M.A.A.P (Masa Abu Abu Putih)

M.A.A.P (Masa Abu Abu Putih)
Chapter 27


__ADS_3

Hari-hari berlalu, suatu hari minggu pagi Rian sedang jogging disekitar komplek rumahnya dan tidak sengaja dia bertemu dengan Andi yang kelihatannya sedang jogging juga. Begitu melihat Andi yang ada di depannya Rian langsung berlari kecil menyusulnya. Rian langsung menepuk pundak Andi dan membuat Andi menghentikan langkahnya lalu menengok kesamping. Dia langsung tersenyum melihat orang yang sedang ada disampingnya itu.


“Mas Rian.. joging juga ternyata..” sapa Andi dengan ramah.


“Iya, udah lama nggak joging.. udah dari tadi kamu Di ?” tanya Rian.


“Lumayan Mas.. hehe..”


Andi kembali diam dan terus berlari kecil bersamaan dengan Rian. Melihat ekspresi Andi yang terlihat memikirkan sesuatu, Rian mengajak Andi untuk beristirahat sejenak, kebetulan mereka sudah dekat dengan taman.


Suasana pagi itu ramai dengan warga sekitar kompleks yang sedang berolahraga, anak-anak bayak bermain di


tempat bermain yang ada disana. Andi masih diam tidak berbicara hanya sekilas tersenyum menjawab pertanyaan Rian yang hanya basa-basi.


“Oh iya kamu sama Rani lagi bertengkar ? kok keliatannya nggak pernah barengan..” pancing Rian.


Andi seperti sudah menduga jika Rian akan bertanya padanya perihal hubungannya dengan Rani yang terlihat tidak


akur. Andi diam sejenak, dia ragu untuk menceritakan alasannya pada Rian.


“Cerita aja Di.. aku nggak akan ngomong ke Rani kok..” tambah Rian lagi.


Akhirnya Andi memutuskan untuk bercerita pada Rian alasan sebenarnya kenapa mereka memutuskan komitmenyang sudah dibuat sendiri. Dia menceritakan dari awal ketika Rani bersama dengan Randi dan dia bersama dengan Sisil. Andi mengakui juga jika dia cemburu ketika Rani bersama Rian. Setelah menceritakan semua Rian jadi tau lebih lengkap cerita mereka.


“Terus alasan kamu buat mutusin komitmen kalian ?” tanya Rian.


Andi diam sejenak, dia percaya Rian tidak akan memberitahu siapa-siapa tentang alasan yang sebenarnya.

__ADS_1


“Gini Mas, sebelumnya aku minta tolong jangan kasih tau siapa-siapa ya termasuk Rani tentang ini..” pinta Andi sebelum bercerita.


Rian mengangguk setuju dan berjanji tidak akan menceriakan pada siapapun termasuk Rani. Andi menghela nafa sejenak sebelum bercerita. Dia kemudian menceritakan alasannya yang ternyata Ayahnya meminta Andi untuk kuliah di luar negeri karena dia akan meneruskan perusahaan ayahnya sehingga Andi harus mengambil keputusan


itu.


Andi tidak mau Rani sedih dan mereka harus berpisah karena dia akan kuliah di luar negeri. Makanya dia memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka, supaya Rani tidak perbebani. Sebenarnya dia tidak mau juga jika harus memutuskan komitmen mereka tapi dia tidak ada pilihan lain.


Rian mendengarkan dengan seksama, dia akhirnya tau alasan sebenarnya dari Andi. Dia bisa menilai pemikiran Andi sudah dewasa dan memikirkan kedepannya, dan masih tidak ada jaminan jika Andi dan Rani akan bersama, oleh karena itu Rian menganggap keputusan Andi sudah benar. Kalau nantinya mereka bertemu lagi dan perasaan mereka tidak berubah, itu sudah sangat bagus.


“Kalau nantinya waktu aku kembali dan perasaan Rani nggak berubah, bolehkah aku melamar dia Mas ?” tanya Andi dengan serius.


“Itu tergantung kalian Di.. aku akan mengawasi kalian dari belakang..” jawab Rian.


“Aku berharap perasaan Rani nggak berubah..” kata Andi dengan tersenyum.


“Masak apa Ran ?” tanya Rian.


“Ini opor ayam sama goreng tempe mas..” jawab Rani sambil terus melanjutkan aktivitasnya,


Rian mendekat dan mencomot tempe yang sudah digoreng, dan memakannya. Kebetulan dia merasa lapar juga karena habis jogging.


“Ih mas Rian.. main comot aja, udah cuci tangan apa belum tadi ?” tanya Rani.


“Udah lah Ran..”


“Ih belum mandi, sana mandi keringatnya tuh!” protes Rani.

__ADS_1


“Biarin, namanya juga habis olahraga..” balas Rian dan berlalu ke kamarnya lalu mandi.


Sementara itu dirumah Andi, kebetulan kedua orang tuanya ada dirumah. Bu Rika sedang masak di dapur, melihat anaknya yang habis jogging pulang langsung menyuruhnya untuk segera mandi dan ikut sarapan bersama. Saat sarapan, orang tua Andi menanyakan persiapan Andi untuk kuliah diluar negeri, Andi menjawab kalau dia sedang mempersiapkan.


“Terus kamu udah bilang ke Rani ?” tanya bu Rika.


“Nggak Ma..” jawab Andi.


“Lha kenapa ?”


“Nggak apa-apa, biar gini aja..”


“Tapi kamu masih berhubungan baik kan sama Rani ?” tanya Ayah Andi.


“Masih kok Yah..” jawab Andi sambil tersenyum kecil.


Bu Rika sempat khawatir tentang hubungan mereka jika harus berpisah mengingat mereka sudah sangat dekat dan sering bersama. Bahkan bu Rika sudah sangat setuju jika nantinya mereka bersama.


“Pokoknya jangan sampai kalian putus hubungan lho Di.. tetap berhubungan baik sama Rani..” pesan bu Rika.


“Iya Ma..”


“Mama tau ini keputusan yang berat buat kamu tapi Ayah dan Mama berfikir ini yang terbaik buat kamu nantinya..”


“Iya Ma.. aku faham..”


Setelah sarapan Andi kembali ke kamarnya, dia kembali sibuk belajar mempersiapkan untuk kuliahnya, sesaat dia memikirkan keputusannya, dia tau jika itu berdampak juga untuk dirinya. Andi yang biasanya bersama Rani jadi sendirian, tapi mau tidak mau sekarang harus dia hindari meskipun berat.

__ADS_1


__ADS_2