
...Happy reading...
...Typo bertebaran ...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Beberapa tahun telah berlalu, Ayna pun semakin sibuk dengan pekerjaanya. Rutinitas liburan bersama keluarga dan temannya pun masih ia lakukan. Hanya saja ada beberapa kegiatan yang kini tidak di ketahui oleh siapa pun.
Hubungan dengan Adam sudah berakhir. Rencana mereka pun berjalan dengan lancar, semua sesuai dengan apa yang mereka rencanakan. Meski ada sedikit hambatan sebelumnya. Tapi kini ia mulai kembali menikmati kehidupan yang ia jalani tanpa ada beban yang ia tanggung seperti sebelumnya
Berakhirnya hubungan Ayna dan Adam membuat semua orang bertanya-tanya. Banyak spekulasi bermunculan, mulai dari adanya orang ketiga dan lain sebagainya. Paparazi pun terus mengejar Ayna dan Adam, sehingga baik Ayna maupun Adam membuat klarifikasi bahwa memang sudah tidak ada kecocokan lagi di antara mereka. Mungkin itu sebuah alasan klise tapi hanya itu yang bisa mereka ucapkan pada semua media.
Jika kalian bertanya bagaimana hubungana mereka saat ini maka jawabannya adalah mereka menjalani kehidupannya masing-masing. Masih saling berkomukasi hanya saja tidak seintens dulu. Hari-harinya menjadi lebih hidup setelah masalah ia hadapi selesai.
Kini Ayna tidak lagi tinggal di mansion keluarga utama. Ia memilih tinggal di kediamannya sendiri karena menurutnya terlalu jauh jika ia harus pulang ke kediaman utama sehingga ia memutuskan untuk membeli rumah yang dekat dengan kantor dan juga markas organisasinya. Meski sempat mendapat tentangan dari semua orang tapi akhirnya ia bisa meyakinkan semua orang untuk mengizinkan ia tinggal di rumahnya sendiri.
__ADS_1
Yang sebenarnya rumah itu sudah ia siapkan sejak lama namun baru bisa ia tempati saat ini. Banyak yang sudah ia rencanakan. Bahkan ia juga meminta Rina untuk agak melonggarkan kesibukannya. Ia menyuruh Rina untuk mencari pasangan. Karena ia tahu selama ini Rina tidak pernah memiliki waktu untuk dirinya sendiri. Padahal sudah jelas itu hanya alasannya. Itu ia lakukan agar ia bisa menikmati waktunya sendiri. Sudah jelas bukan? Waktunya benar terkuras untuk bekerja beberapa tahun ini. Bahkan samapai ia menyelesaikan pendidikan S2nya mereka masih saja sibuk bekerja.
Ia hanya ingin Rina menjalani kehidupannya dengan normal tanpa memikirkan pekerjaan. Bahkan perusahaannya selalu menjadi incararan para investor untuk berinvestasi. Dan perusahaanya juga berkembang sangat pesat sehingga ia menduduki urutan ke-2 se-Asia.
Jangan tanyakan bagaimana percintaanya saat ini. Karena semenjak hubungannya dengan Adam berakhir ia tidak pernah lagi menjalin hubungan dengan lelaki mana pun. Bukan tanpa alasan ia melakukannya, saat ini ia hanya ingin menjalani hidupnya dengan tenang tanpa harus memikirkan masalah percintaan. Menurutnya akan ada waktunya nanti ia akan kembali memikrkan masalah percintaannya. Hanya saja sekarang ini belum waktunya.
...****************...
Ayna mengejakan pekerjaan kantornya dengan serius hingga ia tidak sadar jika Rina masuk ke ruangannya.
“Maaf Miss sekarang waktunya meeting” ucap Rina.
“Ohh baik” ucap Ayna, lalu berjalan meninggalkan Rina di belakangnya. Meeting pun berjalan dengan lancar.
Selesai meeting mereka berbincang sebentar. Dan Ayna pun mengantar partner bisnisnya itu ke lobi untuk menjemput buah hatinya yang menunggu disana bersama baby sisternya karena mereka akan makan siang bersama. Sedangkan asisten pribadi Naufal izin untuk pergi makan bersama temannya.
“Dimana Cantik?” tanya Naufal.
“Nona sedang ke toilet tuan” ucap baby sister itu.
Sebenarnya ia penasaran kenapa istri Naufal tidak ikut bersamanya. Tapi ia tidak terlalu memikirkannya karena bagaimana pun itu bukan urusannya.
Terlihat seorang gadis sedang berlari ke arah mereka dan langsung memeluk Ayna. Semua yang ada di sana memperhatikan interaksi kedua wanita yang berbeda usia itu.
“Hi sayang. Masih inget sama tante ternyata” ucap Ayna membalas pelukannya Cantik pun mengangguk. Ayna yang merasa bajunya basah pun melepas pelukannya dan menatap gadis itu.
