
Ari yang menyusul Selvi mencoba bertanya apa yang sebenarnya terjadi dan bagiaman bisa Selvi punya niatan seperti itu, akhirnya mereka berdua berbicara di parkiran.
“Sel sebenarnya apa yang kamu rencanakan ? kenapa kamu bisa kayak gini ?” tanya Ari.
“Aku sebal dengannya Ri.. dia dekat dengan Andi..” jawan Selvi jujur.
“Hmm.. itu lagi.. terus kalau dia udah jauhin Andi kamu mau apa ?” tanya Ari.
Selvi diam, benar juga apa yang dikatakan oleh Ari, meskipun dia berhasil membuat Rani jauh dari Andi, tidak pasti juga dia bisa dekat dengan Andi seperti sebelum-sebelumnya. Ari menghela nafas panjang, dia hafal Selvi seperti apa, dia mencoba menenangkan Selvi dan menyuruh Selvi pulang untuk menenangkan fikirannya.
“Kamu pulang aja dulu buat tenangin fikiran kamu, kalau butuh apa-apa bilang aja ke aku..” kata Ari sambil mengelus kepala Selvi. Selvi tersenyum senang mendapatkan perlakuan itu dan berterimakasih.
Semenjak kejadian itu Selvi, Ira dan Dian sudah tidak pernah mencari masalah sama Rani. Rani juga bersekolah seperti biasa. Dua minggu kemudian ujian akhir nasional untuk Rian berlangsung, Rani libur sehingga dia dirumah saja. Sesekali Andi datang untuk sekedar main atau belajar untuk ujian mereka yang sebentar lagi dilaksanakan.
Menjelang ujian Rian belajar dengan serius, dia tidak ingin mendapatkan nilai jelek nantinya. Randi juga sesekali datang untuk belajar bersama. Di rumah Rani mulai bosan, dia ingin jalan-jalan entah kemana, Andi mengajaknya keluar berkeliling kota, Rani setuju tapi dia tidak enak jika sendirian dengan Andi. Andi akhirnya berinisiatif mengajak Irma supaya mereka tidak berdua saja.
“Ma.. kamu senggang besok ?” tanya Andi lewat telfon.
“Aku free besok, kenapa ?” tanya Irma.
“Ayo jalan-jalan bareng..” ajak Andi.
“Siap.. naik mobil kamu kan ? hehe…”
“Iya lah.. siapa lagi..”
“Siap bos!”
“Oke besok aku ****** sama Rani..”
Andi menutup panggilannya, dia berbicara pada Rani jika Irma setuju untuk jalan-jalan bareng. Malam harinya Rani izin ke ayahnya dan Rian kalau dia akan pergi jalan-jalan bersama Andi dan Irma.
“Yah besok aku izin pergi jalan-jalan ya sama Andi dan Irma..” kata Rani.
“Boleh, naik apa ?” tanya pak Hari.
“Naik mobilnya Andi, hehe..”
“Boleh pokoknya hati-hati..” jawab pak Hari
Rani senang diperbolehkan ayahnya keluar jalan-jalan, sementara Rian masih ada satu ujian lagi besok, dia masih belum bisa bersenang-senang,
“Enaknya, aku nggak diajak ?” tanya Rian.
“Mas Rian kan lagi ujian..”
“Hm.. nanti setelah aku selesai jalan-jalan lagi pokoknya..” pinta Rian.
“Huh maunya tuh!”
__ADS_1
Pak Hari tertawa melihat tingkah kedua anaknya, beliau senang Rani sudah ceria lagi dan tidak ada masalah yang terjadi, semoga bisa tetap seperti ini seterusnya, itu harapan ayah mereka. Keesokan harinya Rani sudah bersiap untuk jalan-jalan, Rian sudah berangkat begitu juga Ayah mereka. Pukul 09:00 Andi ke rumah Rani dan mengajaknya berangkat, Rani segera keluar rumah dan tidak lupa mengunci rumah.
Rani sudah masuk ke mobil Andi dan segera melaju ke rumah Irma yang tidak jauh dari sana. Selama dijalan Rani dan Andi banyak berbincang-bincang sampai tidak terasa sudah sampai di depan rumah Irma. Rani turun dari mobil dan masuk ke rumah Irma untuk bersilaturrahmi dengan kedua orang tua Irma, tapi sayangnya kedua orang tua
Irma sedang bekerja jadi mereka langsung berangkat.
Tujuan mereka yaitu wisata hutan mangrove, untuk sampai disana memakan waktu sekitar setengah jam karena jalanan macet. Sampai disana mereka menghabiskan waktu dengan berkeliling dan tidak lupa mengabadikannya dengan berfoto, Andi yang cowok sendiri terpaksa menjadi fotografer dadakan dan dia hanya bisa pasrah apalagi
Irma terus-terusan minta difoto.
“Andi fotoin lagi dong…” pinta Irma.
