
Happy reading
Sorry Typo bertebaran
.
.
...****************...
Di kantin siswa-siswi sedang mengisi perut mereka yang tengah lapar sambil bergosip ria. Gadis yang membuat orang khawatir itu kini tengah menyantap makanannya. Ia tak mengetahui jika ada orang yang sedang mengkhawatirkannya.
“Si Hani mana sih lama banget” ucap Gina.
“Tau tuhh bilangnya tadi mau nyusul tapi sampai sekarang tu orang belum mucul juga” ucap Kinar kesal.
“Ya udah lah ada urusan kali” ucap Ayna santai.
“Lo beliin aja dia makanan kali aja nanti di kelas tu anak laper” lanjut Ayna.
“Ya udah biar gue aja yang beliin dia makanannya” ucap Jesssy. Lalu pergi membelikan makanan dan minum.
Di tempat lain Hani yang tak melihat Ayna tak ada di toilet semakin khawatir. Begitu pun dengan Adam, mengetahui Ayna tak ada disana pikiran melayang jauh, takut terjadi apa-apa pada Ayna. Adam dan Hani akhirnya memutuskan untuk berpencar mencari Ayna.
Kedua teman Adam yang melihat wajah Adam seperti khawatir menghentikan langkahnya lalu menanyakan apa yang terjadi. Setelah di beri tahu bahwa terjadi sesuatu pada Ayna mereka pun ikut mencari Ayna.
Hingga Rico di beri tahu oleh teman sekelasnya bahwa Ayna sedang makan di kantin. Lalu ia pergi ke kantin untuk memastikan apa benar Ayna ada disana, sebelum ia memberitahukannya pada Adam.
Dan benar saja Rico melihat Ayna sedang makan bersama temannya dengan tenang. Lalu memberi tahu Adam dan yang lainnya jika Ayna sedang ada di kantin. Rico bernafas lega. Tidak terujadi apa-apa pada Ayna.
“Udah kenyang makannya Ay?” tanya Rico sambil duduk dekat Ayna.
“Ehh, udah kok” ucap Ayna acuh.
“Tumben lo sendiri. Mana Adam sama Danu?” tanya Ayna heran, biasanya Rico selalu bersama Adam.
“Otw kesini” ucap Rico.
__ADS_1
“Minta minum lo dong Jes” ucap Rico melihat Jessy membawa makanan dan minum.
“Ehhh ini punya Hani” ucap Jessy menjauh dari Rico.
“Elah pelit amat sih lo” ucap Rico.
“Gue kan haus abis keliling sekolah” ucap Rico.
“Udah lah kasihin aja Jes kasian ntar anak orang pingsan lagi” ucap Ayna mengejek. Lalu mereka pun tertawa.
“Lagian lo kak, ngapain keliling sekolah gak ada kerjaan banget” ucap Jessy sambil memberikan minumanya.
Saat Rico akan menjawab, dari arah pintu masuk kantin Adam, Hani dan Danu berlari menghampiri meja Ayna dan kawan-kawan.
“Lo kemana aja hah” tanya Adam marah karena khawatir. Tapi ia juga merasa lega karena Ayna baik-baik saja.
“Apaan sih lo santai aja kali nanyanya gak usah marah-marah” ucap Ayna santai tanpa rasa bersalah.
“Lagian dari tadi gue ada disini sama mereka” ucap Ayna menunjuk Jessy, Gina dan Kinar.
“Gak” jawab mereka serempak.
“Ishh jahat banget sih kalian sama gue” ucap Danu memelas. Lalu pergi membeli minum.
“Kita cape keliling sekolah nyariin lo, eh tahunya lo ada di sini enek-enak makan” ucap Hani.
“Lah emangnya kenapa nyarin gue?” tanya Ayna.
“Kita tuh khawatir sama lo” ucap Hani.
“Maksud gue kenapa gak telepon atau chat gue” tanya Ayna santai lalu melirik Adam yang sedang menenderkan kepalanya di bahu Ayna. Mendengar ucapan Ayna mereka kaget.
“Bener juga ya” ucap Rico membenarkan sambil memakan makanan yang dibeli oleh Jessy.
“Sorry kita kan tadi panik jadi gak kepiran dehh” ucap Hani lalu sambil menujukan deretan giginya. Lalu Danu datang membawakan mereka semua minuman dan makanan.
“Nihh buat kalian” ucap Danu.
__ADS_1
“Thanks kak, baik banget dehh” ucap Kinar memuji.
“Iyalah gue emang baik dari dulu kalian aja yang selalu jahatin gue” ucap Danu mendramatisir.
Mereka pun tertawa berasama menceritakan pengalaman mereka mengelilingi sekolah pada hari itu. Padahal mereka jarang sekali berkeliling jika bukan karena ada urusan.
Bel pun berbunyi para siswa berhamburan memasuki kelasnya masing-masing.
...****************...
Di sisi lain seorang pemuda sedang memikirkan pertemuannya beberapa hari yang lalu dengan seorang gadis. Meski hanya tak sengaja melihatnya dari jauh. Namun ia merasa aneh kenapa banyak sekali yang menjaganya. Apakah terjadi sesuatu saat kepergiannya saat itu.
Sungguh ia sangat merindukan gadis itu. Tapi sayangnya sekarang belum saatnya mereka betemu. Masih banyak yang harus disiapkannya.
Sayangnya ia adalah orang yang membuat luka itu semakin dalam. Gadis pujaan dari musuhnya itu membuat ia hampir melupakan tujuaannya.
Ia kira perasaan itu akan hilang dengan sendirinya. Namun ternyata ia benar-benar jatuh cinta pada gadis itu.
Ia mencoba melupakannya tapi ternyata tak semudah seperti yang di pikirkannya. Bermain dengan banyak wanita tak membutnya ia melupakannya. Ia selalu berusaha menekan perasaanya agar tak semakin dalam. Hingga sedikit demi sedikit ia bisa mengendalikannya.
Saat ini ia kembali ke kota kelahiran dengan sebuah misi yang tentunya akan membuat ia bertemu kembali dengan gadis itu. Tapi ia berharap ia gadis itu tak terlibat dengan misinya kali ini. Sungguh ia tak ingin kembali menyakiti gadisnya. Karena itu akan mengahancurkan rencana yang sudah ia susun dengan rapih.
.
.
.
.
.
.
.
Yeyyyy Vini Up lagi nihh hehehe Maaf ya kalo kelamaan nunggunya 😂 Jangan tanya kenapa Up nya pendek 😂 Hari ini otak Vini udah mentok 😢😁jadi lanjut lagi nanti ya 😆 Vini gak lupa ngucapin banyak-banyak terimakasih buat yang udah mau baca 😊 Terimakasih juga buat suport kalian 😍😘🤗 Vini juga mau ngingetin selalu jaga kesehatan ya 🤗
__ADS_1