Love My Best Friend ( Mencintai Sahabatku )

Love My Best Friend ( Mencintai Sahabatku )
Chapter 6


__ADS_3

Hanlim Multi Art School.



Limario baru saja sampai di sekolahnya,walaupun dia sedikit lelah akibat semalaman dia menunggu pesan dari Jennie yang tak kunjung membalasnya,lingkaran hitam seperti panda terlihat jelas di kedua kantung mata Limario,Rasa kantuk yang masih dia rasakan,membuatnya melangkah gontai masuk kedalam kelasnya,disana sudah tampak murid lainnya yang sudah menduduki kursi masing-masing,termasuk Seulgi dan Rose karna mereka satu kelas dengan Limario,sementara Jisoo,irene dan Jennie mereka berbeda kelas namun masih berada di tingkat yang sama.


"Apa kau baik-baik saja Lim"  Tanya Rose yang melihat Limario tampak lesu dengan kedua kantung matanya yang menghitam.


"Aigoo,lihatlah matamu seperti panda Lim,apa kau bergadang"  Seulgi ikut menimpali. Limario dengan gerakan malasnya hanya memilih langsung menduduki kursinya sambil menaruh ranselnya diatas meja untuk dijadikan bantalan olehnya.


"Aku mengantuk,bangunkan aku jika guru datang,aku mau tidur sebentar"   Ujar Limario yang langsung menenggelamkan wajahnya di ranselnya.


"Ckck... ada-ada saja kau Lim,baiklah"   Balas Seulgi yang masih penasaran tentang apa yang terjadi pada Limario,dia tak seperti biasanya mendapati Limario tidur di dalam kelas. Sementara Rose,dia kembali fokus pada buku bacaannya.


Di kelas lain Jennie baru membuka pesan dari Limario,dia menggigit kukunya sendiri,ingin membalas tapi itu pesan kemarin,jadi ia mengurungkan niatnya dan dia akan langsung menemui Limario nanti di jam istirahat.


Limario berhenti di taman belakang sekolah,dia sangat bahagia karna sebentar lagi dia akan mengungkapkan perasaannya,Limario berjalan sambil memegang sebuket bunga yang ia sembunyikan di belakang tubuhnya,namun tiba-tiba saat dirinya sudah sampai di belakang taman,dia melihat Jennie bersama seorang pria yang tak lain adalah hyunsik,mereka terlihat bahagia bahkan sesekali Limario melihat Jennie tersenyum malu-malu dengan kedua tangannya yang di genggam oleh hyunsik.


Limario kembali memebelalakan matanya saat Jennie menutup mata dan hyunsik memiringkan kepalanya,sepertinya pria itu hendak mencium Jennie.


Limario mencengkram bunga yang ia bawa,perasaannya memanas dia tidak menyukai pemandangan di depannya,sementara itu hyunsik semakin mendekati bibir Jennie,Limario menggelengkan kepalanya dengan bibir bergetar.


"Andwe...."   Limario berteriak,semua murid memperhatikannya yang baru saja berteriak keras di depan Guru pria yang berada di depannya sejak dari tadi mencoba membangunkannya.


"Astaga cuma mimpi ternyata"  Limario mencoba menetralkan nafasnya yang terengah engah.


"Limario....."   Suara guru pria paruh baya itu memanggil namanya sangat keras,Limario yang mendapatkan panggilan itu langsung kelagapan melihat gurunya itu.


"Nde,Seonsaengnim"   Jawab Limario dengan gugup.


"Putar lapangan 20 kali agar ngantukmu hilang"   Perintah guru terhadapnya.


"Tapi Seonsaengnim"


"Tidak ada tapi-tapi sana lakukan hukumanmu"   Limario mengusap wajahnya kasar dan langsung meninggalkan kelas,sementara Seulgi dan irene merasa kasihan,mereka juga sedari tadi sudah membangunkannya hanya saja Limario masih betah dalam tidurnya sehingga guru yang berhasil membangunkannya.


Sesampainya di lapangan yang cukup luas,Limario memulai hukumannya,dia berlari memutari lapangan sesuai jumlah hukuman yang guru berikan padanya,akibat tidur di dalam kelas.


