
...Happy Reading...
...Typo bertebaran ...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Di pagi hari yang cerah yang seharusnya menjadi awal untuk Ayna memulai kembali semua aktivitasnya seperti semula kembali tertahan karena masalah yang muncul di organisasi. Ia juga memerintahkan semuanya untuk tidak memberitahukan masalah ini pada saudaranya. Sehingga saat ini Ayna masih di sibukkan dengan penangkapan pembunuh itu.
Sedangkan disisi lain Rina sudah masuk ke kantor dan mengerjakan pekerjaannya seperti biasa. Tanpa di ketahui olehnya Dara dkk datang ke perusahaan karena mendengar kabar bahwa Ayna sudah pulang. Dan mereka ingin membuat kejutan untuk Ayna.
"Kita langsung masuk aja nih?" tanya Kinar pada yang Dara. Dara pun hanya mengangguk mengiyakan. Mereka masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu tapi sayang saat mereka membuka pintu itu tidak ada siapa pun di dalam tapi mereka tetap berpikir positif, mungkin Ayna sedang meeting. Dara juga tahu saat ini di perusahaan sedang melakukan perekrutan besar-besaran. Oleh karena itu mungkin Rina juga sedang tidak ada di tempatnya.
__ADS_1
Saat ini Rina memang sedang meeting bersama dengan sekertaris Ayna yang baru. Dan saat mereka kembali dan ingin menyimpan berkas di ruangan Ayna, Rina terkejut melihat Dara dkk berada di dalam. sedangkan Dara dan yang lain mereka merasa senang karena Rina sudah kembali dan mereka merasa yakin jika Ayna juga sudah kembali. Namun sayang seribu sayang Rina mengatakan Ayna belum pulang karena ia masih punya beberapa urusan yang harus ia selesaikan sehingga membuat senyuman yang tadi berseri indah itu musnah.
Mereka tidak menyalahkan Ayna hanya saja mereka merasa kecewa karena kabar yang mereka dapat itu salah. Padahal ada banyak sekali rencana yang sudah mereka pikirkan jika Ayna pulang. Dan semua rencana itu sudah mereka pikirkan dengan matang. Tapi sayangnya lagi-lagi rencana itu gagal terealisasi. Mereka pulang dengan wajah sedih. Setelah kepulangan Dara dkk Rina melaporkannya pada Ayna. Juga memberitahukan wajah kecewa dan sedih Dara dkk saat mengetahui jika ternyata Ayna belum pulang juga.
Di markas Ayna juga memikirkan cara menebus kesalahannya. Tapi saat ini, ia masih belum bisa memikirkan caranya karena otaknya terfokus pada penangkapan pembunuh itu. Ayna dan anak buahnya akan melakukan penangkapan malam ini juga. Dan beruntungnya lokasi pembunuh itu nanti malam tidak jauh dari markasnya. Ia akan melakukan transaksi disana.
...****************...
Di negara lain Adam sedang fokus pada penjelasan dosen di depannya. Ia mencatat semua hal penting di bukunya. Ia juga ingin menyelesaikan studynya lebih cepat dari rencana awal. Ia ingin membuat kejutan untuk tunangannya dan setelah itu mereka membicarakan kelanjutan hubungan mereka jika semuanya berjalan dengan lancar.
Mata kuliahnya sudah selesai ia pun segera pergi ke apartemennya. mengerjakan beberapa urusan kantor yang papanya berikan. Adam tidak hanya kuliah disana tapi ia juga mengurus bisnis keluarganya yang ada disana. Hanya saja ia tidak pernah benar-benar datang ke kantor. Ia akan mengerjakan pekerjaannya di apartement ia sangat menghindar dari dunia luar jika tidak terpaksa karena urusan perusahaan ia akan melakukan pekerjaan atau meeting di tempat yang tertutup.
Ia bener-benar membatasi interaksinya. Ia tidak ingin tiba-tiba saja ada berita yang menghebohkan tentang dirinya bahkan sampai terdengar oleh Ayna dan keluarganya. Padahal sering sekali teman-temannya mengajaknya hangout tapi Adam menolaknya dengan halus dengan alasan bahwa ia memiliki pekerjaan yang harus ia selesaikan.
Adam selalu menghubungi Ayna menanyakan kabarnya. Bahkan ia juga tahu jika saat ini Ayna sedang mengalami masalah dengan organisasi dan saudara serta teman-temannya. Ia hanya bisa memberi semangat karena ia juga tahu cukup sulit untuk membujuk saudara dan teman-temannya itu sedangkan schedule Ayna sangat padat.
...****************...
Elina yang melihat Dara, datang menghampirinya tapi ketika melihat raut wajah sedih Dara ia pun memeluk Dara. Ia tahu penyebabnya pasti karena Ayna. Sejujurnya ia juga merasa kehilangan Anak perempuannya itu. Waktunya benar-benar berkurang. Dulu meski Ayna tidak banyak bicara tapi mereka akan selalu bertemu. Tapi sekarang ia sangat sulit untuk bertemu dengan anak perempuannya itu.
