Luka Hati

Luka Hati
Bab 23


__ADS_3

...Happy Reading...


...Typo bertebaran ...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Setelah makan siang besama Valdo dan tuan besar Kenneth, Ayna kembali ke kantor untuk meneruskan pekerjaan yang belum selesai. Sampai di perusahaan ia langsung mengerjakannya agar saat ia pulang nanti pekerjaannya tidak terlalu banyak.


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu matahari sudah mulai tenggelam. Ayna pun bergegas meninggalkan perusahaan karena waktunya tidak banyak. Malam ini harus mengurus masalah organisasi dan paginya ia harus segera berangkat lagi untuk menghadiri sebuah acara.


Waktu yang ia miliki saat ini sangat sedikit, bahkan berkumpul bersama keluarganya saja sangat sulit. Tapi inilah tanggung jawab yang harus ia penuhi. Mungkin juga banyak yang meragukan kemampuannya tapi tentu saja ia akan membuktikan pada mereka semua yang sudah meragukannya bahwa mereka semua salah karna sudah meragukan kemampuannya.


Pendidikan S1 nya sebentar lagi akan selesai dan ia akan langsung melanjutkan pendidikan S2nya. Meski kesibukannya akan bertambah tapi ia harus melakukannya. Dunianya kini benar-benar mulai berubah tidak ada lagi yang namanya bermain.


“Rina apa semuanya sudah tidak ada yang tertinggal?” tanya Ayna.


“Sudah nona, sudah tidak ada yang tertinggal kita bisa berangkat sekarang” jawab Rina.


“Kalau begitu beritahu pilot kita berangkat sekarang” ucap Ayna, Rina pun mengangguk dan kemudian pergi.


Perjalanan bisnis kali Ayna pergi menggunakan jet pribadinya. Menurutnya akan lebih memudahkan ia mengerjakan pekerjaaan kantornya. Ia jarang sekali menggunakan jet pribadi bahkan ketika ada bisnis atau apapun ia selalu meminta kakeknya untuk mengizinkannya menggunakan pesawat komersil.


Dari dulu dia memang mampu melakukan segala hal bahkan membeli barang mewah sekali pun ia bisa membelinya. Tapi ia tidak ingin membeli barang yang memang menurutnya tidak penting. Ia hanya ingin merasakan layaknya seorang remaja SMA yang senang bermain bersama teman-temannya. Meski terkadang ada juga yang berlomba untuk mempercantik diri dan memamerkan kekayaan keluarganya. Tapi bagi Ayna sudah cukup lingkungan di luar sekolahnya ia menjadi seperti seorang putri kerajaan yang harus bersosialisasi dengan anggota kerajaan lainnya.


Selama perjalanannya Ayna hanya meihat aipadnya dan mengerjakan semua pekerjaannya. Lelah sudah pasti, hanya saja ia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya begitu saja. Rina masih setia duduk Ayna disamping dan menemaninya.


“Rina apa proposal yang perusahaan Adam berikan sudah kamu cek? Kok belum ada pemberitahuan ke saya ya?” tanya Ayna.


“Sudah nona, Sudah saya cek kemarin” ucap Rina.


“Mau saya kirim sekarang sekarang nona?” tanya Rina.


“Iya tolong kamu kirim ke saya ya supaya pekerjaan saya cepet selesai” ucap Ayna.


“Sudah saya kirim bu ke email nona” ucap Rina.


Ayna pun kembali fokus pada pekerjaanya. Padahal ia sama sekali belum tidur tadi malam tapi Rina tidak mengetahuinya. Sampai pada akhirnya saat mereka sudah sampai di bandara seseorang dari organisasi menelepon Rina dan memberitahu bahwa Ayna sejak semalam belum tidur sama sekali. Jelas itu membuat Rina geram atas tindakan Ayna, sang adik sekaligus atasannya yang sangat tidak memperhatikan pola tidurnya. Ingin sekali Rina memarahinya tapi sekarang bukan waktunya untuk ia bersikap seperti kakaknya.


