Luka Hati

Luka Hati
Bab 11


__ADS_3

Sorry kalo masih banyak typo


Happy reading


...***************...


Hari senin adalah hari yang sangat di benci oleh para siswa. Karena mereka harus berpanas-panasan di tengah lapang dan juga hari dimana mereka harus menggunakan atribut dengan lengkap. Jika tidak maka hukuman akan menanti.


Tak ada toleransi di hari senin. Semuanya benar-benar berjalan seperti seharusnya. Tetapi bukan berarti hari yang lainnya bebas. Hari yang lainnya pun masih dengan peraturan yang sama, hanya saja ada beberapa atribut yang tak perlu dipakai. Misalnya topi.


Setelah selesai upacara para siswa berbondong-bondong pergi menuju kelas masing-masing. Tetapi ada juga yang pergi ke kantin untuk sekedar membeli minum, ada juga yang pergi ke toilet. Entah karena memang kebelet ataupun hanya sekedar mebetulkan riasan mereka yang luntur karena keringat.


“Lo kok bisa sihh telat banget kaya tadi” tanya Jessy.


“Iya Ay tumben banget” ucap Hani.


“Tadi pagi itu gue bangun kesiangan ditambah lagi bokap gue tadi udah berangkat” ucap Ayna menjelaskan. Mereka pun hanya mengangguk.


Tak lama setelah itu guru pun masuk kedalam kelas mereka dann pembelajaran pun dimulai. Selama pembelajaran tak banyak siswa yang merasa bosan dengan pembelajaran. Memang bagi sebagian siswa pelajaran ini sangat membosankan.


Ya, yang sedang mereka pelajari adalah pelajaran sejarah. Bukannya tak ingin mendengarkan hanya jika guru mereka sedang menerangkan entah kenapa mereka merasa seperti sedang dibacakan sebuah dongeng.


“Sampai sini ada yang mau ditanyakan?” tanya Pak Harun. Lalu salah satu siswa mengangkat tangannya.


“Pak kenapa kita harus belajar sejarah?” tanyanya.


“Iya Pak membosankan” sahut salah satu siswi.


“Apalagi sejarah percintaan aku dan dia pak sangat menyakitkan jika mengingatnya” celetuk siswa yang lainnya dan di soraki oleh semuanya.


“Ya menyakitkan karena dia udah punya gantinya sedangkan lo masih GAMOVE alias GAGAL MOVE ON” ledek teman sebangkunya, dan semuanya tertawa kecuali Ayina. Baginya sejarah sangatlah berharga.

__ADS_1


“Kalian itu masih kecil tapi kalau masalah cinta itu NO 1” ucap Pak Harun sambil terkekeh.


“Ohh tentu Pak karena tanpa cinta hidup terasa hampa. Bagaikan sayur tanpa garam rasanya hambar” ucap sang cassanova. Kelas menjadi tambah ramai dengan yang sorakan dan tawa.


“Sudah-sudah” ucap Pak Harun.


“Ya bapak setuju dengan pendapat kalian semua” lanjut Pak Harun.


“Nah bapak setuju juga kan” ucap siswa itu.


“Sebelumnya teman kalian ada yang bertanya kenapa kita harus belajar sejarah” ucap Pak Harun.


“Ada yang bisa menjawabnya?” tanya Pak Harun. Seketika kelaspun hening kembali.


“Untuk memberikan kita motivasi agar menjadi yang lebih baik” ucap sang ketua kelas.


“Betul sekali” ucap Pak Harun.


“Ada lagi?” tanya Pak Harun lagi.


Ucapan Ayna itu membuat semua tercengang dengan penjelasnnya. Ya mereka semua tekejut ketika Ayna menjelaskannya panjang lebar. Ayna yang sangat dingin dan pendiam. Bahkan dia hanya akan menjawab jika ia tunjuk untuk menjawab pertanyaanya. Dan bagi mereka ini adalah kejadian yang luar biasa. Pak Harun pun meberikan tepuk tangan atas penjelasan Ayna hingga membuat semuanya tersadar dari keterkejutan mereka. Bahkan Hani, Gina, Kinar dan Jessy pun ikut terkejut.


Sedangkan Ayna, ia menahan rasa sesak di dadanya sedari tadi. Hingga akhirnya ia izin ke toilet karena sudah tak kuat lagi menahannya. Dan sesampainya di toilet ia menumpahkan tangisnya yang sudah tidak bisa terendung lagi disalah satu bilik toilet itu. Untungnya tak ada yang pergi ke toilet saat itu.


...****************...


Di kelas lain Adam kepikiran Ayna entah kenapa perasaanya berkata jika saat ini Ayna sedang tidak baik-baik saja. Pikiraanya tak bisa fokus pada penjasan guru di depannya itu. Ia ingin bel istirahat segera berbunyi. Beruntung akhirnya bel istirahat berbunyi. Setelah memasukkan bukunya kedalam tas ia segera pergi ke kelas Ayna meninggalkan Rico dan Danu.


“Ehh si Adam kenapa kok dia buru-buru gitu?” tanya Danu.


“Biasa mau nemuin doi nya atau enggak kebelet mau ke toilet” jawab Rico.

__ADS_1


Di kelas XI-IPA 3 itu sedang membicarakan Ayna. Adam yang sudah sampai di kelas Ayna tapi tak menemukan Ayna disana, langung menghampiri Hani dan bertanya keberadaan Ayna. Teman-teman sekelas Ayna sudah tidak aneh lagi dengan kedatangannya ke kelas itu. Meski ada beberapa dari mereka yang merasa patah hati karena hubungan Ayna dan Adam.


“Ayna mana?” tanya Adam to the point.


“Tadi izin ke toilet kak” jawab Hani. Meski sudah mendengar jawaban dari Hani. Entah kenapa masih belum tenang.


“Dari kapan dia ke toilet?” tanya Adam lagi.


“Udah lumayan lama sih kak” ucap Hani lirih.


“Udah lama?” ucap Adam memastikannya lagi.


Dan di jawab dengan anggukan oleh Hani. Lalu Adam mendengar pembicaran salah satu siswa yang mengatakan kekagumannya pada Ayna.


“Apa yang dilakukan Ayna tadi di kelas sebelum dia izin ke toilet” tanya Adam. kemudian Hani menjelasakan kejadian di kekelasnya.


“Shiiit” umpat Adam, lalu ia berlari menuju toilet. Hani yang melihat Adam berlari begitu saja meninggalkannya merasa binggung tapi ia segera menyusul Adam. karena di pikirannya saat ini mungkin Adam pergi ke toilet dan mungkin juga Ayna masih disana.


“KAK ADAM BERHENTI” teriak Hani. Mendengar teriakan Hani, Adam menhentikan langkahnya.


“Biar gue aja kak yang cek ke dalem” ucap Hani sambil mengatur nafasnya.


“Ini kan toilet perempuan. Ya kali lo yang masuk kak, yang ada nanti lo di hukum” lanjut Hani, sebelum Adam melayangkan protesnya.


.


.


.


.

__ADS_1


Ayo loh Aynanya kemana 😅 Ikan batin Adam kuat banget ya 😆


xixixi di gantung lagi 😂 Sabar oke 😅 tunggu kelanjutannya ya. Gak lupa Vini ngucapin banyak terima kasih 😇❤ Mohon dukungannya ya 🤗😘


__ADS_2