Luka Hati

Luka Hati
Bab 26


__ADS_3

...Happy Reading...


...Typo bertebaran...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Saat sedang mengobrol dengan keluargaku tiba-tiba saja telepon ku berbunyi, setelah aku melihat nama penelpon itu, aku segera keluar untuk mengangkatnya. Aku sengaja menjauh dari keluargaku karena aku tidak ingin mereka mengetahui rencanaku.


Tapi saat kami sedang bertelepon tiba-tiba saja terdengar yang suara yang sangat keras dari seberang sana seperti ada hantaman, lalu terdengar orang-orang beteriak meminta menelpon ambulan. Dan diseberang sana juga tak menjawab panggilan dariku. Tak lama setelah itu suara ambulan terdengar lalu seseorang yang mengaku sebagai tim medis mengatakan bahwa pemilik telepon itu mengalami kecelakaan dan akan segera di bawa ke rumah sakit terdekat.


Mendengar hal itu aku segera berterima kasih dan menutup teleponnya, agar bisa segera berangkat kesana. Tak ada yang ku pikirkan selain mengejar penerbangan tercepat bahkan aku melupakan keluargaku. Dan aku yakin sekali saat ini mereka juga khawatir padaku.


Di dalam pesawat aku terus memikirkan keadaannya. Aku takut jika sesuatu yang lebih buruk lagi terjadi padanya. Karena saat ini hanya dia kekuatan yang aku miliki. Jika sampai sesuatu terjadi padanya aku benar-benar tidak tahu lagi harus bagaimana. Karena sampai saat ini hanya dia yang bisa ku percaya selain keluargaku.

__ADS_1


Alasan aku tak mau melibatkan keluarga ku dalam rencanaku saat ini, karena aku yakin mereka akan tambah khawatir padaku dan itu akan mempengaruhi setiap misi yang akan aku jalankan. Meski aku yakin kakek tak akan menghambat misiku tapi yang lainnya, mungkin saja itu akan menghambatku. Dan jika itu sampai terjadi, mungkin saja aku akan mengalami hal yang buruk saat menjalankan misi atau yang terburuknya aku akan gugur di medan perang.


...****************...


Keluaga Ayna terus menunggu kabar darinya mereka yakin jika Ayna sudah sampai disana ia pasti akan memberi kabar dan menjelaskan semuanya. Meski mereka khawatir tapi mereka percaya jika Ayna pasti akan baik-baik saja.


Rina juga menjadi bingung apa yang harus ia lakukan besok karena ia yakin Ayna tidak akan kembali dalam waktu yang cukup lama sedangkan berkas dan meeting sudah menantinya, jika di biarkan begitu saja maka pekerjaannya akan kembali menumpuk dan ia harus kembali menyiapkan fisik dan mentalnya untuk mengikuti jadwal Ayna yang sangat padat.


“Semuanya kalo gitu Rina ke kamar dulu ya soalnya Rina harus atur ulang jadwalnya Ayna” ucap Rina.


“Emang jadwal Kent minggu ini padat banget kak?” tanya Ziel.


“Kalo urusan kantor pake banget belum lagi dia ada kunjungan ke cabang perusahaan yang ada di luar kota. Pokoknya bulan ini senin sampai minggu itu jadwalnya padat banget dari mulai sekolah, perusahaan sampai organisasi” jelas Rina menghela nafas.


“Wahh gila sihhh dia robot atau apa jadwalnya semuanya penuh banget” ucap Ziel terkejut.


“Maksudnya kak Rina? Kita kan emang udah bantuin Kent” tanya Daren bingung.


“Shitt pake keceplosan segala lagi” batin Rina


“Iya kak. Bener kata bang Daren. Ya meski pun jarang ke kantor juga sihh” ucap Dara sambil tersenyum menunjukan deretan giginya. Para orang tua hanya menyimak pembicaraan mereka.


“Maksud gue kalian di non-aktifkan untuk sementara sampai kalian menyelesiakan S1 kalian” jelas Rina sambil menghela nafas berat.


“Kok gitu kak?” tanya Dara terkejut.

__ADS_1


Valdo yang merasa bingung pun meminta penjelasan kenapa mereka di non-aktifkan. Pada akhirnya Rina menjelaskan semua yang sudah Ayna perintahkan padanya. Dari mulai mencari pengganti Dara dan yang lainnya. Tentunya juga dengan alasan kenapa mereka di non-aktifkan sementara tapi, untuk alasan ia memberikan alasan yang berbeda dari apa yang sudah Ayna katakan meski ada beberapa yang benar, itu pun atas permintaan Ayna agar hanya memberikan alasan yang cukup yang logis.


Mendengar penjelasan Rina yang memang cukup masuk akal itu mereka terpaksa harus menerimanya. Mereka juga tahu bahwa saat ini mereka memang harus fokus pada pendidikannya. Dan mereka juga tahu Ayna hanya ingin di perusahaannya tidak ada yang di istimewakan hanya karena memiliki keluarga dengan jabatan yang tinggi. Meski mereka anggota keluarganya mereka tetap harus mematuhi aturan yang ada dan oleh karena itu posisi mereka akan di gantikan oleh orang lain untuk sementara, sekaligus ia akan menilai apakah orang yang menempati posisi sementara itu layak untuk di tempatkan di tempat yang sudah ia persiapkan. Tentunya saudaranya juga akan memulai dari posisi awal lagi nantinya. Mereka tidak akan serta merta mendapatkan posisi yang tinggi.