“Nona kita akan pergi ke hotel terlebih dahulu untuk istirahat setelah itu anda akan pergi ke perusahaan untuk melihat keadaan disana dan malam harinya baru kita akan menghadiri pesta perusahaan Mr. Smith” ucap Rina menjelaskan agendanya hari ini sambil berjalan disamping Ayna mengikutinya menuju keluar bandara dan Ayna pun hanya berdehem.


Seseorang di bandara melihat Ayna yang berjalan bersama sekertarisnya. Ia melihat Ayna dengan tatapan yang tidk bisa di artikan. Ayna yang merasa sedang di perhatikan ia pun membalikan badannya. Beruntung keadaan bandara tidak teralu ramai, dan dia bisa melihat orang itu tersenyum padanya. Menghiraukan orang itu ia segera masuk kedalam mobilnya dan meniggalkan bandara.


Ia merasa aneh dengan orang yang ia lihat di bandara. Ia merasa tidak mengenal orang itu, tapi sepertinya orang itu mengenalnya. Ia pun tertidur di dalam mobil, Rina yang melihat Ayna tertidur hanya tersenyum untungnya Ayna tidur jadi ia tidak perlu memarahinya terlalu nantinya.

__ADS_1


Ayna terbangun ketika mereka sudah sampai di depan hotel.


“Kita udah sampai?” tanya Ayna.


“Ya nona kita baru saja sampai” jawab Rina, Ayna pun keluar tanpa di bukakan pintu oleh supirnya.


“Bapak bisa pulang dulu nanti jam 10 bapak jemput kita” ucap Rina.


“Baik non. Kalau begitu saya permisi dulu non” ucap pak irwan. Rina pun menyusul Ayna yang sudah masuk kedalam dan akan cek in.


Setelah cek in mereka pun masuk kedalam kamar masing-masing, dan beristirahat. Di kamar Ayna ia sedang berkutat dengan laptopnya. Bukannya istirahat tidur ia justru malah mengerjakan perkerjaanya. Sedangkan Rina, ia sudah terbang ke alam mimpi.


Ayna selau mencuri waktu untuk tidur. Padahal jika ia tidur pun tidak akan ada orang yang memarahinya. Dan justru orang-orang akan menyuruhnya tidur. Tapi sayangnya Ayna tidak peduli dengan itu. menurutnya ini masih terlalu awal untuk bisa bersantai. Apalagi perusahaan baru saja pindah ke tangannya dan ia harus mempertahankan agar semuanya tetap baik-baik saja. Maka dari itu ia harus mempelajari perusahaan dengan benar ia juga harus mencari tahu siapa musuh dan siapa teman. Perusahaan tidak boleh sampai hancur di tangannya. Mungkin saat ini memang banyak sekali yang harus ia kerjakan tapi tidak lama lagi ia bisa mengatur waktunya dengan baik. Tanpa ada yang harus ia tinggalkan.


Dan kuliahnya juga akan berjalan dengan lancar tinggal menyusun skripsinya. Dalam waktu 1 minggu ini ia akan menyelesaikan skripsinya. Ya, meski ia sibuk dengan pekerjaana ia selalu sempatkan untuk menulis skripsinya dan berkonsultasi dengan dosennya.


Wisuda tanpa di dampingi oleh keluarganya sepertinya akan ia alami lagi. Padahal wisuda itu adalah ajang pembuktian diri bahwa ia berhasil lulus dengan menyelesaikan pendidikannya. Tapi ia tetap harus menjadi anak yang sangat pendiam dan anak yang biasa-biasa saja.


...****************...


Di sisi lain di sebuah apartement para pemuda sedang bersantai bermain game menikmati waktu libur.


“Ehhh guys si Adam udah cabut ke luar negeri kan ya” ucap salah satu pemuda itu.


“Ehh iya ya setahu gue kemarin dia berangkatnya tapi lo tau gak” ucap salah pemuda yang lainnya.


