Luka Hati

Luka Hati
Bab 30


__ADS_3

...Happy Reading...


...Typo bertebaran...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Misi saat itu berakhir dengan pertukaran sandera dengan Ayna. Meski sempat mendapat penolakan dari anggotanya tapi Ayna meyakinkan mereka bahwa ia bisa mengatasinya. Ia juga akan memberitahunya jika hal darurat.


Rina yang mengetahui itu menjadi panik, ia khawatir dengan keadaan Ayna yang berada di tangan musuh. Ia juga bingung harus memberi laporan bagaimana meski sebelumnya tangan kanan Ayna memberitahu untuk tidak memberitahu keluarganya. Ayna menyuruhnya untuk tenang tapi bagaimana ia bisa tenang jika keadaanya seperti itu. Para anggota organisasi pun menjalankan aktivitas seperti biasa seperti tidak terjadi apa pun.


Sedangkan di sebuah kamar seorang pemuda sedang menatap penuh sayang seorang gadis yang sedang tidur di sampingnya. Ia merasa bahagia bisa mendapatkannya meski dengan sebuah paksaan. Meski bukan seutuhnya tapi setidaknya saat ini dia adalah miliknya. Bertahun-tahun ia ingin menjadikannya sebagai miliknya tapi tak pernah bisa tercapai. Kali ini ia bisa memilikinya karena cintanya sudah lama hilang.


Ia akan berjuang untuk merebut apa yang memang seharusnya menjadi miliknya. Saat ini ia memiliki kekuasaan jadi ia bisa merebut miliknya itu. Gadis itu tidur dengan damai tanpa terasa terganggu dan tanpa ia sadari ia memeluk pria di sampingnya itu.


Gadis itu tidak merasa takut berada disana, padahal ia dibawa kesana secara paksa. Entah apa yang ada di dalam otak cantiknya itu. Ia bahkan tak menghiraukan pria yang ada di sampingnya ketika ia membuka matanya, terbangun dari tidur lelapnya. Jika gadis lain mungkin akan berteriak ketika menyadari ada seorang pria di dalam kamarnya.


Gadis itu dengan santai pergi ke dalam kamar mandi. Sedangkan di dalam kamar mandi gadis itu menatap datar sekelilngnya. Ia benar-benar tidak menduga ternyata musuhnya itu adalah orang yang ia kenal. Gadis itu menghela nafasnya dalam.

__ADS_1


“Ay jangan terlalu lama di dalam nanti kamu sakit, aku tunggu kamu di bawah” ucap pemuda itu lalu pergi keluar kamar.


Setelah selesai mandi gadis itu segera masuk ke walk in closet dan memilih baju yang sederhana. Ya disana semua kebutuhannya sudah di siapkan. Seperti memang sudah di rencanakan sejak lama. Gadis itu juga bingung harus bersikap bagaimana pada pria yang membawanya kesini. Tentu saja ia tidak ingin menghancurkan hubungan yang sudah lama terjalin itu.


Ia harus memikirkan cara membuat pria yang bersamanya saat ini mengerti bahwa dirinya tidak bisa menjai miliknya. Meski pria itu mengerahkan kekuasaannya tetap tidak akan pernah bisa terjadi, karena ia tidak mencintainya.


Cara ia membawanya pun salah. Ia seharusnya tidak memaksanya untuk bersamanya. Jika itu perempuan lain maka mereka akan ketakukan dan bisa saja pergi. Kekuasaan seharusnya tidak di gunakan dengan semena-mena.


“Ayo Ay duduk kita sarapan udah itu aku anterin kamu ke kantor” ucap pemuda itu ketika melihat Ayna turun, menuruni tangga. Ya, gadis itu adalah Ayna.


Kemarin saat Ayna akan di bawa ke markas musuh, leader mereka menyuruh anak buahnya untuk membawanya ke mansionnya. Dan berakhirlah Ayna di sini bersama leader yang sangat ia kenal. Setelah sarapan mereka Leader itu mengantar Ayna pergi ke kantornya. Tentu saja ia menjadi pusat perhatian karyawannya. Ayna meminta leader itu untuk pulang karena ia merasa sangat tidak nyaman tapi lelaki itu tak menindahkan ucapan Ayna dan ia terus mengkuti Ayna sampai ke ruangannya.


...****************...