Elina membawa Dara ke ruang keluarga. Disana mereka sedang berkumpul. Melihat Dara yang menangis di pelukan Elina, mereka hanya bisa menghela nafas. Sedangkan Tuan besar Kenneth hanya menapnya datar. Ia sangat tahu bagaimana kedekatan Ayna dan Dara. Meski sering kali bertengkar tapi hal itulah yang membuat ikatan mereka sangat kuat.
Ia juga tidak bisa menyalahkan Ayna yang sangat sibuk karena itu adalah tanggung jawabnya sebagai pewaris tahta keluarga Kenneth. Begitu banyak yang harus ia urus. Ia juga membenahi struktur pekerja dan semua perturan yang ada.
"Udah sayang percaya deh sebentar lagi Kent pasti pulang" ucap Elina menenangkan sambil mengusap kepala Dara sayang.
__ADS_1
"Udah kali cengeng banget sih lo, biasnya juga di tinggal lama kaga nangis" ledek Ziel, tangis Dara pun semakin kencang. Membuat semua yang ada di situ menatap tajam Ziel.
"Kalo lo gak bisa nenangin mending lo diem aja" ucap Rafga tegas. Sedangkan orang yang sedang di khawatirkan sedang mengerjakan pekerjaannya dengan tenang.
Dara terus saja menangis sampai ia tertidur karena lelah menangis. Elina pun meminta Daren membawanya ke kamar. Mereka menatap Dara dengan sendu. Saat ini mereka bisa menenangkan Dara tapi mereka tidak tahu untuk lain waktu apa bisa menenangkannya atau tidak. Sebenarnya Dara sangat manja pada Ayna hanya saja Ayna tidak terlalu memanjakan Dara, agar Dara tidak terlalu bergantung padanya.
Matahari sudah kembali ke peraduannya di gantikan oleh sang bulan. Malam ini cuacanya juga cerah sehingga bisa melihat bintang yang bertebaran di langit. Malam ini juga Ayna dan anggotanya melancarkan aksinya. Rencana juga sudah mereka susun dengan sangat sempurna. Ayna juga menegaskan untuk mengutamakan diri sendiri dan meminta mereka untuk berhati-hati. Karena musuh yang mereka hadapi kali ini sangat licik.
Ayna juga memberitahu Rina soal ia akan ikut terjun langsung untuk misi kali ini. Tentu saja ia juga memintanya untuk merahasiakan semuanya. Rencana yang sudah ia susun juga tidak bocor pada anggota yang lain. Ya, Rencana itu hanya Ayna dan anggotanya yang ikut serta dalam misi itu yang tahu. Ayna mencegah adanya mata-mata yang mengetahui rencana itu. Meski musuh akan tahu bahwa Ayna akan ikut serta untuk misi itu tapi yang terpenting mereka tidak tahu rencana mereka.
Saat ini mereka sudah berada di posisinya masing-masing, dan tentunya dengan perlengkapan senjata yang sudah mereka siapkan. Ayna menunggu di tempatnya untuk menyergap musuhnya ia juga yang akan mengambil kembali barang miliknya. Jika dugaannya benar maka pemimpin mereka akan ikut keluar jika ia juga ikut menunjukan dirinya. Sejauh ini mata-mata itu masih berguna untuknya sehingga ia juga bisa memprediksi gerakan musuhnya. Tapi setelah masalah ini selesai tentu saja ia juga akan selesai.
Ayna harus menjadikan dirinya sebagai umpan meski tingkat resiko yang akan dihadapinya juga sangat besar. Karena sampai saat ini ia masih belum tahu motif dari musuhnya ini. Ketika target yang mereka cari sudah muncul mereka mulai menjalankan aksinya. Ayna ikut membantu angotanya dari tempatnya saat ini. Ia akan menunjukan dirinya jika keadaan sudah mulai tidak terkendali. Oleh karena itu ia menhimbau para anggotanya untuk lebih berhati-hati.
Leader dari pihak lawan mulai menintrupsi untuk berhenti menyerang. Ia membawa seorang tawanan yang tentu saja membuat Ayna terkejut. Ia tidak mengetahui jika musuhnya memiliki seorang tawanan. Dan tawanan itu adalah orang yang sangat ia kenal.
“Saya tahu anda ada disini. Keluarlah jika anda tidak ingin orang yang berada di tangan saya sekarang terluka” ancam leader musuh.
Semua anggota Ayna juga berhenti menyerang dan menunggu perintah dari Ayna. Mereka memang tidak mengetahui jika musuh memiliki tawanan apalagi tawanan itu adalah orang terdekat dari leader meraka. Dengan sangat terpaksa Ayna memerintahkan mereka menggunakan rencana cadangan mereka. Dan Ayna pun keluar dari tepat persembunyiaannya.
“Sekarang gue udah ada di hadapan lo jadi lepasin dia” ucap Ayna dingin.
...----------------...
Hi guys sorry baru Up 😂 Seminggu ini bener-bener cape banget tugas Vini numpuk mana laptop Vini juga di servis 😥 jadi cuma bisa ngerjain tugas yang udah masuk deadlinenya 😣 Main tebak-tebakan yu 😆 Kira-kira siapa yang di sandera sama musuhnya Ayna itu 😆 Komen ya 😉
__ADS_1