M.A.A.P (Masa Abu Abu Putih)

M.A.A.P (Masa Abu Abu Putih)
Chapter 23


__ADS_3

Malam hari setelah pulang dari rumah Rani, Andi sedang berbaring di tempat tidur sambil melamun, memikirkan perkataan tadi saat dirumah Rani, dimana Randi yang nitip salam ke Rani sedikit membuatnya terdiam. Dia mulai berpikir jika Randi mempunyai perasaan pada Rani dan jadi gelisah.


Andi tahu jika Randi adalah orang yang baik dan sangat populer, Rani juga terlihat ramah sama Randi dan dia takut jika Rani juga punya perasaan pada Randi.


‘Arrghh..aku harus gimana coba..’ gumam Andi yang gelisah sendiri.


Andi yang gelisah terus tidak lama ketiduran sendiri dan terbangun di pagi hari. Saat bangun tidur dia memutuskan sesuatu, dia bertekat untuk lebih mendekati Rani lagi, dan berharap Rani memiliki perasaan yang sama dengannya.


Setelah sarapan Andi bergegas berangkat sekolah dan sampai di depan rumah dia bertemu dengan Rani yang juga baru keluar dari rumahnya, dia terlihat begitu seenang.


“Pagi Ran, mau berangkat sekolah ?” sapa Andi.


“Pagi Di.. iya lah mau apa lagi coba..” jawab Rani.


Keduanya tertawa dan memutuskan untuk berangkat bersama dengan berjalan kaki. Selama di jalan Andi sering mengajak Rani ngobrol membahas banyak hal.


“Di, dikelasmu bagaimana teman-teman kamu ?” tanya Rani.


“Kebanyakan sih dari anak-anak basket Ran..” jawab Andi.


“Kamu masih banyak kegiatan basket ?” tanya Rani lagi.


“Iya nih mungkin sampai semester satu aja sih habis itu yang kelas XII fokus persiapan ujian..”


“Oh gitu, harus dimanfaatin tuh kurang dikit lagi..”


“Iya Ran..”


Tak terasa mereka sudah sampai sekolah, sebelum Rani masuk kelas Andi mencoba memberanikan diri mengatakan sesuatu pada Rani.


“Ran, nanti pulang bareng ya kita mampir di tempat biasa mau ?” ajak Andi.


Mendengar ajakan dari Andi Rani tampak senang, dengan senang hati dia mau,


“Oke Di siap..” jawab Rani.


“Oke nanti aku jemput ke kelas kamu pulang sekolah..”


Setelah itu Andi segera menuju ke kelasnya begitu juga dengan Rani. Rani tampak begitu bahagia diajak Andi, sudah beberapa lama dia tidak jalan bareng bersama Andi dan mampir di tempat biasa mereka datangi waktu pulang sekolah.


Di kelas Irma yang melihat Rani dengan ekspresi bahagia jadi penasaran dan bertanya pada Rani,

__ADS_1


“Kenapa kamu Ran keliatan bahagia gitu ?” tanya Irma.


“Hehe nggak ada apa-apa kok Ma..” jawab Rani berkilah.


“Hmm.. jadi curiga, kamu jangan nutup-nutupi lho Ran..”


Rani hanya tersenyum dan tidak menjawabnya. Selang beberapa menit bel jam pertama berbunyi dan pelajaran hari itu dimulai. Selama pelajaran baik Rani maupun Andi merasa ingin cepat-cepat jam pulang datang supaya mereka bisa ketemu dan pulang bersama. Hari itu waktu terasa lama bagi mereka.


Akhirnya jam pulang tiba, setelah menunggu agak sepi Andi menemui Rani di kelasnya, disana masih ada Irma juga. Melihat Andi datang Rani dengan cepat mengemasi barangnya dan menghampiri Andi. Irma yang mengawasi tingkah Rani langsung tersenyum, dia bisa menebak alasan Rani terlihat sangat bahagia hari itu, rupanya karena Andi.


“Ma, ayuk kita barengan sampai depan..” ajak Rani.


“Yuk deh, aku bareng sampai parkiran..” jawab Irma dengan senang hati.


Mereka bertiga berjalan keluar kelas menuju halaman sekolah, sampai di depan Irma berpisah dengan mereka dan menuju parkiran motor, sedangkan Andi dan Rani terus berjalan menuju kearah rumah mereka. Selama dijalan mereka terlihat santai sambil menikmati suasana siang hari yang panas. Sesuai janji tadi pagi mereka mampir di bapak penjual es tebu untuk rehat sejenak, untung suasananya sangat mendukung untuk minum es sehingga rasanya sangat nikmat.


“Pak Es Tebu 2 ya..” kata Andi memesan Es tebu


“Oke mas..”


