
...Happy Reading...
...Typo bertebaran ...
.......
.......
.......
.......
.......
Pertemuan kami mungkin memang sudah di rencanakan tapi ada satu hal yang sampai saat ini masih adalah kebohongan semata.
Tapi aku adalah aku. Ayna Lintar Kenneth. Akulah benteng terkuat keluarga Kenneth. Mungkin mereka berpikir aku adalah yang terlemah, tapi justru itu adalah kebalikannya. Hatiku mungkin saat ini masih lemah karena dia.
__ADS_1
Kehilangan dia adalah hal yang terberat dan itu memang membutuhkan waktu untuk menyembuhkannya.
Alvin. Nama yang sempat mengisi kekosongan hatiku. Tapi bukan berarti aku benar-benar mencintainya. Terserah kalian ingin menghujatku atau apa pun itu. Tapi satu hal yang pasti tak akan ada yang bisa menggantikan dia di hatiku. Termasuk alvin atau pun Adam.
Semuanya aku tahu bahkan aku dan Adam, kami bermain peran. Karena mempunyai tujuan yang sama. Aku bisa pulih dari keterpurukanku itu memang benar, karena Adam yang membuatku semangat dan mencari semua dalang dari kejadian yang kami lalui.
Dan kakek, beliau yang membuatku bertambah kuat. Dengan semua kekacauan yang terjadi kami mencari kebenarannya. Di tambah dengan kemunculan Alvin membuat semua pekerjaan kami bertambah.
Sejujurnya aku sudah lelah berpura-pura menjadi lemah. Tapi demi misi kami. Aku harus terus berahan dengan ketidakberdayaanku ini.
...****************...
Saat aku mengatakan bahwa aku baru saja pindah, saat itu aku baru saja kembali setelah melakukan pengobatan.
Mungkin yang lain mengira bahwa aku melakukan pengobatan biasa. Selama pengobatan itu aku tinggal dengan kakekku. Dan disana aku dilatih untuk menjadi kuat oleh kakek hingga aku bisa menjadi benteng terkuat keluargaku. Sebenarnya pengobatan dan latihanku hanya membutuhkan waktu 1 tahun 5 bulan meski masih harus cek up setiap bulannya. Tapi aku tetap tinggal bersama kakek hingga 2 tahun. Disana aku terus mengasah kemampuanku bersama saudaraku yang lainnya dan juga membantu kakek menjalankan bisnisnya.
Hari-hari disana ku habiskan dengan menjalankan misi dan mengurus bisnis keluarga. Ayahku memutuskan tidak mengurus bisnis keluarga. Kakek bilang ayah menolak mengurus bisnis yang sudah Kakek bangun karena Ayah tidak ingin membahayakan istri dan anak-anaknya.
__ADS_1
Dan sekarang justru aku anaknya yang terjun mengurusi bisnis itu. Aku akui aku kesulitan tapi kakek dan saudara-saudaraku terus membimbingku hingga sekarang aku menjadi benteng terkuat di keluargaku. Kakek pernah bilang padaaku “Dunia ini tidak ada yang sepenuhnya bersih. Jika kamu berada di lingkungan yang sangat bersih maka ingat itu dan kamu akan bisa melihat sisi lain dari lingkungan itu sendiri. Kotor. Meski itu hanya sedikit debu".
Dan karena itu juga aku tahu kebenarannya. Meski masih ada yang tidak ku ketahui tapi itu lebih dari cukup. Celah itu akan bisa berguna nantinya. Nasihat kakek itulah yang selalu ku ingat saat aku mengalami kesulitan.
Setiap malam aku bekerja dengan laptop untuk mengecek dan berkomunikasi dengan yang lain. Jika ada pekerjaan yang penting dan tidak bisa di tangani oleh yang lain atau saat kakek sedang ada urusan mereka akan menghubungiku melalui email. Jika kalian bertanya mengapa tidak menghubungi lewat telepon? Itu karena telepon terlalu beresiko ketahuan.
Selama ini rahasiaku masih aman tapi sepertinya semua akan segera terbongkar. Karena tugas kali ini pasti akan membongkar sebagian kedokku di masyarakat. Dan juga mungkin musuh akan mulai mengincar keluargaku.
Kakek akan memperkenalkanku sebagai penerus kerajaan bisnisnya. “Sekarang sudah saatnya perang di erea terbuka. Dan memperkenalkan penerus kerajaan bisnis ini” itulah ucapan kakek saat meeting beberapa waktu lalu. Semua memang memiliki bagian dan tugasnya masing-masing. Jangan tanya apakah paman ku ikut mengambil alih atau tidak. Karena jawabannya adalah tidak. Paman hanya membimbingku agar bisa mengendalikan perusahaan secara optimal. Mereka punya perusahaan sendiri. Tentu saja tanpa bantuan dari Kakek. Mereka bilang ingin mandiri. Sama seperti Ayahku.
Saudara yang lainnya juga tak ada yang merasa jika kakek lebih sayang padaku. Karena kami semua melewati ujian untuk sampai pada tahap ini. Meski pada saat itu aku adalah yang terlemah tapi karena semangat dari kakek, akhirnya aku sampai pada tahap ini.
Tak mudah juga untuk sampai di tahap ini. kami saling menyemangati. Tak hanya sekali kami hampir terbunuh saat menjalankan misi. Berkali-kali itu juga aku berbohong pada keluargaku.
1 bulan lagi acara itu akan di gelar, sampai saat ini aku masih belum tahu akan bagaimana respon keluargaku, apalagi Ayahku. Ia sangat tahu jika menjadi penerus itu artinya akan mengambil alih semua bisnis yang dijalankan. Dan itu juga artinya sewaktu-waktu keselamatan kami semua akan terancam.
Lambat laun semua yang menjadi rahasiaku terbongkar. Dan satu persatu rahasia itu kini mulai bermunculan. Entah akhir seperti apa yang akan berpihak padaku. Kematian? Atau Kemenangan? Atau akhir hidup yang bahagia?
__ADS_1
Tapi apa bisa aku mendapat akhir hidup yang bahagia? Setelah apa yang sudah ku lakukan selama ini. bisakah? Pantaskah?
Jalan hidup yang ku jalani saat ini bukan lagi jalan yang bersih dari noda. Sering kali noda itu tertinggal di pakaian atau kulit. Noda darah itu lah yang menjadi saksi kejamnya dunia ini.