Love My Best Friend ( Mencintai Sahabatku )

Love My Best Friend ( Mencintai Sahabatku )
Chapter 22


__ADS_3

Hyunsik memakirkan mobilnya ditempat yang cukup sepi jauh dari keramaian,dia tersenyum menang saat melihat Jennie sudah terlelap di sebelahnya karna dia baru saja memberikan obat tidur pada minuman Jennie yang dia berikan saat perjalanan tadi,sehingga cukup memudahkannya untuk membawa gadis itu.


Aroma strawberry begitu membuat indera penciumannya sangat tergugah untuk menikmati bibir ranum bewarna pink milik Jennie,Hyunsik perlahan mendekatkan wajahnya untuk ******* bibir Jennie yang begitu menggodanya,namun belum sempat dia mendekat,seseorang mengetuk jendela mobilnya dan dia sedikit mendengus sebal,karna Kai,Mark dan Lucas yang sudah mengganggu kesenangannya.


"Ck,enak saja kau mau menikmatinya sendirian"   Setelah membuka kaca jendelanya,Kai mengumpati nya.


"Dia kekasihku dan aku berhak mencicipinya duluan"  Sarkas Hyunsik yang membuat ketiganya hanya menatapnya kesal.


"Bukan disini tempatnya,bukankah kita sudah menyiapkan tempat yang lebih nyaman untuk bercinta dengan kekasih virginmu"  Tukas Lucas yang menyeringai penuh.


"Cepat angkat dia masuk kedalam"  Perintah Kai yang menyuruh Hyunsik dan kedua temannya untuk membawa Jennie,kedalam sebuah rumah yang tampak kosong.


Hyunsik dan kedua temannya langsung membopong tubuh Jennie yang masih belum sadarkan diri,mereka membawanya kedalam rumah yang kosong,kemudian masuk kedalam sebuah ruangan luas yang terdapat kasur berukuran besar yang sudah mereka siapkan,serta berbagai macam alat toys **** yang akan mereka gunakan untuk menimati permainan mereka sebentar lagi.


"Ikat dia di atas ranjang,pastikan kedua tangan dan kakinya terikat dengan kuat"  Lucas dan mark langsung menjalankan perintah Kai,mereka berdua membawa tali untuk mengikat kedua tangan Jennie dan kakinya agar,saat sadar nanti dia tidak memberontak dan kabur.


Setelah berhasil mengikat kedua tangan dan kakinya,mereka berempat tersenyum puas sambil menatap tubuh Jennie yang terlentang tak sadarkan diri,dengan kedua kaki dan tangan yang terikat kuat.


"Ambil air dan sadarkan dia,kita perlu mendengar jeritan dan desahannya agar kita semakin puas" 


Byurr


Hyunsik menyiramkan air begitu saja di kepala Jennie,sehingga gadis itu langsung menggeliat,terengah dan membuka matanya langsung.


"Oppa apa yang kau lakukan"  Ucap Jennie sambil menelisik keempatnya yang sudah tersenyum jahat kearahnya.


Jennie yang berusaha bangkit,dia kembali merasakan rasa sakit di kedua tangan dan kakinya yang baru saja dia sadari bahwa dia tengah terikat,entah kapan mereka sudah mengikatnya sehingga dia sulit untuk bangkit maupun bergerak.


"Apa yang kau lakukan Oppa,kenapa kau mengikatku dan kalian,kalian siapa"  Jennie mulai merasa waspada melihat Lucas,Mark dan Kai yang sudah mendekat kearahnya.


"Maafkan aku beby,tapi karna kau selalu menolakku,jadi aku harus melakukan ini,mereka semua temanku dan kami akan menikmati tubuhmu sampai kau benar-benar tidak akan pernah melupakan perlakuan kami terhadapmu sayang"  Jennie terbelalak mendengar kata-kata Hyunsik,dia tidak menyangka bahwa Hyunsik akan melakukan itu padanya,di tambah lagi ketiga temannya itu,apa mereka akan memperkosanya bersamaan,Jennie semakin ketakutan dan berusaha bergerak agar tali di tangan dan kakinya terlepas,namun itu hanya sia-sia saja karna semakin dia bergerak maka semakin sakit tangan dan kakinya.


"Kau dan temanmu bajingan,aku menyesal telah bersamamu oppa,kau jahat"  Jennie mengumpati keempatnya,bukannya merasa takut,Hyunsik malah mendekati Jennie dengan membawa gunting,dia berniat untuk merobek dress yang Jennie gunakan saat ini.


"Terserah kau bilang apa,yang pastinya kami akan menikmati tubuhmu tanpa siapapun yang mengganggu kesenangan kami"  Hyunsik sudah memposisikan gunting itu di tengah belahan dress Jennie,dia langsung menekan gunting itu sehingga sedikit merobek dress jennie.


"Jangan lakukan itu oppa,ku mohon"  Hyunsik berhenti sesaat melihat Jennie yang menatapnya dengan memohon.

__ADS_1


"Aku sudah pernah mendengar kata-kata itu pada wanita sebelumnya,dan apakah aku peduli"


"Tentu tidak"  Ketiga teman Hyunsik ikut menyahutinya,mereka bahkan tertawa bersamaan,tak peduli dengan permohonan Jennie yang sudah memelas.


Hyunsik kembali melanjutkan merobek dress jennie.


Creeet...


Jennie perlahan menangis ketika tubuhnya sudah terbuka hanya tersisa pakaian dalamnya saja dan dia begitu takut dengan apa yang akan mereka lakukan berikutnya.


Kai begitu terpanah dengan pemandangan di depannya,bahkan air liurnya hampir saja menetes,melihat tubuh seksi Jennie.


