
Tok tok tok
"kak kent lo di dalem?"
"Iya, masuk de"
Lalu sang adik pun masuk dan melihat kakaknya sedang bergelut dengan bukunya.
"Ada apa?" tanya Ayna tanpa mengalihkan pandangannya pada sang adik.
"Gue mau minta bantuan lo kak" ujarnya berterusterang.
" Bantuan apa?" tanya Ayna yang masih sibuk dengan bukunya.
"Gue mau keluar tapi papa gak ngebolehin gue keluar..."
"Ya udah kalo gitu jangan keluar" ujar Ayna dingin memotong ucapan sang adik.
"Ya elah, gue kan kesini mau minta bantuan lo" ujar sang adik mengeluh
"Kalo gitu lo pasti udah tau kan jawaban gue" ujar Ayna dingin
"Kak please bantuin gue kali ini aja" ujar sang adik memohon
"Emang sepenting apa sihh urusan lo itu" tanya Ayna mengalihkan pandanganya pada sang adik
"Penting banget kak kent" ujarnya meyakinkan
"Penting mana sama belajar?" Tanya Ayna
"Mending juga lo belajar dari pada keluyuran gak jelas" lanjut Ayna
__ADS_1
"Huhhh kak please kali ini aja" ujarnya memelas.
Ayna yang melihat sang adik memelas pun tak tega.
"Ok gue bantuin lo tapi lo harus kasih tau gue alasannya" ujar Ayna
"Hmmmmm" gumamnya sambil berpikir
"Gue mau ke pesta ultah temen gue kak dan selesainya pasti malem banget terus juga gue udah janji bakalan dateng kak" ujar sang adik menjelaskan
"Huhhh ya udah tapi lo harus pulang gak boleh lebih dari jam 12. Gak ada acara pulang pagi atau subuh ya" putus Ayna sambil menarik nafasnya dalam
"Yahhh kak emangnya gue cinderella apa jam 12 harus pulang" keluh sang adik
"Ya udah kalo lo gak mau..."
"Ok ok gue pulang jam 12 kak" ujarnya pasrah
********************
Ayna terbangun dari tidurnya karna haus. Lalu ia melangkahkan kakinya ke dapur untuk minum. Melihat ke arah jam menunjukan pukul 02.15 dini hari ia pun langsung pergi ke kamar sang adik mengecek apakah adiknya sudah pulang atau belum. Ia pun melangkah masuk melihat keadaan kamar sang adik. Melihat beberapa foto terpajang di sana membuatnya menitikkan air mata. Ia rindu masa kecilnya yang ceria, ramah dan selalu tersenyum pada siapa pun. Tak ingin mengganggu tidur sang adik dengan isakkannya, Ayna pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya.
Tanpa Ayna ketahui Daniel sudah terbangun saat mendengar Ayna terisak.
"Gue kangen lo yang hangat kak, gue juga kangen suara lo yang selalu cerewet tiap pagi. Gue kangen berantem sama lo. Gue kangen kak kent gue yang dulu" batin Daniel sedih.
Ayna masuk ke kamarnya dan tak lupa untuk mengunci pintunya. Menangis. Itulah yang gadis itu lakukan, perasaannya terluka jika mengingat hal yang membuatnya menjadi seperti ini. Dingin tak tersentuh. Menangis membuatnya lelah hingga tak terasa ia pun tertidur.
Tok tok tok
"Kak bangun sayang nanti kamu telat loh kesekolahnya" ujar Elina sambil terus mengetuk pintu kamar Ayna
__ADS_1
"Kak sayang kamu gak apa-apa kan?" tanya Elina khawatir tapi tetap tak ada sahutan dari dalam
"Kakak masih belum keluar ma?" tanya Valdo pada sang istri
Elana pun menatap Valdo sedih dan menggeleng.
"Nih pah kuncinya" ujar Daniel sambil memberikannya pada sang ayah.
Valdo pun langsung membuka pintunya dan menghampiri putrinya.
"Kak bangun sayang" ujar sang ayah menbangunkannya lembut sambil mengusap pipi putrinya itu merasa suhu badannya panas.
"Demam" desis Valdo. Elina dan Arya pun menatap Ayna khawatir dan sedih
"papa" ujar Ayna lemah
"Iya sayang, hari ini kakak istirahat di rumah aja ya" ujar Valdo lembut sambil mengelus lembut rambut Ayna.
"Iya nanti biar mama yang telepon ke sekolah ya sayang" ujar Elina khawatir.
"Ayna gak apa - apa kok ma" ujar Ayna tersenyum
"Mama tinggal ke dapur dulu ya" Pamit Elina yang hanya mendapat anggukan lalu melenggang pergi.
"Ya udah papa sama ade berangkat dulu ya sayang" ujar sang ayah sambil mengecup dahi Ayna sayang.
"Gue berangkat dulu ya kak Kent" pamit Daniel
"Kalo lo mau sesuatu kasih tau gue aja nanti pulang sekolah gue beliin" lanjutnya sambil menyusul sang Ayah.
Tinggallah Ayna sendiri didalam kamarnya meratapi semua masa lalunya.
__ADS_1