Love My Best Friend ( Mencintai Sahabatku )

Love My Best Friend ( Mencintai Sahabatku )
Chapter 29


__ADS_3

Pagi hari yang cerah,secerah senyuman Limario yang mengembang karna hari ini dia sudah bisa pulang dan hanya menjalani perawatan di rumah,walaupun harus rutin melakukan chek up seminggu sekali,untuk memastikan lukanya benar-benar sembuh.


Kedua orang tua Limario tuan Daniel dan Tiffany,mereka berdua sudah berada di rumah sakit sejak pagi,sementara Jennie ? Gadis itu mulai kembali sekolah seperti biasa seperti permintaan Limario yang selalu membujuknya untuk kembali seperti dulu lagi,gadis itu menuruti semuanya dan dia juga akan menemui Limario sepulang sekolah nanti.


"Hati-hati sayang" Limario mengangguk berjalan perlahan sambil di tuntun oleh ayahnya sendiri tuan Daniel.


"Apa itu masih terasa sakit jagoan" Tanya tuan Daniel terhadap anaknya tersebut.


"Lumayan dad,masih terasa nyeri saat aku bergerak,tapi aku masih bisa menahannya" Balas Limario sambil memegang perutnya yang tertusuk.


"Perlahan saja sayang,Mommy tidak ingin kau kesakitan" Nyonya Tiffany ikut menuntun Limario,mereka bertiga mulai jalan beriringan menuju mobil yang terparkir tak cukup jauh.


"Jack,tolong bawa semua barang-barang putraku" Perintah tuan Daniel pada supir pribadinya.


"Baik tuan" Jack membungkuk hormat,setelahnya dia sedikit berlari kecil untuk membawa barang-barang Limario saat di rawat di rumah sakit.


Kediaman Manoban.


Limario yang baru saja keluar,dia langsung mendahului kedua orang tuanya untuk masuk kedalam kamarnya yang sudah dia rindukan,baginya kamarnya adalah tempat ternyaman,di bandingkan kamar rumah sakit yang membuatnya beberapa hari selama disana harus mencium baunya obat-obatan.


Ceklek


Setelah membuka pintu kamarnya,Limario dengan perlahan sambil memegang perutnya yang masih terasa sakit,dia mencoba merebahkan tubuhnya diatas kasur king size nya.


"Sungguh tempat ternyaman,aku merindukanmu kesayangan" Limario menarik gulingnya yang berwarna kuning,lalu memeluknya dengan sangat erat.


Aww,shht


Limario meringis kesakitan saat dia merasakan lukanya terasa nyeri,sepertinya dia harus mengganti perban lukanya yang mulai melembab.


Perlahan Limario membuka kancing baju piyama nya yang tanpa menggunakan kaos dalam,sehingga saat dia menjatuhkan piyama nya,terlihat begitu jelas tubuh atasnya yang telanjang begitu tegap dan otot perut yang menonjol.

__ADS_1


...


...


"Ahh yang benar saja,aku melupakannya" Limario yang tadinya akan mengganti perbannya sendiri,dia sedikit berdecak karna perban dan obat-obatannya ibunya yang membawanya,Limario kembali melangkah untuk keluar mencari ibunya tanpa menggunakan bajunya lagi,karna dia merasa dirumah ini hanya dia dan kedua orang tuanya serta Maid yang sudah berumur.


Sementara di lantai bawah,nyonya Tiffanny sedang mengobrol dengan seseorang gadis yang baru saja datang,gadis itu tak lain Jennie yang memang berniat mengunjungi Limario yang sudah di perbolehkan pulang.


"Mommy!!! dimana perbanku..." Limario menuruni tangga dengan perlahan sambil berteriak memanggil ibunya.


Jennie dan nyonya Tiffanny melihat kearah Limario yang berteriak tengah menghampiri mereka,Limario sendiri baru saja menyadari kehadiran Jennie saat dirinya baru saja akan menapak lantai bawah,dia cukup merasa malu karna dirinya bertelanjang dada tanpa menggunakan pakaian,hanya menggunakan celananya saja.


"H..ai Ni..n..i" Limario membalikkan tubunya membelakangi Jennie,nyonya Tiffanny yang melihat gelagat putranya yang tengah menahan malu pun hanya tersenyum geli saja.


"Kau mencari perbanmu sayang,mommy tadi berniat meminta Jennie yang mengantarkan ke kamarmu,tapi ternyata kau sudah turun duluan,baiklah itu perbanmu Jennie akan membantumu mengganti perban,sementara Mommy akan menyiapkan makan siang untuk kita semua" Nyonya Tiffanny menepuk lembut singkat bahu Jennie,lalu dia menuju ke dapurnya.


"Berbaliklah dan duduklah di sofa,aku akan membantumu mengganti perban" Jennie mengatakannya dengan lembut sambil menundukkan wajahnya,pasalnya saat ini jantungnya berdegup begitu kencang saat melihat Limario seperti itu membuatnya terlihat sangat seksi dengan tubuh atasnya yang berotot,membuat Jennie seperti sulit bernafas.


