Luka Hati

Luka Hati
Bab 17


__ADS_3

...Happy Reading...


...Typo bertebaran ...


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Membunuh atau di bunuh, itu adalah cara bertahan dari bisnis ini. Setiap orang yang menggeluti bisnis ini akan mempertaruhkan nyawa mereka. Bahkan kami bisa saja menjadi incaran para polisi. Hari ini tuan besar keluarga Kenneth datang berkunjung tanpa memberi kabar terlebih dahulu.


“Kak hari ini kakek akan datang jadi jangan pulang terlambat oke” ucap Papa.


“Kakek?” tanyaku terkejut.


“Iya. Kenapa kok kaget gitu?” tanya Papa.


“E...eenggak papa kok pah”


“Iya nanti Kent usahain pulang cepet” lanjutku. Papa hanya mengangguk.


“Kent berangkat dulu ya” pamitku, lalu berlalu pergi.


“Niel juga berangkat ya ma pa” pamit Niel lalu pergi.


...****************...


“Pagi Gin” sapaku, lalu duduk di bangkuku.


“Pagi Ay” sapa Gina.


“Yang lain mana Gin? Tumben belum dateng” tanyaku.


“Hani lagi ke ruang ekskul, Kinar sama Jessy lagi ke kantin” jawab Gina.


“Lo gak ikut?” tanyaku.


“Enggak lagi males” jawabnya.


“Tumben lo banyak tanya” ucap Gina sambil tersenyum.


“Hmmm” gumamku.


“Yehh baru aja lo banyak ngomong udah gitu lagi” keluh Gina.


Drtttt drttttt


“Hp lo tuhh” ucap Gina.


“Hmm” gumamku lalu mengangkat telepon tanpa melihat nama penelepon.


“Halo” ucapku.

__ADS_1


“Kent gue di depan sekolah lo, jemput gue sekarang” ucap penelepon.


“Hahhh” ucapku terkejut. Gina yang melihatku teriak bingung.


“Ngapain lo disini” tanyaku.


“Udahlah lo jemput aja kita buruan nanti lo bakalan tahu” ucap penelepon lalu memutuskan telepon secara sepihak.


“Shittt” umpatku.


“Kenapa sihh lo” tanya Gina.


“Gak papa. Gue ke gerbang dulu” ucapku lalu berlari ke gerbang.


“Ehh Ay lo mau kemana” teriak Hani.


“Gin, kenapa tuh si Ayna buru-buru gitu?” tanya Hani.


“Gak tahu barusan abis nerima telepon dia kaget terus buru-buru keluar” jelas Gina.


“Telepon dari siapa” tanya Hani lagi.


“Gak tau” ucap Gina sambil mengendikan bahu.


Entah ada apa tiba-tiba dia bilang ada di sekolahku. Hari ini sudah 2 kali aku terkejut. Ya yang pertama adalah kedatangan kakek tanpa memberi tahuku. Dan yang kedua adalah dia tiba-tiba datang ke sekolahku setelah itu entah apa lagi yang akan mengejutkanku.


“Kalian” ucapku terkejut.


“Hai, Kent” sapa mereka bersamaan sambil tersenyum.


“Ngapain kalian disini?” tanyaku.


“Lo gak liat kita pake seragam sekolah lo?” tanya salah satu dari mereka.


“Hahhhh” kagetku.


“Kenapa gak ada yang ngasih tau gue hahh” ucapku marah.


“Udah-udah marahnya nanti lagi oke sekarang anterin kita ke kepsek dulu, sebentar lagi masuk” ucap salah satu dari mereka sambil merangkulku. Aku pun langsung pergi dan diikuti oleh mereka.


Selama perjalan ke ruang kepsek aku tak bicara apa pun dan tak ada yang mengeluarkan suara. Mungkin mereka tahu bahwa saat ini aku benar-benar marah. Sesampainya di ruang kepsek aku langsung meninggalkan mereka disana dan berjalan ke kelas karena bel sudah berbunyi.


