M.A.A.P (Masa Abu Abu Putih)

M.A.A.P (Masa Abu Abu Putih)
Chapter 19


__ADS_3

Ujian kenaikan kelas sudah dekat dan Rani semakin giat belajar, tak jarang dia belajar kelompok bersama Irma dan Andi. Secara bergantian mereka belajar di rumah Rani, Irma dan Andi. Minggu itu kebetulan bertempat di rumah Andi. Rani dan Irma datang pukul 09:00 pagi, Irma sebelumnya ke rumah Rani supaya bisa barengan ke rumah Andi.


 Di rumah Rani, Irma disambut oleh pak Hari. Beliau mempersilahkan Irma duduk dan memberikan beberapa camilan. Beliau juga berbincang-bincang dengan Irma mengenai sekolahnya. Pak Hari bisa menyimpulkan jika Irma adalah anak yang baik, ramah dan juga aktif jadi dia tidak khawatir lagi.


“Ma yuk berangkat ke rumah Andi..” ajak Rani setelah turun dari lantai 2.


“Oke Ran, yuk.. mari Om kita ke rumah Andi dulu..” pamit Irma pada pak Hari.


“Iya.. yang rajin kalian belajarnya..” pesan pak Hari.


Rani dan Irma bergegas ke rumah Andi, saat sampai di depan pintu dan mengetuknya, terdengar suara perempuan dan pintu terbuka. Seorang wanita paruh baya dengan wajah ramah.


“Temannya Andi ya ?” tanya ibu tersebut yang kemungkinan Ibu Andi.


“Iya tante.. Adi nya ada ?” tanya Rani.


“Ada, yuk masuk dulu..”


Rani dan Irma masuk kedalam rumah dan menunggu di ruang tamu. Rumah Andi terlihat luas dan penataan


dekorasinya juga simple tapi elegan. Ibu Andi mempersilahkan mereka duduk dulu sambil menunggu Andi. Beliau tersenyum ramah memandang Rani dan Irma.


 “Nama kalian siapa nak ?”


“Saya Rani tante, ini Irma..” jawab Rani.


“Oh iya.. nama tante Rika.. anggap rumah sendiri ya, tante panggilin Andi dulu..” pamit tante Rika.


“Iya tante, silahkan..”


Setelah kepergian tante Rika Rani dan Irma saling pandang, mereka awalnya menganggap jika orang tua Andi orang yang tegas dan ketat, ternyata sebaliknya dia sangat ramah dan wajahnya juga menenangkan.


Beberapa saat kemudian Andi datang dari kamarnya yang ada di lantai 2,


“Gimana bisa dimulai sekarang ?” ajak Andi.


“Siap.. yuk Di..” jawab Irma


Mereka mulai fokus belajar di ruang tamu, membahas setiap mata pelajaran dan kemungkinan soal yang muncul. Andi memberitahu beberpaa poin yang kemungkinan besar akan muncul. Rani dan Irma percaya dengan Andi karena terbukti dari ujian-ujian sebelumnya kisi-kisi yang diberikan oleh Andi selalu tepat. Tante Rika juga membawakan beberapa camilan dan minuman sehingga mereka bisa sedikit bersantai.


Jam 12:00 siang mereka istirahat dan menutup bukunya. Andi menyalakan tv supaya Rani dan Irma tidak bosan. Tak lama tante Rika memanggil mereka untuk makan siang bersama, Rani dan Irma segera menghampiri tante Rika di dapur untuk membantu mempersiapkan makan siangnya,


“Aku bantu ya tante..” tanya Rani.


“Wah makasih, harusnya kalian langsung aja ke meja makan, bentar lagi selesai kok…”

__ADS_1


“Nggak apa-apa tante, kita bantuin nyajiinnya dipiring..”


Tante Rika tersenyum dan membolehkan Rani dan Irma membantu, sementara Andi duduk di meja makan sambil nunggu persiapan selesai. Setelah persiapan selesai mereka makan bersama, sambil makan tante Rika mengajak berbincang-bincang Rani dan Irma.


“Rani rumahnya depan situ kan ?” tanya tante Rika.


“Iya tante..” jawab Rani dengan ramah.


“Maaf ya, tetangga sendiri tapi jarang ketemu.. maklum tante sibuk sendiri..” kata tante Rika yang merasa tidak enak sendiri karena tetangga tapi tidak pernah menyapa.


“Nggak apa-apa tante.. ayah sendiri juga sibuk banget..” jawab Rani.


“Oh iya te, Om kemana ?” tanya Irma.


“Oh ayahnya Andi lagi diluar kota hari ini.. “ jawab tante Rika.


