
Swiss,Luzern City.
Seminggu sudah,Limario berada di Luzern, dirumah ini Limario tinggal bersama neneknya dan juga para Maid serta beberapa Bodyguard yang bekerja dirumah itu,dengan tugas mereka masing-masing. Nenek Limario memiliki beberapa perusahaan besar yang dia dirikan bersama mendiang suaminya,yang begitu dulu meninggalkannya,setelah kepergian suaminya,Nyonya Lilia semakin mengembangkan peninggalan suaminya seperti pabrik pembuatan Wine dan juga beberapa perusahaan dibidang Fashion dengan bekerja sama dengan beberapa Brand terkenal seperti,Channel dan Celine.
Nyonya Lilia baru saja menyeduh teh hangatnya,dengan beberapa potongan anggur segar yang ia isi di dalam cangkir kristal,dia juga membuatkan minuman Coklat panas untuk cucunya yang tengah duduk di sofa ruang tamunya.
"Cucuku..." Limario menoleh kearah neneknya yang tengah memanggil dirinya sambil mendekat kearahnya.
Nyonya Lilia meletakkan dua gelas dengan minuman berbeda yang dia buat sendiri,karna dia lebih menyukai membuat minumannya sendiri dari pada harus menyuruh Maid pribadinya.
"Bagaimana dengan sekolahmu" Tanya nyonya Lilia dengan suara lembutnya.
"Menyenangkan Oma,sama seperti di Korea mereka semua sangat ramah,aku jadi mudah beradaptasi" Jawab Limario dengan tenang. Limario yang baru seminggu berada di Swiss,setelah kepindahannya dari Korea,dia sudah menyelesaikan semua urusannya termasuk mendaftar di Sekolah barunya melalui jejaring sosial,dia bersyukur karna semuanya berjalan dengan lancar dan dia di terima di sekolah barunya dengan mudah,sehingga setelah tiba di Swiss,dia langsung melanjutkan Sekolahnya.
"Syukurlah jika seperti itu Cucuku,aku senang mendengarnya" Tukas nyonya Lilia yang saat ini tengah menyeruput teh nya.
"Sore nanti,Oma dan Peter akan berkeliling di kebun anggur keluarga kita,apa kamu ingin ikut Limario" Ajak Nyonya Lilia yang berusaha menghibur cucunya,pasalnya Limario semenjak di Luzern, dia hanya menghabiskan waktu dirumah maupun hanya di sekolah.
"Baiklah Oma,aku ikut" Balas Limario dengan senyuman manisnya.
Seoul...
Semua siswa tengah bersiap siap menuju tempat perkemahan,mereka masing-masing membawa keperluan untuk beberapa hari kedepan menginap,Jisoo dan Seulgi membantu para wanita untuk memasukan barang-barang mereka di bagasi mobil Van berukuran besar yang sudah disiapkan oleh pihak sekolah.
"Baby apa kau kesusahan sayang" Hyunsik yang baru saja menghampiri mereka,dia langsung menghampiri Jennie yang tengah menarik kopernya kearah mobil.
"Tidak Oppa,lagi pula,Jisoo dan Seulgi mereka sudah membantuku" Ucap Jennie yang benar saja,dia hanya mengarahkan kopernya ke arah Mobil,Jisoo dan Seulgi sudah memasukannya kedalam.
Hyunsik yang mendengar itupun hanya menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal,sambil melirik kearah Jisoo yang saat ini bersmirk kearahnya,seolah meremehkannya puas.
__ADS_1
Sial,dua pecundang itu membuatku muak.
"Yasudah jika seperti itu beb,aku akan kembali ke rombonganku,jika kau butuh apa-apa,telfon saja" Hyunsik menangkup kedua pipi Jennie sebelum dia meninggalkannya,dia sangat tergoda dengan bibir pink milik Jennie yang sama sekali dia belum merasakannya,karna Jennie selalu menghindari ciumannya,Hyunsik berusaha semakin mendekatkan wajahnya dia terus berusaha agar bisa mencicipi bibir kekasihnya,sebelum dia mencicipi yang lainnya.
Jennie yang mengerti pergerakan Hyunsik,dia mencoba memalingkan wajahnya,apalagi ini tempat umum,dan benar saja setelah dia memalingkan wajahnya,Hyunsik langsung menjauhkan wajahnya dengan raut wajah sedikit kecewa.
"Maaf Oppa,sepertinya sebentar lagi kita akan berangkat" Ujar Jennie sedikit menggigit bibirnya,dia merasa tak enak dengan kekasihnya karna dia terus menolak jika Hyunsik berusaha menciumnya,dia hanya merasa tidak bisa melakukannya,meskipun saat ini status mereka berpacaran.
"Yah baiklah jika begitu Baby,aku pergi bye.." Hyunsik sedikit melambaikan tangannya,walaupun dia masih merasa kesal karna lagi-lagi Jennie menolaknya.
