
Jennie berusaha menegarkan perasaannya,saat apa yang baru saja dia lihat dan langsung menghampiri Limario yang masih bersama Nancy.
"Limmm..." Panggil Jennie sedikit keras,yang sudah berada di belakang Limario dan Nancy.
Limario berbalik menghadap belakangnya kearah suara yang memanggilnya yang sangat ia kenal.
"Nini,sedang apa kau..." Belum sempat Limario melanjutkan ucapannya Jennie lebih dulu melayangkan tangannya.
Plakkk....
Jennie menampar pipi kanan Limario hingga wajahnya berbalik,Nancy yang berada disampingnya itu terkejut, dengan tamparan Jennie yang tiba-tiba dia layangkan pada Limario. Limario kembali menatap Jennie dengan wajah tak percaya nya kenapa Jennie menamparnya.
"Apa maksudmu nini,menamparku" Kata Limario yang masih tak percaya dengan sikap Jennie yang menamparnya begitu saja.
Jennie menekan rahangnya dan menatap Limario dengan tajam.
"Aku hanya tak percaya kau mencium juniormu sendiri, dan jika aku tidak segera kesini,mungkin kau dan dia akan melakukan hal yang lebih" Sarkas Jennie yang berakhir melihat Nancy dengan wajah tak sukanya.
Limario kembali menganga dengan ucapan Jennie yang menurutnya tengah menuduhnya.
"Cium,apa maksudmu,aku sama sekali tidak mengerti dengan ucapanmu itu Nini,kami tidak melakukan apa-apa seperti yang kau tuduhkan itu,dan apa itu alasanmu menamparku" Jennie terdiam bahkan memalingkan wajahnya berusaha menghindari tatapan Limario.
"Aku hanya membantu Nancy meniup debu di matanya,jika kau tidak percaya tanyakan saja padanya" Limario mengambil handuk kecilnya lalu pergi begitu saja meninggalkan Jennie dan Nancy di lapangan.
"Lim oppa benar,dia hanya membantuku saat mataku kelilipan,kau salah paham eonni,"
Jennie kembali meneteskan air matanya,dia merasa bersalah saat ini telah menampar Limario dan menuduhnya,tanpa berfikir panjang Jennie langsung mencoba mengejar Limario yang sudah menghilang dari hadapannya.
Nancy melipat tangannya di depan dadanya,dia sedikit merasa heran dengan sikap Jennie yang berlebihan terhadap Limario.
"Bukannya dia sudah berpacaran dengan Hyunsik oppa,kenapa dia merasa kesal dengan Lim oppa saat bersamaku" Kata Nancy yang masih tak percaya dengan perilaku Jennie yang tak biasa.
__ADS_1
Jennie terus mengejar Limario,air matanya sudah cukup mengalir deras,dia sangat merasa bersalah sekali pada sahabatnya itu karna telah menamparnya.
"Jennie_yah,Sayang ada apa denganmu" Hyunsik menghentikan langkah cepat Jennie,lalu memandang wajah kekasihnya yang sudah terlihat sembab dan sangat jelas Hyunsik mendengar isakan suara yang berasal dari kekasihnya itu.
"Kenapa kau menangis beb,siapa yang menyakitimu,katakan padaku biar aku memberikan pelajaran padanya" Jennie menggeleng sambil terus terisak merasakan sesak di dadanya,dia telah menyakiti Limario sahabat terbaiknya.
"L..imario.." Jennie terbata-bata mengucapkan nama sahabatnya itu,sementara Hyunsik yang mendengar nama itu dia malah berfikiran lain ia menyangka bahwa Limario yang menyebabkan Jennie seperti ini. Hyunsik mengepal kedua tangannya dengan marah,lalu melepas tangan Jennie begitu saja.
"Biar aku menghajarnya,karna pria itu sudah membuatmu menangis" Hyunsik dengan cepat mencari keberadaan Limario. Jennie yang mendengar itupun mencoba menghentikan Hyunsik yang sepertinya salah memahami ucapannya.
"Oppa... bukan itu maksudku berhentilah" Jennie mencoba memanggilnya namun Hyunsik yang sudah tersulut tetap terus melanjutkan langkahnya mencari Limario.
Limario masih dalam perasaan kecewanya,dia memilih masuk kedalam kelasnya yang sudah ada Rose dan Seulgi yang tengah memandangnya heran dengan keberadaan Limario yang tiba-tiba saja mengemasi buku-bukunya kedalam ranselnya,sementara masih ada pelajaran yang sebentar lagi masuk.
"Lim,kau mau kemana" Seulgi dan Rose menghampiri Limario.
"Pulang" Singkat Limario tanpa memandang keduanya.
Limario menatap mereka berdua lalu sedikit memaksakan senyumannya agar kedua temannya tidak bertanya lebih jauh lagi memikirkan keadaannya.
