
...Happy Reading...
...Typo bertebaran...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
Ayna kembali menjalankan aktivitasnya seperti biasa, di pagi hari pergi ke sekolah, sore hari sepulang sekolah pergi ke perusahaan, malam harinya jika ada urusan ia akan pergi ke organisasi. Adam juga sudah kembali ke universitasnya. Selama 2 hari mereka menghabisakan waktu bersama.
Setelah Adam pergi Ayna mulai disibukkan lagi dengan semua jadwal yang sudah Rina susun kembali. Tes penerimaan pegawai sudah di laksanakan dari beberapa hari yang lalu. Wawancara juga sudah mulai di lakukan. Bagi mereka yang beruntung akan langsung bertemu dengan CEO, karena Ayna akan ikut mewawancarai di sore hari sepulang sekolah.
Saat ini Ayna sedang di kantin bersama dengan teman-teman dan sepupunya. Menikmati makan siang siang bersama yang sudah jarang sekali mereka lakukan. Canda tawa menghiasi acara makan siang itu. Sedangkan Ayna dan Rafga menunjukan wajah datar seperti biasa. Tapi hati mereka merasa hangat dengan semua itu.
Tapi semua tak bisa bertahan lama karena tiba-tiba saja Ayna mendapat telepon dari Rina bahwa ada masalah di cabang perusahaan di luar kota yang mengakibatkan ia harus pergi sore ini juga. Padahal sebelumnya ia sudah berjanji akan ikut dengan teman-teman dan sepupunya bermain. Tapi ia harus membatalkan acara itu.
Meski mereka mengatakan tidak masalah dengan itu, tapi Ayna bisa melihat dengan jelas kekecewaan di mata mereka. Ia juga tidak bisa menjanjikan waktu untuk bermain bersama. Akhirnya sepulang sekolah Ayna langsung bersiap-siap, ia meminta Rina untuk menjemputnya di rumah. Keluarganya yang belum mengetahui keberangkatan Ayna merasa bingung karena ia tergesa-gesa ke kamarnya. Hingga Rina datang dan menjelaskannya.
Tak lama setelah ke datangan Rina, Ayna datang dengan penampilan yang terlihat anggun dengan dress warna biru kesukaannya dan memakai make up yang tipis. Ayna dan Rina segera berpamitan lalu berangkat ke bandara. Ia hanya bisa mengatakan maaf pada teman-teman dan sepupunya.
__ADS_1
Di perjalanan Ayna membahas masalah yang terjadi di cabang perusahaannya dan menanyakan kapan ia memiliki waktu senggang. Tapi sayangnya untuk bulan ini jadwal Ayna sangat padat sedangkan untuk bulan depan ia akan ada perjalanan bisnis lagi dan itu akan lebih lama dari perjalanan bisnis sebelumnya. Ayna pun mengatakan pada Rina bahwa ia ingin waktu memiliki waktu senggang setidaknya 1 hari untuk mengganti janji hari ini pada teman-teman dan saudaranya. Tapi Rina mengatakan tidak mungkin untuk memiliki waktu senggang di bulan ini atau pun bulan depan. Tapi Rina mengatakan ia bisa mengaturnya untuk jika itu 2 bulan yang akan datang. Dan akhirnya Ayna setuju meski harus menunggu selama 2 bulan.
...****************...
Di salah satu restoran di dekat pusat perbelanjaan seorang pria sedang menunggu orang yang memiliki janji dengannya. Tapi sudah 30 menit ia menunggu temannya itu belum datang juga. Melihat ponselnya tak ada pesan ataupun telepon dari temannya padahal ia sudah mengiriminya pesan tapi tidak ada balasan. Ia memutuskan untuk menunggunya 15 menit lagi. Tapi sayangnya temannya itu tidak datang juga. Ia meninggalkan restoran itu dengan perasaan kesal.
Bagaimana tidak kesal ia menunggu selama 45 menit tapi temannya itu tidak kunjung datang bahkan pesan dan teleponya tidak ia balas. Setidaknya temannya itu memberi kabar jika ia tidak bisa datang hingga pria itu menunggu begitu lama di restoran itu.
Saat di perjalanan ia tak sengaja menabrak seorang gadis. Untungnya gadis itu hanya mengalami luka ringan jadi ia bisa mengobatinya di situ juga dengan kotak p3k yang ia miliki.
“Sorry ya” ucap pria itu sambil menempelkan plaster pada lukanya.
“It’s oke. Lagian gue juga yang salah gak liat-liat kalo ada mobil” jawab gadis itu.
“Lo mau kemana? biar gue anterin lo dari pada jalan bahaya udah malem” ucap pria itu.
“Gue mau pulang tapi taksi yang gue naikin tadi mogok jadi jalan makanya gue jalan kaki” jelas gadis itu.
“Ohh ya udah biar gue yang anterin lo sampai rumah” tawar pria itu. Belum sempat gadis itu protes pria itu menyela ucapannya terlebih dahulu.
“Anggap aja sebagai permintaan Gue” ucap pria itu. Setelah berpikir akhirnya gadis itu pun mengangguk.
Pria itu pun mengantarkan gadis itu ke rumahnya. Yang ternyata memang dekat hanya membutukan waktu 15 menit saja. Sebelum gadis itu keluar dari mobil mereka berkenalan dan berterima kasih. Lalu mobil pria itu pun melenggang pergi meninggalkan rumah gadis itu. Ia pun melupakan rasa kesal pada temannya.
