
Entah siapa yang meneleponnya. Karena tak ada sahutan dari seberang sana, akhirnya Adam memutuskan untuk menutup panggilan tersebut. Tapi sebelum ia menutup telepon itu terdengar suara yang membuatnya terkejut.
Ya, Adam mengenali suara itu. Suara yang membuatnya kehilangan cintanya. Bahkan setelah ia merelakan cintanya untuk orang itu. Tetapi justru luka yang orang itu berikan untuk cintanya.
“Apa kabar dam?” tanya orang itu.
“Tau dari mana lo nomor telepon gue?” tanya Adam dingin.
“Ayna ada sama lo?” tanya orang itu mengalihkan pembicaraan.
“Gue peringatkan. Jangan pernah lo ganggu Ayna lagi” ujar Adam marah.
“Gue gak ganggu. Lagi pula lo bukan siapa-siapanya Ayna” ujar orang itu meremehkan.
“Lo salah. Gue tunangannya Ayna. Jadi jangan berani-berani lo sentuh Ayna. Kalau sampai Ayna kenapa-kenapa lo berurusan sama gue” Ancam Adam. Lalu menutup telepon secara sepihak.
“Dia udah mulai nelepon gue berarti kemungkinan sebentar lagi dia bakalan nemuin Ayna” gumam Adam.
“Gue harus kasih tau kak Deni sekarang” batin Adam.
Berdiri di depan pintu kamar sang kakak, dengan ragu Adam mengetuk pintu itu. Setelah di persilahkan masuk oleh empunya, Adam masuk kedalam kamar kakaknya itu dan memberitahukan semuanya pada sang kakak.
Mendengar ucapan Adam Deni terkejut. Tapi ia berusaha untuk tidak panik seperti sang adik, karena yang terpenting saat ini adalah ia harus memikirkan cara untuk meminimalisir segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
Setelah membicarakan semua pada sang kakak ia pergi keluar untuk menenangkan pikirannya. Tapi sebelum itu ia melihat keadaan Ayna terlebih dahulu, setelah melihat Ayna yang masih tertidur baru ia mengambil kunci motornya dan pergi ke basecame.
***************************************
Dengan perasaan yang tak menentu Adam mengendarai motornya kembali ke rumah. Setelah seseorang meneleponnya untuk segera pulang karena ada yang ingin menemuinya di rumah. Entah siapa yang ingin menemuinya. Deni tak memberitahunya.
__ADS_1
Sesampainya di depan rumah ia melihat sebuah mobil terparkir di rumahnya. Segera ia masuk kedalam setelah memarkirkan motornya.
Melihat siapa yang ingin bertemu dengannya membuatnya begitu terkejut namun ia berusaha untuk tidak terlihat terkejut dengan memasang wajah datar andalannya. Fikry. Teman kuliah Deni datang dengan seseorang yang tak dikenalnya. Tentu saja Adam terkejut dengan kedatangan Fikry ke rumahnya entah apa urusannya.
“Dim lo masih inget Fikry temen kuliah gue?” tanya Deni yang hannya di jawab dengan deheman oleh Adam.
“Nah ini adenya Fathur” ujar Deni memperkenalkan.
“Fathur” ujar Fathur memperkenalkan dirikirinya sambil tersenyum lalu mengulurkan tangannya.
“Adam” ujarnya dingin lalu menerima ulururan tangannya. Kemudian duduk kursi dekat Deni.
“Jadi ada apa mau ketemu gue?” tanya Adam to the point.
“Lo masih sama kaya dulu ya selalu to the point” ujar Fikry tersenyum tipis.
“Sebenarnya gue kesini mau tanya soal Ayna” lanjut Fikry. Mendengar nama Ayna yang di sebut Adam menatapnya penuh selidik.
“Gue mau ketemu Ayna tapi gue gak tau dia sekolah atau rumahnya dia dimana dan seinget gue dia sering main ke sini makanya gue mau cari info soal dia ke lo sama Adam” ujar Fikry menjelaskan.
“Ada urusan apa lo mau ketemu Ayna?” tanya Adam dingin.
“Ada yang harus gue obrolin sama dia dan ini penting banget” jawab Fikry.
Tanpa mereka ketahui Ayna mendengarkan percakapan mereka sejak tadi. Ia pun tahu siapa yang ingin bertemu dengannya. Sejak tadi ia menahan diri untuk tidak menemuinya.
Namun setelah ia berfikir cukup lama akhirnya ia menghampiri mereka. Karena tidak selamanya ia bisa terus bersembunyi. Entah hari ini atau nanti pada akhirnya mereka akan beertemu, pikir Ayna.
“Ada apa mau ketemu gue?” tanya Ayna dingin lalu duduk di samping Adam.
__ADS_1
Mereka terkejut dengan kedatangan Ayna yang tiba-tiba. Melihat Ayna yang dengan santainya menemui Fikry mungkin tidak ada yang buruk, pikir Adam dan Deni.
“Etdah buset ini orang pada kenapa sihh ngomongnya pada dingin gitu? Kak Deni juga malah ikut-ikutan dingin. Sekarang ini cewek juga datang-datang ngomongnya dingin” batin Fathur menggerutu.
“Ay gue mau kasih tau lo sesuatu” ujar Fikry hati-hati.
“Apa?” tanya Ayna mengerenyitkan dahi. Sebelum memberitahukannya Fikry melihat ke arah Adam dan Deni.
“Alvin”
Deg
Baru mendengar namanya saja membuat Ayna tak nyaman padahal ia belum tahu apa yang ingin di sampaikannya tentang orang itu.
“Cukup gak perlu lo lanjutin” ujar Adam menghentikan ketika Fikry akan melanjutkan ucapannya. Lalu mereka yang melihat Ayna melamun, cemas.
“Ay” panggil Adam.
“Baby are you okay?” tanya Adam menyadarkan Ayna dari lamunannya.
“ Ahh iya Dam?” tanya Ayna.
“Are you okay? Kita ke kamar aja biar kamu bisa istirahat” ujar Adam lembut sambil mengelus kepala Ayna, sayang.
“Lahh ni orang giliran ke cewek itu aja lembut giliran ngomong ke bang Fikry aja dingin” batin Fathur.
“Ya, i’m okay. Gak papa gak perlu gue disini aja” ujar Ayna tersenyum menenangkan.
“Jadi ada apa sama Alvin?” tanya Ayna kembali dingin.
__ADS_1
Halo semua ketemu lagi sama Vini. Maaf ya karna lama up nya. Abis tugas Vini gak abis-abis 😩 Makasih buat semua yang masih stay di cerita ini 😊 Terus dukung Vini ya 😊 Di tunggu komen dan sarannnya 😊 Sampai ketemu lagi 👋 Vini usahakan up nya gak terlalu lama dehh 😁 bye