
Mentari mulai menampakan diri. Membuat seorang gadis meringis karena silau dan dengan terpaksa ia bangun dari tidur nyenyaknya. Tak lama kemudian seseorang mengetuk pintu kamarnya.
Tok tok tok
"Iya bentar" teriak gadis itu.
"Ya ampun kakak baru bangun?" tanya Elina.
"hehehe iya ma" ujar gadis itu sambil tersenyum menunjukan deretan giginya.
"Ya udah sana cepatan mandi nanti di tinggal sama papa lagi" ujar Elina memperingatkan
"Mama tunggu di bawah ya" lanjut Elina.
"Iya ma" ujarnya sambil menutup pintu.
Ia pun bergegas mandi. Tak butuh waktu lama untuknya menyelesaikan ritual mandi dan berdandan. Setelah selesai ia pun menghampiri dan bergabung dengan orang tua dan adiknya untuk sarapan bersama.
"Pagi pa ma de" sapanya sambil duduk di samping adiknya.
"Pagi juga kak" ujar mereka bersamaan.
"Kakak mau sarapan roti atau nasi goreng?" tanya Elina.
"Roti coklat aja deh ma" ujarnya sambil meminum susunya.
Ia pun memakan roti yang di berikan mamanya dengan lahap.
"ayo kak kita berangkat" ajak sang papa sambil berjalan ke arah istrinya untuk berpamitan.
"Iya ayo pa, kakak berangkat ya ma" ujarnya berpamitan dan mencium tangan mamanya.
Selama diperjalanan tak ada pembicaraan diantara ayah dan anak itu, hanya aluman musik yang mengisi keheningan.
***************
Seorang gadis tengah berjalan menuju kelasnya. Keadaan koridor pun kini cukup ramai sehingga banyak yang menyapanya. Ia pun tak mengindahkannya.
"Pagi han" sapaku sambil berjalan ke tempat duduk.
"Pagi juga ay" sapa Hani.
"Tumben lo datengnya siang" tanya Hani.
"Iya nihh tadi gue bangun kesiangan" jawab gadis itu sambil menghela nafas.
"Ehhh btw tadi ada kakel yang nyariin lo" ujar Hani.
"Siapa?" tanya gadis itu sambil mengernyitkan dahi.
"Emm kak...."
"Hey lagi ngomongin apa sihh serius amat?" tanya Kinar memotong perkataan Hani sambil berjalan kearah kami, yang diikuti dengan kedua teman kami yang lainnya.
__ADS_1
"Kepo amat sihh lo Kin" ujar Hani
"Ishh Hani gitu dehh jahat terus sama Kinar" ujar Kinar mendramatisir dengan raut wajah yang cemberut. Kami pun hanya tersenyum melihat tingkah Kinar itu.
"jijik sumpah gue liat muka lo yang kaya gitu Kin" ujar jessy sambil tertawa. Ketika tengah asyik menertawakan Kinar bel masuk pun berbunyi
Setelah 2 jam lamanya mereka belajar bel istirahat pun berbunyi.
"Kantin kuy" ajak Kinar
"Kuy" jawab mereka berempat bersamaan
Setibanya di kantin mereka duduk di bangku yang biasa mereka tempati.
"Mau pada makan apa nih?" tanya Gina
"Gue bakso sama teh manis aja deh" ujar ayna
"Gue sama kaya ayna ya tapi minumnya es jeruk" ujar Kinar
"Gue batagor sama es jeruk aja" ujar Hani
"Gue samain kaya ayna aja" ujar jessy sambil tersenyum
Gina pun mengangguk kemudian melenggang pergi memesankan makanan untuk mereka.
Sambil menunggu makanan datang ayna pun memainkan handphonenya sedangkan teman-temannya asyik mengobrol..
"Perasaan dari tadi pagi ngomongin kakel mulu, emang siapa sihh kakelnya?" tanya Kinar kepo
"lo emang lagi deket sama kakel Ay?" Lanjut Kinar sambil menatap Ayna penuh curiga
"Siapa kakelnya Han?" tanya Ayna
"Itu loh kak Adam kapten basket" ujar Hani
"WHAT" ujar Kinar kaget dan Ayna pun hanya ber-oh ria.