Oh tuhan rasanya jantungku seperti akan lepas.


Limario mendudukkan bokongnya di sofa dengan hati-hati,dia mencoba menutupi tubuh polos bagian atasnya yang tidak memakai baju.


"Jika kamu tutupi seperti itu,bagaimana bisa aku mengganti perbanmu lim" Tukas Jennie walaupun dirinya setengah mati menahan rasa gugupnya namun dia harus mengganti perban Limario.


"Ck,baiklah" Limario dengan pasrah meregangkan tangannya tidak menutupi apapun agar Jennie bisa menggantikan perbannya.


Glupp


Jennie menelan ludahnya samar,saat kembali melihat tubuh polos Limario yang sangat ideal,bagaimana sosok pria remaja seperti Limario,memiliki tubuh yang begitu memabukkan bagi kaum wanita yang melihatnya,Jennie yang sudah memegang kapas dan perban Limario dia masih terdiam memandangi tubuh polos Limario.


"Nini,kenapa diam saja" Seketika Jennie membuyarkan lamunan nya yang terpaku melihat tubuh Limario,Sementara Limario yang menyadari bahwa sedari tadi Jennie memperhatikan tubuh atasnya,dia malah dengan sengaja semakin mendekat menatap Jennie yang juga duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"Apa kau baru melihat pria telanjang dada di depanmu ? Aku tau aku sangat seksi hanya saja kamu baru menyadarinya benar kan" Mendengar ucapan Limario yang setengah tersenyum jahil kepadanya,membuat Jennie semakin bersemburat merah hingga kedua pipi mando nya terlihat seperti kepiting rebus.


"Kau akan melihat seperti ini setiap hari,jika kamu mau menikah denganku nanti" Limario berbisik tepat di telinga Jennie sehingga gadis itu kembali mematung seperti terhipnotis dengan ucapan Limario baru saja. Limario cukup tertawa puas bisa menggoda Jennie sehingga gadis itu kembali terdiam dengan bisikan mautnya.


"Ishh menyebalkan,apa kamu sengaja menggodaku Lim ? Baiklah obati saja lukamu sendiri aku akan membantu Mommy Tiff memasak di dapur" Ujar Jennie yang hendak meninggalkan Limario,dia hanya ingin menghindari rasa gugup dan malunya terhadap pria itu yang berhasil membuatnya blusshing.


"Yaa,Nini bagaimana bisa aku melakukannya dan sejak kapan kamu memanggil ibuku sebutan Mommy" Jennie kembali berbalik dan menatap lekat Limario dengan mata kucingnya,dia sedikit bersmirk dan mengibaskan rambutnya kebelakang sehingga membuat Limario terpaku melihat Jennie seperti bukan Jennie yang biasanya,dia seperti wanita yang tengah menggoda seorang pria.


"Sejak seseorang memintaku untuk menikah dengannya" Jennie kembali menghampiri Limario bahkan dia langsung mendekatkan bibirnya tepat di telinga Limario.


"Pastikan tubuh polosmu hanya aku yang akan selalu melihatnya,karna aku akan mencakar tubuhmu jika wanita lain melihat yang akan menjadi milikku" bisikkan lembut dengan sedikit ancaman dengan nada menggoda,hingga membuat adam's apple Limario naik turun.


Apa yang baru saja dia katakan,apa nini menyukaiku,ahh entahlah yang pastinya dia membuatku merasa susah bernafas.


Limario bergumam dalam hatinya dengan sedikit tersenyum di sudut bibirnya dan kembali menyandarkan tubuhnya di sofa empuknya,sementara Jennie setelah membisikkan kata-kata itu,dia benar-benar meninggalkannya menuju dapur.





Kafe Nomju.


Seulgi,Jisoo,Rose dan irene,mereka berempat tengah berada di dalam kafe,sesuai rencana Jisoo dan Rose mereka akan membuat kejutan untuk Limario dan Jennie.


"Aku yakin 100 persen bahwa Jennie eonni juga menyukai Limario" Ucap Rose dengan mulut yang masih mengunyah.


"Apa ini akan berhasil untuk menyatuhkan mereka berdua menjadi pasangan" Seulgi merasa kurang yakin dengan rencana mereka untuk menyatuhkan sahabat mereka dengan wanita yang selama ini Limario sukai.


"Melihat Jennie yang begitu perhatian pada Limario,apalagi saat Limario terkena musibah ? Aku bisa melihat rasa takut kehilangannya,mungkin Jennie mulai membalas perasaan Limario" Irene yang sedari tadi serius menyimak,dia ikut menimpalinya dan mendapatkan anggukan dari Jisoo,pria berbibir hati itupun berfikir sama seperti apa yang baru saja irene pikirkan.

__ADS_1


"Ini akan menjadi kejutan yang akan menyatuhkan jenlim,percayalah padaku kita tidak akan gagal" Jisoo berkata dengan penuh kepastian sambil melirikkan mata kearah ketiganya.


Bersambung...


__ADS_2