Ayna merasa jika ia terus mempertahankan saudara-saudaranya di perusahaan maka akan menimbulkan konflik di dalam perusahaan. Maka dari itu ia akan mulai merombak semua posisi. Jika beruntung mereka akan di promosikan. Dan keluarganya pun mengerti tindakan Ayna itu demi perusahaanya dan nama baik keluarganya. Oleh karena itu mereka tidak memperotes tindakan Ayna. Karena mereka berpikir bahwa semua yang Ayna lakukan adalah untuk kebaikan semuanya.


Setelah menjelaskan dan memberi pengertian pada keluarga Ayna, Rina pun pamit ke kamarnya untuk melakukan tugasnya. Di dalam kamar setelah menyalakan laptopnya ia berbaring di atas kasur sambil memandang langit kamarnya. Ia sangat lelah berbohong pada semua orang. Karena sebenarnya sebelum pesawat Ayna take-off ia sempat mengirim pesan padanya dan memintanya untuk tidak memberi tahu keluarganya tenntang keberadaannya dan masih ada banyak lagi kebohongan yang lainnya.


Saat sedang memejamkan matanya tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Segera ia membukan pintu. Dan ternyata yang datang ke kamarnya adalah Dara, ia berniat membantu Rina mengatur jadwal Ayna. Tapi ia menolaknya dengan halus karena di sana ada jadwal kuliah Ayna. Jika sampai Dara melihatnya maka semuanya akan mulai kacau.


Dara sama sekali tidak menyerah untuk membujuk Rina. Hingga pada akhirnya Rina menyerah dan membiarkan Dara membatunya. Lalu Rina memberikan file berisi data orang yang melamar dan daftar orang yang akan naik jabatan. Dan Rina juga memintanya untuk menyusun jadwal test dan wawancaranya. Rina juga memberitahu Dara bahwa mulai minggu depan ia dan yang lainnya sudah di non-aktifkan.


Dara tidak merasa khawatir jika di non-aktifkan dari perusahaan yang ia khawatirkan jika ia di non-aktifkan dari organisasi tapi untungnya itu tidak terjadi. Ayna tidak menon-aktifkannya dari organisasi. Bagi Dara, ia lebih harus ada di organisasi. Karena menjaga Ayna tanpa organisasi itu sangatlah sulit. Dengan organisasi saja sudah sering kali mereka kehilangan jejaknya apa lagi tanpa organisasi, pikir Dara.


...****************...


Di luar negeri seorang gadis baru saja sampai di rumah sakit tempat korban kecelakaan di bawa. Ia menanyakan korban kecelakaan itu pada perawat. Setelah di beri tahu oleh perawat dimana ruangannya, ia bergegas pergi tapi sebelumnya ia mengucapkan terimakasih pada perawat itu.


Sesampainya di depan ruangan ia mengetuk pintu terlebih dahulu. Ia membuka pintunya setelah di persilahkan masuk oleh orang yang berada didalam ruangan. Melihat orang yang ia sayang terbaring lemah di ranjang rumah sakit dengan alat yang menempel di badannya. Hatinya merasa teriris. Ia masih mematung di depan pintu. Kedua pasangan paruh baya itu mendekati Ayna dan memeluknya. Mereka sangat mengerti perasaa Ayna saat ini.


Mereka menuntun Ayna untuk duduk di samping ranjang dan meninggalkan Ayna keluar. Ayna hanya diam dengan tatapan datar sedangkan hatinya merasa hancur. Ia seolah-olah sedang marah dengan orang yang saat ini sedang terbaring lemah. Sampai kedua orang tua lelaki itu kembali ke ruangan, Ayna tidak mengeluarkan suaranya sedikitpun. Ia hanya terus menatap dan membelai sayang rambut orang itu.


Tapi saat ia pamit pulang ke apartemet untuk membersihkan badannya, tiba-tiba saja tangannya tertahan karena orang sedang terbaring lemah itu menahan tangannya dan memintanya untuk tidak pergi. Orang tua dari lelaki itu sudah memanggil dokter. Ya mereka senang karena anaknya sudah sadar.


Pada akhirnya Ayna tidak kembali ke apartementnya. Setelah lelaki itu sadar Ayna sangat sulit beranjak dari tempatnya bahkan untuk mandi saja ia perlu membujukknya setengah mati. Lelaki itu benar-membatasi ruang gerak Ayna. Tapi Ayna mengerti. Ia sangat tahu sifat dari lelaki itu. Dan Ayna juga bersedia untuk memanjakannya saat ini. Orang tua dari lelaki itu pun hanya mengelengkan kepala melihat kelakuan anak bungsunya itu.

__ADS_1


Malam harinya Ayna tetap berada di rumah sakit menjaga lelaki itu, ia telah menyuruh orang tua dari lelaki itu untuk pulang dan beristirahat di rumah. Sekarang di ruangan itu hanya ada mereka berdua. Lelaki itu terus saja mengoceh menceritakan semua hal, mulai dari hal yang sangat ia sukai sampai hal yang sangat ia benci di negara tempat tinggalnya kini.


Malam semakin larut tapi tidak ada tanda-tanda lelaki itu sudah mengantuk. Sebenarnya Ayna sangat lelah dan ia juga ingin segera istirahat tapi ia sekuat tenaga menahan rasa kantuknya. Melihat Ayna mengantuk lelaki itu menyuruh Ayna untuk naik ke ranjang dan tidur di sampingnya.


__ADS_2