
Di lain sisi seorang pemuda sedang menikmati angin di rooftop sekolah sambil memejamkan matanya.
"nanti abis jam pelajaran lo pada jadi kesana?" ujar pemuda itu.
"Jadi lah" ujar salah satu temannya
"lo sendiri benaran gak bakalan ikut?" lanjutnya
Pemuda itu pun hanya mengangguk menjawab pertanyaan temannya.
"Lo lagi ada masalah bro?" tanya salah satu temannya yang lain
"Enggk kok" ujar pemuda itu sambil tersenyum
"Tumben amat lo gak ikut kita" ujar salah satu temannya
"huhh gue di suruh langsung balik" ujar pemuda itu
Mereka pun hanya mengangguk.
"Ehh si arya kemana?" tanya pemuda itu
"Ehh iya ya mana ya tu anak?" ujar temannnya
"Tadi ngomong ke guenya sihh mau ke toilet tapi kok ke toilet lama amat ya" lanjutnya bingung
***********************
Bel pulang pun berbunyi
"Ay lo jadi nemuin kak Adam?" tanya Hani
"Jadi" jawab Ayna datar
"Mau kita anter?" tanya Gina sambil berjalan ke bangku Ayna dan Hani
"Gak usah lagian deket kok" jawab Ayna sambil tersenyum
"Ya udah yu keluar" lanjutnya sambil berjalan
"Kakak gue udah jemput, gue sama kinar balik duluan ya" pamit jessy meninggalkan mereka sambil berlari melambaikan tangannya pada sang kakak
"Kalian bertiga hati-hati di jalan" ujar Kinar
"lo juga" ujar hani sambil mengangguk
"Taksi kita udah dateng tuhh Han" ujar Gina menunjuk mobil yang terparkir di depan gerbang
"Ya udah gih kalian pulang sana" ujar Ayna
"Ohhh lo ngusir kita nihh ceritanya" ujar Gina
"bukan gitu....."
"Araseo araseo, lagian gue cuma bercanda kok" ujar Gina memotong ucapan Ayna sambil tertawa
"Njirrrr lo harus liat muka panik lo itu Ay" ujar Hani yang ikut tertawa
"Udah sana kasian tuh supir taksinya" ujar ayna datar
"Yehh marah" ujar Gina meledek sambil tersenyum
"Ya udah kita cabut ya" ujar Hani
"Lo klo ada apa apa telepon gue" lanjut Hani sambil menutup pintu mobil.
Ayna pun mengeluarkan ponselnya dan langsung menghubungi seseorang
__ADS_1
"Dimana lo?"
"Gue udah di tempat"
"Ok Gue jalan sekarang" ujar Ayna sambil berjalan
"Ehhh buset lo masih di sekolah?"
"Hmmmm" gumam Ayna
"Ya udah buruan, lama ahh lo" ujarnya kesal
"Ya udah gue matiin ya bentar lagi nyampe nihh" ujar Ayna langsung mematikan panggilannya.
Sesampainya disana gadis itu pun mencari sosok yang sudah memiliki janji dengannya. Kedatangannya di sambut hangat oleh mereka yang ada disana. Dan menyapanya.
"Adam mana?" tanya Ayna pada salah satu pemuda disana.
"Nohh di dalem" jawab pemuda itu
"Ya udah gue masuk dulu ya" pamit Ayna yang dibalas anggukan oleh pemuda itu.
Gadis itu pun berjalan ke dalam bangunan kosong yang di sebut basecamp itu. Di dalamnya pun tak kalah banyak dengan manusia yang ada di luar. Banyak yang menyapanya. Setelah menemukan sosok yang ia cari, ia pun menghampirinya.
"Apa yang mau lo omongin?" tanyanya to the point
"Duduk dulu lah" ujar Adam
"Buruan Dam gue gak punya banyak waktu sekarang" ujar Ayna dingin
Adam pun menghela nafas.