“Hey are you okay?” tanya Ayna mengelus rambut dan menghapus air matanya. Namun ia tak menjawab pertanyaan Ayan dan malah kembali memeluk Ayna lalu menagis di pelukan Ayna. Naufal yang melihat anaknya terus menangis di pelukan Ayna pun bingung. Hingga akhirnya Ayna memutuskan untuk makan siang di ruangannya dan meminta Rina untuk memesankan makanan untuk mereka. Mereka pun pergi ruangan Ayna, sesampainya disana Cantik masih menagis di pelukan Ayna.
__ADS_1
Di ruangan itu hanya ada Ayna, Naufal, Cantik dan baby sister yang menggendong si kecil. Ya, karena tadi Naufal harus menggedong sang kakak yang sedang menangis.
“Hey cantiknya aunty ini kenapa nangis?” tanya Ayna.
“Mungkin karena dia kangen sama kamu, soalnya aku gak bilang mau ketemu kamu” ucap Naufal, mendengar ucapan Naufal itu membuatnya terkejut. Serindu itukah gadis itu padanya hingga ia menangis.
“Kamu kangen sama aunty sayang?” tanya Ayna, gadis itu pun mengangguk. Ayna dan Naufal pun tertawa. Mereka pun menikmati kebersamaan itu. Sang baby sister yang melihat nonanya manja pada Ayna pun tersenyum. Karena jarang sekali nonanya itu manja seperti itu.
“Dari pada pegel di gendong terus mending tidurin aja di kamar” ucap Ayna pada baby sister yang menggendong si kecil yang sedang tertidur.
“Kamarnya yang itu. Abis nidurin kamu balik lagi kesini kita makan siang bareng” lanjunya sambil menunjukan kamarnya. Tak lama setelah itu Rina datang membawa makanan yang mereka pesan. Ayna juga mengajak Rina untuk makan bersama mereka tapi ia menolaknya karena ia akan makan bersama temannya. Baby sister yang mendengar Rina akan makan di kafetaria kantor pun meminta izin untuk ikut bersamanya. Sehingga menyisakan Ayna, Naufal dan cantika di ruangan itu. Eitss dan juga si kecil yang sedang tidur di kamar.
Mereka bertiga pun menikmati makanan mereka dengan Cantika yang minta di suapi oleh Ayna. Meski sempat di minta untuk makan sendiri oleh sang ayah tapi Ayna tak keberatan untuk menyuapi Cantika dan memanjakannya. Naufal yang melihat hal itu pun hanya menggelengkan kepalanya. Kedekatan mereka itu sampai di telinga keluarga besar Ayna. Mereka pun tak menanggapinya dengan serius karena mereka tahu Ayna seperti apa. Jangan tanya mereka tahu dari mana, karena sudah pasti mata-mata keluargannya yang melapor.
Selesai makan mereka bercanda dan Cantika mengutarakan keinginannya pada Ayna. Ia ingin pergi ke rumah Ayna. Pernyataan itu tentu saja membuat Naufal dan Ayna terkejut. Naufal benar-benar tidak menyangka anaknya itu akan meminta hal itu. Tapi lagi-lagi Ayna menyetujui permintaan putrinya itu. Ayna benar-benar memanjakan putri sulungnya itu. Meski begitu ia merasa senang karena putrinya merasa bahagia.
“Tapi sayang dady masih ada kerjaan hari ini. Gimana kalau lain kali mainnya?” tawar Naufal. Cantika pun menghela nafas kecewa. Ayna yang melihat itu pun tidak tega.
“Kak Naufal ada meeting lagi hari ini?” tanya Ayna yang di balas anggukan oleh Naufal.
“Dimana? Lama gak?” tanyanya lagi.
“Cuma sebentar, di Kafe yang ada di Mall deket sini” jawab Naufal, Ayna pun mengangguk. Kemudian memanggil Rina untuk segera ke ruangannya. Dan menanyakan jadwalnya apakah ada pekerjaan yang harus ia selesaikan hari ini juga. Setelah mendapat jawaban yang memuaskan ia memberitahu Rina bahwa ia akan pulang lebih cepat hari ini. Tapi ia tidak meberitahu Rina alasannya. Setalah tidak ada lagi urusan Rina pun keluar dari runganan Ayna.
“Karena hari ini aunty free gimana kalau kita ikut dady meeting? Nanti selesai dady meeting kita main ke rumah aunty” ucap Ayna. Mendengar perkatakaan Ayna itu membuat gadis yang tadi merasa sedih itu kembali tersenyum.
“Kamu serius Ay?” tanya Naufal memastikan. Ayna pun mengangguk mengiyakan. Naufal lagi-lagi terkejut dengan keputusan Ayna itu. Ia benar-benar tidak tahu lagi harus bagaimana. Ia merasa tidak enak pada Ayna karena harus menuruti keinginan putri sulungnya itu.
__ADS_1