Luka Hati

Luka Hati
Bab 4


__ADS_3

"Ehh Dam lo ikut ke katin?" tanya Rico sambil memasukan bukunya kedalam tas.


"Iya, sekalian gue mau ketemu Ayna" jawab Adam sambil tersenyum lalu Rico pun hanya mengangguk.


"Jadi gosip ini bener dong Dam?" tanya Danu sambil memberikan ponselnya.


Adam yang kebingungan pun langsung mengambil ponsel Danu.


"Maksud lo apa sih Nu" tanya Rico bingung


"Makanya update dong co" ledek Danu


"Tuh hp jangan anggurin jadi ketinggalan berita kan" lanjutnya


"Hmmm" gumam Rico


"Lo liat aja berita di grup sekolah" ujar Danu


Saat melihat berita itu Adam pun tertawa dan kadang hanya tersenyum melihat semua komentar komentar itu lalu memberikan ponsel itu kembali pada Danu. Kedua temannya pun menatap Adam bingung. Menurut mereka isi dari berita itu tidak ada yang lucu.


"Dam lo sehatkan?" tanya Danu cemas lalu mendapat jitakan dari Rico


"Awww lo apaan sihh kok jitak gue?" tanya Danu sambil mengusap kepalanya yang sakit.


"Gue sehat kok Nu" ujar Adam sambil terkekeh


"Terus napa lo ketawa gitu?" giliran Rico bertanya penasaran


"Udah lahh gak usah dibahas mending kita langsung ke kantin aja" ujar Adam yang langsung berjalan meninggalkan kedua temannya yang masih kebingungan.


"Gitu tuhh yang udah gak sabar ketemu doi temennya ditinggal" ujar Danu kesal


"udah buruan kita susul tu orang" sambil berjalan meninggalkan Danu yang masih menggerutu.


"ishhh punya temen gak ada yang bener dahh main ninggalin aja" gerutu Danu kesal


"Woy Rico tungguin gue dong" teriak Danu sambil berlari mengejar Rico. Utungnya kelas sudah kosong.


************************************


"Pulang sekolah jadi kan?" tanya Kinar sambil meminum tehnya


"Jadi lahh" ujar Hani


Seketika kantin pun menjadi ramai karena teriakan para siswa.


Adam pun duduk di bangku tempat teman-teman Ayna berada.


"Ayna mana kok....."


"Sakit jadi gak masuk" potong Gina


"Sakit apa?" tanya Adam cemas


"Demam" ujar Jessy


Adam pun langsung mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. Tak lama terdengar suara dari seberang sana.


"Lo dimana?" tanya Adam khawatir


".............."


"lo gapapa kan? Gue kan udah bilang biar gue yang anterin lo ngeyel sih lo. Lo udah makan? minum obat? Demamnya udah turun?" cerca Adam khawatir. Di seberang sana pun tertawa mendengar pertanyaan Adam itu. Sedangkan mereka yang menyaksikan kecemasan Adam pada awalnya bingung siapa yang berbicara dengannya di telepon. Namun setelah mendengar pertanyanyaan Adam yang beruntun itu mereka tahu siapa yang di telepon oleh Adam dan hanya menganggukan kepala.


"............"


"Lo tu emang jago bikin orang khawatir tau gak by" ledek Adam


"................."


"Pokoknya setelah ini lo dalam pengawasan gue" ujar Adam


"Gue gak mau kecolongan lagi Ay" lanjut Adam lirih namun masih terdengar oleh mereka. Mereka pun mengernyit bingung kecuali Rico.


"..........."


"Ya udah lo istirahat gih, get will soon by" ujar Adam tersenyum lalu mematikan panggilannya.


Adam pun berdiri dan kemudian pergi meninggalkan kedua temannya di kantin tanpa sepatah kata.


"Kebiasan dahh tu si Adam main pergi pergi aja" ujar Danu kesal


"Ehhh gila tu kak Adam main pergi aja, untung ganteng" ujar Kinar


"Sorry ya guys soal Adam barusan" ujar Rico tulus


"It's okay kak gak masalah" ujar Hani sambil tersenyum


"Ya udh kita cabut nyusul Adam ya" pamit Rico


Lalu Rico dan Danu pun pergi menyusul Adam.