"Brengsek kalian,lepaskan aku"  Jennie memberontak,dia tidak peduli kaki dan tangannya sakit,asalkan Kai berhenti menyentuhnya.


Plak...


Kai menampar kasar pipi Jennie,sehingga wajahnya berbalik,dan Kai kembali berdiri menatap tajam kearahnya.


"Kau sedikit liar rupanya,Hyun berikan gunting itu"  Hyunsik melemparkan gunting itu yang langsung di tangkap oleh Kai. Dia kembali menyeringai dan mendekatkan wajahnya kearah Jennie,dia kemudian menjilat pipi mandu Jennie yang membuat sang empunya merasa sangat jijik.


"Hikss...hiks... ku mohon jangan lakukan itu"  Jennie tak berdaya,dia ingin menutupinya namun tangan yang terikat tak bisa dia lakukan.


Mereka sudah bersiap akan menyentuh Jennie namun tiba-tiba saja sesuatu mengganggu mereka.


Prang...


Kaca terpecah,membuat mereka saling memandang.


"Sial,kita lihat siapa yang datang"  Mereka segera memeriksa keluar untuk melihat siapa yang mengganggu kesenangan mereka yang sebentar lagi segera terjadi.


"Tunggu disini beby kami akan kembali dan memuaskanmu"  Hyunsik berkata dan langsung menyusul ketiga temannya yang sudah berada di depan.


Jennie hanya terdiam dan menatap kosong tanpa menyahuti ucapan Hyunsik yang membuatnya semakin membencinya.


Di luar rumah kosong itu,Jisoo,Seulgi dan Jaesuk mereka bertiga berusaha membuka pintu yang terkunci,namun saat ketiganya hendak mendobrak pintu,Hyunsik dan ketiga temannya sudah berada di depannya.


Jisoo menatap tajam keempat pria brengsek itu,dengan kepalan tangannya.

__ADS_1


"Rupanya kita kedatangan pahlawan"   Ejek Kai yang melipat kedua tangannya di depan dada.


"Kau mengganggu kesenangan kami,lihatlah apa kalian tidak kasihan melihat junior kami yang sudah menegak,tubuh temanmu itu sangat menggoda,bagaimana jika kalian ikut bergabung bersama kami"  Lucas dan ketiganya tersenyum penuh,sementara Jisoo,Seulgi dan Jaesuk sudah mengeram emosi.


"Biadab kau" 


Bugghh...


Jisoo menarik kerah baju Lucas dan menendangnya,membuat Lucas tersungkur di tanah.


Kai,Hyunsik dan Mark merasa tak terima,mereka langsung saling memberi pukulan kearah Jisoo,namun Jisoo tidak sendirian karna Seulgi dan Jaesuk langsung membalas pukulan mereka sehingga perkelahian tak terelakan.


Di sisi lain,Somi mengendap endap melalui pintu belakang,dia mencari keberadaan Jennie untuk membawanya keluar dari tempat itu,beruntung rumah itu hanya ada satu ruangan,sehingga dia langsung mendekat kearah ruangan itu,tanpa ragu membuka pintunya dan benar saja,dia mendapati Jennie yang sudah tak berdaya terikat di ranjang dengan tubuh terbuka tanpa kain sehelai pun menutupinya.


"Jennie..."  Panggil Somi yang langsung membuka jaketnya menutupi tubuh telanjang Jennie.


Jennie masih dalam ketakutan,dia begitu waspada,namun melihat seorang wanita yang menutupi tubuhnya dengan jaket wanita itu,dia sedikit merasa tenang dan mungkin wanita itu akan membantunya.


"Ayo kita pergi dari tempat ini,tenanglah,aku bukan orang jahat,aku dan ketiga temanmu berusaha mencarimu tadi"  Tukas Somi sambil melepas ikatan di kaki Jennie karna di tangannya sudah dia lepas.


"Pakai jaketku segera,dan kita keluar dari rumah terkutuk ini,kau akan ikut denganku agar aman,Jisoo,Seulgi dan Jaesuk akan menyusul nanti"  Jennie hanya mengangguk karna dia masih begitu syok dengan apa yang baru saja terjadi padanya.


Somi dengan perlahan memapah Jennie yang merasa sakit kedua kakinya akibat ikatan kuat itu,dia begitu lemas.


"Bertahanlah kita akan sampai di mobil"   Lagi-lagi Jennie hanya mengangguk dengan air mata yang masih membasahi pelupuk matanya yang mengalir deras di kedua pipinya.


Sesampai di mobil Jisoo,Somi bergegas membuka pintu membiarkan Jennie masuk terlebih dahulu,kemudian di susul olehnya yang memegang kendali untuk menyetir.


Somi melirik jennie sekilas,dia kembali membayangkan dirinya yang di perlakukan sama oleh Hyunsik dan ketiga temannya.


"Aku sama sepertimu,aku korban kebejatan mereka sehingga masa depanku hancur,aku bersyukur kami tidak terlambat sebelum semua itu terjadi"  Somi mengelap air mata Jennie dengan senyuman teduhnya.


"Terimakasih telah menolongku"  Ucap Jennie dengan nada melemahnya. Somi hanya tersenyum dan kembali menatap kedepan lalu menyalakan mesin mobil Jisoo,mereka harus segera meninggalkan tempat itu dan membawa Jennie pulang,dia yakin gadis itu akan merasa trauma berkepanjangan dengan apa yang sudah terjadi padanya.


"Aku harap gadis itu kuat"  Gumam Somi dalam hatinya,Jennie yang berada di sampingnya dia hanya menatap sendu kearah luar jendela mobil,dia merasa hidupnya hancur dan merasa malu akan dirinya sendiri,meskipun keempat pria itu  belum sempat melakukannya,namun Jennie sudah terlecehkan yang sudah mereka lakukan.


Limario, Hiks...hiks...

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2