
...Happy Reading...
...Typo bertebaran...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
2 minggu sudah Ayna menjalakan kesehariannya yang sangat sibuk itu. Pergi pagi dan pulang dini hari, begitu juga di hari minggu. Meski sudah merasa kelelahan tapi ia tetap profesional dengan pekerjaannya. Beruntung posisi yang sebelumnya kosong sudah mulai terisi kembali. Sehingga meringankan pekerjaannya. Tentunya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Hari ini adalah hari minggu, hari yang seharusnya ia gunakan untuk beristirahat tapi sayangnya hari itu tidak ada untuknya. Pagi-pagi sekali ia sudah berangkat keluar kota untuk meeting. Ia juga tidak sempat untuk berpamitan pada keluarganya. Tapi untungnya ada pelayan yang sedang bersiap untuk memulai pekerjaannya sehingga ia hanya berpamitan pada pelayan itu.
Meeting kali itu ia tidak hanya bersama dengan Rina tapi ia juga bersama dengan Sekar, sekertaris barunya. Bukan tanpa alasan ia mengajak Sekar ikut serta. Ia ingin Sekar bisa memahami langsung bagaimana cara kerja Rina saat menjadi sekertarisnya. Dan kebetulan juga schedulenya bulan ini padat. Jadi ia bisa menyesuaikan diri dengan cepat.
Selama perjalanan Ayna selalu fokus pada tab yang ada di tangannya, membaca file yang akan menjadi topik pada saat meeting. Dan jika ada yang kurang jelas maka ia akan menanyakannya pada Rina atau Sekar. Saat ini sekar merasa gugup karena ini pertama kalinya ia ikut meeting bersama Ayna. Padahal sebelumnya ia pernah mengikuti meeting bersama Rina tapi ia merasa berbeda.
Sesampainya di tempat meeting, di sebuah hotel terbesar di kota itu. Mereka mengistirahatkan badannya sebentar dengan memesan kamar di sana. Meeting itu akan diadakan pada siang hari sekitar jam 10.30. Ada waktu 1 jam setengah untuk mereka beristihat. Mereka juga memesan makan karena mereka memutuskan untuk sarapan di hotel. Agar tidak memakan banyak waktu di jalan.
“Kita makan di restoran yang ada disini aja” ucap Ayna.
...****************...
Menjalankan keseharian seperti biasa membuatnya bisa bernafas lega kesibukannya beberapa waktu lalu di bayar lunas dengan masa senggangnya saat ini. Tidak ada kegiatan dari organisasi atau pun perusahaan. Harinya hanya di isi dengan kegiatan sekolah dan bermain, seperti remaja biasa. Jadwal yang sudah ia siapkan juga akan segera terlaksana.
__ADS_1
Meski terkadang ia masih harus berkas yang dikirim oleh Rina. Tapi itu tidak menjadi masalah, karena ia akan mengeceknya ketika malam hari. Harinya yang damai membuatnya sedikit memperkekat penjagaan. Mereka yang sudah lama mengincarnya atau orang yang dekat dengannya mungkin saja akan melancarkan aksinya jika ia lengah sedikit saja.
Semua yang ia kerjakan berjalan lancar, hanya saja terkadang ia tertekan dengan orang-orang yang ingin menjodohkan anak mereka dengannya. Padahal sudah jelas statusnya adalah tunangan orang lain. Itu membuatnya sedikit mulai menjaga jarak dengan yang lainnya. Hal itu terlihat saat ia dan keluarganya menghadiri sebuah pesta dari salah satu rekan bisnisnya, dan ia hanya sedikit berbasa basi.
Waktu liburan yang sudah di tunggu pun akhirnya tiba. Rina pun turut ikut serta pada liburan kali ini. Ia di minta ikut oleh Ayna karna sebagai ganti kesibukan yang disebabkan olehnya. Pada dasarnya sebenarnya Ayna memilih kota itu karean ia juga memiliki pekerjaan yang harus ia kerjakan disana. Sebelum menghabiskan waktunya bersama keluargab dan sahabatnya ia akan menyelesaikan pekerjannya terlebih dahulu agar nantinya tidak ada gangguan.
Selama menunggu Ayna menyelesaikan pekerjaannya Rina sudah meminta seseorang untuk menemani keluarga Ayna dan sahabatnya itu berkeliling mengunjungi tempat wisata disana. Tempat Ayna meeting pun tidak jauh dari sana. Karena sebelumnya Ayna meminta untuk mengadakannya di dekat tempat wisata yang, ia juga menjelaskan alasannya pada rekan bisnisnya itu. Yang kebetulan rekan kerjanya juga membawa anak dan istriya.
“Kalau nanti saya akan mengunjungi anda jika saya berkunjung kesana” ucapnya tersenyum.
“Bagaimana kalau kita makan siang bersama saja?” tanyanya.
“Lalu bagaimana dengan keluarga anda?” tanya Ayna.
“Mereka akan segera datang” ucapnya. Tak lama mereka datang.
Mereka pun saling berkenalan dan berjabat tangan dengan Ayna dan Rina. Sambil menunggu pesanan, mereka mengobrol dan bercanda seolah sudah saling mengenala lama. Rina merasa senang melihat tawa Ayna. Sudah lama Ayna tidak tertawa dengan lepas, pikir Rina.
Ayna dan Anak rekan kerjanya itu terlihat sangat akrab, hingga ia duduk di pangkuan Ayna dan tidak ingin turun. Ayna pun tidak mempermasalahkannya. Justru sebaliknya ia merasa sangat senang. Menurutnya anak itu sangat lucu dan menggemaskan. Pesanan mereka sudah datang dan mereka pun menikmati makanan mereka anak rekan Ayna pun kembali duduk di samping ibunya dan memakan makannya sendiri.