“Hmm.. iya iya siap bos!” jawab Andi
Rani hanya bisa tertawa melihat tingkah Irma dan Andi yang hanya bisa pasrah. Sesekali mereka juga foto bersama di spot foto yang bagus.
“untung ya sepi.. jadi kita bisa leluasa..” kata Rani.
“Iya Ran, ini kan masih weekday juga.. kapan lagi kita bisa kesini hehe..” imbuh Irma.
“Udah belum foto-fotonya ?” tanya Andi.
“Bentar lagi Di.. hehe..” jawab Irma.
Setelah merasa puas berkeliling tidak terasa sudah siang, mereka memutuskan untuk pergi dari sana dan makan siang sebelum pulang, mereka memutuskan untuk makan siang di restoran fastfoon yang terkenal dengan masakan ayam nya.
“Hm.. besok masuk sekolah lagi..” keluh Irma.
“Kenapa ? kamu masih pengen liburan Ma ?” tanya Rani.
Irma hanya cengengesan Rani menebaknya dengan tepat, seketika Andi dan Rani tertawa melihat ekspresi Irma.
“Haduh Ma.. liburan aja yang dipikirin..” timpal Andi.
“Biarin, lagian enak kan liburan nggak mikirin pelajaran atau PR…” kata Irma yang tidak mau kalah.
“Iya sih.. bentar lagi kita juga liburan..” tambah Rani.
“Iya tapi ujian dulu, hmm…”
Rani hanya geleng-geleng mendengar perkataan sahabatnya itu, Irma terlihat sangat menikmati liburan sehingga susah buat move on. Sementara Rani malah ingin sekolah dan belajar lagi.
“Tuh kayak Rani rajin belajarnya pengen cepet sekolah lagi..” ledek Andi pada Irma.
“Huh, jangan di bandingin sama Rani, dia emang rajin banget.. aku sampe kalah…” balas Irma
“Hahahaha…” semua tertawa
Setelah merasa kenyang mereka kembali ke mobil dan mengantar Irma pulang dulu ke rumah, setelah itu Andi dan Rani pulang.
__ADS_1
“Hati-hati kalian, Andi jangan ngebut lho…” pesan Irma setelah turun dari mobil.
“Oke, salam buat kedua orang tua kamu..”
Selama di jalan Rani sibuk dengan hp nya melihat hasil foto tadi, dia berdecak kagum karena hasil fotonya sangat bagus. Rani kemudian memuji Andi karena hasil gambarnya yang bagus,
“Siapa dulu dong.. Andi gitu!” kata Andi yang memuji dirinya sendiri.
Rani geregetan melihat Andi yang begitu percaya diri, dengan gemas di pukul lengan Andi dan langsung membuat
Andi mengaduh sakit,
“Aduh Ran jangan anarkis gitu, aku lagi nyetir nih..” goda Andi sambil mengeluh karena dia tidak bisa fokus menyetir.
“Habisnya kamu lucu sih kepedean kan aku jadi gemes hehe..” jawab Rani.
“Ampun deh kalau kamu ngamuk.. bentar lagi nyampe rumah nih..”
Rani menghentikan aksinya memukul lengan Andi dan membiarkannya fokus menyetir, Andi tersenyum melihat tingkah Rani yang ceria, dia bersyukur Rani bisa ceria lagi tidak seperti kemarin-kemarin waktu ada masalah di sekolah.
15 menit kemudian mereka sampai di depan rumah, Rani segera turun dari mobil dan Andi memarkirkan
mobilnya.
“Makasih ya Di udah diajak jalan jalan..” kata Rani.
“Sama-sama Ran.. udah kamu balik ke rumah istirahat mumpung masih siang..” perintah Andi.
“Oke, sering-sering ya kalau ajak jalan jalan hehehehe…” kata Rani dengan cengengesan.
“Huh maunya kamu itu..”
Rani segera menuju rumahnya begitu juga dengan Andi. Hari ini mereka puas jalan-jalan dan langsung istirahat. Sesampainya di rumah Rian sudah pulang dan menikmati nonton tv.
“Udah pulang Ran ? cepet banget..” tanya Rian melihat adiknya udah sampai rumah.
“Iya Mas.. panas..” jawab Rani asal.
“Gimana ujian terakhirnya hari ini ?” tanya Rani.
“Alhamdulillah lancar.. sekarang aku udah free sekolahnya..” jawab Rian dengan senang.
“Hmm kamu udah enak Mas.. aku masih mau ujian..” keluh Rani.
“Alah masih lama.. semangat Ran!” jawab Rian dengan senyum mengejeknya.
Rani gemas dengan kakaknya, dipukul pundak kakaknya dan langsung kabur ke kamarnya untuk istirahat, meninggalkan Rian yang mengaduh kesakitan karena dipukul oleh Rani.
“Aduh, awas kamu Ran!” kata Rian dengan kesal.
__ADS_1