**************************************


Dilain tempat Ayna sedang membaca novel karena bosan sedari tadi ia hanya tidur. Mendengar ponselnya bebunyi ia langsung mengambilnya dan melihat siapa yang menelponnya lalu mengangkat panggilan itu.


"Hallo" ujar Ayna


"Lo dimana?" tanya Adam cemas


"Lo gapapa kan" lanjut Adam

__ADS_1


"Gue? Di rumah. Gapapa kok" tanya Ayna bingung.


"Lo gapapa kan? Gue kan udah bilang biar gue yang anterin lo ngeyel sih lo. Lo udah makan? minum obat? Demamnya udah turun?" cerca Adam khawatir.


"Ck lo kalo nanya tu satu- satu napa kaya di kejar-kejar debcolector gitu" ujar Ayna sambil tertawa.


"Tapi btw gue gapapa kok. Gue juga udah makan, udah minum obat juga. Kalo masalah demam. Udah agak turun" lanjut Ayna


"Lo tu emang jago bikin orang khawatir tau gak by" ledek Adam


"Haha gue kira lo nelpon ada yang penting ehh taunya gak penting" ujar Ayna sambil terkekeh.


"Pokoknya setelah ini lo dalam pengawasan gue" ujar Adam


"Gue gak mau kecolongan lagi Ay" lanjut Adam lirih


"Hmmmm iya Dam. Udah ahh jangan melow gitu dehh by. Muka lo pasti jelek deh melow kaya gitu" ujar Ayna sambil tersenyum.


"Ya udah lo istirahat gih, get will soon by" ujar Adam tersenyum.


"Thank's" ujar Ayna sambil tersenyum. Lalu panggilan itu pun mati.


"Kita terluka dengan hal yang berbeda tapi saling berkaitan. Gue kira dengan kepergian gue lo bakal baik-baik aja Dam. Sorry karna saat itu gue ninggalin lo sendiri. Gue harap lo ngerti keadaan gue saat itu" ujar Ayna lirih. Tak terasa air pmatanya jatuh kembali.?


Tok tok tok


"masuk" ujar Ayna sambil mengusap air matanya.


"Ada temennya non" ujar bi Ratih


"Siapa bi?" tanya Ayna


"Gue" ujar Adam dari belakang bi Ratih lalu berjalan mendekati Ayna.


"Lo bolos?" tanya Ayna


"hehehe" sambil menunjukan deretan giginya.


"Lo tuh udah kelas 12 Dam. Kalo bolos terus yang ada nanti lo gak lulus" ujar Ayna kesal sambil memukul-mukul Adam.


"Lulus lahh gue kan pinter" ujar Adam sambil tersenyum dan Ayna masih terus memukulnya.


"By udah dong sakit tau" ujar Adam memelas sambil memegang kedua tangan Ayna hingga membuat mereka saling berhadapan. Adam pun mencium kening Ayna sayang.


Dalam waktu yang bersamaan Daniel masuk ke kamar Ayna dan melihat keintiman kakaknya dengan seorang lelaki.


"Oppsssss sorryy gue gak liat kok kak" ujar Daniel sambil memalingkan wajahnya dan terkekeh. Lalu Adam pun membalikan badannya melihat Daniel yang masih berdiri di depan pintu dan duduk di samping Ayna.


"Lo apaan sihh main masuk kamar gue kebiasaan" ujar Ayna kesal


"Ya mana gue tau kalo lagi sama cowok" ujar Daniel terkekeh.


"Makanya biasain ketuk pintu dulu kalo masuk kamar gue" ujar Ayna dingin


"Ehhh lohhh kak Adam ternyata gue kira siapa" ujar Daniel terkejut.


"Udah lama lo disini kak?" tanya Daniel sambil berjalan menghampiri mereka.