Beberapa hari yang lalu Ayna sudah mulai kembali ke rumahnya. Ia mengancam lelaki itu agar memulangkannya atau ia tidak akan mau bertemu lagi dengannya. Dan ternyata ancamannya itu cukup ampuh. Ayna juga sudah kembali masuk sekolah. Ia juga sudah menyerahkan skripsinya. Hubungannya dengan keluarga, saudara dan teman-temannya juga mulai membaik. Meski ia sibuk, selarut apa pun ia pasti pulang ke rumahnya. Maka dari itu setiap pagi mereka akan selalu bertemu. Bahkan ia juga meminta Rina mengosongkan jadwalnya di pagi hari. Sehingga ia bisa bertemu dengan teman-temannya di pagi hari setidaknya ia setor muka pada teman-temannya.


Mungkin melelahkan baginya karena jam tidurnya sangat berkurang karena ia harus mengerjakan pekerjaan kantornya dan juga meeting tapi jika itu bisa membuat hubungannya membaik ia rela melakukannya. Ia juga meminta maaf pada Rina dan sekertaris barunya karena harus bekerja sampai larut malam. Ayna memikirkan cara itu saat ia di sandera oleh lelaki itu.


Rina penasaran bagaimana Ayna bisa tahan dengan jam tidur yang sangat sedikit. Iya bisa tahan meski hanya tidur 1 jam. Apa itu tidak membuatnya pusing? Meski begitu Ayna selalu memeriksakan kesehatannya secara berkala. Dan kesehatannya tidak bermasalah tapi ia selalu mendapat peringatan dari dokternya untuk menjaga pola tidurnya. Tapi peringatan itu seperti angin lalu bagi Ayna.


Saat ini Ayna akan sarapan bersama keluarga besarnya, sambil menunggu masakannya siap. Mereka mengobrol.


“Kak tadi malem pulang jam berapa?” tanya Daniel.


“Iya kent gue gak denger suara mobil lo masuk” ucap Dara.


“Gue pulang jam 2 pagi” ucap Ayna sambil menyimpan ponselnya di atas meja.


“Setelah meeting harus ngerjain berkas-berkas dulu jadi pulangnya pagi, dianter Rina sampai depan rumah doang” jelasnya.


“Beberapa hari ini papa perhatiin kamu sering pulang pagi sayang” ucap Valdo.

__ADS_1


“Iya pah soalnya lagi banyak banget kerjaan di tambah jam meeting juga banyak berubah” jelas Ayna, yang lainnya hanya menyimak pembicaraan mereka.


“Bulan ini schedule Kent emang padet banget tapi untuk bulan depan Kent udah minta kak Rina buat kosongin jadwal beberapa hari supaya kita bisa liburan bareng” jelasnya lagi, mendengar itu tentu saja di sambut baik oleh mereka.


“Serius lo? Gak bohongkan?” tanya Dara antusias, Ayna pun hanya mengangguk.


“Aaaaaaa thank you so much Kent” ucap Dara bahagia dan refleks memeluk Ayna lalu mencium pipinya. Karena ia memang duduk di samping Ayna.


“Udah-udah sekarang sarapan dulu” ucap Elina sambil membawa masakannya ke meja yang di ikuti oleh kakak iparnya dan juga pelayan.


Mereka sarapan dengan tenang dan tak ada yang mengeluarkan suara sedikit pun. Tapi tak lama telepon rumah berbunyi dan telepon itu untuk Ayna. Mau tak mau Ayna harus mengakhiri sarapannya dengan cepat lalu menelepon balik orang yang meneleponnya tadi.


“Kent udah selesai” ucap Ayna.


“Kent duluan kedepan ya mau nelepon dulu” ucapnya lagi. Mereka pun mengangguk mengiyakan. Lalu Ayna pun pergi setelah mendapat persetujuan.


Setelah meniggalkan ruang makan ia langsung menelepon Rina. Ya, yang tadi meneleponnya adalah Rina. Karena beberpa kali Rina menelepon ke ponselnya tapi tidak di angkat. Mereka mengobrolkan soal pekerjaan yang harus segera ia konfirmasi. Karena tidak bisa menungggu kedatangan Ayna ke perusahaan, Rina menelepon Ayna pagi-pagi ketika Ayna masih di rumah.


.


.


.


.


.


.


Hello Vini comeback 😂 Sumpah kepala Vini lagi mumet banget tapi Vini paksain nulis jadi maaf ya kalo kali ini kurang menarik 😥 O iya selamat menjalakan ibadah puasa bagi yang menjalakan 🙏 Kali ini Vini gk akan banyak ngomong jadi see you next time 😘😍💕

__ADS_1


__ADS_2