Sungguh aku tidak tahu ada rencana apa mereka datang ke sekolah ini. Dan juga seharusnya tidak ada misi di sekitar sini. Atau mungkin juga ini adalah rencana kakek yang waktu itu ucapkan tentang acara pengumuman penerus bisnisnya. Tapi bukankah seharusnya ada konfirmasi padaku terlebih dahulu. Bukan tak suka mereka ada disini bersamaku tapi jika semuanya berkumpul disini, maka musuh akan lebih mudah mengetahui pergerakan kami.


...****************...


Bel istirahat berbunyi.


“Ay lo tadi kenapa?” tanya Hani.


“Ada apa nihh?” tanya Kinar


“Gak ada apa-apa kok” ucapku


“Beneran? Lo gak bohong kan?” tanya Gina.


“Iya beneran gue gk bohong kok” ucapku.


“Semoga aja mereka gak nyari gue” batinku.

__ADS_1


“Sekarang mending kita ke kantin kuy” ajakku.


“Kuy” ucap mereka bersamaan.


Sepanjang lorong sangat ramai membicarakan tentang murid baru. Sedangkan kami hanya bercanda. Rasanya kupingku panas mendengar pembicaraan mereka yang terus saja memuji murid baru itu. Mereka tidak tahu saja bahwa murid baru itu bisa menjadi menyeramkan.


“Kin lo tau soal mubar itu?” tanya Gina.


“Emm enggak gue gak tau tuhh” ucap Kinar.


“Gue juga heran kok bisa ya gue ketinggalan berita” ucapnya lagi.


“Iya tumben banget lo ketinggalan berita, padahal lo biasanya update banget kalo soal cogan atau cecan” ucap Jessy sambil teertawa.


“Salahin tu mubar kenapa gak muncul di depan gue” kesal Kinar.


“Udah ahh mending pesen cpetan gue laper nih” ucap Kinar.


“Ya udah biar gue sama Gina” ucap Jessy.


“Samamin aja semuanya” ucap Hani. Jessy dan Gina pun mengangguk.


Sepeninggalnya Jessy dan Gina tak lama kanntin menjadi ricuh karena kedatangan Adam cs, tak jauh di belakangnya ada mubar yang membuat kantin semakin ricuh. Teriakan mereka begitu memekakan telinga. Segala pujian mereka teriakan, ada juga yang membandingkan Adam dengan salah satu mubar itu. Aku hanya bisa merotasikan mata.


Ku lihat Adam menghampiri mejaku, di susul oleh mubar. Tak bisa di pungkiri lagi sekarang aku menjadi gosip tambahan mereka.


“Halo sayangnya Ziel” sapa Ziel merangkulku.


“Bisa diem gak tu mulut? Apa perlu gue lakban biar diem?” ancamku dingin.


“Uhhh selow dong jangan ngegas, nanti cantiknya ilang loh” goda Ziel. Sedangkan yang lain hanya menyaksikan pertengkaran kecil kami.


“Dara gue minta jarum lo” ucapku.


“Mana bawa gue yang kaya begituan” ucap Dara.


“Emansg buat apaaan jarum Kent” tanya Ziel.


“Buat ngejahit bibir lo biar gak banyak ngoceh” ucapku kesal.


“Udah jangan kesel gitu mending di makan makanannya nanti keburu masuk” ucap Adam lalu menyuapi ku.


“Oh iya kita belum kenalan. Kenalin nama gue Daren” ucap Daren.


“Lo pasti yang namanya Adam” ucapnya lagi.


“Ya gue Adam” Ucap Adam singkat.


“Gue Griziel yang paling ganteng” ucap Ziel nasis.


“Gue Dara kembaran Daren” ucap Dara.


“Gue Rafga” ucap Rafga singkat.


“Kenalin gue....”


“Hani kan?” ucap Daren, Hani pun mengangguk.


“Gak usah bingung, kita tau kalian dari Kent” ucap Ziel.

__ADS_1


Mereka pun menatapku bingung, meminta penjelasan.


Aku hanya diam tanpa ingin menjelaskan apapun karena bagiku semua akan terbongkar sebentar lagi tanpa ku beritahu mereka pasti akan segera tahu apalagi Ziel adalah orang yang cerewet jadi dia pasti akan membeberkan kebenarannya.


__ADS_2