Luka Hati

Luka Hati
Bab 25


__ADS_3

...Happy Reading...


...Typo bertebaran ...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Setelah Alvin menceritakan kisahnya itu. para sahabatnya pun mulai mengerti permasalahanya. Tapi ada hal yang ia lupa ia ceritakan atau mungkin justru ia tak tahu jika sebenarnya Ayna melihat Alvin pergi bersama wanita lain dan ia pergi begitu saja tanpa memberi kabar pada Ayna, yang saat itu masih berstatus sebagai kekasihnya.


Mereka terus bersantai menikmati liburannya. Meski sebernarnya pikiran mereka melayang entah kemana. Tapi mereka menikmati hari kebersamaan mereka yang sebentar lagi akan selesai. Karena pastinya mereka akan meneruskan pendidikan mereka dan mungkin mereka akan berpisah karena berbeda tempat pula.


Memang semua terkadang tak sesuai dengan harapan tapi ada hal yang Alvin harap jika semua itu bisa kembali seperti semula meski pun ia sudah tahu hasilnya adalah tidak mungkin. Tapi ia tak pernah berhenti berharap seolah ia sedang menyemangati dirinya bahwa semuanya akan bisa kembali seperti semula.


Ia sungguh-sungguh dengan harapannya. Dan banyak juga yang menyuruhnya untuk berhenti mengharapkan semua yang pastinya tidak akan pernah terjadi. Tapi sayangnya Alvin benar-benar keras kepala, ia meyakini bahwa semuanya yang dilakukannya tidaklah sia-sia.


...****************...

__ADS_1


Di negara lain seorang gadis baru saja bangun dari tidur nyenyaknya setelah seharian kemarin ia sibuk mengerjakan pekerjaan kantor dan di malam harinya ia menghadiri sebuah pesta. Ia merasa sangat senang karena malam tadi ia bisa tidur dengan nyenyak tanpa harus khawatir mengenai pekerjaannya.


Bahkan ia bisa bangun siang hari ini karena urusan pekerjaan sudah ia selesaikan kemarin. Jadi agendanya hari ini kosong, ia bebas melakukan apapun. Libur 1 hari baginya sangat menyenangkan karena baru hari ini ia bisa benar-benar libur alias bebas dari urusan kantor, organisasi ataupun kuliahnya. Ya, dia memang bekerja keras agar bisa menikmati hari ini. Bahkan Rina pun kewalahan mengikuti jadwal Ayna yang begitu padat tapi untungnya ia tidak sendiri melakukan itu.


Kemarin pun Ayna meminta Rina untuk mencari 1 orang lagi untuk membantu Rina menyelesaikan pekerjaannya karena Dara tidak mungkin bisa mengurus pekerjaaannya karena ia harus fokus pada sekolahnya.


Meski pun Dara sudah termasuk kedalam perusahaan tapi karena ia masih sekolah maka Ayna memutuskan untuk memberhentikannya sementara agar Dara bisa fokus pada pendidikannya. Dan ia juga bisa menikmati masa remajanya. Karena Ayna tidak mau jika saudaranaya merasakan apa yang selama ini ia rasakan.


Siang harinya Ayna dan Rina berkeliling menikmati pemandangan dan tempat wisata yang terkenal disana. Dan malam harinya ia pulang ke mansionnya. Mereka sudah cek out dari hotel tadi siang dan barangnya sudah di antar ke mansion saat Ayna dan Rina sedang berkeliling oleh bodyguard.


Keesokan harinya Ayna dan Rina pulang kembali ke tanah air. Ayna sangat puas pada perjalanan bisnisnya kali ini. Karena kali ini benar-benar bisa menikmati waktu liburnya. Biasanya jika ia ada perjalan bisnis maka ia akan terus sibuk, entah itu urusan organisasi ataupun urusan kantornya. Dan kali ini ia juga memilih sendiri oleh-oleh untuk keluarga dan teman-temannya. Oleh karena itu perjalanan bisnis kali itu.


“Kak pulang ke mansion utama” ucap Ayna, Rina pun mengiyakan. Selama perjalanan Ayna dan Rina terus membahas bisnis. Entah memang tidak ada yang bisa di bahas selain bisnis atau memang tidak ingin membahas masalah pribadi.


Mereka sampai di rumah siang hari dan keadaan rumah sangat sepi. Tentu saja karena Ayahnya sedang bekerja dan saudaranya sedang berada di sekolah. Sedangkan yang lainnya menurut maid yang ada disana mereka sedang keluar dan tidak tau kemana. Maid pun menyiapkan minum yang di pinta oleh Ayna. Lalu Ayna meminta salah satu maid menyiapkan kamar tamu untuk Rina. Dan meminta para bodyguard menyimpan barang-barang mereka ke kamar.