Keluarga yang sibuk, batin Irma. Andi tetap fokus makan karena dia sangat lapar, sementara Rani dan Irma sibuk berbincang-bincang dengan Mamanya. Sesekali dia melihat Mamanya bercanda dengan Rani, Andi tersenyum simpul melihatnya.


Setelah selesai Rani membantu mencuci piring, tante Rika sudah menyuruh Rani untuk tidak melakukannya tapi Rani tetap ingin membantu, nggak enak juga kalau cuman numpang makan tanpa ikut membantu masaknya. Tante Rika terlihat senang melihat Rani yang sangat baik dan suka membantu.


 Setelah makan siang, Rani, Irma dan Andi bersantai lagi sambil nonton tv. Tak lama mereka ingin melanjutkan belajarnya tapi sepertinya karena kekenyangan mereka jadi ngantuk, alhasil mereka menyudahi belajarnya hari itu.


“Di.. ngantuk nih.. udahan dulu aja yaaa…” pinta Irma.


“Yah kamu Ma.. okedeh, tapi kalian faham kan yang aku jelasin tadi..” tanya Andi.


Mendengar jawaban Irma spontan Rani dan Andi tertawa, ujian mereka memang sudah dekat yaitu dua minggu lagi.


“Mau tidur sebentar dirumahku dulu kah Ma ?” kata Rani memberi tawaran.


“Boleh deh, biar pas pulang nggak ngantuk waktu nyetir motor.”


Rani dan Irma kemudian pamit pulang, mereka juga pamit ke tante Rika yang sedang ada di dapur.


“Tante kita pamit pulang dulu..” ucap Rani.


“Lho udah selesai kah belajarnya ?” tanya tante Rika


“Udah tante untuk hari ini..” jawab Irma.


“Lain kali kesini lagi ya.. jangan sungkan-sungkan…” pesan tante Rika.


“Iya tante.. terimakasih..”


Andi mengantar Rani dan Irma dari depan rumahnya, Irma dan Rani pulang ke rumah. Rani mengajak Irma ke kamarnya supaya dia bisa beristirahat.

__ADS_1


“Anggap rumah sendiri ya Ma.. aku turun dulu..” kata Rani.


“Iya Ran, aku numpang tidur bentar ya hehehe…”


Rani keluar kamar menuju halaman belakang, disana ada Rian yang sedang bersantai sambil main game di laptop.


“Enaknya bisa santai gitu..”


“Udah selesai belajarnya ?” tanya Rian tanpa beralih dari laptopnya.


“Udah mas.. Irma lagi tidur di kamar..” jawab Rani.


“Oh Irma disini..”


Rian memang sangat suka bermain game baik itu online maupun offline di laptop maupun hp, setiap waktu senggang dihabiskan dengan bermain game. Rani juga ketularan dari kakaknya jadi suka bermain game. Sambil memperhatikan kakaknya yang bermain game, tanpa dirasa dia mulai ngantuk dan ketiduran. Rian yang menyadari adiknya tidur langsung membangunkannya.


“Ran, kalau ngantuk tidur dikamar sana, jangan disini..” perintah Rian.


“Hmm… iya Mas..” Rani mulai bangun dan beranjak ke dalam rumah dengan malas.


Sampai di kamar, Irma masih tidur di kasur, Rani segera bergabung dan tidur disisi samping tempat tidur. Sore harinya dia bangun, saat menoleh kesamping dilihatnya Irma sudah tidak ada. Rani langsung bangun dan turun ke ruang tv, disana ada Rian dan ayahnya sedang bersantai sambil nonton tv.


“Irma dimana Mas ?” tanya Rani.


 “Udah pulang, kamu pulas banget tidurnya dia nggak tega bangunin..” jawab Rian.


“Yah.. jadi nggak enak aku..”


“Nitip salam dia tadi..”


“Besok aku minta maaf deh..”


Rani ikut duduk di samping kakaknya, Ayahnya tiba-tiba bertanya tentang belajarnya tadi bersama Rian.


“Gimana tadi belajarnya ?” tanya pak Hari.


“Lancar Yah.. udah mulai faham juga..”


“Terus udah ketemu orang tua Andi ?” tanya pak Hari.


“Udah Yah.. sama Mamanya, orangnya ramah banget.. aku kira beliau orang yang ketat dan tegas…”


jawab Rani.


“Hmm.. syukur deh..”

__ADS_1


Rani begitu senang menceritakan bagaimana Mama Andi yang sangat ramah dan saat dia membantu memasak dan mempersiapkan makan siang. Ayah Rani mendengarkan cerita Rani dengan senang hati dan ikut senang.


__ADS_2