perasaan marahnya.


"Tidak bisa dibiarkan aku harus segera menjauhkan mereka,Jennie kau hanya milikku aku pastikan itu"   Hyunsik menyeringai penuh keyakinan.

__ADS_1


Sementara di dalam kelas,Jisoo merasa puas karna sudah membuat Hyunsik terbakar,dia memang tidak menyukai Hyunsik yang selalu berusaha mendekati Jennie karna baginya Jennie hanya pantas bersama Limario dan begitupun sebaliknya.


Bersambung....


__ADS_2