
Di tempat lain seorang pemuda sedang serius mengerjakan tugasnya yang belum selesai. Namun dering telepon mengganggunya. Ia pun mengangkat telepon itu.
“Halo ada apa gue lagi sibuk” ujar pemuda itu.
“Gue Cuma ngabarin pertemuan kita harus di undur lagi, leader mereka sakit” ujar seseorang di seberang sana.
“Oke kalau udah ada kabar lagi kabarin aja” ujar pemuda itu lalu memutuskan teleponnya sepihak.
“Etdah kebiasaan main maitiin telepon aja” gerutu pemuda diseberang itu.
Satu nama yang ada di dalamm benaknya. Adam. Nama itu entah kenapa rasanya ia mengenal nama itu. Apakah dia orang yang sama dengan kejadian beberapa tahun yang lalu. Memang kejadian itu tidak ada hubungannya dengannya tapi orang yang ada terlibat kejadian itu adalah orang terdekatnya.
“Kenapa perasaan gue bilang bakalan terlibat sama orang-orang yang berhubungan sama dia ya” batin Fathur.
Tok tok tok
“Masuk” ujar Fathur
“Lo lagi sibuk kak?” tanya Angel
“Enggak kok” jawab Fathur
“Kenapa?” lanjutnya
“Mau minta tolong ajarin pr fisika. Ada yang Angel gak ngerti” jawab Angel.
“Ya udah sini” ujar Fathur.
************************************
Ada yang berbeda dengan pagi ini. Di hari libur, di tengah keluarga Zellen saat ini ada seorang gadis. Mereka sedang sarapan bersama bahkan orang yang kemarin sakit demam pun ikut sarapan bersama.
__ADS_1
“Mas kamu seharusnya masih istiharat” ujar Rika sambil membawa makanan ke meja makan.
“Lagian Kent juga gak akan kemana-mana” ujar Hans.
“Dimas udah sembuh kok Bun Yah” ujarnya.
“Iya lah gimana gak cepet sembuh orang di rawatnya aja dengan penuh kasih sayang, sama orang tersayang lagi” ledek Deni. Mendengar ucapan Deni itu mereka hanya tersenyum kecuali Adam.
“Apaan sih kak gak jelas tau gak” ujar Adam datar.
Perdebebatan di antara mereka berdua pun tak terelakkan. Ayna yang mendengarnya pun tak berniat menghentikan perdebatan itu karna baginya itu adalah hal yang biasa terjadi. Namun tak berselang lama Hans menghentikan perdebatan mereka.
“Sudah-sudah kalian itu ya. Apa gak cape tiap hari berderdebat?” ujar Hans menghentikan perdebatan.
“Iya gak malu apa sama Kent?” tanya Rika sambil mengambilkan nasi untuk Hans.
“Buat Kent udah gak aneh bun ngeliat mereka kaya gitu” ujar Ayna kemudian terkekeh.
“Udah ngobrolnya nanti lagi, sekarang kita makan dulu” ujar Hans menengahi.
Saat Adam hendak mengajak Ayna jalan-jalan ia terkejut Ayna yang tengah menangis dengan menggengam ponselnya. Ia langsung menghampiri Ayna dan mengambil ponsel itu dari Ayna lalu melihat sebuah postingann yang baru saja Ayna lihat. Sontak matanya membulat. Sama halnya dengan Ayna, ia pun terkejut. Mereka tak menyangak jika orang itu akan kembali secepat ini. Sadar dengan hal itu Adam memeluk Ayna untuk menenangkannya. Rasanya sakit ketika ia melihat Ayna menangis seperti itu.
Yang ada di pikirannya saat ini hanya memikrkan cara agar mereka tidak bertemu setidaknya tidak dalam waktu dekat ini. Ia ingin Ayna merasa tenang terlebih dahulu. Luka itu benar-benar sudah membuat Ayna hancur. Baginya Ayna adalah segalanya. Cintanya, hidupnya. Cukup sekali ia melihat kehancuran Ayna. Ia tak ingin kehilangan Ayna untuk kedua kalinya.
Saat ini ia tak ingin mengeluarkan suaranya yang ia inginkan hanya membuat tangisan Ayna reda. Setelah beberapa saat akhirnya tangisannya reda dan nafasnya juga mulai teratur. Ayna tertidur di pelukan Adam. Mungkin karena terlalu lelah menangis sehingga membuatnya tertidur. Adam pun membaringkannya di kasur dan menyelimutinya.
“Kamu gak sendiri Kent. Ada aku yang akan selalu ada disamping kamu. Aku akan lakuin apa pun buat kamu by” ujar Adam lalu mencium kening Ayna.
Meninggalkan Ayna sendiri di kamarnya. Adam mengeluarkan ponselnya dari saku dan menghubungi seseorang.
“Halo” ujar seseorang di seberang sana.
__ADS_1
“Lo udah liat postingan dia?” tanya Adam to the point
“Iya gue udah liat, menurut informan gue sih dia udah lama balik ke indo” ujarnya.
“Udah lama?” tanya Adam memastikan.
“Iya”
“Terus maksud postinganya itu apa?” tanya Adam.
“Menurut gue, mungkin dia bakalan segera nemuin Ayna”
“Akhh jangan sampai dia nemuin Ayna sekarang” ujar Adam.
“Dia belum siap ketemu siapa pun dari masa lalunya” lanjut Adam lirih.
“Lo tenang aja Dam gue bakalan cari tau keberadaannya dimana. Nanti kalau gue udah tau, gue hubungin lo” jelasnya.
“Ayna juga berarti buat gue. Kita jagain dia bareng-bareng ya” lanjutnya.
“Ok kalau gitu kasih tau gue perkembangannya ya” ujar Adam lalu memutuskan pangilannya.
Adam hanya menghela nafas berat. Memikirkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi. Ia belum memberitahukan kabar ini pada kakaknya, ia masih harus mencari tahu lebih lanjut sebelum memberitahukan kabar ini pada sang kakak.
Bunyi telepon menyadarkanya dari lamunan.
“Nomor siapa ini? Gak ada di kontak gue” gumamnya lalu menekan tombol hijau untuk mengangkatnya.
“Halo” ujar Adam namun tak ada jawaban
“Halo, ini dengan siapa?” ujar Adam lagi.
__ADS_1
Hay hay hay ketemu lagi sama Vini disini 😆 Haduh itu siapa ya yang telepon Adam?? menurut kalian siapa nih yang nelepon Adam, jawab di komen ya 😂😄
Makasih yang sudah baca dan tetep baca cerita Vini ini 😇 Mau curhat sedikit gpp ya 😅 Sebenernya tugas Vini masih banyak tapi karena mumet berhadapan sama kertas terus jadi Vini nulis deh 😁😅 Do'a kan ya semoga tugas-tugas Vini cepet selesai jadi bisa cepet Up lagi 😊😇 Mohon dukungannya ya dengan cara komen, like dan vote 😁 See you next time 🤗👋