Sambil menunggu es mereka datang, Rani menyempatkan membuka Hp nya, ada pesan dari kakaknya jika dia akan pulang telat karena ada kegiatan di kampusnya. Andi yang penasaran yang dilakukan oleh Rani mencoba bertanya,


“Siapa Ran ?” tanya Andi.


“Oh mulai sibuk ya mas Rian..”


Tak lama Es mereka datang, dengan cepat mereka segera meminumnya karena sudah kehausan dan cuaca yang panas. Tanpa basa basi Andi mencoba bertanya pada Rani,


“Ran aku boleh tanya ? tapi kamu jangan marah ya..” kata Andi meminta izin.


“Iya Di.. mau tanya apa ?”


“Kamu sekarang lagi dekat sama siapa ?”


Mendengar pertanyaan dari Andi, Rani tampak sedikit kaget dan terlihat bingung harus menjawab bagaimana, tapi dia memang tidak sedang dekat sama siapa-siapa kecuali Andi.


“Enggak ada Di.. kenapa ?” tanya Rani mencoba menjawab dengan menatap kearah Andi.


Andi yang mendengar jawaban dari Rani jadi malu sendiri dilihatnya, dia senang mendengarnya dan tersenyum,


“Beneran Ran ?” tanya Andi lagi memastikan.

__ADS_1


Rani mengangguk mantap, dia bertanya-tanya alasan Andi menanyakan hal seperti itu padanya. Tiba-tiba ekspresi Andi jadi serius,


“Ran aku pengen ngomong sesuatu sama kamu..” Andi mencoba mengatakan tapi masih terpotong, Rani jadi tambah penasaran dan dengan serius memperhatikan Andi.


Andi mencoba mengumpulkan kepercayaan dirinya dan mengungkapkan perasaannya pada Rani,


“sebenarnya aku selama ini suka sama kamu Ran..” kata Andi sambil menatap lurus kearah Rani.


Rani yang mendengarnya terkejut, dia tidak menyangka jika Andi mengungkapkan perasaan pada dirinya. Rani juga merasa senang ternyata Andi memiliki perasaan yang sama dengannya, sekarang dia bingung harus bagaimana menjawabnya. Keduanya sekarang sedikit canggung,


“Ran aku pengen tau perasaan kamu ke aku gimana, boleh ?” tanya Andi yang penasaran.


Rani terdiam beberapa saat dan Andi masih menunggu jawaban dari Rani, setelah memikirkan beberapa hal Rani akhirnya menjawabnya,


“Aku sebenarnya juga suka sama kamu Di..” jawab Rani.


Seketika ekspresi Andi berubah ceria, ternyata Rani juga punya perasaan padanya. Dia kemudian mengatakan pada Rani tentang keputusannya,


“Ran, makasih udah mengatakannya.. tenang Ran aku nggak akan ngajak pacaran kok.. Kalau perasaan kamu nggak berubah maukah setelah lulus sekolah nanti hidup sama aku ?” tanya Andi dengan serius.


Mendengar pernyataan dari Andi Rani jadi terharu, dia tahu Andi seperti apa dan mengerti jika Rani tidak ingin terikat dengan hubungan pacaran. Mendengar pernyataan dari Andi dia sangat senang, dan berharap juga jika diabisa bersama dengan Andi.


“Iya Di, aku juga berharap bisa sama kamu nantinya… boleh ?” kata Rani dengan tersenyum malu.


Mendengar jawaban Rani, Andi sangat gembira dan tidak bisa menyembunyikan wajah bahagiannya dan langsung menutup mukanya dengan tangan, Rani juga gitu dia memalingkan mukanya karena malu atas yang dikatakan barusan.


“Hehe apa yang kamu suka dari aku Ran ?” tanya Andi.


“Apa ya, semuanya aku suka hehe..” jawab Rani dengan tersenyum.


“kalau kamu DI ?” tanya Rani balik.


“Aku suka sifat kamu, kepolosan dan rajinnya kamu, baiknya kamu dan masih banyak lagi..” jawab Andi dengan rinci.


“Aduh aduh.. aku polos banget ya ternyata..”


“Eh hehe.. ya gitu deh Ran..”


Mereka terus berbincang dan tanpa sadar bapak penjual Es tebu memperhatikan mereka dan tidak sengaja mendengarnya.


“Jadi sekarang kita seperti biasa aja ya Ran tapi ya jangan terlalu berlebihan dan bisa jaga komitmen kita.. gimana ?” kata Andi.

__ADS_1


“Iya Di setuju hehe.. semoga kita tetap bisa menjaganya.. Aamiin..” kata Rani.


Keduanya tersenyum dan setelah selesai meminum Es tebu mereka segera beranjak pulang dengan berjalan kaki. Mulai saat itu hubungan mereka sudah berubah, sedikit canggung memang tapi lama-lama mereka akan terbiasa.


__ADS_2