
Hay guys Vini comeback nihh 😂😂 Maaf ya baru bisa up. Masih ada yang baca gak ya? Makasih ya klo masih ada yang nungguin lanjutan cerita ini 😄 Mohon dukungannya semua 😊 Di tunggu Vote, Kritik dan Sarannya ya 😊😊
Langsung aja dehh ya cekidot 😄😄😄 Maaf kalau masih banyak typo 😅
**********************************************************
Setelah kepergian Adam mereka terus saja bercerita dan bergosip ria. Namun waktu begitu cepat berlalu sampai tak terasa hari sudah mulai gelap. Akhirnya mereka pun pamit untuk pulang.
Di sisi lain
Seorang pria sedang merenung. Ia terus menatap gelapnya langit malam. Memikkirkan semua kejadian yang selama ini ia lalui. Begitu berat semua itu, kehilangan seseorang yang sangat di cintainya. Namun disisi lain ia juga harus berusaha tegar karna ada seseorang yang membutuhkan dirinya. Sejujurnya dia tak sanggup dengan semua ini, ia tak cukup tangguh untuk itu.
Sudah lama ia ingin menyerah namun ia kembali mengingat orang yang disayanginya membutuhkan dirinya. Sudah cukup dia kehilangan orang yang ia cintai tak ingin ia menambah kedukaannya lagi. Sudah cukup lama pula ia berusaha membuat seseorang itu untuk kembali membuka hatinya. Namun ternyata kepergian orang itu juga membawa sebagian hati dan jiwanya.
“Sampai kapan Ay? Sampai kapan lo akan hidup dengan semua luka itu?” ujarnya berbicara sendiri.
“Kita punya luka yang saling berkaitan. Kita sama-sama berusaha untuk tetap menjalani ini. Kita sama-sama mencoba berdamai tapi ternyata gagal. Gue tau luka yang lo rasain lebih besar dari apa yang gue rasa” ucapnya lagi.
“Gue harap gue bisa membuat lo kembali seperti dulu. Dan kita terlepas dari duka itu” ujarnya.
Setelah sudah meresa lebih tenang ia masuk kembali ke kamarnya dan tidur.
*****************************************
Pagi hari yang cerah ini membawa kebahagian bagi keluarga yang satu ini. Mereka sarapan bersama dengan ditemani canda tawa.
“Kak kamu beneran mau sekolah?” tanya sang mama
“Iya ma, lagian aku udah gak sakit kok” ujar Ayna meyakinkan
“Ya udah kalau sakit lagi langsung izin pulang aja ya jangan maksain diri” ujar sang mama
Selama di perjalanan tak ada pembicaraan, hanya ada suara musik dari radio yang mengisi keheningan. Jalanan begitu lancar sampai tak terasa mereka telah sampai di sekolah.
“Aku masuk ya pa” pamit Ayna lalu mencium tangan sang papa. Setelah Ayna keluar dari mobil Valdo pun pergi meninggalkan sekolah Ayna dan menuju ke kantornya.
Ayna berjalan ke kelasnya. Banyak orang yang memperhatikannya. Ia begitu dingin tak tersentuh, bahkan ketika ada orang yang menyapanya pun ia tak pernah menjawab sapaan mereka.
“Pagi Ay” Sapa Hani
“Pagi juga Han” jawab Ayna, lalu duduk di kursinya.
Di luar kelas begitu ramai karena most wanted sekolah itu mengunjungi kelas Ayna. Mereka begitu heboh dengan kedaatangan Adam dkk. Lalu Adam menghampiri Ayna.
__ADS_1
“Pagi Ay” sapa Adam
“Pagi juga” jawab Ayna.
“Yaelah seserasa dunia milik berdua ya” ujar jessy yang muncul tiba-tiba bersama dengan Kinar dan Gina lalu duduk di bangku masing-masing.
“Ngapain lo pagi-pagi udah kesini?” tanya Ayna dingin.
“Gue kesisni ya karena dengar lo udah masuk sekolah” jawab Adam.
“Sekarang lo udah liat gue kan mendingan lo balik ke kelas lo bentar lagi bel bunyi” usir Ayna
“Gak bisa dong kan gue masih kangen” ujar Adam manja.
Mereka yang ada disana terkejut mendengar Adam yang manja pada Ayna kecuali Hani, Kinar, Jessy, Gina dan juga Rico. Mereka bingung bagaimana bisa Adam yang terkenal dingin dan cuek bisa semanja itu pada seorang perempuan. Banyak pertanyaan yang memenuhi pikiran mereka. Ada hubungan apa antara Adam dan Ayna. Apalagi sebelumnya mereka belum pernah mendengar kedekatan mereka berdua. Saat mereka masih bergelut dengan pikiran mereka masing-masing, mereka tambah terkejut karena Adam duduk di samping Ayna dan menyerahkan sebuah kotak makan. Dan itu menambah kebingungan mereka.