Setelah selesai makan Ayna pun pamit karena sudah terlalu lama meninggalkan keluarga dan sahabatnya, belum lagi mereka harus segera pergi ke tempat selanjutnya. Tempat yang menjadi tempat liburan mereka yang sebenarnya.
“Terimakasih untuk makan siangnya, semoga kerja sama kita berjalan dengan lancar” ucap Ayna.
“Ya, terimakasih kembali” ucapnya sambil berjabat tangan dengan Ayna dan bergantian dengan asisten masing”.
“Cantik aunty pamit pulang dulu ya, kapan-kapan kita main lagi. Oke” ucap Ayna sambil tersenyum dan menyamakan tingginya.
“Oke aunty” ucap anak itu dengan antusias. Mereka yang melihatnya pun hanya terkekeh. Setelah berpamitan dengan semuanya Ayna dan Rina pun meninggalkan tempat itu dan pergi ke penginapan untuk mengganti pakaiannya lalu bergabung dengan yang lainnya. Tak lama Ayna dan Rina pergi mereka juga ikut meningalkan tempat itu.
“Ayna itu yang waktu kamu ceeritaiin kan ya?” tanya istrinya.
__ADS_1
“Yang masih anak SMA itu kan ya?” tanyanya lagi mengkonfirmasi.
“Iya. Dia yang mewarisi kerajaan bisnis keluarga Kenneth” ucapnya.
“Cantik, pinter dan humble lagi” puji istrinya.
“Berutung banget yang dapaetin dia” ucap istrinya.
“Iya. Tapi udah tunangan sama anak kedua dari keluarga zellen” ucapnya.
Perjalan mereka diisi pembahasan keluarga Ayna dan Zellen. Sedangkan sang asisten sesekali menimpali pembicaraan mereka dan si kecil hanya menjadi pendengar sambil mainkan game di ponselnya.
...****************...
Ayna dan yang lainnya menikmati liburan mereka disana. Besok mereka akan berangkat ke tempat tujuan mereka. Mereka sangat senang karena bisa menghabiskan waktu bersama. Meski sebentar tapi itu benar-benar waktu yang sangat berharga. Hingga mereka mengabadikan moment itu dengan meminta orang untuk mengangambil gambar mereka.
Senyum itu terus menghiasi wajah mereka selama liburan Ayna juga menepati janjinya untuk tidak mengerjakan pekerjaan kantornya saat mereka sedang bersama. Oleh karena itu Ayna mengakalinya ia akan mengerjakan pekerjaanya saat semua orang sudah tidur. Meski ia sedang liburan tapi ia tidak lupa dengan tanggung jawab perkerjaannya.
Mungkin akan sangat melelahakan karena waktu untuk istirahat pun menjadi berkurang tapi Ayna tidak mengeluh sama sekali, ia merasa lelanya terbayar ketika melihat senyuman yang menghiasi wajah keluarga dan sahabatnya.
Karena ia melakukan semua ini juga untuk mereka. Ia juga berpikir kedepannya ia akan merencanakan liburan seperti ini setiap 3 atau 2 bulan sekali. Agar hubungan mereka juga tidak merenggang.
Sebentar lagi ujian akan di selenggarakan dan saat itu juga Ayna akan di wisuda. Mungkin rahasia itu akan terbongkar saat itu juga. Tapi sebelum terbongkar ia yang akan mengatannya sendiri. Bukankah lebih baik mengetahui dari orangnya langsung daripada mengetahui kebenarannya dari orang lain. Setiap yang di lakukannya tentu saja memiiki risiko yang harus di tanggung. Entah itu besar atau kecil.
Ayna selalu saja memikirkan apa dampak dari apa yang ia lakukan, semua yang dipikirkannya tidak hanya satu masalah. Semenjak ia mengemban tanggung jawab yang begitu besar, ia tidak lagi memikirkan dampak yang akan menyakitinya. Terlebih lagi ia sudah terbiasa dengan rasa sakit itu sendiri.
Kebiasaan remaja pada umumnya pun ia tinggalkan. Kehidupan yang bisa menghilangkan penatnya juga ia tinggalkan. Mungkin bagi sebagian orang kehidupan yang Ayna jalani saat ini adalah kehidupan yang sangat membosankan.
Senyum yang selama ini terukir di wajahnya adalah sebuah kepalsuan. Baginya juga kehidupannya saat ini sangat membosankan tapi bagaimana pun ia harus bertanggung jawab dengan semua pekerjaannya. Di tmbah lagi ia juga tidak pernah lagi menjalankan misi karena memang tidak ada misi yang mengharuskannya turun tangan langsung.
...----------------...
__ADS_1
Hi 🤗 Maaf ya Vini baru bisa Up lagi 😥 Nunggunya kelamaan ya 😫 Maaf banget ya 🙏 Kalo boleh jujur belakangan ini lagi banyak banget masalah jadi gk bisa Up 😭 Ini aja Vini usahain nulis karena udah mau akhir bulan 😩 Meski pun gk tahu nyambung atau enggak ceritanya 😢 Vini mungkin Up nya lagi bakal butuh waktu yang lama Karna Vini juga mulai belajar offline 😩 Sekali lagi maaf ya 🙏 kemungkinan Vini bakalan Up lagi bulan depan tapi kalo bulan ini masih ada waktu + ide Vini bakalan Up secepatnya 😅 Di tunggu aja ya kelanjutannya 😘 Di mohon bersabar 😉 See you next time 😘