Luka Hati

Luka Hati
Bab 15


__ADS_3

Happy reading


**Typo bertebaran**


Semakin aku ingin memperbaiki semuanya, semakin banyak pula teka teki yang harus aku pecahkan. Entah berapa lama lagi aku harus menunggu semuanya terbongkar. Dan entah ada rahasia apa lagi yang belum ku ketahui.


Alvin menghilang begitu saja. Kepergiannya tak meninggalkan jejak sama sekali. Ia menghilang seperti di telan oleh bumi.


Meski begitu aku tak menyerah untuk mencari keberadaan Alvin. Aku hanya ingin menyelesaikan masalah yang ada. Karena sekarang hatiku sudah siap menerima kenyataan pahit yang lainnya.


Hubunganku dengan Adam masih sama tak ada yang berubah. Meski dia sempat berencana untuk melanjutkan hubungan ini ke jejang yang lebih serius tapi aku menolaknya dengan berbagai alasan.


Sebentar lagi Adam akan lulus SMA dan dia akan melanjutkan sekolahnya. Dan kami tentunya akan jarang bertemu. Tapi itu akan lebih baik untukku. Agar aku tidak terus bergantung padanya.


Satu sekolah juga sudah tahu jika aku dan Adam memiliki hubungan bahkan guru pun tahu. Aku dan Adam selalu menjadi sorotan satu sekolah. Dan anak sekolah lain juga tahu bahwa aku adalah tunangan dari Adam. Nama Adam sedari dulu memang sudah di kenal. Tapi sekarang nama Adam selalu bersanding dengan namaku.


Aku memang cukup populer di lingkungan sekolahku, tapi tidak di luar sekolah. Dan sejak mereka tahu hubungan ku dengan Adam banyak sekali orang yang membicarakanku. Bukannya aku kepedean tapi itu memanglah kenyataanya.


...****************...


“Ayna lo gak takut apa kalo nanti kak Adam udah lulus terus di tempat dia kuliah ada yang deketin kak Adam” tanya Kinar. Aku pun menggelengkan kcepala.


“Serius lo gak takut kehilangan kak Adam?” tanya Jessy. Kali ini aku terdiam sejenak memikirkan ucapan Jessy. Apakah aku sanggup kehilangan orang yang aku sayangi lagi.


“Gue rasa lo gak akan bisa untuk kehilangan kak Adam kan?” tanya Hani.


“Hmmmm Lo sayang sama kak Adam, dan itu yang membuat lo bisa ngelakuin apa aja untuk kebahagiannya. Tapi lo gak akan sanggup untuk kehilangannya” ucap Hani menjelaskan apa yang ada di pikiran ku, seolah dia tahu apa yang sedang ku pikirkan. Dan aku hanya diam mendengar penjelasannya. Karena apa yang di ucapkanya itu benar.

__ADS_1


“Han, lo cenayang ya?” tanya Kinar.


“Iya kok lo bisa tahu?” tanya Gina.


“Gue bukan cenayang. Tapi gue tahu sejak awal gue liat mereka tidur bareng di rumah Ayna waktu itu” ucap Hani.


“Mungkin kalian gak sadar kalau sejak kak Adam minta Ayna dateng ke tempat janjian mereka, Ayna mulai nunjukin kasih sayangnya ke kak Adam secara gak sengaja. Dan sejak itu juga Ayna bisa gabung di tempat keramaian. Bahkan waktu pertandingan persahabatan itu Ayna bisa beraptasi sama keramaian itu” jelas Hani.


“Bener juga apa yang di bilang Hani” ucap Gina. Jessy dan Kinar hanya mengangguk menyetujui ucapan Hani.


Apa yang Hani ucapkan memang benar adanya. Ku kira tidak akan ada yang menyadarinya. Tapi ternyata Hani bisa menyadarinya.


Aku memang selalu menghindari keramaian. Sedari dulu aku tidak suka keramaian. Keramaian membuatku dadaku merasa sesak. Entah kenapa itu bisa terjadi aku tak ingat. Tapi orang tuaku bilang jika ada sebagian yang memori yang aku lupakan, dan mereka bilang penyebabnya adalah syok akibat suatu kejadian.


“Balik ke kelas kuy bentar lagi bell” ajak Gina.


“Kalian duluan aja, hari ini gue absen” ucap meninggalkan mereka.


“Ayna kenapa ya” tanya Kinar.


“Udahalah biarin dia sendiri dulu. Kita ke kelas aja” ucap Hani, dan mereka pun pergi ke kelas.


...****************...


Di sebuah gedung yang menjulang tinggi ada banyak orang yang sedang bersiap untuk melanjutkan misi mereka. Setelah meninggalkan negara itu untuk beberapa bulan, kini mereka telah kembakli dengan rencana yang lebih matang.


Ya, mereka terpaksa meninggalkan negara itu karena ada hal yang mendesak yang harus mereka lakukann di markas utama.

__ADS_1


Waktu yang mereka miliki kali ini tidak banyak. Mereka hanya di beri waktu sampai ke naikan kelas, dan itu artinya waktu mereka hanya 2 bulan lagi. Dan kali ini juga mereka harus lebih berhati hati karena identitas mereka sudah di ketahui musuh.


“Kalian udah siap?” tanya kapten mereka.


“Siap” jawab mereka bersamaan. Mereka pun pergi meninggalkan gedung itu. Hingga menyisan 2 orang saja.


“Gue kasih lo waktu kalo lo mau nemuin pujaan hati lo. Tapi setelahnya janga ada gangguan yang membuat lo kehilangan konsentrasi lo kaya kemarin” jelasnya.


"Gue gak yakin dia mau nemuin gue” ucap orang itu.


“Lo harus selesian masalah lo sama dia Vin” ucapnya.


“Tapi lo juga harus kasih tau dia yang sebenarnya Bim” ucap Alvin.


“Dia gak perlu tau tentang gue Vin” ucap Bima.


“Kenapa?” tanya Alvin.


“Karena Bima yang dia kenal udah lama mati Vin” jelas Bima.


“Gue gak mau ngancurin semuanya Vin” lanjutnya.


“Tapi dia tersiksa Bim” ucap Alvin.


“Enggak Vin, Adam berhasil buat dia bangkit” ucap Bima.


“Gue gak mau di kembali terpuruk jika dia tahu gue masih hidup Vin. Lo tahu sendirikan Abang gue dia orang yang paling berarti buat dia. Dan dia pergi karna dia nyelamatin gue sama dia” jelas Bima.

__ADS_1


“Kalau gue nemuin dia luka yang udah lama terkubur itu akan kembali mencuat. Gue gak sanggup liat dia kembali terpuruk Vin. Akan lebih baik dia tetap melupakan kejadian mengerikan itu” lanjut Bima.


__ADS_2