“Tadi bunda masak makanan kesukaan lo” ujar Adam.
“Emm bilangin makasih sama bunda” ujar Ayna.
“Terus ngapain lo pake ngusir mereka semua segala?” tanya Ayna, mereka yang ada disana hanya melihat kemesraan mereka berdua.
“Gue belum makan Ay” ujar Adam santai.
“Karna gue pengen di suapin sama Ayna” ujar Adam sambil mengeluarkan kotak makan miliknya, mereka pun menatap Adam dengan tatapan terkejut Sedangkan Ayna merasa Adam aneh.
Adam tak pernah memintanya untuk menyuapinya jika ia tidak sedang sakit. Tapi kelihatannya Adam baik-baik saja. Lalu Ayna pun menyentuh dahi Adam. Memeriksa apakah Adam sedang demam.
“Kalo lo sakit seharusnya lo jangan sekolah Dam” ujar Ayna sambil menhela nafasnya setelah tahu jika Adam sedang demam.
“Gue gak apa-apa kok Ay” ujar Adam, lalu Ayna mengambil kotak makan milik Adam dan menyuapinya.
“Abis makan ke UKS istirahat disana atau enggak pulang ke rumah” ujar Ayna.
“Enggak, gak mau gue ada ulangan hari ini” tolak Adam.
“Ric nanti abis Adam selesai makan bawa dia pulang, izinnya biar gue yang urus” ujar Ayna tegas, sambil terus menyuapi Adam.
“Siap laksankan” jawab Rico.
“Gak, gak mau. Gue gak mau pulang Ay” ujar Adam memelas.
“Gak ada penolakan” ujar Ayna tegas.
__ADS_1
“Udah cepetan nih abisin makannya” lanjut Ayna sambil menyuapi Adam.
“Tapi gue gak mau pulang by” ujar Adam. Setelah mendengar panggilan itu Ayna pun sedikit melembut. karena ia tahu jika Adam sudah memanggilnya dengan panggilan itu, itu artinya dia tak ingin di bantah.
“Pasti bunda gak tau kamu sakitkan?” tanya Ayna. Adam pun menjawabnya dengan anggukan.
Lalu Ayna pun menelepon sang bunda.
“Halo bun bisa ke sekolah sekarang gak” tanya Ayna. Adam dan yang lainnya tetrkejut, tak menyangka jika Ayna menelepon sang bunda.
“Halo sayang, iya bisa sihh tapi kenapa sayang?” tanya bunda.
“Adam sakit bun, kent udah nyuruh pulang tapi dia tetep gak mau pulang” jelas Ayna.
“Adam sakit? Tapi tadi pagi berangkat dia sehat-sehat aja kok sayang” ujar bunda
“Iya bun, jadi bisa gak bun jemput Adam” tanya Ayna.
“Iya bisa kok sayang, ya udah bunda berangkat sekarang ya sayang” ujar bunda.
“Iya bun Kent tunggu ya” ujar Ayna lalu menutup teleponnya.
“By kok kamu kasih tau bunda sihh” tanya Adam.
Tak lama bel masuk pun berbunyi dan makanan Adam pun sudah habis. Siswa-siswi pun masuk ke kelasnya masing-masing. Namun Adam dkk masih berada di kelas Ayna hingga guru masuk ke dalam kelas Adam dkk masih tetap berada di kelas itu.
“Loh kalian kenapa masih disini? Sana masuk kelas” ujar sang guru mengusir.
“Adam lagi sakit pak” ujar Rico
“Kalau sakit ya ke UKS ngapain disini?” tanya pak Bima
“Cepat sana ke UKS” ujar pak Bima lagi
“Gak mau” ujar Adam singkat sambil memijat kepalanya yang pusing lalu menyenderkan kepalanya di bahu Ayna.
“Sakit?” tanya Ayna dan Adam pun mengangguk.
“Pak tolong izinin Adam disini sebentar lagi orang tuanya jemput” ujar Ayna meminta izin.
Mereka semua terkejut dengan ucapan Ayna yang meminta izin pada pak Bima. Baru kali ini Ayna meminta izin untuk seseorang dan ikut campur dalam urusan orang lain. Pak Bima menghela nafasnya.
“Baiklah, Adam boleh di kelas ini sampai orang tuanya datang tapi tidak dengan kedua temannya” ujar pak Bima.
__ADS_1