M.A.A.P (Masa Abu Abu Putih)

M.A.A.P (Masa Abu Abu Putih)
Chapter 17


__ADS_3

Hari Senin Rani sudah masuk sekolah lagi, bertemu dengan teman-temannya teramasuk Selvi. Selvi yang bertemu dengan Rani masih terlihat cuek dan tidak pernah menyapa, akhir-akhir ini dia juga tidak berbuat sesuatu untuk Rani mungkin karena sudah kapok dan takut keluarganya kena masalah.


sementara itu untuk kelas XII sudah bebas pelajaran sambil menunggu hasil ujian, mereka kebanyakan tidak masuk sekolah, ada juga yang masuk sekedar menghabiskan waktu atau bertemu dengan teman-temannya. Termasuk Rian yang juga masuk sekolah karena di rumah tidak ada siapa-siapa.


Di kelas Rani dan Irma sibuk berbincang-bincang dengan teman-temannya membahas liburan kemarin saat kelas XII ujian nasional.


“Kalian pergi kemana kemarin ?” tanya Irma pada teman-temannya.


“Aku ke rumah nenek..” jawab salah satu siswi


“Aku jalan-jalan sih tapi bosen juga..” jawab siswi lainnya.


“Kalau kamu kemana Ma ?”


“Aku dirumah sih tapi waktu hari terakhir kita jalan-jalan ya Ran..” jawab Irma


Rani mengangguk setuju, teman-temannya penasaran kemana mereka pergi dan Irma menjawab kalau mereka pergi ke hutan mangrove tapi mereka tidak mengatakan jika mereka bersama Andi, bisa-bisa banyak yang merasa iri terutama Selvi, Ira dan Dian. Mereka tampak antusias membahas liburan masing-masing sampai tidak sadar guru yang mengajar sudah datang dan pelajaran pun dimulai.


Saat istirahat Rani dan Irma pergi ke kantin untuk makan siang, mereka memesan Bakso yang memang makanan kesukaan Rani setelah itu duduk di tempat duduk yang sudah disediakan. Selang beberapa menit Rian datang bersama Randi, melihat Rani ada disana Rian langsung ikut bergabung bersama mereka.


“Eh Mas Rian, udah nggak ada pelajaran kok masuk ?” tanya Irma.


“Iya, dirumah nggak ada siapa-siapa, mending masuk sekolah aja..” jawab Rian.


“Oh gitu, mari makan Mas..”


“Oke..”


Rani bertanya pada Rian, biasanya mereka bertiga bersama Ari, tumben saat itu hanya bersama Randi saja.


“Tumber berdua Mas ?” tanya Rani.


“Iya Ari ada urusan kayaknya jadi nggak barengan..” jawab Randi.


Rani hanya mengangguk faham, bukan urusan dia juga sebenarnya cuman penasaran aja biasanya mereka bertiga ini cuman berdua.


“Mas Randi mau masuk universitas yang sama kan sama Mas Rian ?” tanya Rani.


“Iya Ran..” jawab Randi dengan ramah.

__ADS_1


“Gimana keliatannya lolos nggak Mas ?” tanya Rani lagi.


“Belum tau sih, tapi positive thinking aja lolos haha…”


Rani tidak meragukan kemampuan Randi, terbukti dengan Randi yang selalu ada di peringkat teratas di sekolahnya. Rani berharap semua siswa yang mendaftar di universitas diterima semua sehingga nama sekolah juga semakin bagus.


Rani yang makan dengan lahap tidak sadar jika ada saos yang menempel di sudut bibirnya, Rian yang melihatnya hanya cuek dan membiarkannya, sementara Randi yang baik hati mencoba memberitahu Rani.


 “Ran, ada saos di deket bibir kamu..” kata Randi memberitahu.


Seketika Rani langsung mengusap saos di pipinya dan merasa malu juga sampai mas Randi mengetahuinya, dia hanya tersenyum malu. Irma yang melihatnya langsung berinisiatif menggoda.


“Ehm, perhatian banget mas Randi..” goda irma.


“Eh apaan sih Ma.. wajar aja kan ngasih tau..” kilah Randi.


“Hm, iya iya Mas.. hehe…”


Setelah selesai makan mereka segera kembali ke kelas sementara Randi dan Rian juga akan pulang karena sudah siang. Sekarang mereka bebas mau pulang awal atau siang, karena tinggal menunggu pengumuman masuk Universitas bagi yang melanjutkan ke jenjang perkuliahan.


Waktu pulang sekolah Rani pulang bersama Irma agak belakangan karena mengerjakan tugas kelompok dulu, sambil berjalan ke depan sekolah mereka berbincang tentang tugas mereka tadi,


“Iya Ma.. tadi udah aku tata laporannya di laptopku.. enak gini ya langsung dikerjain daripada nunda-nunda..” jawab Rani.


