
...Happy Reading...
...Typo bertebaran ...
.......
.......
.......
.......
.......
Hari yang sudah di tunggu-tunggu oleh semua orang akhirnya tiba. Acara yanag akan membuat Ayna menjauh dari segala kehidupan normal. Bencana yang perlahan-lahan semakiin mendekatinya. Meski hidup itu memang sudah lama ia tinggalkan.
Memilih pilihan yang membuatnya keluar dari zona amannya. Mulai hari ini ia akan selalu ada pada zona bahaya. Mungkin orang di dekatnya pun akan ikut terseret karenanya. Kehidupan SMA yang mulanya damai akan terus di banjiri dengan sebuah drama.
Pesta yang sangat meriah itu menjadi sorotan di seluruh dunia. Para paparazi pun berlomba-lomba mendapatkan foto sang penerus kerajaan bisnis keluarga Kenneth. Karena tak banyak yang tahu jika ada putri yang lain di keluarga itu.
Semua informasinya tertutup, itu semua dilakukan oleh tuan besar keluarga Kenneth yang tak lain sang kakek agar tak banyak yang mengincarnya sebelum hari penobatannya. Karena ia percaya akan banyak yang mengincar nyawanya.
Semua tamu menikmati pesta itu. Bahkan pemeran utama pesta itu menyambut langsung para tamu undangan. Banyak yang membicarakan kecantikannya, tapi ada juga yang meragukan kemapuannya hanya karena ia masih seorang remaja yang duduk di bangku SMA.
“Lo cantik banget Kent” puji Dara
“Thank's lo juga cantik Ra” puji Ayna.
“Emang gak salah ya pilihan Rafga selalu yang terbaik” ucap Dara.
“Emm iya sih, dia emang selalu tau apa yang gue pengen” ucap Ayna.
“Ya berarti Rafga itu perhatian sama lo” ucap Dara.
“Tapi emang bener-bener cuma Rafga sih yang bisa menjinakan lo” lanjut Dara.
“jinak, emang gue hewan apa” kesal Ayna, Dara pun hanya tertawa.
“Gue kesana dulu ya” pamit Dara. Ayna hanya mengangguk.
Banyak lelaki yang mencoba mendekatinya atau para orang tua yang ingin menjodohkan anak atau cucu mereka dengan putri dari keluarga Kenneth, tapi meraka hanya tersenyum dan menolak dengan halus. Para tamu undangan bukan hanya para pembisnis, banyak teman sekolah dan guru Ayna yang ikut menghadiri acara itu. Itu terjadi karena Sang kakek mengirimkan undangan kesekolahnya tanpa sepengetahuannya. Bahkan orang yang sudah lama tidak bertemu pun turut hadir dalam pesta tersebut.
Jika kalian bertanya apakah Adam ikut hadir dalam pesta itu maka jawabannya adalah iya. Tentu saja Adam hadir karena tanpa sepengetahuan tamu undangan pesta itu bukan hanya untuk acara penobatan seorang pewaris tapi pesta itu juga adalah pesta pertunangan Ayna dan Adam.
“Baiklah para mari kita masuk ke acara selanjutnya, yaitu acara pertungangan dari Ratu kita hari ini” ucap pembawa acara. Seketika para tamu terkejut mendengar itu. Tapi ada juga yang berpikir itu sudah tak aneh jika Ayna sudah memiliki tunangan.
__ADS_1
“Mari kita sambut Ratu kita hari ini, Ayna Lintar Kenneth. Dan juga Adam Putra Adimas Zellen” samut pembawa acara. Para tamu bertepuk tangan menyambut Ayna dan Adam. Ayna dan Adam pun tersenyum.
"Terima kasih untuk semua yang sudah hadir, sebenarnya kami sudah lama bertunangan tepatnya 1 tahun yang lalu di tanggal yang sama" uca Adam sambil tersenyum.
"Terima kasih juga untuk teman-teman dan pihak sekolah yang sudah membantu kami menjaga rahasia kami" lanjut Adam.
"Seperti yang kalian tahu tahun ini saya sudah menyelesaikan pendidikan SMA, Dan saya akan melanjutkan study S1 di luar negeri. Mungkin pesta ini bisa di bilang acara perpisahan juga karena saya harus segera berangkat" Jelas Adam. Ayna Hanya menatap Adam tak percaya. Ia tak menyangka Adam akan segera pergi tanpa memberitahunya terlebih dahulu. Adam yang merasa tangannya di genggam dengan sangat erat, mengalihkan pandangannya pada gadis di sampingnya sambil menunjukan senyuman seolah ia mengataan bahwa ia akan menjelaskannya.
"Seperti yang sudah jelaskan, mungkin Adam tidak akan bisa hadir di acara yang akan diadakan oleh pihak sekolah. Oleh karena itu kami mengundang teman-teman dan pihak sekolah karena bisa di bilang acara ini juga merupakan acara perpisahan dengan Adam" ucap Ayna.
"Semoga kalian menikmati acara ini. Dan terima kasih sudah hadir pada pesta hari ini" ucap Ayna sambil tersenyum. Lalu Adam dan Ayna pun turun dari panggung.
