M.A.A.P (Masa Abu Abu Putih)

M.A.A.P (Masa Abu Abu Putih)
Chapter 28


__ADS_3

Hari terus berganti dan tidak terasa sudah mau ujian nasional, bagi Siswa kelas XII hari-hari mendekati ujian adalah waktu yang sangat kritis, mereka berlomba-lomba belajar dan berharap mendapatkan hasil yang terbaik sehingga bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya.


Rani sudah memutuskan untuk melanjutkan kuliah di kampus yang dulu sempat dia datangi bersama Randi, Irma ternyata juga memiliki tujuan yang sama untuk kuliah disana jadi mereka daftar bersama. Sementara Andi dia akan melanjutkan kuliahnya diluar, dan tidak ada yang tahu karena dirahasiakan.


Andi dan Rani juga sudah jarang berbincang-bincang karena sama-sama sibuk, mereka hanya ngobrol sebentar dan mungkin membahas tentang sekolah atau pelajaran untuk ujian. Suatu ketika Rani berangkat sekolah dengan wajah yang lesu karena semalam begadang untuk belajar. Irma khawatir jika sahabatnya itu sakit dan tidur saat pelajaran berlangsung. Dan benar saat pelajaran wajah Rani terlihat pucat dan seperti mau pingsan. Guru yang sedang mengajar mengetahuinya dan meminta Irma teman sebangkunya untuk mengantar Rani ke UKS.


“Irma tolong antar Rani ke UKS biar istirahat, terlihat pucat gitu..” perintah pak Guru yang sedang mengajar.


“Saya nggak apa-apa kok Pak..” bantah Rani.


“Udah kamu ke UKS sana, daripada pingsan disini..” tegas pak Guru lagi.


Akhirnya Rani mengalah dan Irma mengantarnya ke UKS. Untuk ke UKS mereka melalui kelas Andi. Andi yang tidak sengaja melihat keluar terkejut melihat Rani dan Irma yang lewat, sekilas Rani memandang ke kelas Andi dan mata mereka bertemu, dari wajah Rani yang pucat, Andi jadi khawatir. Dia jadi tidak bisa fokus mendengarkan penjelasan dari gurunya.


Sampai di UKS ada guru yang jaga, Rani di periksa sebentar dan diminta untuk beristirahat di ranjang tidur, dan Irma diminta kembali ke kelas.


“Rani kamu istirahat dulu aja ya.. habis ini mau ibu tinggal kamu nggak apa-apa disini sendirian ?” tanya Ibu Guru.


“Iya bu saya ndak apa-apa..”


“Baiklah, kamu banyak istirahat dulu..”


“Ran, aku balik dulu ya.. nanti istirahat aku kesini lagi..” pamit Irma.


“Iya Ma.. makasih udah nganterin kesini..”


Irma tersenyum dan kembali ke kelas sementara Rani memejamkan matanya supaya bisa tidur, dia sekarang merasa badannya panas dan pusing, setelah diberi obat oleh guru yang jaga UKS dia merasa ngantuk dan tidur.


Waktu istirahat Irma menjenguk Rani di UKS dengan membawa satu kresek berisi air mineral, roti dan susu untuk Rani. Sampai di UKS ternyata Rani sudah bangun.


“Gimana Ran keadaan kamu sekarang ?” tanya Irma.


“Udah mendingan Ma.. itu apa ?” tanya Rani melihat satu kantong kresek yang dibawa Irma.


“Oh ini buat kamu..” Irma segera memberikan bungkusan yang dibawanya pada Rani, dia terlihat sangat senang menerimanya. Kebetulan Rani merasa lapar dan segera memakannya.

__ADS_1


“Wah makasih ya Ma.. kamu baik banget..”


Irma hanya tersenyum dan tidak menjawab, melihat Rani yang sudah membaik membuatnya senang.


“Kamu udah makan Ma ?” tanya Rani disela-sela makan roti


“Udah Ran barusan.. kamu makan gih biar cepet pulih..”