"LIMARIO.... " Rose tersentak mendengar suara keras itu yang memanggil Limario,yang ternyata Hyunsik yang saat ini dengan cepat melangkah dekat mendekati Limario.
Buckhh.... Satu pukulan mendarat di wajah Limario hingga ujung bibirnya mengeluarkan darah segar. Hyunsik yang baru saja memukul Limario dia kembali menarik kerah baju Limario dengan tatapan bengisnya.
Rose hanya bisa menutup mulutnya tak percaya atas apa yang baru saja Hyunsik lakukan pada Limario,Seulgi yang berada disitu tak tinggal diam,dia langsung menarik tubuh Limario dan menghempaskan tangan Hyunsik yang menarik kerah Limario.
Limario mengelap darahnya kasar yang berada di sudut bibirnya yang sudah terlihat memar akibat Pukulan Hyunsik yang tiba-tiba.
"Oppa, Lim" Jennie yang baru saja datang,dia di kejutkan dengan Hyunsik yang sudah mengepalkan tangannya sementara matanya beralih melihat Limario yang terluka.
Limario yang melihat kehadiran Jennie,dia tersenyum miring,merasa miris hari ini dia mendapatkan perlakuan tak enak dari sahabat yang ia sukai dan termasuk pria yang sudah menjadi kekasih sahabatnya itu.
__ADS_1
"Apa kalian sudah cukup puas,setelah kekasihmu itu menamparku tanpa alasan,dan sekarang kekasih prianya yang memukul tanpa alasan juga" Limario sedikit meninggikan suaranya,dan Jennie kembali merasa tersayat saat Limario mengatakan itu.
"Mianhe Lim,maaf aku sudah menamparmu tadi hiks...hiks..." Jennie kembali terisak dengan kedua bahunya yang naik turun menandakan dirinya sangat sedih merasakan rasa bersalah yang begitu besar terhadap Limario.
"Beb,sudahlah kau tidak perlu menangisi pria itu" Hyunsik mengusap bahu Jennie mencoba menenangkannya,namun Jennie menghempaskan tangannya kasar dan berpindah mendekati Limario.
"Lim,kau berdarah" Jennie merasa semakin terpukul melihat darah yang mengalir di sudut bibir Limario.
"Tanyakan saja pada kekasihmu itu,maaf aku pergi" Limario kembali menarik ransel di bahunya dan langsung berjalan meninggalkan kelas dengan perasaan yang kacau dan luka yang ia dapatkan barusan.
Seulgi menarik Rose untuk mengikutinya keluar kelas tanpa berbicara pada Jennie dan Hyunsik yang masih berada di dalam.
Jennie menatap sayu Hyunsik,dengan air mata yang masih menetes di pelupuk matanya.
"Kenapa oppa melakukannya" Hyunsik memalingkan wajahnya saat Jennie mencoba menanyakannya.
"Aku pikir Limario yang sudah membuatmu menangis ? Dan aku mencoba memberinya sedikit pelajaran" Balas Hyunsik dengan nada santainya seolah apa yang ia lakukan benar.
"Bukan dengan memukulnya,dan kau tidak mendengarku terlebih dahulu Oppa" Jennie begitu saja meninggalkan Hyunsik yang masih bersikap santai tanpa rasa bersalahnya terhadap Limario.
Jisoo yang mendengar tentang Limario,dia merasa geram dan pada saat Jam pulang sekolah,dia langsung menghampiri Jennie yang juga baru saja keluar dari kelasnya.
"Jenn..." Jisoo memanggilnya dan tanpa basa-basi langsung menarik tangan Jennie untuk sedikit menjauh dari keramaian. Jisoo melepaskan tangan Jennie begitu saja saat mereka sudah berada di parkiran mobil yang tak cukup ramai orang.
"Aku tau apa yang ingin kau katakan ? Aku memang bersalah atas sikapku terhadap Limario,dan aku akan segera meminta maaf padanya nanti sepulang sekolah aku akan langsung kerumahnya untuk meminta maaf" Jennie kembali bergetar merasakan matanya yang mulai memanas menandakan bahwa sebentar lagi air matanya kembali menetes.
Jisoo menghela nafas kasarnya,sejujurnya dia ingin sekali memarahi Jennie yang telah membuat Limario tersakiti olehnya,namun melihat Jennie bersedih,membuatnya mengurungkan semuanya dan mencoba menenangkan gadis itu agar tak selalu menyalahkan dirinya.
"Temui dia,aku yakin Limario akan memaafkanmu" Kata Jisoo dengan nada yang amat lembut dengan satu tangan nya yang terulur mengusap bahu Jennie yang naik turun akibat isakan tangisnya yang mulai kembali terdengar.
Aku menyesal telah menyakitinya...
__ADS_1
Bersambung....