...****************...
Sesampainya Ayna dan Rina di semarang mereka langsung menuju hotel yang sudah Rina pesan. Dan beristirahat meski sebernarnya Ayna langsung mempelajari masalah yang terjadi dan memikirkan cara mengatasinya. Hingga ia tidur llarut malam setelah menemukan cara mengatasi masalah perusahaannya itu.
Di pagi harinya ia pergi ke perusahaan dan langsung mengadakan meeting. Bahkan ia melewatkan sarapanya karena harus menyusun pekerjaannya. Meeting itu selesai di siang hari tepat pada jam makan siang. Ayna pun merenggangkan badannya di ruangannya. Rina yang melihat itu merasa kasihan ia sudah memesan makan untuk mereka berdua supaya Ayna bisa beristirahat di ruangannya.
“Kent kakak udah pesen makan kita makan disini aja ya. Biar kamu juga bisa istirahat” ucap Rina Ayna pun hanya berdehem mengiyakan sambil memejamkan matanya.
“Kent tidurnya disitu nanti kepala kamu pusing” ucap Rina.
__ADS_1
“Tidur di kamar kamu atau enggak di sofa jangan di kursi itu. Nanti kalo makanannya udah dateng kakak bangunin kamu” lanjutnya.
“Enggak perlu kak, aku gak tidur kok” ucap Ayna membuka matanya. Lalu membuka berkas-berkas yang harus ia periksa. Sedangkan Rina sibuk bermain ponsel.
“Kent ini lagi istirahat loh, udah dulu napa nanti lagi aja ngerjain berkasnya” ucap Rina.
“Emang gak pusing apa? Liat berkas mulu?” tanya Rina.
“Iya bentar kak ini tanggung” ucap Ayna.
“Ya udah gue ke bawah dulu makanannya udah dateng” ucap Rina Ayna pun mengangguk.
Sepeningagalnya Rina, Ayna membuka laptopnya mengerjakan laporan skipsi yang harus ia revisi. 1 kali bimbingan lagi jika semua babnya sudah d acc oleh pembimbingnya maka ia akan segera sidang lalu wisuda.
“Nihh Kent makan dulu” ucap Rina lalu duduk di sofa. Ayna pun mengangguk dan menghampiri Rina. Mereka berdua pun makan dengan tenang. Selesai makan mereka mengobrol membahas kuliah Ayna.
Ayna kembali mengerjakan laporan skripsinya setelah selesai ia pun mengirimkannya pada dosen pembimbingnya. Kemudaian ia mengerjakan berkas-berkas yang lumayan banyak. Ayna harus sidang sesuai dengan jadwal yang sudah Rina susun. Oleh karena itu ia menyelesaikan laporan skripsi secepatnya. Karena ia tidak ingin mengganggu jadwal yang sudah di susun oleh Rina dengan susah payah.
Sudah 3 hari ini Ayna dan Rina berada di semarang dan syukurnya masalahnya sudah selesai jadi sore ini juga mereka sudah bisa pulang. Ayna terlihat sangat kelelahan. Selama 3 hari ini Ayna dan Rina benar-benar di sibukkan dengan pekerjaan kantor. Bahkan jam tidur Ayna pun semakin berkurang.
Ayna dan Rina ingin segera sampai di rumah untuk beristirahat. Namun sangat di sayangkan Ayna tidak bisa langsung pulang ke rumah untuk beristirahat karena mendapat telepon dari orang kepercayaanya yang membuat ia harus datang ke markas malam ini juga.
Rina ingin sekali melarang Ayna untuk datang ke markas tapi itu pasti urusan yang sangat penting karena orang kepercayaan Ayan tidak akan menelponnnya jika itu bukan urusan yang sangat penting. Akhirnya Rina pun ikut menemani Ayna ke markas.
Dan benar saja hal itu sangat penting, ada anak buahnya yang terbunuh saat sedang melakukan transaksi lalu mereka merampas barangnya. Saat ini pelaku masih dalam pengawasan dan menunggu perintah. Kemudian Ayna pun memerintahkan untuk merebut kembali barangnya, lalu bawa pembunuhnya hidup-hidup.
Dengan perintah Ayna itu mereka mulai menjalankan misinya. Ayna juga harus mencari tahu kenapa lokasi bisa di ketahui oleh musuh. Oleh karena itu membutuhkan pembunuh itu hidup-hidup. Ayna tidak ingin membalas pada orang yang salah. Sedangkan orang yang bersalah akan hidup dengan tenang dan berkeliaran dengan bebas di luar sana. Dan itu juga akan memperburuk permusuhan mereka.
Semalaman itu Ayna sama sekali tidak tidur ia terus mengengecek semua kemungkinan bersama dengan orang kepercayaannya. Tapi tetap saja ia harus mendapatkan orang itu untuk menguatkan kecuriagaannya. Setelah mendapatkan semua bukti mereka beristirahat sebentar. Karena sebentar lagi pagi akan datang.
...----------------...
Yeyy akhirnya UP juga 😆😆 Ini Vini cepetin Upnya supaya gk keganggu sama tugas kuliah 😂 Sebenernya pengen banget bisa Up setiap hari tapi sayangnya jadwal Vini padat sama tugas 😫 Jadi cuma bisa nunggu free aja 😣 Maaf ya kalau nunggunya kelamaan 🙏 See you next time 😘💕
__ADS_1