M.A.A.P (Masa Abu Abu Putih)

M.A.A.P (Masa Abu Abu Putih)
Chapter 1


__ADS_3

Rani, nama lengkapnya Maharani seorang gadis berusia 17 tahun yang sekarang masih duduk di bangku kelas XI SMA. Rani memiliki seorang kakak yang bernama Rian, usianya hanya beda satu tahun. Rian sekarang kelas XII SMA mendekati ujian kelulusan. Rian dan Rani mempunyai ayah yang bernama Hari, seorang manajer bank swasta. Ibu Rian dan Rani sudah lama meninggal karena sakit.


Rani gadis pendiam, karakternya yang kalem dan pendiam menurun dari Ibunya. Satu-satunya yang dekat dengannya yaitu Rian. Rani memiliki badan yang kecil dengan tinggi sekitar 155cm, memakai jilbab dan sangat ramah. Kakaknya yaitu Rian memiliki wajah yang tampan, dengan tinggi badan sekitar 170cm dan memakai kacamata karena matanya minus. Rian cukup cerdas, dia berprestasi dalam bidang akademik. Banyak lomba yang sudah diikutinya sejak SMP. Sedangkan Rani dalam akademik dia termasuk golongan siswa yang biasa saja, peringkat pun dia hanya rata-rata, bisa dikatakan dia tidak begitu menonjol dikalangan siswa yang lain.


Suatu hari keluarga Rani pindah ke Surabaya karena ayahnya dipindahtugaskan di kantor pusat bank tersebut. Kepindahan kerja ayahnya tersebut membuat Rani dan Rian harus pindah sekolah. Hal itu berdampak juga pada Rian yang sudah kelas XII dan harus mengurus kepindahannya. Mereka masuk di salah satu sekolah favorit disana, kepindahan sekolah Rian dan Rani sudah diurus oleh ayah mereka beberapa hari sebelumnya.


Hari itu hari sabtu, Rian dan Rani tiba di rumah baru mereka. Mereka mulai sekarang tinggal di salah satu perumahan yang ada di kota tersebut. Lingkungannya tampak sejuk dan asri, di sekitar rumah mereka banyak juga rumah warga. Rian dan Rani mulai beberes barang-barang mereka, begitu juga dengan ayah mereka yang menata perabotan di ruang tamu.


“Ran.. buku ku kebawa di kardus kamu nggak ?” tanya Rian sambil memasuki kamar Rani.


“Oh sebentar mas, aku liat dulu..”


Rani bergegas memeriksa kardusnya yang berisi buku-buku, setelah dicari akhirnye ketemu.


“Ini kan Mas ?” Rani menunjukkan buku pelajaran untuk kelas XII ke Rian.


“Iya, kok bisa di kamu ?”


“Ya nggak tau mas.. mungkin waktu beres-beres kecampur...”


“Hmm.. yaudah deh.. lanjutin beres-beres kamu..”


Rian beranjak kembali ke kamarnya dan Rani melanjutkan pekerjaannya menata kamar. Rani sebenarnya sedikit berat meninggalkan rumah nya di desa, disana dia mempunyai banyak teman yang sudah sangat akrab dengannya, tapi apalah daya karena dia harus ikut ayahnya yang dipindah tugaskan di kota tersebut.


“Rian..” panggil pak Hari dari ruang tamu.


“Iya Yah.. ada apa ?”


Rian segera datang ke ruang tamu setelah mendengar panggilan ayahnya. Ternyata ayahnya sedang menata kursi dan memanggil Rian untuk membantunya.


“Yan, bantuin ayah ini mindahin kursi panjang..”

__ADS_1


“Oke Yah..”


Mereka berdua sibuk menata kursi, Rani yang sudah selesai membereskan kamarnya muncul ke ruang tamu, dilihatnya ayah dan kakaknya sedang sibuk, dia berinisiatif membuatkan minuman yang segar untuk mereka. Setelah sampai di dapur, dilihatnya di kulkas ada minuman rasa buah, segera dia membuatnya dengan es lalu dibawa ke ruang tamu.


“Yah.. istirahat dulu, aku buatin minuman dingin nih..” kata Rani sambil membawa nampan berisi minuman dingin.


“Yaudah, yuk istirahat dulu di teras..” kata pak Hari.


