
Setelah diberi
peringatan oleh Selvi, mau tidak mau Rani sedikit menjaga jarak dari Andi ketika di sekolah. Ketika di rumah Rani bersikap biasa karena Selvi tidak akan tahu kegiatannya dirumah seperti apa, dan dia tidak tahu jika Andi sering main ke rumahnya untuk sekedar nongkrong atau belajar bersama.
Seperti saat hari minggu Andi mengajak Rian dan Rani pergi ke car free day di Taman Bungkul. Karena jarak rumah mereka yang lumayan jauh, mereka pergi kesana dengan mengendarai mobil Andi. Sampai disana mereka jogging bersama. Rani tampak sedikit capek karena dia memang jarang berolahraga, berbeda dengan Rian yang memang dia sangat suka berolahraga.
“Mas Rian istirahat bentar.. aku capek..” keluh Rani yang ngos-ngosan dan memegangi perutnya.
Rian dan Andi seketika menghentikan larinya dan menoleh ke belakang,
“Hadeh.. baru bentar aja udah capek..” kata Rian sambil berdecak pinggang.
“Ya tau sendirikan aku jarang olahraga..” keluh Rani lagi dengan sebal.
“Yaudah kita istirahat dulu deh..” lerai Andi.
Dengan cepat Rani mencari tempat yang enak untuk sekedar meluruskan kakinya, beruntung dia mendapatkan tempat yang teduh, Rian dan Andi juga ikut bergabung dengan Rani. Untungnya mereka membawa air minum sendiri sehingga lumayan tidak perlu membeli minuman lagi.
“Gimana Mas kapan ujian nasionalnya ?” tanya Andi pada Rian.
“Dua minggu lagi kayaknya..” jawab Rian dengan santai.
“Wah udah bentar lagi.. santai banget Mas..” kata Rani.
“Harus dong, nggak boleh stres kalau mau ujian itu..” kilah Rian dengan santai.
__ADS_1
Rani iri dengan kakaknya yang sangat santai, meskipun begitu nilai kakaknya tidak pernah mengecewakan dan selalu terbaik. Berbeda dengan dirinya yang masih butuh bimbingan dalam belajar.
“semoga lancar ya Mas ujiannya.. habis itu tinggal nunggu pengumuman masuk universitasnya ya ?”
tanya Andi.
“Iya, satu bulan lagi sepertinya..”
Sambil istirahat mereka membahas ujian Rian yang sebentar lagi akan diadakan, Andi mendapatkan banyak pelajaran dari Rian ketika sharing tentang pelajaran dan itu membuat pengetahuannya bertambah.
Tanpa mereka sadari ada beberapa orang cewek yang melintas di depan mereka dan menyapa Rani dan
Andi.
“Eh ada Andi sama Rani.. kebetulan banget..” sapa salah satu cewek yang ternyata Ira.
“Eh kalian tumben ketemu disini..” sapa Andi balik.
“Kalian akrab banget ya ternyata..” kata Dian.
“Iya kan kita tetanggaan, wajarkan..” jawab Andi dengan ramah.
“hee.. begitu ternyata..” kata Selvi dengan nada menyindir.
Ira dan Dian sebenarnya sudah tidak terlalu membenci Rani sejak kejadian salah faham dulu, tapi tidak bagi Selvi, dia masih tetap membenci Rani. Selvi dkk kemudian melanjutkan jogging mereka meninggalkan Rani. Rian yang dari tadi memperhatikan ekspresi Rani jadi bertanya-tanya ada apa sebenarnya antara Rani dan ketiga temannya tadi.
__ADS_1
Setelah selesai jogging Rian, Rani dan Andi mencari sarapan di salah satu stand makanan disana. Akhirnya mereka memutuskan untuk sarapan nasi pecel, kebetulan Rian dan Rani sangat suka menu itu dan Andi juga menikmatinya. Setelah selesai sarapan mereka kembali pulang dan langsung mandi.
Siang harinya Rani sedang menonton tv dengan Rani, sementara Ayah mereka sedang istirahat di kamar. Rian yang masih kepikiran saat jogging tadi mencoba bertanya,
“Ran..”
“Ada apa Mas ?” tanya Rani tanpa menoleh dari tv.
“Kamu ada masalah sama temen kamu yang namanya Selvi itu ?” tanya Rian langsung to the point
Seketika Rani langsung diam, dia tidak mungkin menceritakan yang sebenarnya pada kakaknya dan mencoba cari alasan lain.
“Nggak ada apa-apa Mas, cuman salah faham aja masalah di kelas..” jawab Rani asal.
“Hmm beneran Cuma itu aja ?” tanya Rian lagi yang belum percaya,
‘Duh dasar ini punya kakak peka banget..’ batin Rani.
“Iya Mas..beneran…” jawab Rani dengan sedikit meyakinkan.
“Oke lah aku percaya, nanti kalau ada apa-apa kamu cerita aja Ran, jangan kamu tutupi..”
“Iya Mas, siap..”
Rian tersenyum dan mengelus rambut Rani yang tidak memakai jilbab. ‘Huft, selamat..’ rani sebenarnya tidak enak jika berbohong sama kakaknya tapi mau gimana lagi, dia tidak mau membuat khawatir semua orang. Biar dia yang menyelesaikan masalahnya sendiri.
__ADS_1
Keesokan harinya di sekolah, lagi-lagi Selvi mengajak Rani bicara berdua di tempat yang tidak terlalu ramai. Selvi sangat marah melihat Rani dekat-dekat dengan Andi waktu kemarin di car free day. Rani coba membela diri karena memang dia bertetangga dengan Andi sehingga tidak mungkin untuk menjauhinya. Selvi masih tidak terima dan memperingatkan lagi jika Rani tetap dekat dengan Andi maka Selvi akan berbuat sesuatu. Rani hanya diam dan sedikit sedih karena Selvi menyuruhnya menjauhi Andi yang pasti tidak akan bisa.
Setelah puas mengomel pada Rani, Selvi segera pergi dari sana supaya tidak ada orang yang melihat mereka. Sementara Rani kembali ke kelas dengan ekspresi bingung harus berbuat gimana, dia juga takut jika Selvi berbuat sesuatu yang bisa mencelakainya.