“Iya lah Ran.. mumpung udah nggak terlalu banyak tugasnya juga..” jawab Irma.


“Oh iya Mas Rian udah pulang ?” tanya Irma.


“Udah tadi ngabarin sih kalau pulang duluan..” kata Rani sambil merogoh ke tasnya untuk memastikan pesan kakaknya, saat dicari ternyata hp nya tidak ada.


“Ada apa Ran ?” tanya Irma setelah melihat Rani mencari-cari di tasnya.


“Hp ku kok nggak ada ya Ma.. apa mungkin masih di loker ya.. coba aku balik bentar Ma..” pamit


Rani.


“Mau aku temenin Ran ?” tanya Irma.


“Nggak usah Ma, kamu duluan aja deh.. bentar kok..” jawab Rani dan segera menuju ke kelasnya

__ADS_1


lagi.


“Oke aku duluan yaa.. kamu hati-hati..” pesan Irma


“Oke Ma!”


Rani segera ke kelasnya sebelum di kunci, keadaan sekolah sudah mulai sepi dan Rani juga takut jika sendirian. Sampai di kelas dia menemukan hpnya yang masih di loker, untung belum diambil orang lain. Setelah mendapatkan hpnya dia bergegas pulang, saat melintas di depan UKS, sayup-sayup dia mendengar suara perempuan dari dalam, Rani yang penasaran memberanikan diri untuk mengintip dari kaca pintu yang sedikit buram, dan setelah melihat kedalam dia melihat sesuatu yang mengejutkan. ‘Mas Ari dan Selvi? Apa yang mereka lakukan disini!’ batin Rani.


Kembali saat istirahat makan siang, Selvi yang malas ada di kelas memutuskan untuk ke UKS dan tidur, hari itu di UKS tidak ada orang menjaga jadinya sepi. Disana ada dua tempat tidur, yang satu tertutup mungkin ada orang disana itu yang difikirkan oleh Selvi, kemudian dia tidur di tempat tidur yang ada disampingnya.


Tanpa diduga Selvi mendengar desahan pelan dari sebelah, seketika dia membuka matanya lagi.


“Ehmm.. Ri enak banget…”


“Ri ? jangan-jangan…” Selvi langsung bisa menebak siapa orang yang ada disebelahnya, tapi dia hanya diam aja menunggu sampai mereka selesai.


‘Dasar, mentang-mentang UKS nggak ada yang jaga seenaknya sendiri..’ batin Selvi.


Selvi mau tidak mau mendengar suara mereka, entah apa yang mereka lakukan dia tidak peduli, tapi berkat itu dia merasakan hal aneh di tubuhnya, ‘huh dasar jadi gini kan aku, awas nanti kalau udah selesai!’ keluh Selvi.


Mereka yang tidak menyadari kehadiran Selvi karena terlalu menikmati akhirnya menghentikan aktivitas mereka karena bel masuk berbunyi, selvi mendengar sepertinya si cewek keluar dari UKS sementara si cowok masih disana.


“Enak ya.. mentang-mentang di UKS nggak ada yang jaga..” sahut Selvi.


Seketika cowok itu kaget dan membuka tirai pemisah tempat tidurnya dengan Selvi. Dia tersenyum licik dan menghampiri Selvi yang berbaring menghadap kesamping membelakangi cowok itu. Tanpa diduga cowok itu ikut berbaring dan memeluk Selvi dari belakang.


“Kenapa, kamu mau juga ?” tanya cowok itu di teling Selvi dan menggigitnya.


“Ehm.. kamu ini..” Selvi sedikit terbuai.


“Haha kamu gini aja udah bereaksi..” ucap cowok itu yang tak lain adalah Ari.


Tanpa aba-aba Ari memasukkan tangannya di baju Selvi dan bermain disana, hal itu membuat Selvi menikmatinya seketika dia berbalik dan langsung mencium Ari, Ari tidak mau kalah dan membalasnya.


“Ssstt… kamu ini nggak tau tempat ya..” keluh Selvi.


 “Lho aku kan bebas mau ngapain suka-suka aku dong..” jawab Ari dengan santai.


Mereka berdua di UKS sampai pelajaran selesai, tidak ada yang tahu apa yang sedang mereka lakukan. Mereka juga tidak tau jika Rani melihat apa yang sedang mereka lakukan dari balik pintu UKS

__ADS_1


Kembali saat Rani melihat mereka dari balik pintu, dia tampak kaget melihat Ari dan Selvi yang tampak bernafsu berciuman. Dia langsung beristighfar dan pergi dari sana sesegera mungkin. Banyak pertanyaan yang timbul di benaknya, bagaimana mungkin Selvi dan Ari berhubungan seperti itu padahal mereka tidak pacaran dan tidak ada rumor apapun.


__ADS_2