Rani datang ke ruang tamu dari kamarnya, melihat ayah dan kakaknya sibuk, dia berinisiatif membuatkan es sirup untuk diminum, dan kebetulan dia juga sangat haus. Setelah membuat minuman di dapur, Rani membawa nampan yang berisi es sirup ke ruang tamu.


“Yah, kak yuk istirahat dulu..” ajak Rani


Ayah nya tersenyum, lalu mengajak Rian untuk istirahat.


“Iya, yuk istirahat di teras, hawanya di luar lagi enak sepertinya buat rehat..”


Rian setuju dan menyusul ke teras untuk ikut beristirahat. Mereka bertiga duduk lesehan di teras rumah, udaranya benar-benar begitu sejuk dan membuat rasa capek mereka sedikit hilang.


“Kalau aku sih dimanapun bisa yah.. disini juga sejuk banget, padahal biasanya kan panas..” jawab Rian


“Aku suka disini yah.. sejuk..” jawab Rani juga. Dia masih berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.


“Semoga betah ya.. kita akan tinggal disini terus soalnya..”


Rian dan Rani mengangguk dan tersenyum. Mereka juga berharap demikian.


“oh iya, besok senin kalian udah mulai sekolah ya.. ayah udah mengurus surat kepindahan kalian..” kata pak Hari kemudian


“Iya yah.. kamu nggak apa-apa kan Ran ?” Rian sedikit khawatir pada adiknya


Rani tersenyum kecil dan mengangguk, sebenarnya dia sangat sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, karena dia termasuk anak pendiam dan tidak mudah bergaul dengan orang yang baru dia kenal.

__ADS_1


Rian mengelus kepala Rani yang tertutup kerudung dengan lembut, bermaksud memberi semangat pada adik kesayangannya itu.


Setelah beberapa saat, Rian mendengar suara bola basket dari depan rumah mereka. Karena tertarik, Rian beranjak melihat ke depan gerbang rumah. Ternyata ada anak dari rumah depan yang sedang bermain basket di halaman rumahnya. Rian yang hobi bermain basket tertarik dan mencoba mendekat dengan melihat dari luar gerbang rumah pemuda tersebut.


Rani yang melihat tingkah kakaknya mencoba melihat dari balik gerbang rumahnya, dan dia melihat ada pemuda yang sangat serius bermain basket. Sedangkan pak Hari tersenyum melihat tingkah kedua anaknya dan beranjak masuk ke rumah untuk melanjutkan pekerjaannya menata ruang tamu.


Pemuda yang sedang bermain basket, merasa ada yang sedang mengamatinya langsung menghentikan permainannya dan menengok ke balik gerbang. Dia merasa asing dengan wajah tersebut, sementara orang yang mengamatinya itu hanya tersenyum ramah.


Pemuda itu menghampiri Rian untuk menyapanya, dibukalah gerbang rumahnya dan menghampiri Rian.


“Mas ini siapa ya ? Aku baru liat kamu..” tanya pemuda itu.


“Hai, kenalin aku Rian yang tinggal di rumah itu..” jawab Rian sambil menunjuk ke arah rumahnya.


“Oh tetangga baru ya.. salam kenal ya mas, aku Andi..” kata Andi dengan ramah dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


Rian dengan senang hati menjabat tangan Andi. Dia menangkap image baik dari sikap yang ditunjukkan Andi.


“Kamu suka main basket ya ?” tanya Rian.


“Iya mas, lumayan lah buat olahraga.. mas Rian juga suka main basket ?” Tanya Andi balik.


“Iya, lumayan lah..” jawab Rian.


Mereka berdua lanjut berbincang, dari percakapan mereka Rian mendapatkan informasi ternyata Andi seumuran dengan Rani dan masih kelas XI. Andi juga jadi tahu ternyata Rian satu tingkat diatasnya, yaitu kelas XII. Saat berbincang, Andi menengok ke belakang Rian tepatnya di balik gerbang rumah Rian yang terbuka sedikit, ada seorang perempuan yang sedang mengamatinya. Rian mengikuti arah pandangan Andi, ternyata ada Rani yang setengah bersembunyi di balik gerbang.


“Sini Ran..” perintah Rian.


Rani mendekat ke kakaknya, Andi masih tetap mengamatinya, Rian kemudian mengenalkan Rani pada Andi.


“Kenalin, ini adik aku namanya Rani..” kata Rian.

__ADS_1


“Oh iya, salam kenal Rani, aku Andi..”


__ADS_2