Rani tersenyum senang, dia beruntung mendapatkan sahabat sebaik Irma. Sekilas dia berharap jika Andi datang juga, dia melihat tadi waktu perjalanan ke UKS Andi tampak memperhatikannya, tapi sekarang dia sama sekali tidak terlihat menjenguknya di UKS.


“Ma, kamu sendirian kesini tadi ?” tanya Rani.


“Em iya.. kenapa Ran ?” tanya Irma balik.


“Oh nggak apa-apa.. hehe…”


Rani terlihat sedih, rupanya Andi sudah tidak memperdulikannya lagi, padahal tadi dia tau. Meskipun dia tidak tau jika Rani sakit, tapi seenggaknya dia bertanya pada Irma kenapa mereka berkeliaran di tengah jam pelajaran, yang dimana mereka tidak biasa melakukan hal itu.


Setelah jam istirahat selesai guru UKS sudah kembali dan memeriksa Rani, saat itu kondisi Rani sudah lumayan membaik tapi tidak memungkinkan untuk mengikuti pelajaran, akhirnya Rani diminta untuk pulang dan beristirahat dirumah, Rani akhirnya menurut dan bersiap-siap pulang. Irma sudah membawakan tas nya ke UKS.


“Kamu nggak apa-apa kan Ran pulang sendirian ? aku nggak bisa nganterin kamu.. maaf ya..”


“Iya nggak apa-apa Ma.. makasih banyak udah dianter sampai sini.. aku pulang dulu..”


“Iya, hati-hati di jalan..”


Beberapa langkah keluar dari halaman sekolah sudah ada Rian disana dengan membawa mobil. Rani heran kenapa kakaknya ada disana padahal tidak ada yang mmemberitahu.


“Mas Rian kenapa ada disini ?” tanya Rani.


“Kamu sakit kan, aku datang buat jemput kamu..” jawab Rian.


“Kok bisa tau sih..”


“Udah yuk masuk..” perintah Rian.

__ADS_1


Tanpa berpikir lagi Rani segera masuk mobil dan pulang ke rumah. Sampai di rumah Rani juga tidak sempat tanya ke Rian lagi karena langsung beristirahat.


Malam harinya  Rani keluar dari kamar dan ke ruang nonton tv, disana ada kakak dan ayahnya yang sedang nonton tv.


“Gimana keadaan kamu Ran ?” tanya ayahnya.


“Udah mendingan Yah habis istirahat..” jawab Rani.


“Syukur deh..”


“Oh iya mas Rian kenapa tadi ada di depan sekolah ?” tanya Rani.


“Kebetulan aja Ran..” jawab Rian dengan cuek.


“Tapi kok tau kalau aku sakit ?” tanya Rani lagi.


“Lha kamu keliatan sakit gitu..”


Rani tampak berpikir, nggak mungkin juga jika kakaknya tanpa alasan berhenti di depan sekolahnya. Padahal masih jam pelajaran juga.


“Udah nggak usah dipikirin yang penting sekarang udah dirumah kan..”


“Iya sih..”


Rani kemudian berjalan ke ruang tamu mengintip ke luar jendela seperti ada yang sedang dia cari, Rian yang memperhatikan tingkah adiknya jadi heran.


“Ada apa Ran ?” tanya Rian.


“Eh nggak ada apa-apa Mas.. Andi nggak keliatan dari tadi ?” tanya Rani.


“Nggak tuh.. kenapa ?” tanya Rian penasaran.


“Nggak ada apa-apa sih..”


Rani berjalan ke ruang nonton tv lagi dengan wajah kecewa, dia merasa Andi memang sudah tidak memperhatikannya lagi, padahal dia sedang sakit tapi Andi sama sekali tidak terlihat menjenguknya di sekolah maupun dirumah. ‘mungkin dia memang benar-benar sudah ngelupain aku..’

__ADS_1


__ADS_2