Luka Hati

Luka Hati
Bab 7


__ADS_3

Hai hai ketemu lagi sama Vini disini 😆 Gimana kabar kalian semua? semoga baik-baik aja ya 😊 Sebelumnya Vini mau ngucapin Minal 'Aidzin wal faidzin Mohon maaf batin ya 😊 Maaf baru sempet up lagi karena sibuk dengan dunia nyata 😁 Semoga kalian juga gak bosen nungguinnya ya 😅 Maaf kalau masih banyak typo 😂


Happy Reading...


**************************************


Setelah drama di dalam kelas berakhir pak Bima melanjutkan pembahasan materinya. Pikiran Ayna terus saja melayang entah kemana. Badannya memamang berada di sana tapi pikirannya terus saja memikirkan kakak kesayangannya itu.


Rasa khawatirnya pada sang kakak membuatnya tak bisa fokus pada pelajaran di sekolah. Sepulang sekolah Ayna segera pergi ke rumah Adam untuk melihat keadannya. Orang yang membuatnya bertahan kini tengah terbaring lemah dengan wajah yang terlihat sangat pucat.


Sesampainya di rumah Adam, ia masuk kedalam rumah itu lalu menghampiri sang bunda yang sedang menonton tv.


“Bun” panggilnya.


“Ehh Kent, kamu tuh kebiasan deh suka ngagetin bunda” ujar Rika sambil mengalihkan pandangannya pada Ayna.


“Hehehe maaf bun abis bunda serius banget sih nonton tvnya” ujarnya, Rika pun hanya menggelengkan kepala.


“Dimas gimana bun? Udah baikan?” tanya Ayna.


“Iya udah baikan kok demamnya juga udah turun, baru aja minum obat sekarang kayanya lagi tidur deh” jawab Rika.


“Syukur deh kalau kaya gitu” ujar Ayna


“Ya udah Kent keatas ya bun, mau liat Dimas” pamit Ayna yang dijawab dengan sebuah anggukan oleh Rika.


Ayna masuk ke kamar Adam dan melihat Adam sedang tidur dengan nyenyak. Perlahan ia menghampirinya dan mendudukan dirinya disamping Adam. Melihat Adam yang seperti ini membuat pikirannya melayang pada kejadian beberapa tahun yang lalu.

__ADS_1


Kejadian yang membuatnya harus meninggalkan kakak tersayangnya dan dunianya. Memikirkan kejadian itu, ia merasakan sesak didadanya.


Memang kejadian itu membuat luka tersendiri bagi keduanya. Dan berpura-pura melupakan ternyata malah membuat mereka merasakan sakit yang lebih lagi. Harapan mereka hanya ingin menyelesaikan urusan yang masih belum selesai dan masih menjadi teka-teki bagi mereka.


Kenyataan luka itu masih bersemayam di hatinya masing-masing, membuat keduanya harus berpisah untuk sementara waktu dan kini mereka harus saling menguatkan.


Setelah memandang wajah Adam cukup lama ia pun pergi meninggalkan Adam ke kamarnya.


Ya disana keluarga Adam memang menyediakan kamar untuk Ayna bukan tanpa alasan, karena Ayna sedari dulu selalu menginap disana hingga akhirnya sang bunda menyediakan kamar untuk Ayna bahkan segala keperluan Ayna tersedia disana. Rika memang sangat memanjakan Ayna.


Di dalam kamarnya ia menghela nafas berat. Ia segera mandi lalu beristirahat. Karena merasa sangat lelah ia memjamkan matanya. Tak terasa ia tertidur cukup lama, ia pergi ke kamar mandi membasuh wajahnya.


Setelah itu ia turun karena merasa lapar, tetapi sebelum itu ia menelepon orang tuanya terlebih dahulu memberitahukan keberadaannya dan meminta izin untuk menginap.


Di lihatnya sang bunda sedang berkutat dengan penggorengan.


“Gak usah sayang, kamu tunggu aja disana sambil nonton tv sebentar lagi selesai kok” ujar bunda.


Akhirnya Ayna pergi menonton tv, namun tak lama Hans (ayah Adam) pulang dengan Deni (kakak Adam) di belakangnya. Karena terlalu fokus menonton tv, Ayna tak menyadari kehadiran keduanya. Lalu keduanya pun menghampiri Ayna.


“Asik banget nontonnya sampai ayah pulang aja gak di sambut” ujar sang ayah lalu duduk di sampingnya diikutioleh Deni.


“Ehh ayah sama kak Deni udah pulang, Kent kangen ayah” ujar Ayna lalu memeluk sang ayah.


“Sama kakak gak kangen” tanya Deni sambil merajuk.


“Kangen dong” ujarnya sambil melepaskan pelukan sang ayah lalu memeluk Deni.

__ADS_1


“Kok kamu sendiri? Dimasnya mana?” tanya Hans.


“Ada di kamar Yah lagi sakit” ujar Ayna.


“Tadi pagi disekolah demam terus pulang dehh sama bunda” lanjutnya.


“Sama bunda” tanya Hans lagi.


“Iya abis Dimas gak mau pulang, jadi terpaksa deh Kent telepon bunda minta buat ngejemput” ujar Ayna menjelaskan.


“Asik berarti bisa jalan-jalan sama kakak dong, kan Dimas lagi sakit” ujar Deni.


“husss kamu ini adik sakit malah seneng” ujar Hans.


“Bukannya gitu yah tapi aku kan kangen sama putri kesayangan ayah ini” ujar Deni sambil membelai lembut rambut Ayna.


“Abis tiap Kent kesini aku pasti sibuk kalau enggak di monopoli sama Dimas dan bunda” ujar Deni cemberut.


Ayna dan Hans pun tertawa melihat tingkah Deni. Bunda yang mendengar suara tawa menghampiri mereka.


“Ngobrolin apa sih sampai ketawanya kenceng gitu” tanya sang bunda.


“Itu bun Deni masa cemburu gara-gara Kent di monopoli sama bunda” ujar Hans, Rika pun hanya menggelengkan kepalanya.


“Sudah-sudah sebaiknya ayah sama Deni mandi sana habis itu kita makan malam” ujar Rika.


Setelah mendapat perintah dari sang ratu mereka pun menajalankan perintahnya. Ayna pum menghampiri sang bunda dan bertanya makanan untuk Adam.

__ADS_1


Mohon dukungannya ya 😊 Jangan lupa tinggalkan jejak kalian 😁 Sampai ketemu lagi 😆


__ADS_2