"Kita butuh lo sekarang Ay" ujar Adam
"Bakalan panjang nih pembahasannya" batin Ayna
"Dam gue kan udah bilang sama lo klo gue gak bisa" ujar Ayna mengingatkan
"Please lah Ay, lagian lo mau sampai kapan ngindarin kita?" tanya Adam menahan emosinya.
"Iya Ay bener kata Adam, lo gak boleh terus terusan larut dalam masa lalu lo" ujar Rico mengingatkan.
Ayna pun berfikir sejenak lalu mengambil nafas dalam sebelum memberitahu keputusannya.
"Ok gue bantuin kalian" putus Ayna pasrah
"Nah gitu dong Ay, itu baru Aynanya kita" Puji Adam sambil tersenyum
"Welcome back Princes" teriak Adam sambil memeluk Ayna.
"Hmmmm" gumam Ayna
Mereka yang mendengar teriakan Adam pun ikut bahagia dan bertos ria.
Tak terasa hari pun sudah semakin sore. Ayna pun mengeluarkan ponselnya yang ternyata mati karna habis batre. Kemudian ia pun melihat jam tangannya yang menunjukan pukul 18.15.
"Mampus alamat kena omel dehh" batin Ayna
Ia pun langsung berpamitan pulang karna mamanya pasti khawatir.
******************
Seorang pemuda sedang berkutat dengan buku didalam kamarnya. Mengerjakan tugas yang harus ia kumpulkan esok hari.
Tok tok tok
"Masuk" ujar pemuda itu
__ADS_1
"Thur ada yang nyariin lo tuh di bawah" ujar Fikry, lalu pemuda itu pun mengalihkan pandanganya pada Fikry
"Siapa bang?" tanya pemuda itu
"katanya sihh temen sekolah lo" jawab Fikry
"Oh ya udah bentar lagi gue ke bawah" ujar Pemuda itu, lalu Fikry pun pergi dari kamar pemuda itu.
"Bentar lagi Fathurnya turun" ujar Fikry sambil tersenyum
"Ohh iya bang makasih" ujar Ridwan sambil tersenyum.
"Ya udah sorry nihh ya gue tinggal soalnya masih banyak kerjaan yang belum beres" ujar Fikry merasa tak enak
"Iya gapapa bang lanjutin aja kerjanya" ujar Ridwan tersenyum.
Setelah Fikry memasuki ruang kerjanya, Fathut pun menghampiri Ridwan.
"Ada apa?" tanya Fathur to the point sambil duduk
"Nihh gue di suruh ngasihin ini ke lo" ujar Ridwan sambil memberikan sebuah buku
Fathur pun mengernyit bingung
"Najwa yang nitipin tadi di sekolah" ujarr Ridwan
"katanya tadi mau balikin ke lo langsung tapi gak ketemu sama lo" lanjutnya, Fathur pun hanya ber-oh ria.
"Ya udah gue balik ya masih ada urusan soalnya.
"Gue anterin ke depan" ujar Fathur
"Gak usah mending lo kerjain tuh tugas matematika besok kan mapelnya" ujar Ridwan mengingatkan sambil terkekeh
"Aishh sial gue lupa lagi mana tugasnya bejibun" ujar Fathur kesal
"Udah ahh gue balik dulu ya" pamit Ridwan
"Bye, selamat bergadang" ujar Ridwan sambil berjalan keluar dan melambaikan tangannya.
"Sialan lo" ujar Fathur kesal, Ridwan yang mendengar pun hanya terkekeh.
Fathur pun mengeluarkan ponselnya yang berdering. Setelah melihat siapa yang menelponnya, ia pun mengangkatnya.
"Hallo" ujarnya
"........"
"Rumah" ujarnya
".........."
"Bang Fikry sama Angel"
"................."
"Hmmm"
".........."
"Kapan?"
"........."
"Ok" ujarnya lalu memutuskan panggilannya.
"Huhhhh Adam" batinnya
__ADS_1