
...Happy Reading...
...Typo bertebaran...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
“Selama ini gue selalu nurutin kemauan lo tapi kali ini sorry gak bisa” ucap Alvin.
“Kita gak tau apa yang akan terjadi ke depannya. Gue cuma pengen mencegah apa yang mungkin akan terjadi” ucap Rafael.
“Tapi yang dia butuhin itu lo Rafael” ucap Alvin.
“Gue pengen lo yang jadi sandaran dia” ucap Rafael.
“Gue mohon” ucap Rafael lagi, Alvin pun menarik nafas panjang.
“Oke gue akan jagain dia tapi cuma sebagai teman gak lebih” ucap Alvin.
“It’s okay. Thank’s ya Vin”ucap Rafael.
Mereka menikmati angin yang berhembus. Pikiran Alvin melayang pada percakapannya dengan Rafael tadi. Ia merasa aneh dengan Rafael.
2 minggu setelah percakapan mereka Rafael mendapat misi dari organisasinya bersama dengan Bima. Tapi sayang Rafael gugur saat menjalankan misinya. Semua yang ikut dalam misi itu banyak yang mengalami luka parah bahkan bima mengalami cedera yang sangat serius tapi bisa masih bisa di selamatkan.
Kabar meninggalnya Rafael sudah terdengar sampai telinga Ayna. Ayna yang mendengar kabar itu pun langsung pergi menuju ke rumah duka. Disana ada ayah dan ibu Rafael, mereka melihat Ayna masuk dengan tatapan kosong lalu memeluk Ayna untuk saling menguatkan. Dan saat itu juga tangis Ayna pecah. Ia melihat kekasihnya terbujur kaku.
__ADS_1
“Rafa kamu lagi nge prank aku ya” ucap Ayna sambil tersenyum.
“Mama sama papa kamu juga ikut-ikutan ngerjain aku” adu Ayna.
“Udah dong bercandanya gak lucu tau. Ayo bangun kalo kamu gak bangun juga aku marah loh” ucap Ayna lagi.
Mereka yang melihat itu merasa iba bahkan Alvin juga merasa jika saat itu Rafael seperti sudah tahu jika ini akan terjadi. Dan sekarang dia masih bingung bagaimana harus menjalankan permintaan terakhir dari Rafael.
“Ma Pa bangunin Rafa, masa dari tadi Ay bangun masih gak bangun juga jewer dia ma biar dia bangun” ucap Ayna sambil menangis.
“Sayang Rafa udah gak ada” ucap Vivian sambil memeluk Ayna dan menangis.
“Enggak ma. Rafa masih hidup dia cuma ngerjain Ay ma” ucap Ayna sambil menangis.
Vivian memeluk Ayna semakin erat. Lalu membawa Ayna ke kamar tamu. Orang tua dan adik Ayna yang baru saja datang melihat Ayna menangis ikut memeluk Ayna.
“Ma, Rafa ngerjain Kent terus” adu Ayna.
“Bangunin Rafa ma, dari tadi mereka bilang Rafa udah gak ada” ucap Ayna.
“Kak please jangan kaya gini, kakak harus kuat” ucap Daniel, Ayna tak mempedulikan Daniel.
“Ayo ma cepet bangunin Rafa” ucap Ayna sesegukan.
“Kak, Kak Rafa..” ucap Daniel terhenti karena di peringati oleh Elina dan Vivian.
“Sekarang Kent berhenti ya nangisnya emang gak cape dari tadi nangis?” ucap Elina Ayna lembut menahan tangisnya.
“Iya sekarang Ay tidur aja dulu nanti kalo Rafa udah bangun mama bilangin kalo kamu lagi tidur di kamar tamu” ucap Vivian lembut, Ayna pun mengangguk dan tak lama ia pun tertidur.
Valdo sudah lama bergabung dengan keluarga dari Rafael dan mengucapkan bela sungkawa. Ia sendiri tak sanggup melihat sang anak menangis histeris seperti itu. hatinya hancur melihatnya anaknya menangis.
Setelah pemakaman selesai, Vivian memberikan surat yang sempat Rafael titipkan untuk Alvin. Sebenarnya Rafael juga menitipkan surat dan barang juga untuk Ayna tapi sekarang keadaanya tidak memungkinkan, Ayna masih belum menerima jika Rafael sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Vivian dan Alvin selalu berkomunikasi mengenai keadaan Ayna. Alvin juga sudah memberitahu Vivian tentang permintaan Rafael itu. Dan Alvin juga memberitahukan isi surat itu pada Vivian.
...****************...