"Emmm lumayan lahh. Dari jam pelajaran terakhir aja" ujar Adam santai


"Itu apaan de?" tanya Ayna


"Bubur sama obat lo kak" ujar Daniel sambil menaruhnya di meja


"Ya udah gue keluar ya, makan dulu terus di minum obatnya" lanjurnya.


"Hmmm iya makasih" ujar Ayna. Daniel pun hanya mengangguk dan tersenyum menanggapinya


"Jangan macem lo ya kak" goda Daniel sambil berlari keluar. Adam yang melihatnya pun tertawa.


"DANIEL AWAS YA LO" ancam Ayna sambil teriak.


"Udah-udah mending sekarang lo makan dulu nihh gue suapin" ujar Adam


"Gue bisa sendiri Dam" ujar Ayna cemberut


"Udah nihh aaa" ujar Adam menyuapi Ayna.


"Gue tau lo itu paling susah makan kalo lagi sakit jadi gue suapin" ujar Adam sambil terus menyuapi Ayna. Ayna yang mendengar ucapan Adam hanya cemberut. Ayna pun memakan buburnya dengan di temani pertengakarannya dengan Adam hingga tak terasa buburnya pun telah habis. Dan langsung meminum obat yang diberikan oleh Adam.


"Lo gak ke basecame?" tanya Ayna


"Hari ini gak dulu dehh kan lo lagi sakit" ujar Adam sambil memejamkan matanya.


"Kalo lo mau kesana gapapa kok" ujar Ayna sambil mendudukan dirinya dengan bersender ke kepala ranjang di samping Adam yang sedang tiduran.


"Enggak ahh. Hari ini gue mau memenin lo aja" ujar Adam sambil menggeserkan kepalanya ke pangkuan Ayna. Ayna yang melihatnya pun hanya menggelengkan kepalanya.


Mereka pun kembali terdiam hingga tertidur.


"Assalamu'alaikum tan" ujar mereka bersamaan.


"Ehhh kalian. Waalaikumsalam" ujar Elina sambil tersenyum


"Gimana keadaan Ayna tan?" tanya Hani sambil tersenyum.


"Udah mendingan kok, kalian langsung ke kamarnya aja. Nanti tante suruh bi Ratih bawain minuman sama cemilannya ke atas" ujar Elina


"Duhh maaf jadi ngerepotin tan" Ujar Hani tak enak.


"Enggak kok gak repot" ujar Elina

__ADS_1


"Ya udah tan kita ke Ayna dulu ya" pamit Gina


"Ayna" teriak Kinar sambil membuka pintu dan mereka pun terkejut melihat pemandangan di depan mereka. Adam yang tertidur di paha Ayna sambil memeluknya.


"Suttttt bisa gak sihh lo gak pake teriak-teriak" ujar Ayna dingin sambil mengucek matanya khas bangun tidur dan Adam pun mengeratkan pelukannya.


"Untung aja ni orang gak bangun ngedenger suara toa lo itu" lanjut Ayna sambil membelai ramput Adam.


"Itu kak Adam?" tanya Kinar kepo yang dijawab dengan sebuah anggukan oleh Ayna.


"Lo sama kak Adam?" ujar Jessy hati-hati


"Permisi Non ini minuman sama cemilannya" ujar bi Ratih sambil tersenyum melihat Adam memeluk Ayna posesif.


"simpen di meja aja bi, makasih" ujar Ayna


Bi Ratih pun menyimpannya di meja kemudian pamit keluar untuk melanjutkan kembali perkerjaannya. Setelah kepergian bi Ratih mereka menatap tajam Ayna.


"Jadi sebenarnya lo sama Adam tuh gimana?" tanya Gina


"Iya terus nyokap lo tau? Kalo Adam sama lo tidur bareng" tanya Kinar, Ayna pun mengangguk.


...Mereka menatap Ayna bingung sekaligus terkejut dengan jawabannya. Tak lama ponsel Adam berdering. Lalu Ayna mengambil ponsel di atas nakas dan mengangkat panggilan itu setelah melihat nama penelepon....