Kriiing....

__ADS_1


Suara bel istirahat berbunyi,semua murid berhamburan keluar kelas,begitupun dengan Jennie dan irene,sementara Jisoo berada di belakang mereka,dia begitu sumringah saat melihat Rose yang juga menghampirinya bersama Seulgi temannya.


"My baby... aku merindukanmu"   Jisoo langsung mensejajarkan dirinya di sebelah Rose sementara Jennie tanpak mencari seseorang yang seharusnya bersama mereka berdua juga.


"Limario di hukum tadi keliling lapangan karna dia ketiduran di dalam kelas,aku melihatnya tampak lelah sewaktu baru saja datang"Seulgi langsung memberitahukannya,sebelum Jennie menanyakan keberadaan Limario.


"Mwo... kenapa bisa ? Aku harus mencarinya"  Jennie meninggalkan mereka semua untuk mencari keberadaan Limario yang dia yakin saat ini Limario tengah berada di halaman belakang sekolah.


Sebelum menyusul Limario,Jennie menyempatkan membeli minuman dan makanan di kafetaria untuk dirinya dan Limario,setelah membayar makanan dan minumannya,Jennie langsung menuju taman belakang sekolah,disana dia melihat Limario yang duduk di kursi taman membelakanginya hanya terlihat punggung lebarnya. Jennie menyunggingkan senyuman sumringahnya,dengan perlahan Jennie menghampiri Limario dengan membawa makanan dan minuman yang ia beli tadi.


"Aku mencarimu..."   Limario berbalik saat mendengar suara yang sangat ia kenal.


"Nini,sedang apa kau disini"   Ucap Limario yang melihat Jennie langsung duduk di sebelahnya sambil menyiapkan beberapa makanan dan minuman dingin.


"Apa tidak cukup jelas,aku mencarimu tadi,dan ternyata kau disini,minumlah aku yakin kau pasti haus setelah memutari lapangan"   Limario menelan salivanya kasar sambil menerima minuman pemberian Jennie.


"Bagaimana kau tau,aku di hukum tadi"  Balas Limario dengan suara pelannya. Jennie membalikkan wajahnya dengan senyuman,sementara tangannya terulur mengelap keringat yang mengkilat di dahi Limario yang tertutupi poni nya.


"Itu tak penting,yang terpenting sekarang aku ingin makan bersamamu,menebus kesalahanku karna aku tidak membalas pesanmu,mianhe... karna aku baru membacanya tadi"  Lirih Jennie diakhir kalimatnya,Limario yang mengerti dengan penjelasan Jennie,ia membalas menatap dalam wanita yang berada di dekatnya itu.


"Jangan meminta maaf,aku mengerti mungkin kau sedang sibuk,ayo kita makan sebelum makanan yang kau bawa menjadi dingin"   Jennie mengangguk dan kembali tersenyum melihat Limario yang tak marah padanya.


"Anak pintar,makanlah yang banyak biar pipi mandumu tidak akan pernah hilang"  Ujar Limario yang membuat keduanya semakin terkikik.


"Baiklah,dan sekarang giliran aku menyuapimu bayi nakalku yang baru saja mendapatkan hukuman"  Jennie beralih menyuapi Limario seperti seorang ibu yang menyuapi anaknya.


"Buka mulutmu bayiku"   Limario membuka mulutnya dan dengan lahap Limario mengunyah suapan yang Jennie berikan.


Bisakah aku memilikimu Jennie,aku ingin selalu bersamamu bukan sebagai sahabat,tetapi sebagai kekasihmu...


Batin Limario yang tak hentinya memandangi wajah Jennie yang sangat cantik.


Dari kejauhan,seorang pria memperhatikan interaksi keduanya,hyunsik sedari tadi mencari keberadaan Jennie dan ia menemukannya sedang bersama Limario yang Jennie akui padanya bahwa mereka bersahabat,Hyunsik menarik blazernya sendiri sedikit mencengkram,ia merasa terbakar cemburu melihat kedekatan Jennie dan Limario yang tampak mesra baginya.