"Eh Kin lo apaan sihh pake teriak segala berisik tau" ujar Gina sambil membawa makanan mereka yang di bantu oleh seorang siswa.
"Thanks ya" ujar Gina sambil tersenyum yang hanya di balas anggukan oleh siswa itu lalu pergi.
"Masa Ayna lagi deket sama kak Adam kita gk tau Gin" ujar Kinar mengadu
"kak Adam mana maksud lo?" tanya Gina sambil menambahkan sambal ke dalam makanannya.
"kak Adam kapten basket" ujar Kinar
"Hah serius Ay lo lagi deket sama kak Adam? Kok lo gak ngasih tau kita sihh? Sejak kapan lo deketnya? Kok gak pernah keliatan barengan sihh?" cerca Gina tanpa henti.
"ck lo nanya apa nge rap sih Gin" ujar Ayna datar yang lain pun tertawa mendengar ucapan Ayna itu.
"Ishhh Ayna gue serius" ujar Gina kesal sambil mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
"Uhhhh lagi di omongin orangnya dateng tuh" ujar jessy
Mereka pun melihat ke arah pintu masuk kantin. Seketika kantin pun heboh karena kedatangan Adam dan kawan-kawan.
"Kak Adam ganteng banget ya"
"Duhh kak Adam duduk sini kak"
"Kak Rico"
Adam dkk pun mendekati meja Ayna cs dan duduk bersama mereka lalu mengambil baso yang sedang dimakan oleh Ayna.
"Eh bangsat main ambil aja makanan gue" ujar Ayna kesal.
"Gila berani banget sih Ayna" gumam Gina
"Elah gue minta dikit doang Ay laper nihh" ujar Adam dengan santai
"Kebiasaan banget sih lo Dam, ya klo laper tuh beli bukannya ngambil punya orang" ujar Ayna masih kesal sedangkan Adam hanya menikmati baksonya tanpa mempedulikan omelan Ayna.
"lagian lo ngapain sih duduk disini kan masih banyak tu bangku kosong" lanjut Ayna sinis
"Sabar Ay kita diliatin sama orang-orang lo" ujar Hani menenangkan sedangkan yang lainnya hanya menatap bingung Ayna dan Adam.
"Huhh sebenernya ada apa lo tiba-tiba nyari gue tadi pagi terus sekarang lo nyamperin gue" ujar Ayna to the point
"Ahh Ay lo yang paling tau dehh maksud gue" ujar Adam sambil meminum teh manis Ayna.
Ayna yang mengerti arah pembicaraannya langsung berdiri dan ingin pergi namun tertahan karna Adam mecekal tangannya.
"Mau kemana lo?" tanya Adam
Suasana sekitar pun berubah menjadi mencekam, dingin hening tak ada yang berani bersuara.
"Duhh kok suasananya jadi mencekam gini sebenarnya ada apa sihh Kak Adam sama Ayna" ujar Kinar pelan
"Udah mending sekarang kita liatian dulu mereka nanti baru tanya sama mereka" Ujar Danu salah satu teman Adam
"lepasin!!! Gue mau cabut" ujar Ayna dingin namun tegas.
"Duduk" Ujar Adam tak kalah dingin dan tegas.
Akhirnya Ayna pun mengalah dan duduk karna tak ingin ada keributan. Mereka pun terdiam cukup lama hingga bel masuk keheningan itu membuat seisi kantin bernafas lega.
"Pulang sekolah gue tunggu ditempat biasa" ujar Adam sambil pergi meninggalkan kantin.
"Kalian masuk kelas duluan aja ntar gue nyusul" ujar Ayna datar
"Emang lo mau kemana dulu?" tanya jessy
"perpus dulu bentar ngambil buku buat bahan tugas ipa sama mtk kalau nanti takut gak keburu" ujar Ayna. Mereka pun hanya ber-oh ria.
"Nanti kalau guru dah masuk kabarin gue ya" lanjut Ayna sambil melenggang pergi.
__ADS_1