“Enggak” ucap mereka bersamaan.


“Yehh lu gue kan belum selesai ngomong” ucap pemuda itu.


“Bahkan dia udah beberapa hari kemarin dia gak masuk sekolah” ucapnya lagi.


“Ya emang lo gak tau apa kalo dia itu ternyata dari keluaga Kenneth dan jadi pewaris kerajaan bisnisnya” ucap temannya.


“Ehh Vin kok lo diam aja sih tumben amat” tanya pemuda itu.


“Gak papa kok santai aja lagian gue dari tadi nyimak kok gosip kalian” ucap Alvin.


“Lagian lo kaya cewek banget sih ngegosip kaya gitu” ucapnya lagi.


“Enak aja lu gue kan Cuma ngasih kabar doang” ucap temannya itu.


“Lahh kan si Tio ini mulutnya emang lemes banget kaya cewek” ucap Varo. Mendengar ucapan Varo mereka pun tertawa.


“Shuttt udah entar pak ketu ngambek” ucap Toni.


“Lah kok jadi pak ketu yang ngambek?” tanya Tio.


“Lo belum pernahkan liat si Ayna?” tanya Toni.


“Ya belum” ucap Tio dan Varo.


“Terus apa hubungannya sama pak ketu?” tanya Varo.


“Karna..........” ucap Toni menjedanya. Membuat Tio dan Varo kesal.

__ADS_1


“Karna si Ayna itu mantannya pak ketu” ucap Panji santai.


“Hahh” Tio dan Varo terkejut.


“Biasa aja dong kagetnya” ucap Panji.


“Serius Vin?” tanya Varo.


“Seriuslah gue aja kaget waktu dia ngomong gitu” ucap Tino.


“Tapi pak ketu belum ngasih penjelasan apa-apa” ucap Panji.


“Lo kan bilang bakalan ngasih penjelasan kalau si Tio ama si Panji dah masuk” ucapnya lagi.


“Bener tuh, ini udah lama banget dari sejak acara itu” keluh Tino.


“Berisik banget sih lo semua” ucap Alvin.


“Gue bakalan ceritain dari awa tapi jangan ada yang motong ucapan gue” ucapnya lagi.


Flashback


“Vin bisa gue minta tolong sama lo?” tanya Rafael.


“Minta tolong apa? Kalo gue bisa bantu pasti gue bantu” ucap Alvin.


“Kalo terjadi sesuatu sama gue, gue minta lo jagain Ayna” ucap Rafael.


“Kok lo ngomong kaya gitu?” tanya Alvin.


“Lo jangan ngomong gitu dong. Pokoknya lo harus baik-baik aja” ucap Alvin.


“Ya kan gue bilang kalo” ucap Rafael.


“Cuma lo yang bisa gue pecaya buat jagain dia” ucap Rafael.


“Masa lo mau percayain pujaan hati lo ke gue” ucap Alvin.


“Gimana kalo nanti dia malah terpikat sama gue?” canda Alvin.


“Kalo emang itu bisa buat dia jadi gak sedih karna keinget gue gak papa” ucap Rafael serius.


“Hehhh lo gak usah bercanda dehh. Lagian gue juga cuma bercanda” ucap Alvin.


“*Gue gak bercanda. Apa lo liat muka lagi bercanda” ucap Raf*ael.


.


.


.


.


...----------------...

__ADS_1


Hi guys Vini comeback nih 😂 Maaf ya panggilan bu bosnya aku ganti jadi nona 😅 Sebenernya aku tuh bingung mau pake yang mana. Kalau pake ibu kedengerannya agak gimana gitu terus juga kedengerannya kaya udah tua aja gitu 😂 Padahalkan si Aynanya masih remaja 😆 Makanya aku ganti. Tapi di bab sebelumnya belum aku ganti 😂 Nanti deh aku revisi lagi 😉 Tunggu kelajutannya ya 😍 See you next time 😘


__ADS_2