Sulit sekali mendapatkannya.
Seorang wanita melihat interaksi mereka berdua sejak tadi,dia merasa sedikit takut dan gugup,namun di satu sisi dia hanya tak ingin pria masa lalunya,menambah korban lagi selain dirinya.
Jeon somi,gadis yang sudah kehilangan masa depannya akibat perlakuan bejat Hyunsik dan teman-temannya,kejadian kelam dan menjadi masa lalu buruknya selalu menghantui dirinya sehingga dia harus berjuang melawan depresinya sendiri,di saat keluarganya tidak menerimanya lagi akibat perbuatan Hyunsik terhadapnya.
Somi begitu bahagia dengan hubungannya bersama Hyunsik yang sudah berjalan selama 1 bulan,saat ini dia tengah menunggu kedatangan Hyunsik kekasihnya yang akan menjemputnya untuk merayakan hari jadi mereka berdua.
Tin...Tin...
Suara klakson mobil yang langsung berhenti di depannya,membuat Somi semakin merekahkan senyumannya saat melihat kekasihnya yang menampakkan setengah wajahnya di jendela mobilnya.
"Sayang ayo naik" Somi mengangguk dan tanpa ragu langsung masuk kedalam mobil yang kacanya semua berwarna hitam pekat,sehingga mungkin orang dari luar tidak akan bisa melihat keadaan di dalam mobil.
Dugh....
"Aakhhh.... Somi berteriak seketika saat sudah berada di dalam mobil,dia begitu terkejut karna tiba-tiba saja 3 orang pria langsung mendekapnya mengangkat tubuhnya ke kursi penumpang.
"Nikmati saja santapan kalian,aku akan menyetir dengan pelan" Kai,Lucas dan Mark tersenyum saat Hyunsik sudah mengizinkan mereka.
__ADS_1
"Apa maksudmu sayang" Somi yang tidak mengerti dengan ucapan Hyunsik,dia begitu terkejut saat Hyunsik melirik kearahnya dengan wajah yang sulit diartikan namun tampak menyeramkan.
"Kau akan menikmatinya baby" Setelah mengatakan itu,Hyunsik langsung menyalakan mobilnya meninggalkan tempat itu.
Sementara Somi yang berada di kursi penumpang,dia tampak ketakutan saat merasakan pergerakan ketiga teman Hyunsik yang sudah mengungkungnya,sehingga dia tidak bisa memberontak.
Srakk... Mark merobek Dress tanpa celana Somi,sehingga tubuhnya saat ini hanya di tutupi oleh pakaian dalamnya yang hanya menggunakan Bra berwarna coklat dan Cd dengan warna yang sama.
"Uhgg sangat menggiurkan,Mark kau pegang kedua tangannya,dan kau Lucas tahan kedua kakinya,sementara aku duluan merasakannya" Kai menyeringai penuh kemenangan,kedua temannya memenuhi suruhannya,sehingga dia bebas melakukannya sekarang.
"Lepaskan aku...Hyunsik tolong aku... hiks...hiks.." Somi berteriak sekuat tenaganya berharap Hyunsik mendengarkannya,namun sepertinya itu hanya sia-sia saja karna Hyunsik tampak tak peduli lagi dengan keadaannya.
"Jangan ku mohon jangan" Suara Somi semakin melirih,dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi saat ini.
Somi merasa hidupnya sudah tak berarti lagi saat ini,semua telah hancur akibat perlakuan Hyunsik dan teman-temannya yang telah menyiksa dirinya. Mereka malam itu benar-benar seperti ingin membunuhnya,bagaimana tidak,setelah Kai puas menyetubuhinya,Lucas dan Mark mereka berdua bahkan langsung bersamaan menyetubuhi Somi,hingga keadaannya semakin memprihatinkan,tubuhnya sangat lemah.
Setelah puas,mereka langsung menurunkan Somi dijalan yang cukup sepi,dan Hyunsik sendiri yang membawa gadis itu menuju Lokasi yang sangat sepi di tambah saat ini hari semakin malam.
"Aku harus menikmatimu dulu sebelum meninggalkanmu" Somi hanya mendengar samar suara Hyunsik,dia begitu lemah sehingga mata dan telinganya sudah terasa tak berfungsi lagi.
Cukup mengeluarkan beberapa kali Cum nya,Hyunsik kembali menuju mobilnya setelah menendang keras perut Somi yang sudah tergeletak di rerumputan dengan keadaannya yang sudah tak berdaya.
Aku akan membalasnya,tuhan berikan aku kekuatan agar aku bisa membuat mereka menerima pembalasannya.
Flashback Of.
Somi kembali menutupi wajahnya menggunakan masker dan topi yang saat ini menyamarkan dirinya,menghindari Hyunsik agar tidak mengenalinya.
Bersambung....
__ADS_1