__ADS_1
Keadaan Ayna masih belum stabil ia menolak menerima kenyataan itu. Hal itu terdengar oleh sang kakek dan ia membawa Ayna pergi untuk tinggal berasamanya sekaligus melakukan pengobatan disana. Alvin yang mendengar Ayna akan di bawa keluar negeri ia pun meminta kedua orang tuanya untuk pindah kesana. Awalnya orang tua Alvin menolak untuk pindah tapi karena Alvin memaksa ingin pindah akhirnya orang tua Alvin menitipkan Alvin pada orang tuanya yang ada disana. Alvin senang mendengar hal itu.
Selama tinggal disana Alvin selalu mengawasi Ayna. Alvin selalu berada di dekat Ayna. Ketika keadaan Ayna mulai membaik, ia mulai menjaganya secara terang-terangan. Hubungannya pun semakin dekat. Ayna mulai bisa tertawa lagi. Dan Alvin selalu mengirimkan video Ayna pada Vivian, mama Rafael.
Kakek Ayna yang mengetahui kedekatan mereka merasa waspada. Ia takut cucu yang ia sayangi terluka lagi. Tapi seiring berjalannya waktu melihat kebahagian sang cucu ia mulai membiarkan kedekatan mereka berdua. Asalkan cucunya bisa kembali seperti dulu ia tidak akan menghalanginya.
Satu tahun kemudian orang tua Rafa mulai mengirimkan surat yang sudah disimpannya terlalu lama pada Ayna tentunya dengan persetujuan dari Alvin. Sepulang bermain dengan Alvin, Ayna membuka kado dan surat itu.
Tangisnya pecah saat melihat foto di dalam kado itu dan ia cepat-cepat membaca surat itu.
Dear kesayangan Rafa
Hi. Apa kabar kesayangan Rafa? Pasti sehat dong ya. Masih suka nangis? Jangan nangis terus dong nanti aku juga sedih kalau kamu nangis terus. Jangan cengeng lagi ya sayang. Kamu harus senyum terus jangan galak-galak sama Bima dan Daniel.
Maaf kalau aku yang bikin kamu nangis. Kamu boleh kok marah sama aku tapi jangan lama-lama ya. Soalnya aku gak bisa bujukin kamu lagi kalau kamu marah. Aku juga gak bisa hapus air mata kamu lagi kalau kamu nangis. Karna mungkin saat kamu baca surat ini aku udah gak ada di samping kamu lagi. Aku gak ada buat nemenin kamu main game lagi. Dan dunia kita juga udah beda.
Jangan nangis sayang. Aku gak suka kamu liat kamu nangis kaya gitu. Btw gimana hadiah yang aku kirim? Kamu suka? Aku harap sih kamu suka ya.
Oh iya apa Alvin udah nemuin kamu? Aku harap kamu bisa akur ya sama dia. Meskipun dia agak tengil sih orangnya tapi aku jamin dia orang baik kok.
Maaf kalau aku ngatur kehiduapan kamu. Aku cuma gak mau kamu sedih terlalu lama karna aku. Kamu berhak bahagia tanpa aku sayang. Kamu juga jangan marah sama Alvin ya, dia gak salah. Aku yang minta dia buat ngejagain kamu. Ya, meski awalnya dia nolak tapi akhirnya dia setuju.
Aku pengen kamu tetep bahagia. Jangan sedih aku gak pernah ninggalin kamu, aku akan selalu ada di hati bukan? Itu yang selalu bilang sama aku.
Haduhh tangan aku pegel banget nulis ini. Maaf ya sayang aku udah gak kuat nulis lagi hehehe.
*Terus bahagia sayang. I LOVE YOU MOR**E AND FOREVER*
Kekasih yang sangat mencintaimu
Ayna terkejut karena Alvin mengenal Rafa. Ia merasa selama ini ia sudah dibohongi oleh Alvin. Jadi alasan Alvin ada samping nya adalah karena Rafa. Rafa yang memintanya untuk menjaganya. Ia kesal telah dibohongi. Ayna mengamuk di dalam kamarnya. Ia membanting semua benda yang ada di dekatnya. Sang kakek dan saudaranya yang mendengar suara barang pecah bergegas menuju kamar Ayna.
“Alvin penipu” teriak Ayna.
...----------------...
Hi guys Vini UP lagi nihh 😍 Huhuhu Vini mau bilang makasih buat kalian yang udah mampir ke sini dan yang masih stay nunggu juga thank you so much 😘 Btw Vini rencananya mau ngerevisi cerita ini tapi tenang aja Vini bakalan ngerevisi tanpa mengganggu kelanjutan ceritanya 😂 Jadi meski ada bab yang Vini revisi, Vini tetep UP bab selanjutnya 😉 Tunggu terus kelanjutan ceritanya ya, see you next time 😘😍👋
__ADS_1