Luka Hati

Luka Hati
Bab 10


__ADS_3

Perlahan-lahan luka lama yang ia tutup mulai kembali mencuat. Sungguh bukan ini yang ia inginkan. Pun bukan maksud ia ingin menghindar dari masalah yang belum selesai. Ia hanya ingin menghadapinya ketika hatinya benar-benar kuat. Bukan seperti sekarang. Ketika hatinya masih diliputi dengan penuh luka.


"Alvin kembali dan gue rasa lo tau sama siapa dia balik" ucap Fikri lalu menghela nafasnya kasar.


Mendengar apa yang di ucapkan oleh Fikri membuat emosi Adam memuncak seketika. Sedangkan Deni, ia masih bisa mengontrol emosinya.


"Ya gue tau hal itu di sosmed" ucap Ayna datar seolah tak peduli padahal batinnya kini sedang berkecambuk. Dan Fikri hanya menganguk.


"Seandainya gue lebih dulu ketemu sama lo Ay" batin Fikri


Mereka hanya bisa menduga-duga apa yang akan terjadi.


*****************************


Setelah pembicaraannya dengan Fikri beberapa hari yang lalu. Membuat Adam semakin bertekad untuk meminang Ayna setelah ia lulus nanti. Tentu bukan tanpa alasan ia mempercepat rencana pernikahannya itu. Adam ingin mengobati luka yang sampai saat ini masih memberikan rasa sakit di hatinya.


Pertunangan mereka pun terjadi atas kesepakatan bersama. Meski selama ini Ayna tak pernah membahas hubungannya lebih lanjut tapi Adam tahu bahwa Ayna tak ingin memberikan luka jika mereka bersama nantinya.


Ya, ucapan Adam pada teman-teman Ayna pada waktu itu adalah kebohongan. Kebohongan yang mungkin akan menjadi kenyataan. Sejujurnya Adam senang bisa menjadi tunangan Ayna namun ada ketakutan yang membuat ia ragu dengan keputusannya.


Adam benar-benar takut Ayna kembali terpuruk. Baginya membiarkan Ayna bersama dengan Alvin itu adalah kesalahan terbesarnya. Tapi itu bukan berarti hanya itu kesalahannya pada Ayna. Masih banyak kesalahan lainnya. Yang ia pun tak tahu, apakah kesalahannya itu bisa di maafkan atau tidak.


Ia sama sekali tak bermaksud untuk menutupi kesalahannya. Tapi mungkin dilain waktu ia akan memberi tahu Ayna.


Disisi lain seseorang sedang tersenyum sambil melihat foto yang ada di tangannya. Orang itu begitu tak sabar untuk menemui seseorang yang sangat istimewa. Bahkan ia mempercepat keberangkatannya demi menemui orang itu dan mengangatakan sebuah kebenaran.


Kebenaran tentang kejadian beberapa tahun yang lalu yang ia simpan seorang diri. Kebenaran yang membuat seseorang terpuruk. Mungkin kebeneran ini bukan hal yang membahagiakan tapi ia tetap harus menyampaikannya. Agar tidak ada orang yang terluka karenanya.

__ADS_1


Menyimpannya seorang diri membuat dirinya merasa tertekan. Terkadang ia harus menerima kenyataan pahit. Jika orang yang menunggu kabar itu harus menjalani perawatan karena kesalehatannya menurun.


Sudah lama ia ingin menemuinya. Namun ada banyak hal yang harus ia lakukan. Karena tak mudah untuk menemuinya. Dan juga banyak orang yang mengincarnya. Dia harus melindunginya dari jauh. Meski sulit, ia tetap melakukannya. Karena itu adalah janjinya pada seseorang.


Meski akan terjadi kejadian yang tak menyenangkan ia tetap bertekad untuk menyampaikannya. Ia tak peduli dengan apa yang akan terjadi.


Malam ini angin berhembus dengann kencang. Di dalam kamar seorang gadis remaja sedang memandang foto seorang pria yang menjadi alasannya berubah. Ia mengusap foto itu lalu tak terasa ia menitikkan air matanya.


“Aku kangen kamu” ucap gadis itu.


“Andai kamu masih disini, aku gak akan ngerasa kesepian” lanjutnya.


Gadis itu mengungkapkan semua keluh kesahnya pada foto itu, seolah-olah orang yang ada di foto itu bisa mendengarkannya. Kehilangan yang ia rasakan masih melukai hatinya. Sosok yang menjadi penopang segala masalahnya, sosok yang menjadi penyemangat itu telah pergi. Ia benar-benar kehilangan. Bahkan saat itu ia harus di larikan ke rumah sakit karena terlalu banyak pikiran.


Setelah cukup lama bercerita dengan foto itu, ia memutuskan untuk tidur. Karena jam telah menunjukan larut malam. Itulah kebiasaanya sebelum tidur bercerita segala hal pada sosok yang ada di foto itu. Meski hanya sebuah foto tapi itu bisa membuatnaya merasa lebih tenang. Serasa seperti bebannya terangkat.


Pagi harinya ia terbangun karena seseorang mengetuk pintu kamarnya dengan sangat keras.


“KAK WOY BANGUN CEPETAN UDAH SIANG, SEKARANG HARI SENIN” teriak Daniel


“KALO LO TELAT BUKAN SALAH GUE YA” lanjutnya.


“IYA IYA GUE UDAH BANGUN BAWEL” teriak Ayna sambil bangun lalu pergi ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk ke sekolah.


Setelah selesai bersiap ia cepat-cepat turun hampir saja ia terjatuh jika ia tak bisa menyeimbangkan diri.


“Ya ampun kak” ucap Elina terkejut.

__ADS_1


“Hampir aja kamu jatuh. Makanya hati-hati dong dan gak usah lari-lari” lanjut Elina memperingaatkan.


“Iya maaf ya mama sayang”ucap Ayna.


“Papa mana ma?” tanya Ayna.


“Papa udah berangkat dari tadi soalnya ada meeting jadi buru-buru pergi” ucap Elina.


“Yahhh terus aku gimana dong?” tanya Ayna.


“Kamu berangkat sama ade kamu aja” ucap Elina.


“Eitsss gak ma nanti kalau ade nganterin dulu kakak yang ada Daniel telat ma” ucap Daniel menolak.


“lagian salah kakak juga sih tidur kok kaya orang mati” ledek Daniel.


“Hussss gak boleh ngomong kaya gitu de” ucap Elina menasehati.


“Hmmm iya maaf ya ma kak” ucap Daniel lirih.


“Iya, lain kali gak boleh ngomong kaya gitu lagi ya de, gak baik” ucap Elina. Daniel pun mengannguk.


“Ya udah Daniel erangkat ya ma telat” pamit Daniel.


“Yahh terus Kent gimana dong ma?” tanya Ayna.


“Ya udah biar mama yang anter kamu hari ini” ucap Elina.

__ADS_1


“Tunggu sebentar, mama ambil dulu kunci mobilnya” ucapn Elina. Lalu berlalu pergi mengambil kunci mobil di kamarnya.


Hay hay 😆😆😆 Gimana nihh kabar kalian? semoga sehat ya 😊 Maaf ya Vini baru Up sekarang 😓 Biasa akhir bulan banyak banget yang harus dikerjain belum lagi tugas kuliah 😥 ehh ehh kok malah curhat ya 😂 hehehe ya udah dehh semoga suka ya 😉 Makasih buat para readers yang udah baca atau pun yang masih baca 😊 Mohon dukungannya ya 😉😊❤❤


__ADS_2