Setelah kamar untuk Rina siap, Ayna menyuruh Rina untuk beristirahat. Karena ia tahu Rina sangat kelelahan mengikuti jadwalnya yang begitu padat. Merasa sudah mengantuk akhirnya Ayna pun pergi ke kamarnya. Ia tidur dengan sangat nyenyak. Libur selama 2 hari, ia habiskan untuk beristirahat. Karena setelah itu ia harus kembali ke jadwalnya yang super sibuk.


Ayna melihat keluarganya sedang mengobrol dengan Rina. Ia pun bergabung dengan mereka tapi sebelum itu pergi ke dapur meminta maid membuatkannya jus.


“Ehh udah bangun lo Kent” ucap Dara.


“Menurut lo?” ucap Ayna dingin lalu duduk di samping Rafga.


“Ya ampun Kent sebenernya lo abis perjalanan bsnis kemana sih kok dingin amat” ledek Ziel.


“Dari kutub utara. Puas?” ucap Ayna kesal.


“Santai dong jangan pake gas juga” ucap Ziel sambil tertawa.

__ADS_1


Yang lain hanya menyaksikan pertengkaran Ayna, Dara dan Ziel tanpa berniat menghentikannya. Menurut mereka itu sudah menjadi hiburan tersendiri bagi mereka. Dan mereka juga sudah tidak aneh lagi dengan semua itu.


“Gimana perjaalan bisnis kamu kemari sayang” tanya Valdo.


“Kata Rina waktu pesta banyak yang ngajak kamu dansa” lanjutnya, Ayna pun menatap tajam Rina seolah menanyakan kenapa harus memberitahukan itu juga. Sedangkan yang ditatap hanya acuh seolah-olah ia tak peduli.


“Lancar kok pah. Enggak kok kak Rinanya aja yang terlalu berlebihan” elak Ayna.


“Kent oleh-oleh buat kita mana?” tanya Dara sambil tersenyum menunjukan deretan giginya.


“Ada di kamar gue, nanti ambil aja ke kamar gue” ucap Ayna.


Saat mereka sedang asyik mengobrol tiba-tiba saja ponsel Ayna berbunyi. Melihat nama penelepon ia segera beranjak pergi keluar meninggalkan keluarganya yang bertanya-tanya. Siapa yang menelepon Ayna sampai-sampai ia harus menganggatnya di luar.


Setelah mengangkat telepon itu Ayna berlari ke kamarnya mengambil jaket lalu meminta supir untuk mengantarnya keluar. Ayna terlihat sangat terburu-buru, bahkan berpamitan pada keluarganya pun tidak. Melihat Ayna begitu terburu-buru membuat mereka khawatir.


Sedangkan disisi lain Ayna meminta supirnya untuk mempercepat kecepatan mengemudinya. Waktu yang ia miliki sungguh tidak banyak ia harus segera pergi menuju bandara. Ia sudah memesan tiket lewat ponselnya dan penerbangannya sebentar lagi.


Sesampainya di bandara ia segara masuk untuk check-in lalu menunggu untuk take-off. Ia menunggu dengan gelisah. Sedangkan ketika supir itu sampai di rumah Valdo dan yang lainnya menanyakan keberadaan Ayna. Dan supir itu memberitahu jika ia mengantar Ayna ke bandara tapi ia tidak tahu Ayna pergi kemana.


Seluruh keluarga panik mencari Ayna bahkan tuan besar mengerahkan organisasinya untuk mencari keberadaan Ayna. Mereka khawatir karena Ayna baru saja sampai tadi siang tapi sore harinya ketika ia mendapatkan telepon ia terburu-buru pergi lagi tanpa berpamitan. Hingga pada akhirnya mereka tahu keberadaan Ayna tapi sayangnya pesawat yang Ayna naiki sudah take-off. Mereka hanya bisa berharap Ayna baik-baik saja.


...****************...


Di negara lain seorang pria sedang terbaring lemah di brangkar rumah sakit dan sedang di tangani oleh tim medis. Pria itu baru saja mengalami kecelakaan, keluarganya yang baru datang pun sedang menunggu di luar dengan cemas. Sedangkan tim medis yang membawanya ke rumah sakit mengatakan bahwa sebelum ia kehilangan kesadarannya ia menyebutkan nama Kent.


Mereka kaget ketika anaknya menyebutkan nama itu. Entah apa yang sedang dilakukan oleh anaknya sehingga saat ia akan kehilangan kesadaraanya pun ia menyebut nama itu. setelah menunggu lama akhirnya dokter keluar dan memberitahukan bahwa anak mereka selamat tapi masih dalam observasi untuk beberapa hari karena ia mengalami cedera di bagian kepala.


...----------------...

__ADS_1


Hai guys, maaf ya Vini baru Up lagi soalnya laptopnya kemarin-kemarin di pinjem sama ade ditambah lagi tugas Vini juga mulai banyak lagi 😭 Tapi ini udah Vini usahain cepet Up 😂 Bahkan revisi juga belum terlaksana 😫 Tapi gpp Vini balakalan utamain Up kok 😂 Klo gitu see you next time 😘


__ADS_2