"Hallo Mas kamu dimana?" Tanya bunda


"Hallo bun, Dimasnya lagi di rumah Ayna bun" ujar Ayna sambil tersenyum


"Ohhh di rumah kent ya, gimana kabar kamu sayang?" tanya Bunda


"Emm alhamdulillah baik kok Bun" ujar Ayna


"Bunda sama Ayah gimana kabarnya" tanya Ayna


"Bunda sama Ayah baik kok" ujar Bunda sambil tersenyum.


"Oh iya Dimasnya kemana? Kok kamu yang angkat sayang?" tanya Bunda


"Ada kok Bun cuma lagi tidur aja jadi Ayna dehh yang angkat hehe" ujar Ayna


"Mau Ay bangunin Dimasnya Bun?" tanya Ayna


"Gak usah sayang, kamu bilangin aja nanti 1 jam lagi jemput bunda di butik" ujar Bunda


"Ohhh ya udah nanti Ay bilangin ke Dimas Bun" ujar Ayna


" Ya udah kalo gitu Bunda tutup ya ada pelanggan nihh" ujar Bunda


"Dah sayang" lanjut Bunda


"Dah Bunda" ujar Ayna. Panggilan pun terputus. Lalu Ayna pun menyimpan kembali ponsel Dimas di atas nakas.


"Nyokapnya Dimas?" tanya Hani


"Iya" ujar Ayna dingin


"Bukannya hpnya kak Dimas pake sandi ya?" tanya Jessy bingung


"Ehhh iya kok lo bisa angkat teleponnya sihh? Lo tau sandinya?" cerca Kinar


"Bentar sebelum gue jawab, gue bangunin Adam dulu" ujar Ayna


"Dam bangun cepetan kaki gue pegel nihh" ujar Ayna lembut sambil membelai rambut Adam.


"Bentar lagi ya by masih ngantuk" ujar Adam yang masih memejamkan matanya.


"Gak ada bentar-bentar Dam tadi Bunda nelepon loh" ujar Ayna lembut


"5 menit lagi dehh ya by. Masih cape akunya" ujar Adam


"Dam ayo dong bangun cepetan kasian nanti bunda nungguin kamunya kelamaan" ujar Ayna lembut sambil memcium pipi Adam. Teman-temannya pun tak menyangka perlakuan dan sikap Ayna yang lembut.


Adam pun bangun setelah merasakan pipinya di cium oleh Ayna. Itu lah cara yang ampuh untuk membangunkan Adam.


"Night by" ujar Adam lalu mencium pipi Ayna.


"Masih sore Dam" ujar Ayna


Sebuah deheman mengintrupsi mereka berdua


"Ehemmmm berasa dunia milik berdua kali ya" ujar Kinar


"Ada kalian ternyata" ujar Adam santai sambil mendudukan dirinya disamping Ayna.


"Sekarang lo jawab pertanyaan kita yang tadi" ujar Hani tegas


"Iya hpnya Adam emang pake sandi dan gue juga tau sandinya" ujar Ayna malas. Adam yang tau arah pembicaraan mereka ikut membuka suara.


"Iya Ayna emang tau sandi hp gue" ujar Adam membenarkan ucapan Ayna


"Ayna juga tau sandi apartemen gue, terus dia juga tau pin atm gue. Pokoknya semua kode yang berhubungan sama gue. Begitu pun sebaliknya" jelas Adam.


Mereka pun terkejut mendengar penjelasan Adam. Dan membuat mereka semakin bingung tentang hubungan Adam dan Ayna. Ayna pun menatap tajam Adam.


"Awas lo dam. Udah bikin gue susah" batin Ayna


"Benar Ay?" tanya Kinar kepo


"Bener lahh emang ada yang salah?" ujar Adam


"Gue rasa sihh enggak ada yang salah" ujar Adam sambil berfikir

__ADS_1


"Emmm bukan gitu kak maksudnya..." ujar Hani menghentikan perkataannya karena merasa tak enak.


__ADS_2