
"Maksudnya kalian pengen tau soal hubungan gue sama Ayna?" ujar Adam santai sambil merangkul Ayna.
"Kalo gue bilang" ujar Adam menggantungkan ucapannya.
"Udah deh Dam mending sekarang lo mandi terus jemput bunda di butik" ujar Ayna kesal, perasaannya tak enak jika Adam melanjutkan ucapannya.
"Bentar dulu by biar aku kasih tau mereka dulu" ujar Adam manja
"Biarin aja lahh mereka tau lagian mereka temen kamu ini by" ujar Adam lembut sambil membelai rambut Ayna.
"Iya Ay biarin kita tau kebenarannya" ujar Gina
"Gue sama Ayna udah nikah" ujar Adam tampak serius.
Mereka yang mendengarnya pun terkejut tak terkecuali Ayna. Ayna pun sama terkejutnya dengan yang lain. Setelah kembali dari keterkejutanya Ayna pun memukul Adam.
"Awwww sakit by KDRT nihh namanya" ujar Adam kesakitan tanpa rasa bersalah
"Udah sana mandi terus jemput Bunda" ujar Ayna kesal
"Mandi bareng by" goda Adam, lalu Ayna pun menatap tajam Adam.
Adam pun langsung berlari ke kamar mandi yang ada di kamar Ayna. Teman-temannya pun tak menyangka bahwa mereka bisa melihat kehangatan Ayna dan Adam. Meski tak bisa di pungkiri mereka juga terkejut dengan kenyataan yang Adam jelaskan.
"Gue gak nyangka kalo ternyata kak Adam mesum ya" ujar Kinar sambil tertawa
"iya bener" ujar Jessy dan mereka pun tertawa
__ADS_1
"tapi gapapa lahh lagian mereka udah nikah jadi gak masalah" ujar Hani
"iya gak ay?" tanya Hani menggoda Ayna
"Wahhh jangan-jangan tadi kalian abis itu ya" ujar Kinar heboh. Mendengar perkataan Kinar mereka pun membelalakan mata lalu tertawa.
"iya apa lagi tadi kak Adam bilang masih cape" ujar Gina yang masih tertawa.
Mendengar asumsi teman-temannya Ayna pun memutar bola matanya jengah.
"Kalian jangan percaya sama omongan Adam barusan" ujar Ayna kesal
"Gue sama Adam emang dekat bahkan dari kecil, kebetulan nyokap gue juga langganan butik nyokapnya Adam" jelas Ayna
Mereka pun memandang Ayna tak percaya dengan penjelasannya. Lalu Ayna pun menceritakan semuanya dari awal hingga akhir. Kecuali masalah yang mereka alami. Mereka pun percaya dengan penjelasan Ayna.
"Bentar ya guys" ujar Ayna lalu mengambil baju Adam di lemarinya. Mereka bingung melihat Ayna mengambil baju Adam dari lemari Ayna.
"Dam" panggil Ayna sambil mengetuk pintunya. Lalu Adam membuka pintunya.
"Lain kali jangan lupa bawa baju terus mandinya di kamar Daniel" ujar Ayna kesal.
"iya iya makasih ya by" ujar Adam sambil tersenyum.
Ayna kembali duduk di kasurnya.
"Kalo gue liat kaya gini sihh gue lebih percaya sama kak Adam" Ujar Gina
__ADS_1
"Iya gue juga apalagi baju-bajunya kak Adam ada di lemari lo" ujar Jessy
Yang lainnya pun mengangguk setuju. Ayna pun menghelakan nafas kasar. Bingung bagaimana lagi harus menjelaskannya.
"Ehhh tapi kan kalo udah nikah seharusnya mereka pake cincin kan?" tanya Kinar
"Kalung yang Ayna pake itu cincin" ujar Adam sambil berjalan ke meja rias Ayna lalu membuka lacinya mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah.
"ini cincin gue" ujar Adam sambil memperlihatkan isi kotak merah itu.
Mereka pun memandang kalung yang di pakai Ayna. Ayna yang mengerti arah pandangan teman-temannya pun memperlihatkan kalung yang di pakainya.
Entah apa yang direncanakan Adam. Ayna pasrah kali ini. Ayna hanya bisa mengikuti rencana Adam.
"Gak ada yang tau soal ini kecuali kalian" ujar Adam sambil merapikan rambutnya
"Jadi gue harap kalian bisa jaga rahasia setidaknya sampai Ayna beres UN" lanjut Adam sambil menghampiri Ayna.
"Kak Danu sama kak Rico juga tau?" tanya Kinar
"Cuma Rico yang tau" ujar Adam sambil mengambil ponselnya lalu memasukannya kedalam saku celananya. Mereka pun hanya menggangguk.
"Aku jemput Bunda dulu ya by, udah itu langsung ketemu Rico" pamit Adam
"Iya hati-hati dijalannya, salam ke Bunda sama Ayah" ujar Ayna
"Jangan lupa makan sama minum obat ya by" ujar Adam tegas mengingatkan.
__ADS_1
"bye by, guys" lanjut Adam sambil mencium kening Ayna. Lalu berlalu pergi. Namun sebelum benar-benar pergi ia berpamitan pada sang mama Elina.