"Lihatlah akan aku segerakan Jennie menjadi milikku dan aku akan menjauhkan Jennie dari Limario"  Gumam Hyunsik lalu pergi begitu saja.


...♡♡♡♡♡...


Limario baru saja mengantarkan Jennie pulang,waktu sudah semakin sore karna ia mampir sebentar dirumah Jennie saat ibu Jennie menyuruhnya untuk makan bersama,Limario menjalankan motornya dengan kecepatan sedang sambil sedikit bersiul menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya,dia sangat bahagia hari ini meskipun hari ini juga Limario mendapatkan hukuman yang tak mengenakannya.

__ADS_1


Limario sedikit melirik kaca spionnya,dia sedikit memicingkan mata saat sebuah mobil sport seperti mengikutinya dari belakang,Limario tak memperdulikan itu dia hanya fokus melihat kedepan.


Tiiiiiiiin..... Braakkk


Limario beserta motornya tergelincir hingga jatuh di pinggir jalan raya saat mobil itu dengan sengaja menyerempetnya dan langsung menancap gas meninggalkan Limario yang tertindih motornya sendiri.


Limario meringis kesakitan saat kaki kanannya masih tertindis oleh badan motornya sendiri yang cukup berat,dengan susah payah Limario mengangkat motornya meskipun kakinya terasa sangat sakit dan mengeluarkan darah.


"Sial,ini sangat sakit"  Umpat Limario yang kembali menjalankan motornya.


Limario menghentikan motornya kemudian dengan perlahan Limario berjalan masuk kedalam rumahnya,ia masih meringis kesakitan karna kaki kanannya masih mengeluarkan darah dan celananya sedikit robek akibat jatuhnya tadi.


"Aku pulang..."  Limario setengah berteriak dan langsung mendudukan dirinya di kursi sofa panjang.


"Astaga sayang ini kenapa"  Panik nyonya Tiffanny yang menghampiri anaknya,dia melihat kaki kanan Limario yang terluka dengan kondisi yang sedikit berantakan.


"Aku hanya terjatuh tadi Mom,tidak apa sebentar juga sembuh"   Limario mencoba tersenyum agar ibunya tidak terlalu mengkhawatirkannya.


"Tidak sayang,Mommy akan menghubungi dokter pribadi kita"  Dengan sigap nyonya Tiff,menghubungi dokter pribadinya.


"Ada apa sayang"  Tuan Daniel yang baru saja turun dari tangga menghampiri keduanya,dia langsung membelalakan matanya saat melihat kondisi kaki kanan Limario yang berdarah.


"Hei jagoan jelaskan pada Dady ini kenapa?  Ayah Limario mendekati putranya mencoba mencari jawaban tentang apa yang barus saja menimpa anaknya.


Limario menghembuskan nafas kasarnya,lalu melirik ke arah ayah nya.


"Aku hanya terjatuh Dady" Jawab Limario dengan malas,dia hanya tak ingin menambah ke khawatiran kedua orang tuanya.


"Mommy sudah menelfon dokter sebentar lagi dokter segera datang memeriksamu,ayo Mommy dan Dady akan mengantarmu ke kamar bersiap"  Limario mengangguk sementara kedua orang tuanya langsung memapah Limario menuju kamarnya.


Di tempat lain seseorag menyeringai menang karna ia berhasil membuat seseorang terluka.


"Baguslah kapten team basket itu aku rasa dia tidak akan bisa ikut pertandingan,dan aku berhutang padamu karna kau telah mengorbankan pahlawan sekolahmu itu"   Ujar seseorang berambut pirang itu yang tersenyum menang.


"Yah lagi pula aku sangat membencinya,aku tidak suka dia selalu dekat dengan wanita incaranku yang mulai menyukaiku"   Balas orang itu yang melipat kedua tangannya di depan dada.


"Hyunsik,aku harap kau tetap mengawasi kapten basket itu,dan pastikan team ku yang akan menang pertandingan nanti" 


"Tentu Kai,akan aku pastikan kau dan team mu menang"   Mereka berdua saling tersenyum evil dengan berbagai rencana yang mereka jalankan selanjutnya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2