Di tengah kerumunan para tamu yang berbahagia seseorang berduka dengan kenyataan yang memang harusnya ia terima sejak lama. Tapi duka itu ia tutupi dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Tapi ternyata ada yang menyadari jka ia sedang berduka.
Selama acara teman-teman Ayna dan Adam belum bisa mengobrol bersama karena Ayna dan Adam harus menyapa rekan bisnis dan juga para investor yang datang. Hari itu mereka benar benar sibuk dengan para tamu dan juga wartawan yang ingin mewawancarai mereka berdua. Untungnya para saudaranya bisa mengatur semua itu.
“ini nihh yang gue gak suka kalo bikin pesta. Ribet” keluh Ayna.
“Hahaha sabar ya” ucap Adam sambil mengusap kepala Ayna.
“Sebentar lagi selesai kok” lanjut Adam. Ayna bermanja-manja pada Adam, ia tak ragu untuk menebar lagi kemesraannya di depan umum. Ia tidak peduli dengan pandangan orang lain saat itu ia hanya ingin bersandar pada Adam karena merasa lelah. Gaun dan juga heals yang ia gunakan saat ini benar-benar membuatnya lelah karena mengharuskannya bersikap anggun. Maka dari itu ia jarang sekali datang ke pesta. Menurutnya itu sangat melelahkan.
...****************...
Beberapa hari setelah pesta itu gelar. Ayna mulai menjalankan tugasnya. Meski sekarang tanggung jawabnya semakin bertambah tapi ia juga tidak melupakan sekolahnya. Ia akan datang ke perusahaan jika sedang ada kesadaan darurat atau meeting yang tidak bisa di wakil. Dan semua berkas di kirim melalui email atau dia akan datang ke perusahaan sepulang sekolah.
Meski Ayna sibuk teman-temanna terkadang mengungunjungi Ayna ke perusahaannya. Mereka selalu membuat Ayna melupakan sejenak masalah yang ada. Selalu membuat Ayna tertawa dengan lelucon atau pertengkaran mereka.
Di perusahaan saat ini sedang banyak berkas yang membutuhkan tanda tangannya segera. Dan itu membuatnya harus lembur di perusahaan.
“Ra, lo pulang aja duluan. Gue masih harus ngerjain berkas penting” ucap Ayna.
“Jadi lo gak bakaln pulang ke rumah?” tanya Dara,Ayna mengangguk mengiyakan.
“Lo bilang aja gue pulang ke apartement” ucap Ayna.
“Ok kalau gitu, tapi jangan lupa makan malam ya” ucap Dara.
“Tapi lo ke perusahaan sama siapa?” tanya Dara.
“Sebentar lagi jemputan gue dateng” ucap Ayna.
“Yang lain mana?” tanya Ayna yang melihat Hani dan Jessy.
“Di panggil ke ruang guru” jawab Hani.
__ADS_1
“Ada masalah?” tanya Ayna.
“Enggak kok palingan juga dimintain tolong” jelas Jessy.
“Sepupu lo yang lainnya mana?” tanya Jessy.
“Udah balik duluan” ucap Ayna.
“Tumben” ucap Hani.
“Biasa laki-laki pada bolos” jelas Dara.
“Emmm pantesan” ucap Hani.
“Ya udah gue cabut duluan ya, jemputan gue udah dateng” pamit Ayna sambil masuk kedalam mobil.
“Kenapa gak bareng Ayna” tanya Hani.
“Hari ini Kent ada urusan di perusahaan makanya gue gak ikut dia” jelas Dara.
“Tapi bukanya lo asistennya dia ya?” tanya Jessy.
“Iya gue emang asisten dia tapi gue cuma ngatur jadwal dia sama nemenn dia kalo ada perjalanan bisnis atau pesta selebihnya di kerjain sekertaris sama asistennya yang satu lagi” jelas Dara.
“Banyak amat asistennya” ucap Jessy.
“Gue cuma asisten kedua aja” ucap Dara.
“kenapa?” tanya Dara.
“mungkin karena dia masih sekolah” ucap Hani.
“Bener banget” ucap Dara. Lalu sebuah mobil berhenti di depan mereka.
“Hi guys” sapa Daren.
“Hi” ucap mereka bersamaan.
“Loh Ayna mana?” tanya Daren.
“Ke perusahaan” jawab Dara, Daaren hanya mengagguk.
“Ya udah guys kita balik duluan ya” pamit Dara dan Daren.
...----------------...
__ADS_1
Hi guys Vini comeback nihh 😆 Makasih banyak yang buat yang masih setia nungguin kelanjutannya 😁 Sebenernya udah 3 hari ini sakit jadi berhenti dari semua aktivitas tapi karena hari ini udah mendingan jadi bisa main Hp lagi meskipun di batas cuma 2 jam aja untung otak Vini bisa di ajak kompromi dan lagi mendadak pinter bikin cerita ini sekarang 😂 Kalau gitu see you next time 😘 karna waktunya udah lebih dan Hpnya juga mau disita dulu ortu 😣